Jurnal Universitas Dharma Andalas
Not a member yet
1127 research outputs found
Sort by
Analisis Kadar Total Fenolik Sediaan Teh Herbal Dari Kulit Buah Naga Super Merah (Selenicereus costaricensis) Dan Daun MINT (Mentha piperita L.)
Teh herbal atau herbal tea merupakan salah satu produk minuman campuran teh dan tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam membantu pengobatan suatu penyakit atau sebagai penyegar. Teh herbal dapat dikonsumsi sebagai minuman sehat yang praktis untuk menjaga kesehatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam dan daun mint (Mentha piperita L.) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Potensi kulit buah naga super merah sebagai obat masih belum termanfaatkan dengan optimal. Salah satu cara untuk mendapatkan khasiatnya, yaitu kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) atau super red ini dikonsumsikan dengan daun mint (Mentha piperita L.) dalam bentuk kering yang kemudian diseduh dan diminum. Minuman ini biasanya disebut dengan teh herbal. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar total fenolik terbaik dari 5 variasi komposisi pada sediaan herbal kulit buah naga super merah dan daun mint. Variasi komposisi kulit buah naga super merah dengan daun mint adalah 9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5. Uji kadar total fenolik dilakukan menggunakan metoda spektrofotometri UV-Vis. Kadar total fenolik dari 5 variasi komposisi sediaan teh hebal kulit buah naga super merah dan daun mint dengan kadar total fenolik tertinggi pada formulasi 5:5 dengan nilai total kadar fenolik yaitu 0,255 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin sedikit kulit buah naga super merah dan semakin banyak daun mint maka semakin tinggi kadar total fenolik. Untuk peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metoda freeze drying untuk pengeringan agar tidak merusak senyawa yang terdapat dalam sampel
KONSTITUSIONALITAS PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2022 TENTANG CIPTA KERJA
Pemerintah (Presiden) menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 di saat Putusan Mahkamah Konstitusi mengharuskan pemerintah untuk melakukan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dalam jangka waktu dua tahun. Bukan melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi, Presiden malah menetapkan Perpu yang menimbulkan masalah konstitusional baru. Perpu Cipta Kerja tidak memenuhi kriteria kegentingan yang memaksa seperti yang diamanatkan UUD 1945. Presiden abai terhadap sifat peradilan Mahkamah Konstusi yang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final dan mengikat. Tindakan Presiden ini dapat dikategorikan sebagai tindak inkonstitusional, lebih jauh sebagai pembangkangan terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi
HAK WARIS PEREMPUAN DALAM HUKUM ISLAM SEBAGAI ANALISIS PERBANDINGAN TERHADAP INTERPRETASI HUKUM DALAM PERADILAN AGAMA
Kajian tentang hak waris perempuan dalam hukum Islam menjadi subjek perdebatan yang relevan dalam konteks pengadilan agama. Artikel ini mengadopsi pendekatan perbandingan untuk menganalisis interpretasi hukum Islam tentang hak waris perempuan yang diterapkan dalam pengadilan agama. Melalui telaah terhadap putusan-putusan pengadilan agama, artikel ini mengeksplorasi variasi dalam pemahaman terhadap prinsip-prinsip hukum waris Islam dan faktor-faktor yang memengaruhi interpretasi tersebut. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek kultural, sosial, dan hukum, analisis ini bertujuan untuk menyajikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang implementasi hak waris perempuan dalam praktik peradilan agama. Hasil analisis ini dapat memberikan pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana pengadilan agama mengintegrasikan ajaran hukum Islam dengan konteks hukum dan sosial yang berlaku, serta dampaknya terhadap keadilan gender dalam pembagian warisan.
 
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan, Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Akuntansi Terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pada UMKM Di Sumatera Barat
Accounting information is very helpful in making decisions. However, many entrepreneurs do not have accounting knowledge and some of them do not understand the importance of recording and bookkeeping for business continuity so that the application of accounting is not carried out properly. The purpose of this research is to determine the influence of educational background, accounting knowledge, accounting understanding and accounting application on the use of accounting information systems. Data collection in this research used a questionnaire as a research instrument. This type of research is associative research. The population is all MSME actors in West Sumatra, specifically the districts of East Padang, Bukittingi and Agam, totaling 99 people. The research sample is the total population, namely 99 respondents. The sampling technique uses purposive sampling. The analytical method used is a quantitative analysis method. Data were analyzed using multiple linear regression tests. The research results show that educational background, accounting knowledge and application of accounting influence the use of accounting information systems, but understanding accounting does not influence the use of accounting information systems.
Abstrak
Informasi akuntansi sangat membantu dalam pengambilan keputusan. Namun, banyak pengusaha yang tidak memiliki pengetahuan akuntansi dan sebagian dari mereka tidak memahami pentingnya pencatatan dan pembukuan untuk kelangsungan bisnis sehingga penerapan akuntansi tidak dilakukan dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh latar belakang pendidikan, pengetahuan akuntansi, pemahaman akuntansi, dan penerapan akuntansi terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Populasi adalah semua pelaku UMKM di Sumatera Barat, khususnya di kabupaten Padang Timur, Bukittinggi, dan Agam, dengan total 99 orang. Sampel penelitian adalah total populasi, yaitu 99 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan, pengetahuan akuntansi, dan penerapan akuntansi berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi, namun pemahaman akuntansi tidak mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi
Analisis Stres Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja di Daerah Rawan Bencana
The research was conducted in Padang, an earthquake- and tsunami-prone city in Indonesia. Researchers hypothesize that threats and potential catastrophes have altered the workforce's behavior. This study examines the condition of the workforce in terms of work stress and labor productivity. In addition, it is hypothesized that the intensity of earthquakes and disaster-prone conditions can impact labor productivity, particularly among coastal employees. This study includes the variables of age, wages, and geographic location of the workplace (location altitude and distance from the coast) to deepen the analysis. The research analysis unit is the Padang labor force, and the sample size is determined by the Krejcie and Morgan tables. The BPS classification contains 384 individuals from diverse employment categories. Probability Sampling with a proportionate stratified random sampling strategy and Area Sampling based on the BNPB evacuation map are the sampling methods used. Using STATA in conjunction with the three stage lease square (3SLS) derived from the reduced form equation. Based on the results of the reduced form equation, geographic location and age were found to have a significant negative effect on work stress. Location and wages have a positive impact on productivity, whereas age has a significant negative impact.
Abstrak
Penelitian ini dilakukan di Padang, Indonesia, kota yang rawan gempa dan tsunami. Para peneliti berasumsi bahwa ancaman dan potensi bencana telah mengubah perilaku tenaga kerja, penelitian ini melihat kondisi tenaga kerja melalui Stres kerja dan tingkat produktivitas tenaga kerja. Selain itu, dihipotesiskan bahwa intensitas gempa dan kondisi rawan bencana dapat mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga, terutama bagi tenaga kerja di lokasi pesisir pantai. Sehingga perubahan tingkat produktivitas juga berpengaruh terhadap tingkat stres kerja. Untuk memperdalam analisis, penelitian ini menambahkan variabel usia, upah dan letak geografis tempat kerja (ketinggian lokasi dan jarak lokasi dengan garis pantai). Unit analisis penelitian adalah tenaga kerja di kota Padang, ukuran sampel mengacu pada tabel Krejcie dan Morgan. Kategorisasi BPS mencakup 384 orang dari berbagai kategori pekerjaan. Metode penarikan sampel merupakan Probability Sampling dengan pendekatan proportionate stratified random sampling dan Area Sampling berdasarkan peta evakuasi BNPB. Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif melalui sistem persamaan simultan. Menggunakan STATA dengan metode estimasi three stage lease square (3SLS) dari persamaan bentuk reduksi. Hasil penelitian dari persaman reduce form menemukan bahwa letak geografis dan usia secara signifikan berpengaruh negatif terhadap stres kerja. Berikutnya letak geografis dan upah signifikan berpengaruh positif terhadap produktivitas, sementara usia signifikan berpengaruh negatif terhadap produktivita
Studi Empiris Penentu Kepuasan Destinasi Wisata Kota Padang Provinsi Sumatera Barat
The phenomenon of destination satisfaction is currently drawing attention from the tourism industry in tourist decision-making processes, thus necessitating empirical studies. The aim of this research is to determine the partial and simultaneous effects of trip experiences (X2), trip value (X2), destination personality (X3), perceived risk (X4), and novelty seeking (X5) on destination satisfaction (Y) in the tourism destination of Padang City. With 138 respondents, the research results indicate that, partially, Trip Experiences, Trip Value, Destination Personality, Perceived Risk, and Novelty Seeking significantly and positively influence the destination satisfaction of visitors to tourist attractions in Padang City. The multiple linear regression equation results show that the perceived risk experienced by visitors to tourist attractions in Padang City has a greater influence on destination satisfaction than trip experiences, trip value, destination personality, and novelty seeking. The relationship between the independent variables and the dependent variable is strong (R = 0.875), and the destination satisfaction of visitors to tourist attractions in Padang City is explained by Trip Experiences, Trip Value, Destination Personality, Perceived Risk, and Novelty Seeking by 0.757, while the remaining 0.243 is explained by other factors not included in the research model.
Abstrak
Fenomena destination satisfaction cukup menarik perhatian industri pariwisata saat ini dalam proses pengambilan keputusan wisatawan sehingga perlu dilakukan studi empiris.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh trip experiences (X2), trip value (X2), destination personality (X3), perceived risk (X4) dan novelty seeking (X5) terhadap destination satisfaction (Y) pada destinasi pariwisata kota Padang scara parsial dan simultan. Dengan menggunakan 138 responden, Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Trip Experiences, Trip Value, Destination personality, Perceived Risk, Novelty Seeking berpengaruh positif signifikan terhadap destination satisfaction pengunjung objek wisata kota Padang. Dari hasil persamaan regresi linier berganda menunjukkan kontribusi perceived risk yang dirasakan pengunjung objek wisata di kota Padang lebih besar pengaruhnya terhadap destination satisfaction daripada trip experiences, trip value, destination personality, dan novelty seeking yang dirasakan pengunjung. Hubungan variabel independen ke variabel dependent hubungannya kuat (R = 0,875) dan destination satisfaction pengunjung objek wisata kota Padang dijelaskan oleh Trip Experiences, Trip Value, Destination personality, Perceived Risk, dan Novelty Seeking sebesar 0,757 sisanya 0,243 dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian
Rancang Bangun Game Edukasi Visual Novel Kisah Pangeran Diponegoro dan Pengaruhnya Terhadap Minat Belajar Siswa
This research was conducted to develop a visual novel learning media titled "Kisah Pangeran Diponegoro" using the ADDIE development approach. This study is used to analyze the influence of using the visual novel learning media on students' learning interest through quantitative research methods. Data on students' learning interest after playing the game will be collected through questionnaires and analyzed. Afterwards, it can be proven that Performance Expectancy (PE) and Hedonic Motivation (HM) did not have impact on students’ Behavior Intention (BI) because the sig value (2-tailed) is greater than the significance level, i.e., 0.950 > 0.05. On the other hand, Students' Innovativeness, Learning Value, Effort Expectancy, Facilitating Conditions and Social Influence have a significant impact on students’ Behavior Intention (BI) because the sig value (2-tailed) is lower than the significance level, i.e., 0.001 < 0.05.Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran visual novel yang disebut "Kisah Pangeran Diponegoro" dengan menggunakan metode pengembangan ADDIE. Selain itu, penelitian ini juga menguji bagaimana game tersebut memengaruhi minat belajar siswa. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini akan diberikan akses ke game visual novel yang telah dikembangkan. Sebuah kuesioner akan digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis minat belajar siswa setelah bermain game. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel Performance Expectancy (PE) dan Hedonic Motivation (HM) tidak mempengaruhi Behavior Intention (BI), dikarenakan nilai sig (2-tailed) yang lebih tinggi daripada taraf signifikansi (0,950 > 0,05). Sedangkan Students’ Innovativeness, Learning Value, Effort Expectancy, Facilitating Conditions dan Social Influence berpengaruh positif terhadap variabel Behavior Intention karena hasil uji t sig lebih rendah dari taraf signifikan (0,001 > 0,05)
Perancangan Sistem Pengaduan Masyarakat Berbasis Mobile (Studi Kasus : Kabupaten Banjarnegara)
In this digital era, public complaint services are very important to increase public participation in governance management. However, there are still many obstacles faced by the public in filing complaints, such as difficulty in finding information on complaint services, complicated complaint processes, or lack of transparency in complaint handling. To overcome these problems, the author developed a public complaint service application in Banjarnegara District which allows residents to file complaints online. This solution is expected to be able to connect the authorities with the community more effectively and efficiently. Preliminary results show this application is expected to increase public participation in governance management and improve the effectiveness of complaint services. The features provided include online reporting, easy to access and operate, as well as facilities for managing complaint data and reports that are useful for relevant agencies in handling complaints.Di era digital saat ini, layanan pengaduan masyarakat menjadi sangat penting untuk meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan pemerintahan. Namun demikian, masih banyak kendala yang dihadapi masyarakat ketika ingin menyampaikan pengaduan, seperti kesulitan mencari informasi tentang layanan pengaduan, proses pengaduan yang rumit, atau kurangnya transparansi dalam penanganan pengaduan. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis mengembangkan aplikasi layanan pengaduan masyarakat di Kabupaten Banjarnegara yang memungkinkan warga menyampaikan pengaduan secara daring. Dengan solusi ini diharapkan dapat menghubungkan instansi berwenang dengan masyarakat secara lebih efektif dan efisien. Hasil sementara menunjukkan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan pemerintahan dan meningkatkan efektivitas layanan pengaduan. Fitur yang disediakan meliputi pelaporan daring, mudah diakses dan digunakan, serta fasilitas untuk pengelolaan data pengaduan dan laporan yang bermanfaat bagi instansi terkait dalam menangani pengaduan
Perancangan Enterprise Architecture untuk Meningkatkan Indeks SPBE Pemerintah Daerah: Studi Kasus Kabupaten Tasikmalaya
Enterprise architecture has become one of the most crucial strategic tools in the development of information technology within an organization, particularly in the public sector such as government, as it can enhance public service performance and reduce costs. In the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD), it was found that the assessment domain index of the National SPBE in Tasikmalaya Regency is 2.0, with the smallest value in the SPBE governance and SPBE management domains. This is partly due to the absence of enterprise architecture as a foundation or reference for implementing SPBE services in Tasikmalaya Regency. Therefore, the research adopts the methodology of the national SPBE framework or master plan as the initial reference in designing enterprise architecture, following the steps outlined in the TOGAF framework. In the business architecture, simplification is applied, reducing seven sub-activities to two new sub-activities, while addressing seven major changes to confront strategic issues. In the data architecture, five significant changes are identified as solutions to data issues in the Tasikmalaya Regency Local Government. The application architecture encompasses six significant solutions to address internal organizational issues and integrate them with the national SPBE architecture. In the technology architecture, two new technologies are added to support business, data, and application processes. In the security architecture domain, nine security additions are implemented to protect the organization from attacks on its information systems. The planning of architectural changes is structured according to the RPJMD period, spanning five years from 2026 to 2030.Enterprise architecture menjadi salah satu alat strategi paling penting dalam pengembangan teknologi informasi pada sebuah organisasi khususnya sektor publik seperti pemerintahan karena dapat meningkatkan performa pelayanan masyarakat dan mengurangi biaya dalam pelayanan publik. Pada RPJMD didapatkan bahwa indeks domain penilaian dari SPBE di Kabupaten Tasikmalaya adalah 2,0 dengan detail nilai terkecil ada pada domain tata kelola SPBE dan manajemen SPBE. Hal tersebut salah satunya dikarenakan belum adanya enterprise architecture sebagai landasan atau acuan implementasi layanan SPBE di Kabupaten Tasikmalaya. Maka dari itu penelitian menggunakan metodologi kerangka kerja atau rencana induk SPBE nasional sebagai acuan pertama dalam perancangan enterprise architecture dengan melakukan langkah-langkah yang terdapat pada kerangka kerja TOGAF. Pada arsitektur bisnis, dilakukan simplifikasi dari tujuh sub-aktivitas menjadi dua sub-aktivitas baru, sementara terdapat tujuh perubahan besar dalam menghadapi isu strategis. Pada arsitektur data, teridentifikasi lima perubahan signifikan sebagai solusi bagi permasalahan data di Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Arsitektur aplikasi mencakup enam solusi signifikan untuk mengatasi masalah internal organisasi dan integrasinya dengan arsitektur SPBE nasional. Untuk arsitektur teknologi, ditambahkan dua teknologi baru guna mendukung proses bisnis, data, dan aplikasi. Pada domain arsitektur keamanan, dilakukan sembilan penambahan keamanan untuk melindungi organisasi dari serangan pada sistem informasi yang dimiliki. Perencanaan perubahan arsitektur disusun sesuai periode RPJMD selama lima tahun, yaitu dari 2026 hingga 2030
Formulasi Losion Minyak Sereh Wangi (Citronella Oil) Sebagai Anti Kutu Kepala (Pediculisid)
Fleas (Pediculus humanus capitis) is one of the little parasites that live by sucking blood from a human head. While sucking blood, the flea secretes a secretion that irritate the skin tissues it causes a massive itch. Fleas can be treated by chemical drugs like 1 % permethrin, but it did have side effect of itching, rusting, swelling in the skin and massive burning sensation. Citronella oil (Cymbopogon nardus) have a chemical content which are insecticidal among them is citronellal which can be used as a natural pediculosid. This research aims to formulate lotion preparations that are stable and effective as anti-fleas and increase the time of death of fleas compared to permethrin. The concentrations of citronella oil used for F1, F2 and F3 were 5%; 7.5%; and 10%. The three formulas were evaluated including organoleptic examination, homogeneity, pH, emulsion type, dispersibility, viscosity, skin irritation, cycling test, and anti-lice activity test. Data analysis used the Kruskal Wallis statistical test. Based on the results of the evaluation of the preparations, it was found that the organoleptic examination of the preparation of lotions FI, FII, FIII had a consistency of thick to liquid form, white to pale yellow, had a distinctive smell of citronella oil, FI test pH = 7.31-6.51, FII = 7 03-6,38 and FIII = 6,98-6,35, FI spread ability test = 6,15-7,75 cm, FII = 6,55-8,25 cm and FIII = 8,55-10,05 cm, emulsion type test FI, FII, FIII have emulsion type M / A, FI viscosity test = 2956-3107 cPs, FII = 2360-2677 cPs, FIII = 764-980 cPs, homogeneity test on FI, FII, FIII homogeneous, freeze and thaw test on FI, FII is stable while FIII is unstable, skin irritation test on FI, FII, FIII is not irritation, FI anti-flea activity test = 122-167 seconds, FII = 117-128 seconds, FIII = 69-90 seconds