Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
Not a member yet
1408 research outputs found
Sort by
AKTUALISASI PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA SISWA KELAS 6 DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR KAMPUS 4 BANYUWANGI
Berbuat baik, keramahan, keharmonisan, dan sikap saling tolong menolong adalah suatu keselarasan yang ada dalam masyarakat. Walaupun terdapat beberapa perbedaan yang ada didalamnya, seperti perbedaan suku, ras, bahasa, agama dan lain-lain. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan konten membangun sikap baik, ramah, tolong menolong dan hidup harmonis sesama manusia dan berhubungan baik kepada Allah dalam konteks pendidikan moderasi beragama. Penelitian ini mengaplikasikan metode kepustakaan dan pengumpulkan dari jurnal, buku, artikel dan hal-hal yang bersangkutan untuk dijadikan bahan rujukan. Dan analisis data yang digunakan adalah analisis dari konten. Dan hasil dari temuan peneliti adalah: 1) Pentingnya dalam membentuk dan membangun hubungan yang baik kepada Allah (Mu’a>>malah ma’a Allah), 2) Pentingnya membangun hubungan baik antar manusia (Mu’a>>malah ma’a al-Anna>s) dengan keribadian yang baik, ramah, saling tolong menolong dan hidup harmonis dengan dalih pendidikan moderasi beragama
STRATEGI PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-QURANIYAH MANNA BENGKULU SELATAN
Penelitian ini dilatar belakangi adanya beberapa Penyimpangan seperti santri yang tidak mengikuti kegiatan atau membolos, kurang disiplin, meminum minuman keras, ngelem, mengkomsumsi pil PCC (Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol), sering berkata kasar, merokok, berkelahi, berlaku tidak sopan terhadap orangtua, bahkan ada yang mengambil barang yang bukan miliknya dan melakukan tindakan senioritas serta mengkucilkannya. Tujuan dilaksanakan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui strategi pembinaan akhlak santri di Pondok pesantren Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan. (2) mengetahui bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan dalam membina akhlak santri. Metode penelitian yang digunakan penelitian adalah metode Kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah wawancara bersama pimpinan pondok dan wakil pimpinan, pembina santri putra dan putri, ustadz, ustadzah, staff, dan santri yang bermukim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang sudah diterapkan di pondok Pesantren Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan ini yaitu seperti Uswah (teladan), Ta’widiyah (pembiasaan), Mau’izhah (Nasehat), pengawasan, ganjaran atau hukuman. Sedangkan pada bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al- Quraniyah Manna Bengkulu Selatan dalam membina akhlak santri Ada kegiatan yang telah dilakukan seperti pembinaannya membuat halaqah, kajian subuh, Al-ma’tsurat pagi sore, Muhadharah, dan kegiatan positif yang membawa santri lebih baik
PANCASILA LEADERSHIP IN ISLAMIC WORLDVIEW
PANCASILA (the five principles of the Nation of Indonesia) as the state philosophy, the state ideology, legal ideals (rechtsidee), and the source of State Laws should not only have its beauty in the concept but be able to implement into practices in the nation lives. As the philosophy of life which is believed to unite differences and bind the people to live altogether as a nation, Pancasila needs leaders to inspire, to work together to put the values into reality, and to motivate the people to maintain and keep Pancasila as state principles. The research is to study the Islamic Worldview about Pancasila Leadership which the result is needed to implement since the majority of the states is Muslims who believe that their life must be guided and in accord to Sharia. The paper is written by literature study that collects sources from library to search and defines what Pancasila, Leadership, and Pancasila Leadership are and to find the Islamic Worldview of it the it is found that Pancasila has some things in common with Medina Charter and the values composed in BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan = The Investigating Committee for Preparatory Work for Independence) which was finalized in PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = The Preparatory Committee for Indonesian Independence were derived from Al Qur’an and As Sunnah which went along with the nation wisdom. In the end, it concludes that Islam (sharia) views Pancasila suits to Islamic Principles which is feasible but with one problem that we (Indonesian people) have very rare figures who understand and live with the values who sit as leaders in all sectors of government
UNVEILING THE QUR’ANIC HIDDEN MATTERS BETWEEN PROPHET MUSA AND AL-KHIDR: LESSONS FOR MUSLIM TEACHERS AND STUDENTS
The Glorious Qur’an is meant to guide the entire aspects of human life. This is true considering the fact that many chapters in the Qur’an gave some information of the past nations as to how they were rewarded or punished for others to emulate them in all good deeds and refrain from the evils they have committed. In the Qur’an, there is a fascinating narrative mentioned in Chapter 18 which discusses the encounter between Prophet Musa and Al-Khidr. Their journey together involves perplexing actions by Khidr, which Prophet Musa struggles to understand. However, Musa reveals the hidden matters showcasing the limitations of human knowledge. It is in line with this submission that this paper intends to discuss the unveiling hidden matters between Prophet Musa and AL-Khidr expounded in the Qur’an as a lesson to Muslim teachers and students. To achieve the objectives of the research, the paper attempts to answer some questions in order to unravel the hidden matters mentioned in the narrative found in Surah 18 of the Glorious Qur’an. The paper adopts analytical methodology
AN ANALYSIS OF THE WOMEN’S RIGHT IN ISLAM FROM THE QUR’ANIC VERSES AND AHADITH
Allah (SWT) has created both men and women without subordination of one another. Islam has ensured gender equality and women’s rights in every sphere of their life. Islam has guaranteed rights of men and women in an equal degree and there is no discrimination between men and women. But due to the prevailing socio-cultural norms and practices in Bangladesh sometimes the guarantee of Islam do not get translated into tangible actions. Islam is the religion which liberated Muslim women by ensuring equal rights to them in comparison to their male fellow.. The prime object of this study is to pick out how rights of women are ensured in Islam. This study concludes with an allusion that women are not subordinate of men and indicate an avenue to identify properly women in the light of Islam. This research is actually qualitative in nature where only secondary data has been used. Analytical method was also used in this research. Data has been collected from various books, journals, Glorious Qur’an and Sunnah (tradition) of the Prophet (peace be upon him). This research finds that Islam does not deprive the women rather ensuring proper rights, dignity and status this research includes only those rights of the women as guaranteed by Islam and it does not include constitutional rights or other rights ensured by the existing laws of the country
Hubungan Antara Regulasi Diri dengan Penyesuaian Diri Siswa MTS Al-Fithrah Meteseh Semarang
Remaja awal pada jenjang Sekolah Menengah Pertama belum tentu memiliki penyesuaian diri yang baik dalam lingkungan barunya dan tidak bisa menghadapi hambatan-hambatan yang ada pada dirinya. Terlebih jika lingkungan sebelumnya berbeda jauh dari sebelumnya seperti halnya di Pondok Pesantren dimana tuntutantuntutan pondok pesantren yang sangat dimungkinkan berbeda dengan tuntutantuntutan ketika belum berada di pesantren, seperti tuntutan kemandirian, tuntutan tanggung jawab, dan tuntutan akademik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan regulasi diri siswa yang tinggal di Pondok Pesantren di Mts Al-Fithrah Meteseh Semarang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan total sampling yaitu sebanyak 65 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologis regulasi diri dan skala psikologis penyesuaian diri. hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara regulasi diri baik dalam penetapan standar dan tujuan, observasi diri, evaluasi diri, reaksi diri, dan refleksi diri sebesar 58,8%. Semakin tinggi regulasi diri siswa, maka semakin tinggi pula penyesuaian dirinya. Penelitian ini memberikan gambaran dan ilmu baru mengenai regulasi diri dan penyesuaian diri di lingkungan boarding school dengan nuansa religious untuk mencetak lulusan yang berkualitas
Gambaran Perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) Pada Siswa SMAN 1 Bogor
Late adolescence to early adulthood is called a problematic period. Self-injury is an attempt to avoid distressing thoughts, feelings, or internal experiences by intentionally injuring oneself without suicidal intent. The purpose of this study was to describe the behavior of NSSI among students in SMAN 1 Bogor. The research method used is qualitative research with in-depth interviews and observational models. The research subjects were two people using a purposive sampling technique. The data collection technique used was the SelfHarm Behavior Questionnaire (SHBQ) and the results of an IPA (interpretative phenomenological analysis) analysis. The results of research on NSSI behavior were triggered by negative treatment received, such as bullying and a lack of acceptance and support from parents, so there was a feeling of pressure and not being accepted. NSSI is carried out to reduce tension and divert negative feelings until there are attempts to end one's life with a suicide attempt. The weakness of this study is that it only provides an overview of NSSI behavior and doesn’t provides interventions for resolution and prevention of NSSI behavio
K.H. LANRE SAID VIEW IN TAKBIR ZAWAID (A CRITICICAL HADITH)
The implementation of the zawaid takbir is one part of the implementation of the Eid prayer which is still being discussed in the community, especially because some people carry it out in an extraordinary manner by carrying out it only once in the first and second rak'ahs. This research focuses on examining critically in terms of the hadith view of K.H. Lanre Said as one of the most influential figures in South Sulawesi. This type of research is qualitative with the Critical studies approach method, specifically with the hadith criticism method to look further at the hadith views of K.H. Lanre Said. The results of this study indicate that of the two general conclusions from the hadith point of view described by K.H. Lanre Said in his phenomenal work, namely Adz Zikrah, found that these two conclusions were not in accordance with the conclusions of hadith scholars. What he concluded that the hadiths of takbir zawāid are all weak are not the case with the many arguments of the scholars who state that the hadiths of takbir zawāid are strong and argumentative hadiths to be used in the Eid prayers.
Penerapan Takbir Zawaid menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan salat Id yang masih menjadi diskusi di tengah masyarakat khususnya karena ada yang melaksanakannya di luar lazimnya pelaksanaan jumlah takbir zawāid tersebut dengan melaksanakannya hanya sekali takbir di rakaat pertama dan kedua. Penelitian ini fokus mengkaji secara kritis dari segi hadis pendangan K.H. Lanre Said sebagai salah satu tokoh yang cukup berpengaruh di Sulawesi Selatan. Jenis penlitian ini adalah kualitatif dengan metode pendekatan Critical studies secara khusus dengan metode kritik hadis untuk melihat lebih jauh pandangan-pandangan hadis K.H. Lanre Said. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari dua kesimpulan umum dari sudut pandang hadis yang dijelaskan oleh K.H. Lanre Said dalam karya fenomenalnya yaitu Adz Zikrah ditemukan bahwa kedua kesimpulan tersebut belum sesuai dengan kesimpulan-kesimpulan ulama hadis. Apa yang disimpulkan olehnya bahwa hadis takbir zawāid seluruhnya lemah tidaklah demikian dengan adanya banyak argumentasi para ulama yang menyatakan bahwa hadis takbir zawāid adalah hadis yang kuat yang argumentative untuk digunakan dalam ibadah salat Id
CONTESTATION OF THEOLOGICAL THOUGHT DURING THE COVID 19 PANDEMIC (INDONESIAN CONTEXT)
The involvement in theological thought (kalam) during the Covid-19 pandemic in Indonesia can be summarized into three groups. First, fatalism is the understanding of a society that believes that everything in this world is the totality of destiny and is the decree of Allah SWT. The second understanding is free will, believing in a person's freedom to choose between different plans and actions rather than waiting for fate to befall him. The third one is a central axis theology. Religious moderation can be understood as a view, attitude, or action that always takes the middle, fair, and non-extreme path in religion. Religious moderation should be understood as a balanced religious attitude between the practice of one's own religion (exclusive) and respect for the religious practices of other religions (inclusive)
Perbaikan Ketidaksesuaian Bahan Rib Dengan Metode DEFINE, MEASURE, ANALYZE AND IMPROVE Di PT. Yamaha Indonesia
PT. Yamaha Indonesia didirikan pada bertepatan pada 27 Juni 1974. Awal mulanya PT. Yamaha Indonesia memproduksi bermacam perlengkapan musik antara lain piano, electone, pianica, dll. yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Saat ini terjadi permasalahan pada departemen wood working di bagian rib dimana permasalahan reject pada rib semacam rusak, retak rambut, mata mati, bluestain, pinhole, gompal, dekok, agresif, cutter mark. Yang lebih dominan terbentuknya reject pada produk rib ialah pecah. kasus yang terjalin pada department wood working dalam periode bulan desember sampai februari 2021. Perihal ini butuh dilakukan pengendalian kualitas bahan rib guna meminimalisir terbentuknya ketidaksesuaian produk. Penelitian ini memakai metode Define, Measure, Analyze, and Improve. karena pendekatan six sigma ialah suatu sistem yang komprehensif serta fleksibel untuk menggapai, mempertahankan, serta mengoptimalkan keberhasilan perusahaan. Dari hasil analisa dan pembahasan tentang perbaikan ketidaksesuaian bahan rib pecah dengan menggunakan metode define, measure, analyze, and improve di PT. Yamaha Indonesia dapat dilihat bahwa bahan rib yang pecah sebanyak 1643 pcs dalam kurun waktu tiga bulan dengan nilai presentase 2,47% dari total produksi. Selajutnya berdasarkan hasil perhitungan tersebut produksi bahan rib yang dilakukan di departemen wood working memiliki tingkat sigma 3,47 dengan kemungkinan kerusakan 27094,32 untuk sejuta produksi. Hal ini tentunya akan menjadi kerugian besar bagi perusahaan jika tidak dilakukan perbaikan dalam proses bisnisnya. Adapun faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian bahan rib pecah, diantaranya faktor manusia, mesin, metode, material, uang, dan lingkungan. Diharapkan dapat melakukan semua usulan pengendalian yang telah diberikan peneliti yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian bahan rib yang dihasilkan. Selanjutnya memonitoring semua rekomendasi pengendalian yang dilakukan agar dapat terhindar dari segala risiko negatif yang telah diketahui