Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
Not a member yet
1408 research outputs found
Sort by
Teknik Konseling Umum yang Digunakan Guru Bimbingan dan Konseling untuk Mengatasi Permasalahan Siswa di SMA Negeri 1 Stabat
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan teknik konseling yang digunakan guru BK di SMA Negeri 1 Stabat dalam menangani masalah yang dihadapi oleh setiap siswa-siswinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif atau bisa disebut eksplorasi subjektif, yaitu dengan cara mengumpulkan data dengan sistem observasi, interview atau wawancara serta dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah guru honor BK di SMA Negeri 1 Stabat. Berdasarkan hasil penelitian, teknik konseling yang digunakan guru BK berguna untuk membantu menangani atau mengatasi masalah yang dihadapi, serta dapat membantu siswa menentukan masalahnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan adanya teknik konseling dapat mempermudah guru BK dalam menangani kasus yang dihadapi klien atau siswanya
Pentingnya Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar Terhadap Perkembangan Peserta Didik
This study aims to determine the importance of counseling services in elementary schools on the development of students. This type of research is qualitative. The subjects of this study were elementary school class teachers for small classes 1,2,3 and large classes 4,5,6. The results of the study indicate that: (1) it is felt that it is very important and needed Guidance and counseling services to be applied to primary school education, which are played by BK teachers directly to help students carry out their development tasks, help solve problems/obstacles experienced so that students can grow as individuals with all their needs, can actualize themselves, develop their talents, interests and all their potential (2) As classroom teachers, they still have a role as guidance and counseling teachers and need to continue to improve their knowledge and skills. The skills in assisting and recognizing the characteristics of the needs of each student in the class. (3) It was found that there are many problems or obstacles that arise and are experienced by students in elementary schools, so collaboration and synergy from both the school, class teachers, BK teachers and parents are needed to assist, guide students in completing developmental tasks well
ANALISIS PEMBERIAN KREDIT PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH BPR BANK GRESIK
Indonesian people play an active role in the world economy. Through the world of banking, all economic actors can realize national development in order to increase economic growth. Economic actors have the ability to use credit facilities provided by banking financial institutions. Therefore, analysis of credit granting procedures is important in credit granting procedures to assess whether a credit application is feasible for approval. The bank, before extending credit, is required to conduct an assessment and analysis of prospective debtors to minimize the occurrence of non-performing loans. This study aims to formulate procedures for granting credit and identify factors that cause problem loans in order to get debtors who meet the criteria of Perumda BPR Bank Gresik. This type of research is descriptive with a qualitative approach. Data analysis uses the Miles and Huberman model, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of this research is that the researchers found a credit analysis procedure to minimize non-performing loans used by Perumda BPR Bank Gresik. The procedure for extending credit is through credit procedural policies, verification of prospective customer data, assessing the feasibility of granting credit, credit analysis. The steps taken by Perumda BPR Bank Gresik to minimize non-performing loans are by analyzing the factors that cause non-performing loans and through credit monitoring
PERAN KOMPENSASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
This study aims to analyze the effect of work discipline and compensation on employee performance. In addition, this study aims to test the moderation effect of compensation variables in strengthening the influence of work discipline on employee performance. The study was conducted using a sample of 67 employees of the production department at PT. SS Danisa Nusantara. The data analysis method in this study used the SEM-PLS model. The results of the study proved that work discipline has a positive and significant effect on employee performance. Compensation has no significant effect on employee performance. The results of moderation effect testing showed that interaction had no significant effect on employee performance. Therefore compensation can be expressed as a moderator homologizer variable, which has the potential to become a moderating variable
KOMPONEN PROSES PEMBELAJARAN MELALUI MODEL, PENDEKATAN STRATEGI, PENDEKATAN TEKNIK, DAN TAKTIK
Istilah pembelajaran sekarang ini lebih popular dibandingkan dengan belajar mengajar. Pembelajaran merujuk kepada interaksi aktif peserta didik dan pendidik dalam proses belajar di dalam kelas. Sedangkan istilah belajar mengajar masih berkonotasi kepad teacher centre dimana istilah ini sudah tidak relevan dengan konsep belajar yang menghendaki students centre. Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa komponen yang berkaitan yaitu : (1) model pembelajaran (2) pendekatan pembelajaran, (3) strategi pembelajaran, (4) metode pembelajaran; (5) teknik pembelajaran, dan (6) taktik pembelajaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya[1]. Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang sistematis yang digunakan untuk mengkaji atau meneliti suatu obyek pada latar alamiah tanpa ada manipulasi didalamnya dan tanpa ada ujian hipotesis. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi, menginsipirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran tersebut dinamakan model pembelajara
TELAAH PENGATURAN EFEKTIF PEMANFAATAN ZISWA UNTUK BANTUAN SERTIFIKASI HALAL BAGI UMKM
Pemanfaatan zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf (ZISWA) selama ini ditujukan untuk memastikan kaum mustahik terpenuhi kebutuhan dasarnya. Pemikiran bahwa kaum mustahik dimaksud juga perlu diberdayakan secara produktif sehingga lingkaran kemiskinan bisa diputus dengan memberikan sumber pendapatan yang jelas dan terukur, mengembangkan pemikiran pemanfaatan ZISWA untuk sektor produktif namun tetap sasarannya adalah mustahik yang telah melakukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih terbatas pada aspek bantuan manajemen bisnisnya. Tulisan ini bermaksud mengkaji potensi ZISWA untuk dimanfaatkan bagi bantuan pembiayaan sertifikasi halal bagi UMKM. Pertimbangan utamanya adalah halal merupakan syarat Syariah untuk konsumsi ummat muslim yang tidak bisa ditawar karena merupakan kewajiban yang ditetapkan dalam Al Qur’an. Menggunakan metode penelitian normatif yuridis didukung oleh kuesioner kepada UMKM, hasil penelitian menunjukkan bahwa ZISWA dimungkinkan untuk dimanfaatkan untuk bantuan pembiayaan sertifikasi halal apabila ZISWA telah didayagunakan untuk mustahiq yang memerlukannya dan sudah terpenuhi dan ternyata masih terdapat kelebihan. Untuk itu, perlu dengan hati-hati dan terukur untuk memastikan keterpenuhan dimaksud. Selain itu dilakukan seleksi sektor produktif yang akan memanfaatkan ZISWA adalah sektor yang menjanjikan keuntungan. Oleh karena itu masih perlu peraturan teknis untuk mengukur dan memastikan keterpenuhan syarat-syarat dimaksud
SELECTED THEMES IN ‘AL-NASIHATU AL-KUBRA’ AND ITS RELEVANCE TO THE PRINCIPLE OF SADD AL-DHARI’A
The introductory part of the theme started with a major jurisprudential ordinance of prohibition (al-Tahrim) of homicide. This indeed, has a direct bearing with the issue of ideological crises. The Islamic panel system is aimed at discouraging and protecting the entire society from criminal activities and crises that may occur and disrupt the peaceful coexistence of the people. In fact, this is why the Islamic panel system is universal system that suits all time and place. Therefore, this study is aimed at examining the potentialities of Principles of Fiqh in the selected themes as well as to determine the challenges of ideological calamities. The method used to gather the information was qualitative research method that involved desk research. The paper explored the potentialities of Fiqh Principles on the basis of the current Persisting Ideological Crises (P.I.C) that resulted to anarchy in Nigeria. This offered a great insight to the topical issues therein. It was also revealed that the themes were developed based on the principle of Sadd al-Dhari’a. The paper adopted desk review and secondary data for the research.
Bagian pendahuluan dari tema dimulai dengan ordonansi yurisprudensi utama tentang larangan (al-Tahrim) pembunuhan. Hal ini memang berkaitan langsung dengan persoalan krisis ideologi. Sistem panel Islam bertujuan untuk mencegah dan melindungi seluruh masyarakat dari kegiatan kriminal dan krisis yang mungkin terjadi dan mengganggu koeksistensi damai umat. Padahal, inilah mengapa sistem panel Islam merupakan sistem universal yang sesuai dengan segala waktu dan tempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Prinsip-prinsip Fiqh dalam tema-tema terpilih serta untuk menentukan tantangan bencana ideologis. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi adalah metode penelitian kualitatif yang melibatkan desk research. Makalah ini mengeksplorasi potensi Prinsip Fiqh berdasarkan Krisis Ideologi Persisting (P.I.C) saat ini yang mengakibatkan anarki di Nigeria. Ini menawarkan wawasan yang bagus untuk isu-isu topikal di dalamnya. Diungkapkan pula bahwa tema-tema tersebut dikembangkan berdasarkan prinsip Sadd al-Dhari’a. Makalah ini mengadopsi tinjauan meja dan data sekunder untuk penelitian
THINKING OF 'ALI 'ABD AL-RAZIQ ON ISLAM AND THE COUNTRY
Muslim thinkers differ on whether or not Islamic teachings exist regarding the state or matters relating to Islamic politics. Two terms are closely related to this, namely Khilafah and imamate. Although taken from the same source, namely the Qur'an, thinkers reacted differently to the political praxis that developed in the Islamic world. Like the thoughts echoed by Ali Abdul Razik. This article applies a qualitative method. Furthermore, as a source of data based on library research, the works of Ali Abdul Razik are used as a reference. Moreover, the work of other Muslim thinkers is used as a comparison to developing this article. The basis for the difference in the thinking of 'Ali 'Abd al-Raziq with other 'ulama' lies in the unified understanding of whether or not the apostolic function of the Prophet Muhammad SAW was in terms of handling human relations vertically with Allah SWT and human relations horizontally with humans and with nature and its contents. His thought that the function of the Prophet Muhammad SAW was only as a religious leader supports the function of Islam as the religion of Rahmatan Lil Alamin, which must be spread worldwide. If the Prophet Muhammad SAW, apart from being a religious leader, was also the leader of the State of Medina, then the religion he brought was only for the State of Medina, and maybe the city of Makkah was added after the migration. It turns out that during and after his death until now, Islam has been preached by Muslims all over the world. The understanding of 'Ali 'Abd al-Raziq is considered to make a dichotomy between religious affairs and state affairs; in fact, this thought liberates the obligations of future Islamic leaders who cannot carry out both religious and state leaders. If the dual function of leadership becomes mandatory, then most leaders will violate the obligation because they cannot carry out their leadership. Meanwhile, the argument for obliging leadership to have dual functions simultaneously is not found either directly or figuratively. If religion and state affairs are separated, then religious affairs can be run without state affairs, and state affairs without religious affairs can also work. Conversely, suppose religious and state affairs must be united. In that case, religious affairs cannot be carried out without state affairs, and state affairs cannot be carried out without religious affairs. It means that Islam is obligatory in Islamic countries, and Islamic countries are obligatory on the Islamic religion. Many countries are running and developing without taking care of the Islamic religion, and Islam is developing in countries that do not take care of religion.
Para pemikir muslim berbeda pendapat mengenai ada atau tidaknya ajaran Islam tentang negara atau hal-hal yang berkaitan dengan politik Islam. Ada dua istilah yang berkaitan erat dengan hal ini, yaitu khilafah dan imamah. Meskipun diambil dari sumber yang sama, yaitu Al-Qur’an, tapi dalam praksis politik yang berkembang di dalam dunia Islam tetapi para pemikir minyikapinya secara berbeda. Seperti pemikiran yang digaungkan oleh Ali Abdul Razik. Artikel ini menerapkan metode kualitatif. Dan sebagai sumber data yang berbasis kepada riset kepustakaan karya-karya Ali Abdul Razik dijadikan acuan. Dan karya pemikir muslim lainnya dijadikan pembanding untuk mengembangkan artikel ini. Dasar perbedaan pemikiran ‘Ali ‘Abd al-Raziq dengan ‘ulama’ lain terletak pada pemahaman bersatu atau tidaknya fungsi kerasulan Nabi Muhammad SAW dalam hal menangani hubungan manusia secara vertikal dengan Allah SWT dan hubungan manusia secara horizontal dengan manusia serta dengan alam dan isinya. Pemikiran beliau bahwa fungsi Nabi Muhammad SAW hanya sebagai pemimpin keagamaan mendukung fungsi Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin yang wajib disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Jika Nabi Muhammad SAW selain sebagai pemimpin agama juga sebagai pemimpin Negara Madinah, maka agama yang dibawanya hanya untuk Negara Madinah, dan mungkin ditambah kota Makkah setelah hijrah. Ternyata semasa dan setelah wafatnya beliau sampai sekarang agama Islam didakwahkan oleh umat Islam ke seluruh dunia. Pemahaman ‘Ali ‘Abd al-Raziq dianggap mendikotomikan urusan agama dan urusan negara, sebenarnya, pemikiran itu membebaskan kewajiban pemimpin Islam di kemudian hari yang tidak mampu mengemban sebagai pemimpin agama sekaligus sebagai pemimpin negara. Jika dwi fungsi kepemimpinan menjadi wajib, maka mayoritas pemimpin akan melanggar kewajiban karena tidak mampu menjalankan kepemimpinannya. Sedangkan dalil untuk mewajibkan kepemimpinan dwi fungsi itu sekaligus tidak ditemukan baik secara langsung maupun secara kias. Bahwa jika urusan agama dan negara dipisahkan, maka urusan agama dapat dijalankan tanpa urusan negara dan urusan negara tanpa urusan agama juga dapat berjalan. Sebaliknya, jika urusan agama dan negara wajib disatukan, maka urusan agama tidak dapat dijalankan tanpa urusan negara, dan urusan negara tidak dapat dijalankan tanpa urusan agama. Artinya agama Islam wajib di negara Islam, dan negara Islam wajib pada agama Islam. Ternyata, banyak Negara yang berjalan dan berkembang tanpa mengurus agama Islam, dan agama Islam berkembang di negara yang tidak mengurus agama
IMPLEMENTASI BAHAN AJAR MEDIA AUTOPLAY STUDIO 8 MATERI MOTIF BATU NISAN DI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM
This research on the development of the motifs of the Palembang Darussalam sultanate tombstones tries to provide effective learning outcomes. The method used is quantitative using the Borg and Gall models to research and develop prototypes. The subject of this research is the students of class X SMA N 1 Palembang. The product has gone through a one-on-one expert revision stage carried out by 3 experts with attached comments so that this learning teaching material product is considered very valid with an average score of 4.67. The effectiveness of learning teaching materials using Autoplay Studio 8 which has been developed and carried out in the test phase, the results of the trial got a score of 46.2% with the n-gain value reaching a score of 0.72. This means that the prototype is suitable for use as an effective learning tool for class X SMA N 1 Palembang and as a learning support productPengembangan media pembelajaran mengenai motif batu nisan kesultanan Palembang Darussalam ini mencoba memberikan keefektifan hasil belajar dalam penelitian ini. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan menggunakan model Borg dan Gall untuk meneliti dan mengembangan prototype. Subjek yang dituju pada penelitian ini ialah peserta didik kelas X SMA N 1 Palembang. Produk telah melalui tahap revisi ahli satu-satu yang dilakukan oleh 3 pakar dengan komentar terlampir sehingga menghasilkan produk bahan ajar pembelajaran ini dianggap sangat valid dengan skor rata-rata 4,67. Keefektivitas bahan ajar pembelajaran menggunakan Autoplay Studio 8 yang telah dikembangkan dan dilakukan tahap tes, hasil uji coba tersebut mendapatkan skor sebesar 46,2% dengan nilai n-gain mencapai skor 0,72. Berarti prototype tersebut layak untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran kelas X SMA N 1 Palembang yang efektif dan sebagai sebuah produk penunjang pembelajara
PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF SEBAGAI PANDUAN PENGGUNAAN ARTICULATE STORYLINE
This study aims to evaluate a product that is developed in the form of an interactive module for employees of the Biro Pengembangan Pembelajaran Multimedia Nusantara University. This development follows the systematic procedure of S. Thiagarajan's 4D development model. This development model consists of four major steps, Define, Design, Develop, Disseminate. The subjects of this study were 21 employees at the Biro Pengembangan Pembelajaran Multimedia Nusantara University. The evaluation of this interactive module includes a feasibility test from experts including, learning design experts, material experts, media experts, and users. The results of this study showed that the trial of learning experts, media experts and material experts stated that this interactive module was feasible to use. The results of the one-on-one got an average score of 3.87, the results of the small group trial with an average value of 3.66, the results of the evaluation test trial showed an average score increase of 34 points with an N-Gain Score of 73%, based on these three trials it was stated that users responded positively and indicated that this interactive module have a good quality and effective in use as a Articulate Storyline Guidance at the Biro Pengembangan Pembelajaran Multimedia Nusantara University.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produk yang dikembangkan berupa modul interaktif untuk karyawan Biro Pengembangan Pembelajaran UMN. Universitas Multimedia Nusantara yang berjumlah 21 orang. Pengembangan ini mengikuti prosedur yang sistematis dari model pengembangan 4D S. Thiagarajan. Model pengembangan ini terdiri dari empat langkah besar yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), Disseminate (Penyebaran). Subjek penelitian ini adalah karyawan di Biro Pengembangan Pembelajaran. Evaluasi modul interaktif ini meliputi uji kelayakan dari para ahli diantaranya, ahli desain pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan pengguna. Hasil dari penelitian ini menunjukan uji coba ahli pembelajaran, ahli media dan ahli materi menyatakan modul interaktif ini layak digunakan. Hasil uji coba one-on-one mendapatkan nilai rata-rata 3.87, hasil uji coba small group dengan nilai rata-rata 3.66, hasil uji coba tes evaluasi menunjukkan rata-rata peningkatan skor sebesar 34 poin dengan nilai N-Gain Score sebesar 73%, sehingga dari ketiga uji coba ini menyatakan bahwa pengguna merespon positif dan menunjukkan bahwa modul interaktif ini sudah baik kualitasnya dan efektif digunakan untuk menjadi Panduan Penggunaan Articulate di Biro Pengembangan Pembelajaran Universitas Multimedia Nusantara