E-Journal STIQ Al-Lathifiyyah
Not a member yet
69 research outputs found
Sort by
MENELAAH TAFSIR AL-QUR'AN MELALUI LENSA ANALISIS WACANA KRITIS
This research aims to explore the interpretation of the Qur'an through the Critical Discourse Analysis (CDA) approach. The Qur'an, as a sacred text in Islam, plays a crucial role in providing spiritual guidance and laws for Muslims. However, traditional understandings of the Qur'an often limit the expression of holistic and relevant meanings in the context of modern times. In an effort to attain a deeper and contextual understanding, this research proposes the use of CDA as an interpretative lens. CDA offers a critical and reflective framework for analyzing texts, revealing power structures, ideologies, and conflicts contained within. Through this approach, the research aims to open new interpretative spaces for the Qur'an, enabling a more comprehensive and relevant understanding of its messages. The research methodology involves analyzing selected Qur'anic texts using the CDA framework, focusing on the revelation of power structures, conflicts, and ideologies within the texts. It is expected that the results of this research will significantly contribute to the development of Islamic religious thought and strengthen the relevance of the Qur'an in the context of modern life
KONTEKSTUALISASI TAFSIR AL-AZHAR DAN KEHIDUPAN ISLAMI ERA DIGITAL
Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai Islami di zaman modern dalamTafsir Al-Azhar, dengan tujuan untuk memahami bagaimana tafsir klasik ini dapatberfungsi sebagai panduan dalam era digital. Pertanyaan utama yang diangkatadalah bagaimana Tafsir Al-Azhar dapat berfungsi sebagai panduan dalam eradigital. Penelitian ini juga ingin mengetahui nilai-nilai Islami yang digali dari TafsirAl-Azhar yang relevan untuk konteks zaman modern. Penelitian ini bertujuan untukmembahas nilai-nilai Islami di zaman modern dalam Tafsir Al-Azhar sebagai panduan dalam era digital. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif yangditerapkan dalam penelitian ini terdiri dari dua pendekatan utama. Studi Literaturdilakukan dengan menganalisis teks Tafsir Al-Azhar secara mendalam untukmemahami metodologi tafsir, nilai-nilai Islami, dan ajaran yang terkandung didalamnya. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensifmengenai konten dan konteks Tafsir Al-Azhar sebagai dasar teori penelitian ini.Selanjutnya, Analisis Konten akan dilakukan dengan memeriksa isi konten digitalyang terkait dengan Tafsir Al-Azhar, seperti media sosial, blog, dan platform online.Tujuannya adalah untuk menilai bagaimana Tafsir Al-Azhar diterapkan dandipahami dalam konteks digital, serta mengidentifikasi peran dan dampaknya diplatform-platform tersebut. Penelitian ini menyoroti bahwa Tafsir Al-Azhar dapatberfungsi sebagai panduan moral dan etika dalam era digital. Tafsir Al-Azhar, salahsatu karya tafsir Al-Qur'an yang terkenal, mengandung ajaran yang relevan untukkonteks modern, termasuk menghadapi tantangan teknologi digital. Salah satuprinsip utama dalam tafsir ini adalah kejujuran. Kejujuran sangat penting dalampenggunaan media sosial, di mana pengguna harus menyampaikan informasi yangbenar dan menghindari penyebaran hoaks. Dalam perdagangan online, kejujuranmenjaga kepercayaan antara penjual dan pembeli, dengan penjual memberikaninformasi akurat tentang produk dan pembeli memberikan ulasan yang jujur
Keselarasan Tafsir Taisirul at-Tafsir dengan Perkembangan Zaman: Menyingkap Relevansi dan Adaptasi Penafsiran Al-Qur'an di Era Modern
This research aims to examine the alignment of Tafsir Taisirul at-Tafsir with modern developments, revealing the relevance and adaptation of the interpretation of the Qur'an in the contemporary era. The research method used is a qualitative approach, including text analysis and literature study. Text analysis is carried out in depth on Tafsir Taisirul at-Tafsir to understand the meaning, symbolism, and context of interpretation given by the author. Literature studies are conducted by collecting secondary data from related literature, including other Qur'anic commentaries, academic articles, books, and journals. Historical methods are used to trace the social, cultural, and intellectual backgrounds that influence interpretation, while sociological methods are applied to analyze the social and cultural context of the present. The literary method is used to identify symbolism and implicit meaning in interpretation. The results of the study show that Tafsir Taisirul at-Tafsir has a good alignment with the development of modern times. The contextual approach used allows this interpretation to remain relevant to contemporary issues, such as technology, human rights, and changing social values. The use of symbolism and implicit meaning in tafsir also provides depth of meaning and allows for deeper reflection on religious teachings. This research makes a valuable contribution in understanding the relevance and adaptation of Tafsir Taisirul at-Tafsir in modern developments and shows the importance of a multidisciplinary approach in the interpretation of the Qur'an
AL-MALIK DALAM TELAAH I’JĀZ AL-QUR’AN (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kata Al-Malik)
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah mendalam terhadap konsep Al-Malik dalam kajian I`jaz al-Qur`an, dengan fokus pada analisis semantik Toshihiko Izutsu. Konsep ini memiliki signifikansi penting dalam pemahaman al-Qur`an. Karna di dalam al-Qur`an kata yang menunjukkan Raja/ Penguasa tidak hanya menggunakan kata Malik juga terdapat kata lainnya, seperti Fir`aun yang digunakan al-Qur`an dalam kisah Nabi Musa. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan data primer dari perpustakaan. Berdasarkan analisis semantik Toshihiko Izutsu, ditemukan beberapa i’jaz Al-Qur’an pada gelar al-malik tersebut. Yang pertama, dari sisi ketelitian kosa kata, sosok tersebut digelari Al-Malik karena memiliki perangai yang berbeda dengan Firaun. Sebaliknya, Firaun adalah penguasa yang kejam. Kedua, dari sisi isyarat ilmiah, Al-Malik tidak digelari dengan ‘firaun’ sebagaimana umumnya penguasa Mesir kuno karena ia bukan orang Mesi
Penafsiran K.H.M. Zen Syukri Terhadap Ayat-Ayat Tauhid dalam Kitab Al-Qur’an
K.H.M. Zen Syukri adalah salah satu ulama nusantara yang aktif dalam kegiatan dakwah. Aktifitasnya terentang dari mulai mengisi kajian di majelis-mejelis taklim, sampai pada penulisan berbagai kitab keagamaan dalam banyak tema, diantaranya fiqih dan tasawuf. Artikel ini membincang praktek dan atau pola penafsiran al-Quran oleh K.H.M. Zen Syukri dalam kitab yang berjudul al-Qurbah (Pendekatan Diri Kepada Allah). Melalui metode pembacaan Content Analysis, dalam kapasitasnya sebagai ulama sekaligus penulis buku-buku keagamaan, dan bukan secara khusus sebagai mufassir, K.H.M. Zen Syukri menganalisis ayat-ayat tauhid dalam kitab al-Qurbah dengan kaidah dasar penafsiran Al-Qur’an, di mana ayat Al-Qur’an ditafsirkan dengan ayat Al-Qur’an, hadits, qaul sahabat atau tabi’in. Secara epistemologis, bentuk penafsiran seperti ini dapat dikategorikan sebagai tafsir bi al-ma’tsur atau dalam istilah lain disebut juga dengan tafsir bi ar-riwayah. Perolehan makna beliau gali melalui pendekatan kesesuaian makna, dimana pola ini mirip dengan metode tafsir maudhui dalam diskursus penafsiran al-Quran, dan meski lebih tepat apabila disebut dengan istilah yang lain, yakni al-maqalat al-tafsiriyyah
PENAFSIRAN IBNU KATSIR TERHADAP QS. AL-BAQARAH AYAT 261 DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN
Tujuan dari artikeil ini adalah untuk meingkaji peinafsiran Ibnu Katsir. QS. Al-Baqarah ayat 261 dan peindeikatan yang harus dilakukan untuk meingurangi keimiskinan. Peineilitian ini meirupakan bagian dari studi keipustakaan, yaitu peineilitian yang datanya dikumpulkan dari beirbagai liteiratur. Tidak hanya buku, teitapi juga bahan doikumeintasi, majalah, jurnal, dan beintuk liteiratur lainnya. Meinurut teimuan peineilitian, peinafsiran Ibnu Katsir meindeifinisikan miskin seibagai oirang yang tidak meimiliki apa-apa untuk dibeilanjakan, seihingga Allah meimeirintahkan manusia untuk meimbantu meireika deingan seisuatu yang dapat meimeinuhi keibutuhan meireika dan meinghilangkan keirugian meireika. Goiloingan masyarakat seipeirti inilah yang patut meindapat peirhatian dan keipeidulian, diikuti deingan cara-cara Al-Qur'an meimbantu meingeintaskan keimiskinan dan upaya yang dilakukan peimeirintah untuk meingeintasakan keimiskinan
PENGARUH GHORIB TERHADAP PENAFSIRAN Al-QUR’AN
artikel ini bertujuan untuk membahas tentang bacaan-bacaan gharib dalam al-Quran. mengingat betapa pentingnya mempelajari bacaan-bacaan gharib tersebut. karena penulis melihat dalam sebuah proses pembelajaran al- Qur’an, terkadang pembelajar dihadapkan pada munculnya bacan-bacaan al- Qur’an yang tidak sesuai atau keluar dari kaidah yang sebenarnya. Dengan demikian penulis ingin mengetahui apakah bacaan-bacaan gharib tersebut berpengaruh terhadap penafsiran ayat al-Qur’an, ataukah justru mengandung hikmah didalamnya. Gharib ada dua macam yaitu gharib fi al-tafsir dan gharib gharib fi al-qira’at, untuk itu penulis hanya akan memfokuskan kepada gharib fi al-Qiraat, dengan menggunakan studi kepustakaan. Sehingga diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Gharib adalah kalimat yang dianggap asing, karena bacaannya tidak sesuai atau keluar dari kaidah ilmu tajwid. Istilah gharib muncul karena adanya perbedaan dialek antar suku arab dalam membaca dan melafalkan ayat al-Qur’an. Dengan kemunculan istilah ini, khazanah keilmuan dalam ilmu qira’at semakin luas. Bacaan gharib riwayat Hafsh ini tidak sedikitpun mengubah penafsiran dari ayat-ayat al-Qur’an, justru ghorib disini berfungsi sebagai penyempurna makna dari ayat-ayat al-Qur’an yang terkadang rancu ataupun kurang tepat maknanya
KONTEKSTUALISASI HADITS MENANAM POHON TERHADAP FENOMENA DOOMSDAY NEWS
This study aims to contextualize the hadiths that talk about the importance of planting trees, butin this case the authors link it to the context of dealing with the Doomsday News phenomenon.Refers to the dissemination of information that often describes a doomsday situation or animpending catastrophe. Although the hadith does not specifically address this phenomenon,there is relevance that can be explored for planting trees as a response to people's concernsabout an uncertain future. This study uses a qualitative approach by analyzing hadiths andrelated literature which provide insights about the Doomsday News. Data was collected througha literature study of hadith books as well as relevant religious literature through the social,historical, and religious background of the hadith and contextualized to society. The results ofthis study are expected to provide an in-depth understanding of the message contained in thehadith with the Doomsday News phenomenon. This research can provide practical guidance forthe community in dealing with anxiety and uncertainty regarding the future, by prioritizingenvironmental values. As well as being able to contribute to religious understanding regardinghuman responsibility in providing a more holistic view when facing frightening news about thefuture. In addition, this research can also be a basis for further research on the relationshipbetween religion, the environment, and actual social issues
Solusi Menghindari Perilaku Bullying menurut al-Quran
Mengolok-olok, mengejek, dan menghina atau istilah sekarang bullying tidak lain karena mereka merasa dirinya paling lengkap, paling hebat, paling tinggi dan paling cukup, sombong dan tinggi hati. Padahal sebenarnya didalam diri merekalah yang kekurangan dan terdapat kesalahan. Di dalam ayat ini pula bukan saja laki-laki yang dilarang memakai perangai yang buruk, tetapi wanitapun demikian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustakan dengan pendekatan tafsir tematik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah solusi agar terhindar dari perilaku dan perbuatan bullying adalah dengan cara bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah Swt, berkata baik dan tidak membalas perkataan maupun perlakuan kasar orang lain terhadap diri sendiri
RESEPSI TAFSIR AL-QUR’ANUL HAKIM (AL-MANAR) RASYID RIDHO
Rasyid Ridha dalam tafsirnya menekankan pentingnya pemahaman rasional dan kontekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, menjadikan tafsir ini berorientasi pada pembaruan pemikiran umat Islam, jaminan dari takhayul, serta pembentukan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan nilai-nilai Islam. Tafsir ini menggunakan pendekatan tematik dan analitis, kesesuaian ayat-ayat Al-Qur'an dengan realitas sosial, politik. Salah satu ciri utama tafsir ini adalah penggunaan metode kritik terhadap tradisi tafsir klasik yang dianggap kurang aplikatif terhadap konteks modern, serta semangat untuk menyatukan umat Islam dalam menghadapi imperialisme dan kekerasan. Meski menuai banyak pujian, tafsir ini juga tidak luput dari kritik, terutama terkait dengan metode rasionalnya yang dianggap oleh sebagian ulama