Green Medical Journal
Not a member yet
    106 research outputs found

    Pankreatitis Akut

    Full text link
    Dilaporkan suatu kasus seorang laki-laki 42 tahun dengan diagnosis Pankreatitis akut dan Cholelitiasis. Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri perut. Dari anamnesa dan pemeriksaan fisis, serta hasil pemeriksaan laboratorium (tes fungsi hati, serum amilase dan lipase) pasien ini, semuanya mengalami peningkatan, sehingga pasien ini didiagnosis dengan Pankreatitis akut. Hasil pemeriksaan radiologi memperkuat diagnosis Pankreatitis akut dan Cholelitiasis

    Nyeri Neuropatik Pada Penderita Myastenia Gravis

    Full text link
    Miastenia gravis (MG) adalah suatu bentuk kelainan pada transmisi neuromuskular yang paling sering terjadi.  Kelainan pada transmisi neuromuskular yang dimaksud adalah penyakit pada neuromuscular junction (NMJ). MG adalah suatu penyakit autoimun dimana tubuh secara salah memproduksi antibodi terhadap reseptor asetilkolin (AChR) sehingga jumlah AchR di NMJ berkurang. MG menyebabkan permasalahan transmisi yang mana terjadi pemblokiran AchR di serat otot (post synaptic) mengakibatkan tidak sampainya impuls dari serat saraf ke serat otot sehingga menyebabkan tidak terjadinya kontraksi otot. MG ditandai oleh kelemahan otot yang kembali memulih setelah istirahat. Otot yang paling sering terkena adalah ekstraokular, tungkai, wajah dan otot leher. Miastenia dalam bahasa latin artinya kelemahan otot dan gravis artinya para

    Karakteristik Pasangan Infertil di BLU RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

    Full text link
    Background: Infertility is the inability to conceive after 12 months of frequent sexual intercourse without contraception. Where infertility can be influenced by the characteristics of both partners. Objective: To analyze the characteristics of infertile couples in BLU Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar. Place: BLU Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar. Study design: This study is an analytic survey with a retrospective approach. The variables were age, occupation, education, and referral place. Data from patient samples were processed and analyzed with the help of computerization. Results: There were 90 (91.8%) cases of primary infertile couples and 8 (8.2%) cases of secondary infertile couples. The most common diagnoses following infertility were uterine tumors (35.7%) and endometriosis (29.6%). The age, occupation, and education variables are significant in the case of infertility with a p value <0.05. The result stated that the referral place was not significant with a value of p = 0.096. The range of infertility risk is wide in occupational variables, where the wife (OR 3.012; 95% CI = 1.639 - 5.536) and husband (OR 36.00; 95% CI = 8.628 - 150.216). Conclusion: Characteristic analysis shows that working infertile couples have the biggest risk factor for infertility.Latar belakang : Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah 12 bulan hubungan seksual yang sering tanpa kontrasepsi. Dimana infertilitas  dapat dipengaruhi oleh karakteristik dari kedua pasangan. Tujuan : Menganalisa karakteristik pasangan infertil di BLU RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan retrospektif di BLU RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.. Variabel yang diteliti adalah umur, pekerjaan, pendidikan, dan asal rujukan. Data dari sampel pasien diolah dan dianalisis dengan bantuan komputerisasi. Hasil : Terdapat 90 (91,8%) kasus pasangan infertil primer dan 8 (8,2%) kasus pasangan infertil sekunder. Diagnosis terbanyak yang mengikuti kejadian infertil adalah tumor uterus (35,7%) dan endometriosis (29,6%). Pada variabel umur, pekerjaan, dan pendidikan bermakna dalam kasus infertilitas dengan nilai p < 0,05. Sedang asal rujukan tidak bermakna dengan nilai p = 0,096. Kisaran risiko infertilitas besar pada variabel pekerjaan, dimana isteri (OR 3,012; CI 95% = 1,639 – 5,536) dan suami (OR 36,00; CI 95% = 8,628 – 150,216). Kesimpulan : Analisis karakteristik menunjukkan bahwa pasangan infertil yang bekerja memiliki faktor risiko terbesar mengalami infertilitas. &nbsp

    Potensi Fungi Endofit Biji Pinang Sebagai Antibakteri Terhadap Escherichia coli dan Salmonella thypi

    Full text link
    Endophyte fungi are microbe that living inside the plant tissue without harming the host plant. Endophyte fungi can produce secondary metabolite which can be used as antioxidant, anticancer and antimicobes compound. The aims of this study are to isolate and identify endophyte fungi from seed of Areca catechu L  which is potential as an antibacterial producer. Antibacterial activity testing method used in this study is thin layer chromatography (TLC) bioautography method.  In this work we had isolated five endophyte fungi from  Areca catechu L. seed and investigated its antibacterial properties. Isolates IFBP_1 has the greatest antibacterial activity againts Escherichia coli dan Salmonella thypi. Areca catechu L  seed endophyte fungi can inhibit Escherichia coli bacteria with Rf values 0.45, 0.65 and 0.92, and Salmonella thypi bacteria with Rf values  0.61 and 0.85.  Identification of the chemical components Areca catechu L  seed endophyte fungi that inhibit the growth of Escherichia coli and Salmonella thypi are alkaloid, tannin, and polyphenol compounds. This result suggest that endophyte fungi isolates from seed of Areca catechu L. can be further explored as new sources of antibacterial compoundsFungi endofit adalah fungi yang terdapat dalam sistem jaringan tumbuhan, seperti daun, bunga, ranting ataupun akar tumbuhan. Fungi endofit memiliki kemampuan untuk memproduksi senyawa bioaktif, baik yang sama maupun tidak sama dengan inangnya tetapi seringkali memiliki aktivitas biologis yang serupa dengan senyawa bioaktif yang diproduksi inangnya Penelusuran fungi endofit dari biji pinang (Areca catechu L) sebagai pengasil senyawa antibiotika dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh fungi endofit yang memiliki kemampuan untuk memproduksi senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai antibiotik. Metode pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah metode KLT-Bioautografi. Hasil isolat fungi endofit diperoleh enam isolat jamur (IFBP_I, IFBP_II, IFBP_III, IFBP_IV, IFBP_V), yang memiliki pencirian  makroskopik yang berbeda. Isolat mikroba murni hasil fermentasi diekstraksi dan di uji aktivitas antibiotikanya terhadap bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan yaitu Escherechia coli dan Salmonella thypi. Ekstrak fermentat isolate fungi endofit biji pinang dapat menghambat bakteri Escherichia coli dengan nilai Rf 0,45, 0,65 dan 0,92, dan bakteri Salmonella thypi dengan nilai Rf 0,61 dan 0,85. Hasil identifikasi komponen kimia dari ekstrak fermentat isolate fungi endofit biji pinang yang menghambat pertumbuhan bakteri uji Escherichia coli dan Salmonella thypiadalah golongan senyawa alkaloid, tannin, dan polifeno

    Ekspresi Gen P53 Pada Pterigium Primer Dan Pterigium Rekuren

    Full text link
    The purpose of the present study was to identify  and  compare the mutant P53 expression in primary and recurrent pterygium. The method of the study was observational analytic cross- sectional study with 19 samples of primary pterygium and 19 samples recurrent pterygium. Data obtained with pterygium tissue sampling then performed with immunohistochemical examination. Results The Study was conducted for 5 month with 19 samples of primary pterygium and 19 samples of recurrent pterygium. From the overall data shown that P53 expression of primary and recurrent pterygium average 191.6 while there is 38.3 for primary pterygium and 344.8 for recurrent pterygium.  There were significant differences between the expression of P53 of primary and P53 expression of recurrent pterygium with (P = 0.000). Conclusions is There was no significant difference in the mean expression of P53 according to the stage of pterygium although there was a tendency of P53 expression of getting smaller with increasing stage of pterygium.Tujuan penelitian untuk mengetahui dan membandingkan ekspresi P53 mutan pada pterigium primer dan pterigium rekuren. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional cross sectional study dengan 19 sampel pterigium primer dan 19 sampel pterigium rekuren. Data diperoleh dengan cara pengambilan jaringan pterigium kemudian dilakukan pemeriksaan imunohistokimia. Hasil Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan dengan 19 sampel pterigium primer dan 19 sampel pterigium rekuren. Dari keseluruhan data menunjukkan bahwa P53 ekspresi pterigium primer dan rekuren rata-rata 191,6 sementara ada 38,3 untuk pterigium primer dan 344,8 untuk pterigium rekuren. Ada perbedaan yang signifikan antara ekspresi P53 primer dan P53 ekspresi pterygium berulang dengan (P = 0,000). Kesimpulannya tidak ada perbedaan signifikan pada ekspresi P53 berdasarkan stadium pterigium meskipun ada kecenderungan ekspresi P53 semakin kecil dengan meningkatnya stadium pterigium

    Efektivitas Ekstrak Daun Kelor ( Moringa Oleifera) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total pada Tikus Putih ( Rattus Novergicus)

    Full text link
    Introduction: The prevalence of hypercholesterolemia in Indonesia is estimated to increased continously. One of the traditional medicines used to reduce blood cholesterol levels is Moringa oleifera Lam, After using the extract of Moringa leaves, the cholesterol levels slowly reduced, it because by the active substance component on Moringa leaves such as flavanoid, tannin saponin and β-sitosterol. Objective : To determine the effect of Moringa leaf extract on reduce total cholesterol levels. Methods : The research is an analytical research, using pre-experimental design with one group pre-test method post-test approach. By comparing treatment groups and control groups where the treatment group was treated on the form of Moringa leaf extract. Results: The Paired T test showed that in the treatment group using Moringa leaf extract obtained before intervention the average cholesterol level was 307.40 mg/dl and after the interval was 209.00 mg/dl. Statistical test results obtained p value (0.00041) <0.05 which means that there is a difference of the mean cholesterol level between before and after treatment. Besides, the group using simvastatin was obtained before the intervention of the average cholesterol level was 271.20 mg/dl and after the interval was 127.40 mg/dl. Statistical test results obtained p value (0.009) <0.05 which means that there is a difference of the mean cholesterol level between before and after treatment. Conclusion: There wasn’t any significant differences between the Moringa leaves and simvastatin use to reduce the total blood cholesterol levels.  Pendahuluan: Prevalensi hiperkolesterolemia di Indonesia diperkirakan terus meningkat. Salah satu obat tradisional yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam). Penurunan kadar kolesterol setelah pemberian  ekstrak daun kelor ini disebabkan oleh kandungan zat aktif dalam daun kelor seperti flavanoid, tanin saponin dan β-sitosterol. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak daun kelor terhadap penurunan kadar kolestrol total. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan pre experimental designs dengan metode pendekatan one group pre-test post-test Dengan membandingkan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil: uji T berpasangan menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan menggunakan ekstrak daun kelor diperoleh sebelum intervensi rerata kadar kolesterol sebesar 307.40 mg/dl dan setelah interval sebesar 209.00 mg/dl. Hasil uji statistik diperoleh nilai p (0.00041) <0.05 yang berarti ada perbedaan rerata kadar kolesterol antara sebelum dan sesudah perlakuan. Begitu pula pada kelompok menggunakan obat simvastatin diperoleh sebelum intervensi rerata kadar kolesterol sebesar 271.20 mg/dl dan setelah interval sebesar 127.40 mg/dl. Hasil uji statistik diperoleh nilai p (0.009) <0.05 yang berarti ada perbedaan rerata kadar kolesterol antara sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulan: Didapatkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemberian ekstrak daun kelor dan pemberian obat simvastatin dalam menurunkan kadar kolesterol total darah

    91

    full texts

    106

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Green Medical Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇