Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
Not a member yet
1408 research outputs found
Sort by
RESPON SISWA TERHADAP MULTIMEDIA INTERAKTIF LIDDLE (LINE AND ANGLE LEARNING)
The development of increasingly sophisticated technology will impact the field of education so that teachers are required to innovate in learning, one of which is by creating learning media. The selection of suitable learning media will attract students' interest in learning mathematics. Liddle interactive multimedia is an android application that aims to make it easier for students to understand line and angle material. This study aims to determine how students respond to interactive multimedia liddles on line and with angle material. This research was conducted at SMP Negeri 1 Jonggol with class VII I research subjects involving seven students. The research design used is descriptive research to describe students' responses to interactive multimedia Liddle. Data collection techniques in this study used student response questionnaires. While the analytical method used in this study is a semantic differential scale consisting of 4 scores. Based on the study results, it can be concluded that the interactive multimedia liddle received a positive response from students and was declared good to be used as a learning medium in the mathematics learning process. This is based on the results of the data from the aspects contained in interactive multimedia liddle get a percentage of 88.39% with the criteria of "Very Good".Perkembangan teknologi yang semakin canggih akan berdampak pada bidang pendidikan sehingga guru dituntut untuk berinovasi dalam pembelajaran, salah satunya dengan menciptakan media pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran yang tepat akan menarik minat siswa dalam belajar matematika. Multimedia interaktif liddle merupakan sebuah aplikasi android yang bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami materi garis dan sudut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap multimedia interaktif liddle pada materi garis dan sudut. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Jonggol dengan subjek penelitian kelas VII I berjumlah 7 siswa. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif untuk menggambarkan mengenai respon siswa terhadap multimedia interaktif liddle. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket respon siswa. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala diferensial semantik yang terdiri dari 4 skor. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif liddle mendapatkan respon yang positif dari siswa dan dinyatakan baik untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran matematika. Hal tersebut berdasarkan hasil data dari aspek-aspek yang terdapat pada multimedia interaktif liddle yang mendapatkan persentase 88,39% dengan kriteria “Baik Sekali”
Mengetahui Hubungan Sosial Peserta Didik dengan Pendekatan Instrumentasi Sosiometri
Sosiometri merupakan teknik mengumpulkan data mengenai hubungan sosial dan tingkah laku sosial siswa. Dari data sosiometri individu dapat diketahui keluasan dan kedalaman pergaulan, status pemilihan atau penolakan sesama teman, dan popularitas dalam pergaulan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui aplikasi instrumentasi sosiometri untuk mengetahui tingkat hubungan sosial peserta didik di kelas VIII-b SMP Negeri 6 Luwuk. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Variabel yang diamati meliputi frekuensi hubungan, intensitas tingkat hubungan dan, popularitas hubungan. Sampel dari penelitian ini yakni 20 siswa kelas VIII-b SMP Negeri 6 Luwuk. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat tiga orang peserta didik memiliki tingkat hubungan sosial yang sedang. Hal itu ditunjukkan dengan perilaku peserta didik yang kurang bergaul dengan teman-temannya di kelas maupun teman-teman yang bukan sekelas, atau frekuensi hubungan sosial peserta didik tersebut masih renda
PERBAIKAN POSTUR KERJA PROSES GANTI DIES CUTTING MENGGUNAKAN METODE RULA DAN REBA DI PT. DWA
PT. DWA merupakan industry manufactur berdiri sejak tahun 1978, bergerak di industri otomotif dengan produksi polyurethane, Reaction Injection Molding (rim), composite dan Plastic, memiliki beberapa proses yang menggunakan dies untuk melakukan proses produksi, dan dies untuk proses produksi diperlukan proses ganti dies, yang membutuhkan tenaga besar dan membutuhkan fokus dalam pengerjaannya, membuat postur tubuh mengalami tegang dan nyeri akibat postur kerja yang tidak baik. Perlu adanya analisis dengan tujuan mengetahui postur kerja operator melalui metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment) yang akan di jadikan sebagai bahan pertimbangan perbaikan postur tubuh dalam bekerja, serta analisis yang dapat dilakukan dengan metode NBM (Nordic Body Map), RULA dan REBA, penggunaan metode ini didukung dengan kondisi operator ganti dies saat bekerja merasakan keluhan sakit pada tubuh, metode RULA dan REBA digunakan untuk analisis postur tubuh operator ganti dies untuk dilakukan perbaikan posisi postur tubuh pada saat melakukan aktivitas, berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan menunjukan bahwa skor NBM mendapatkan skor 64 dan RULA mendapatkan skor 7, serta REBA mendapatkan skor 12 artinya berdasarkan jawaban skor NBM memperoleh skor yang tinggi dikarenakan apa yang pekerja rasakan dengan postur kerja saat ini mengganggu aktivitasnya. Perubahan postur kerja harus dilakukan secepatnya berdasarkan pada skor penilaian RULA dan REBA. Perubahan yang harus segara dilakukan untuk mencegah terjadinya kelelahan postur tubuh yang berkepanjangan maka perlu adanya dibuatkan alat bantu angkat dies untuk meminimalisir terjadinya cedera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya alat bantu angkat ini dapat memperbaiki postur tubuh
ANALYSIS OF THE CONTRIBUTION OF ISLAMIC EDUCATION IN THE TIME OF THE PROPHET MUHAMMAD TO THE DEVELOPMENT OF MODERN EDUCATION
Research on contributions in Education, especially in Islamic Education is very urgent for education experts and educators in the global era, especially in relation to developing the theoryof s system education. Research on the contribution of Islamic education in the time of the Prophet Muhammad saw to the development of modern Islamic Education aims to explore, introduce and implement the concepts, curriculum, learning methods and educational facilities of Islam in the time of prophet Muhammad saw and its kinbution to the development of modern education. The result of this study is that there are similarities and correlations between the concepts, objectives, curriculum and learning methods of Islamic education in the time of the Prophet and modern education, so that it can be concluded that there is a contribution of concepts, objectives and curricula as well as learning methods of Islamic education in the time of the Prophet Muhammad saw to modern education. There was a rapid development experienced by educational facilities in the time of the Prophet saw, from mosques developing rapidly in the early eighth century AD, where several mosques turned into universities until today.Penelitian tentang kontribusi dalam Pendidikan, khususnya dalam Pendidikan Islam sangat urgen bagi para ahli Pendidikan dan para pendidik di era global, terlebih dalam kaitannya mengembangkan teori sistem pendidikan. Penelitian tentang kontribusi pendidikan Islam di masa Nabi Muhammad saw terhadap perkembangan Pendidikan Islam modern bertujuan mengeksplorasi, mengenalkan dan mengimplementasikan konsep, kurikulum, metode pembelajaran dan sarana-saran pendidikan Islam di masa Nabi Muhammad saw dan kintribusinya terhadap perkembangan pendidikan modern. Hasil penelitian ini adalah terdapat kesamaan dan korelasi antara konsep, tujuan, kurikulumm dan metode-metode pembelajaran pendidikan Islam di masa Nabi dengan pendidikan modern, sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi konsep, tujuan dan kurikulum serta metode pembelajaran pendidikan Islam di masa Nabi Muhammad saw pada pendidikan modern. Terdapat perkembangan pesat yang dialami oleh sarana pendidikan di masa Nabi saw, dari masjid berkembang pesat pada awal abad kedelapan masehi, di mana beberapa masjid berubah menjadi universitas hingga saat ini
Meningkatkan Hubungan Sosial Mahasiswa Dengan Pendekatan Layanan Konseling Kelompok
This study aims to improve the social relations of pharmacy students which have been seen to be inharmonious. With the development of information technology, they interact more often with their gadgets and make the classroom environment seem foreign to all of them. This is what makes researchers interested in doing research. This research was conducted at STIKes Indah Medan, pharmacy study program with a total sample of 10 people. The method used in this study is a quasi-experimental research design with pre-test and post-test using a Likert scale questionnaire instrument with the hypothesis tcount = 7,626, while the ttable value with d.b = N – 1 = 10 – 1 = 9 at the real level = 5 % obtained by 2.262. So that tcount > ttable or 7,626 > 2,262. Based on this, it can be stated that group counseling services can improve student social relation
Hubungan Self Disclosure dengan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Tingkat II Prodi Ners STIKES Santa Elisabeth Medan
The purpose of this study was to determine the relationship between self disclosure and interpersonal communication of second degree students of STIKes Santa Elisabeth Medan in 2021. This research method used an analytical research design using a cross sectional approach. The sample in this study 86 respondents with the sampling technique is total sampling. The instruments used were a questionnaire, a standard self-disclosure questionnaire adopted from the sixty item self disclosure questionnaire (JSDQ) by Sidney M. Jourard and Paul Lasakow (1958) modified by previous researchers Tokan (2013) and an interpersonal communication questionnaire. The results of this study obtained self disclosure categories of high 55 people (64%) and low 31 people (36%), good categories of interpersonal communication 57 people (66.3%) and less 29 people (33.7%) with the Chi square test results obtained value The p-value of 0.001 (p<0.05) indicates that there is a relationship between self disclosure and interpersonal communication of second level students of the STIKes Santa Elisabeth Medan Nurse Study Program in 2021 which means that the higher the student's self-disclosure, the better the interpersonal communication will be. Open manner to telling attitudes and opinions, tastes and interests, work or studies, money, personality, and body will increase students' self-disclosure
THE CONCEPT OF INTEGRATION OF SCIENCE AND RELIGION
The idea of integrating science and religion continues to resonate in the Islamic world. This idea becomes an alternative for the development of Islamic scholarship, and will break the ice that still surrounds the Islamic world. Because of its problematic nature, the responses and responses of Muslim scholars to the idea have varied greatly. There are pros and cons, some Muslim scientists support it, and some reject it. This article uses a qualitative method and uses a variety of literature to explain the background of the importance of the concept of integrating science and religion, as well as discussing the model or its form.
Gagasan mengenai Integrasi ilmu dan agama, tetap menggema di dunia Islam. Gagasan tersebut menjadi alternative bagi pengembangan keilmuan Islam, dan akan mendobrak kebekukan yang kini masih menyelimuti dunia Islam. Karena sifatnya yang problematis, maka tanggapan dan respon cendekiaan Muslim terhadap gagasan tersebut, menjadi sangat beragam. Ada yang pro dan kontra, sebagian ilmuan Muslim mendukungnya, dan sebagian yang lain menolaknya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan menjadikan beragam literature untuk menjelaskan latar belakang pentingnya konsep integrasi ilmu dan agama, juga mengetengahkan tentang model atau bentuknya
FAMILY AS CHILDREN'S FIRST EDUCATION; THE ROLE OF PARENTS IN THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION FOR ELEMENTARY SCHOOL AGE CHILDREN
This research is motivated by the condition that the Indonesian nation is currently facing serious challenges, especially in the context of education because it has to deal with global competition, information and technology. The busyness of parents in their activities outside the home makes less attention to the role in the development of Islamic religious education for elementary school-aged children, which of course really needs an example from parents.
Elementary school age children (SD) are those aged 7-12 years, in the following phase marked by everything having to go through coercion. Under pressure from adults or those in power, children exert little moral or logical control over their behavior. Age 12 and over (heteronon stage), in this phase a child begins to understand values and begins to interpret in his own way. Morality is characterized by cooperation, not coercion, interaction with peers, discussion, self-criticism, a sense of equality and respect for others are the main factors in this phase.
The family as the first school concept for children, plays an important role in the development of children's Islamic religious education. Exemplary, good habits are part of inculcating noble character and positive things that parents can do as first teachers for children. Fathers and mothers who have strong visions and missions strive to provide tarbiyah (education) in the form of recitations, literacy, as well as tazkiyah (self-cleaning) processes. each family member has a special worship charity, superior, both ritually and socially by making a family da'wah schedule and agenda.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang dalam menghadapi tantangan yang berat terutama dalam konteks pendidikan karena harus berhadapan dengan global competition, information and technology. Kesibukan orangtua dalam aktivitasnya diluar rumah menjadikan berkurangnya perhatian akan peran dalam perkembangan pendidikan agama Islam untuk anak usia sekolah dasar yang tentunya sangat membutuhkan keteladanan dari orangtua.
Anak usia sekolah dasar (SD) adalah mereka yang berusia 7-12 tahun, pada fase berikut ditandai dengan segala sesuatu harus melalui paksaan. Dibawah tekanan orang dewasa atau orang berkuasa, anak sedikit menggunakan kontrol moral dan logika terhadap perilakunya. Usia 12 keatas (tahap heteronon), pada fase berikut seorang anak mulai mengerti nilai-nilai dan mulai memaknai dengan caranya sendiri. Moralitas ditandai dengan kooperatif, bukan faktor paksaan, interaksi dengan teman sebaya, diskusi, kritik diri, rasa persamaan dan menghormati orang lain merupakan faktor utama pada fase ini.
Keluarga sebagai konsep sekolah pertama bagi anak, berperan penting bagi perkembangan pendidikan agama Islam anak. Keteladanan, pembiasaan baik merupakan bagian penanaman akhlak mulia dan hal positif yang dapat dilakukan orangtua sebagai guru pertama bagi anak. Ayah dan ibu yang memiliki visi-misi kuat berupaya untuk memberikan tarbiyah (pendidikan) dalam bentuk tilawah, literasi, juga proses tazkiyah (pembersihan diri), dan taklim. setiap anggota keluarga memiliki amal ibadah khusus, unggulan, baik secara ritual juga sosial dengan dibuatkannya jadwal dan agenda dakwah keluarga
the THE WAQF MANAGEMENT OF DARUSSALAM MODERN ISLAMIC BOARDING SCHOOL CAMPUS 7 IN THE DEVELOPMENT OF BOARDING SCHOOL
Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui manajemen wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Kalianda. Mengetahui pemberdayaan aset pesantren wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Kalianda. Mengetahui hambatan atau kendala yg primer dalam aplikasi fungsi-fungsi manajemen pada pengelolaan pesantren wakaf pada Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Kalianda. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif menggunakan pendeketan naratif berlandaskan study kasus. Sumber data dari menurut pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7, Pengurus YPPWPM, Pengajar Gontor, dan Pengurus Organisasi Gontor. Penelitian ini memakai observasi, wawancara & dokumentasi menjadi indera pengumpul data. Kemudian data yg telah terkumpul dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data & menarik konklusi Hasil penelitian memberitahuakan bahwa perkembangan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Kalianda, nir luput menurut kiprah pengelolaan manajemen wakaf yg terdapat disana mulai menurut wakaf saranaprasaranya, wakaf unit usahanya & wakaf diri ustadz-ustadznya, lantaran apa yg terdapat disana bukan milik peroarangan melainkan milik umat yg telah diwakafkan. menurut situlah perkembangan pondok sangat pesat melalui mal wakafnya
PERILAKU OWA JAWA (Hylobates moloch Audebert, 1798) DI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN SAAT PANDEMI COVID-19
Owa Jawa merupakan satwa primata dari genus Hylobates yang terancam punah. Owa Jawa yang berada di luar habitat aslinya (ex-situ) seperti yang berada di kebun binatang ragunan pada kondisi pandemi covid 19 maka perlu dilakukan penelitian perilaku owa jawa serta respon owa jawa terhadap pengunjung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat perilaku owa jawa selama masa pandemi covid-19 dan mengetahui respon yang diberikan oleh individu owa jawa terhadap aktivitas pengunjung Taman Margasatwa Ragunan. Penelitian menggunakan 2 individu owa jawa yaitu owa Jawa jantan dan owa Jawa betina. Metode yang digunakan Scan Animal Sampling dengan interval waktu 5 menit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku owa jawa saat Non-PSBB dan selama masa PSBB, perilaku istirahat 41-50% pada owa jawa jantan dan betina 43- 44% terlihat meningkat dan mendominasi dibandingkan dengan perilaku bergerak, makan, berkutu, bermain dan bersuara. Adanya perbedaan pola perilaku owa Jawa jantan dan owa Jawa betina saat hari libur satwa, hari kerja dan akhir pekan