E-Journal STIQ Al-Lathifiyyah
Not a member yet
    69 research outputs found

    PEMAHAMAN MAKNA TABARRUJ : PERSPEKTIF MAHASISWI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH PALEMBANG

    No full text
    Tabarruj adalah salah satu topik dalam wacana tafsir yang selalu menarik untuk dibahas. Dari zaman klasik hingga modern, perilaku tabarruj dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Jika pada zaman jahiliyah dulu perilaku tabarruj dilakukan dengan menampakkan bagian-bagian tubuh yang menarik pada kaum laki-laki, maka saat ini perilaku tabarruj dihadirkan dengan beragam variasi, mulai dari berpakaian tidak sesuai syari’at, berhias secara berlebihan, menampilkan aurat dan kecantikan di media sosial dan sebagainya. Berangkat dari masalah tersbut, maka peneliti tertarik untuk meneliti pemahaman makna tabarruj perspektif mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang

    KECURANGAN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI MENURUT QS. AL-MUTHAFFIFIN:1-6 (STUDI ANALISIS FENOMENA ONLINE SHOP)

    No full text
    Kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan secara daring di berbagai platform media sosial marak terjadi di Tengah Masyarakat. Transaksi ini disinyalir memberikan kemudahan karena tidak terbatas jarak dan waktu. Namun, disamping kemudahan tersebut masih banyak ditemui praktik kecurangan dalam transaksi online shop yang seringkali dianggap remeh dan biasa tanpa memikirkan akibat yang akan ditanggung setelahnya. Dan praktik kecurangan dalam transaksi jual beli sebenarnya bukan suatu hal yang baru melainkan sudah terjadi sejak zaman dahulu, sebagaimana hal tersebut telah termaktub dalam kitab suci Q.S Al-Muthaffifin: 1-6. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kecurangan dalam transaksi jual beli menurut QS. Al-Muthaffifin: 1-6 (studi analisis fenomena online shop). Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian library research dan bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan penafsiran al-Qur’an metode analisis (tahlili) yang berusaha menerangkan kandungan ayat alquran dari berbagai sisi, Selain itu teori yang dipakai yakni teori fraud triangle, fraud scale dan muamalah maliyah sebagai kerangka teori untuk kemudahan dalam proses memahami masalah yang dibahas. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu kecurangan dalam transaksi online shop termasuk perbuatan yang terancam akan mendapatkan kecelakaan, kebinasaan, kehinaan baik di dunia maupun di akhirat, sehingga Allah SWT melarang praktik kecurangan tersebut. Sebagaimana kecurangan dalam QS. Al-Muthaffifin 1-6 secara garis besar, dapat diperluas dengan berbagai aspek, sehingga praktik kecurangan dan penipuan pada online shop dapat disebut sebagai muthaffifin

    MAKNA SHIRÂTH AL-MUSTAQÎM DALAM SURAT AL-FATIHAH : Studi Analisis Tafsir Imam al-Qurthubi

    No full text
    Artikel ini mengkaji tentang Makna Shirâth al-Mustaqîm dalam Surat  Al-Fâtihah (Studi Analisis Tafsir Imam al-Qurthubi) mencoba mengupas dan memahami penafsiran Imam al-Qurthubi yang dikenal sebagai ulama klasik dan memiliki corak fiqih dalam tafsirnya ketika memahami kalimat shirâth               al-Mustaqîm dalam surat al-Fâtihah. Jenis penelitian ini adalah library research yang menggunakan metode analisis untuk meneliti ayat al-Qur’an yang termasuk data primer dan data sekunder berupa data pendukung yang ada kaitannya.             Kalimat shirâth al-Mustaqîm terulang sebanyak 35 kali dalam al-Qur’an, dapat dipahami makna dari shirâth al-Mustaqîm itu luas dan beragam Imam          al-Qurthubi sendiri mengartikan makna shirâth al-Mustaqîm sebagai hidayah yang mengantarkan kepada kasih sayang dan kedekatan dengan Allah Swt. Dalam hal ini Imam al-Qurthubi menekankan bahwa umat Islam diperintahkan Allah Swt untuk berdo’a dan memohon petunjuk hanya kepada-Nya dan meminta agar dikekalkan dalam jalan yang lurus, dan selalu mengikuti sunnah Rasulullah

    KARAKTERISTIK PENAFSIRAN SAINS AHMAD BAIQHUNI

    No full text
    Artikel ini akan membahas tentang karakteristik tafsir al-Qur’an dan ilmu pengetahuan Ahmad Baiquni. Beradasarkan nama dari kitab tafsir Ahmad baiquni ini kita akan dapat mengetahui bahwa kitab tafsir maupun buku-buku yang ditulis oleh baiquni ini merupakan kitab tafsir yang ditulis dengan corak ataupun pendekatan yang berbau sains, hal ini dapat diketahui dengan melihat salah satu contoh penafsiran beliau mengenai isra dan mi’raj dimana beliau menafsirakan peristiwa tersebut dengan pendekatan ilmiah melalui teori relativitas (ruang waktu-materi), maupun berdasarkan syariat Al-Qur'an, serta menggunakan pendekatan analogi dalam ranah mikroskopis (teori atom), yaitu: teori atom Bohr. Penelitian ini menggunakan metode kajian Pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah dua karya Ahmad Baiqun, Al-Quran Iptek dan Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Alam, menjadi saksi adanya tafsir ilmiah di nusantara

    TAFSIR BIL-RA’YI

    No full text
    Tidak setiap orang mempunyai kemampuan untuk menafsirkan Al-Qur’an, atau dengan kata lain, tidak semua orang bebas dalam menafsirkan Al-Qur’an. Hal itu lantaran sebagian ayatnya terdapat ayat-ayat yang sukar dimengerti. maka dari itu, dibutuhkanlah suatu perangkat ilmu pengetahuan dalam penafsiran yaitu ilmu Tafsir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal, artikel, dokumen pribadi, dan sumber lainnya. Hasil dari peneltian ini yaitu tafsir Bil Ra’yi ini merupakan salah satu dari metode tafsir dengan berlandaskan akal (rasio) dimana para mufassir disini, sebelumnya sudah terlebih dahulu mengetahui ilmu bahasa Arab dan metodenya, dalil-dalil hukum yang ditunjukkan, serta problema dalam penafsira

    TINJAUAN HISTORIS TAFSIR DIMASA NABI DAN SAHABAT

    No full text
    Penafsir pertama dari Allah yang menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad yang bertanggung jawab atas perkembangan tafsir Al-Qur’an saat Nabi masih hidup. Para sahabat di sisi lain, melanjutkan penafsiran Al-Qur'an setelah Nabi meninggal. Metode penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Adapun hasil dari peneltian ini adalah Cara penafsiran Al-Qur'an dimulai pada masa Nabi Muhammad SAW dan terus berkembang dan diperbaiki dari waktu ke waktu, menghasilkan banyak aliran pemikiran dan pendekatan penafsiran yang terkenal saat ini

    METODELOGI TAFSIR AL-MARAGHI

    No full text
    Artikel ini menjelaskan metodologi tafsir al-Maraghi. Ia berusaha menengahi penafsirannya agar memudahkan orang-orang awam dalam membacanya, yaitu dengan cara menafsirkan makna secara ijmali (global), menjelaskan kosa kata yang sulit agar dapat dipahami dengan mudah, menjelaskan ilmu pengetahuan (sains) karena perkembangan zaman yang begitu pesat dapat dibuktikan dengan ilmu sains maka al-Maraghi mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan, dengan meminta pendapat para ahli di bidang sains seperti dokter, astronom, sejarawan dan para ahli lain di bidangnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian Pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah Kitab tafsir karya Al-Maraghi ini merupakan kitab tafsir modern sebagai jawaban atas kesulitan dan keluhan masyarakat terhadap tafsir-tafsir sebelumnya yang sulit dipahami

    Kaidah Qira’at Imam Nafi’ Riwayat Warsy dan Penerapannya di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah Palembang

    No full text
    Volume 6, Nomor 2, Tahun 2020Kaidah Qira’at Imam Nafi’ Riwayat Warsy dan Penerapannya diPondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah PalembangLailatul Mu’jizatSekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Lathifiyyah PalembangEmail: [email protected] research is motivated by the emergence of Qira'at knowledge which mustbe studied and practiced so that it is not lost and considered foreign by Muslims. Thistype of research is a field research (field research). While the type of data used isqualitative data. Sources of data used in this study are primary data sources andsecondary data sources. In analyzing data using three procedures, namely datareduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. Qira'at is ascience that studies the different ways of pronouncing al-Qur'an which is adopted byone of the Imams based on the sanad-sanad which is continued to the ProphetMuhammad. In order to carry out the teachings of the Prophet, the leadership of theAl-Lathifiyyah Islamic Boarding School for the daughter of Al- Lathifiyyah inPalembang carried out the agenda of grounding the Qira'at, in this case the Qira'atImam Nafi 'History of Warsy. There are several things that become the reference forthis research, namely: What is the rule of Qira'at Imam Nafi from Warsy?, how are theefforts to implement the Qira'at Imam Nafi History of Warsy at Pondok PesantrenTahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang? And what are the problemsexperienced by students in understanding Qira'at Imam Nafi, according to Warsy inthe Islamic boarding school Tahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang ?. Theresults of this study concluded that the rules of Qira'at Imam Nafi from Warsy's historywere to use the ushuliyyah rule and the Farsyul letter rule. Meanwhile, the applicationof the learning process of Qira'at Nafi 'in Warsy's history is to use a variety of readingBi al-ifrad (Mufrod Method), namely Qori' reading qira'at by specifying the variety ofreadings from one narration. The history used is Imam Nafi's history 'Warsy's history.Talaqqi and sima'i systems and with a Tadwir tempo. The problems experienced bySantriwati in Qira'at learning at the Tahfidzul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah IslamicBoarding School in Palembang include: shortness of breath, due to age, lack of interestin learning Qira'at, laziness, difficulties in the rules and limited time in learningQira'at

    KAJIAN AYAT-AYAT TEOLOGIS DALAM TAFSIR AL IBRIZ KARYA KH. BISRI MUSTOFA

    No full text
    This article aims to discuss the interpretation of a few Qur’anic verses of Tafsir Al Ibriz,  written by KH Bisri Mustofa, that contain theological teachings. From literature study it was known that KH Bisri Mustafa used bi al-ra’yi approach, as well as bi al-ma’tsur, i.e. using hadith to strengthen the intepretation of the verse. His theology is influenced by Maturidiah and Mu’tazilah, with a tasawuf style. While in terms of method, he used ijmali which tend to be short in explaining the meaning of the verse

    DISKUSI NASKH DALAM WACANA STUDI AL QUR’AN

    No full text
    This paper decribes the existence of the Qur’an abrogation or it’s popularly called the naskh of Qur’an which was introduced by  the ‘ulama’ in early days of growth and development of Qur’an sciences. The study of abrogation in the Qur’an as part of tehe study ‘Ulum al-Qur’an is still questionable until now.  It can be proved tha there are a lot of ulama who oppose the theory of naskh by reducing the verses of Qur’an which are considered have been abrogated. Thus, from time to time the number of abrogation verses is decreasing. Nevertheless, this theme is still warm to be discussed especially when the position of the Qur’an as a holy text that has undergone a transformation and as a culture product

    0

    full texts

    69

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STIQ Al-Lathifiyyah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇