Jurnal Akademi Pariwisata Medan
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGALAMAN WISATA YANG BERKESAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI DI PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU
This study aims to determine the extent of the effect of memorable tourist experience on tourists’ revisit intention in Tidung Island. The research employed a quantitative approach using a correlational method and purposive sampling based on non-probability sampling, involving 100 respondents who had previously visited Tidung Island. Data were collected through a Google Form questionnaire and analyzed using IBM SPSS version 25. The results indicate that memorable tourist experience has a significant effect on revisit intention. The indicators of involvement and knowledge showed significant results in creating a memorable impression on tourists visiting Tidung Island. In contrast, the indicators of refreshment and social interactions were not sufficient to provide a significant effect on the memorable tourist experience in Tidung Island. These finding suggests that destination managers need to pay more attention to these aspects in order to enhance the value of memorable tourist experiences and motivate tourists to revisit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh memorable tourist experience terhadap revisit intention wisatawan di Pulau Tidung dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode korelasional dan pengambilan sampel purposive sampling berbasis non-probability sampling terhadap responden sebanyak 100 orang yang pernah berkunjung ke Pulau Tidung. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form berbasis skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memorable tourist experience berpengaruh signifikan terhadap revisit intention. Indikator involvement dan knowledge memperoleh hasil signifikan dalam memberikan kesan pada wisatawan ketika berwisata ke Pulau Tidung. Sedangkan indikator refreshment dan social interactions tidak cukup untuk memberikan pengaruh signifikan terhadap memorable tourist experience di Pulau Tidung, hal ini membuktikan bahwa pengelola perlu memperhatikan aspek-aspek tersebut agar nilai dari memorable tourist experience meningkat dan memotivasi wisatawan untuk melakukan kunjungan kembali
Analisis Strategi Marketing Mix Terhadap Peningkatan Jumlah Pengunjung Pada Kedai Kopi Ibrato Coffee Kabupaten Bandung
Marketing is an effort to maintain and keep a business growing and can help expand the business. This study aims to determine how to apply the 7P marketing mix to increase the number of visitors to the Coffee Shop called Ibrato Coffee, and to determine what factors are obstacles and supporters in its implementation. This study is a qualitative study with a description of the 7P variables in the marketing mix, namely product, price, place, promotion, people, process, physical evidence. This study uses interview data collection techniques, observation and documentation with purposive sampling techniques. The unit of analysis in this study consisted of 6 informants, consisting of the owner, employees and visitors of the Coffee Shop. The results of this study using interview analysis techniques, show that the marketing mix strategy applied at the Ibrato Coffee Shop to increase the number of visitors in the marketing process has been implemented well and effectively, and has good procedures in dealing with consumers. Consumers who visit are satisfied with the service provided
Pemasaran merupakan suatu upaya untuk mempertahankan dan menjaga agar suatu usaha tetap berkembang dan dapat membantu memperluas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan bauran pemasaran 7P untuk meningkatkan jumlah pengunjung Kedai Kopi bernama Ibrato Coffee, serta mengetahui faktor apa saja yang menjadi kendala dan pendukung dalam penerapannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan deskripsi variabel 7P dalam bauran pemasaran yaitu product, price, place, promotion, people, process, physical evidence. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Unit analisis dalam penelitian ini terdiri dari 6 informan, yang terdiri dari pemilik, karyawan dan pengunjung Kedai Kopi. Hasil penelitian ini menggunakan teknik analisis wawacara, menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran yang diterapkan di Kedai Kopi Ibrato Coffee untuk meningkatkan jumlah pengunjung dalam proses pemasaran sudah terlaksana dengan baik dan efektif, serta memiliki tata cara yang baik dalam menghadapi konsumen. Para konsumen yang berkunjung merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
 
Persepsi Wisatawan Tentang 4 A di Kawasan Geostite Kaldera Danau Toba
This study aims to determine how tourists perceive the Lake Toba caldera regarding the 4 As (attractions, Accessibility, Facilities, and Supporting Services). As we know, Lake Toba, located in North Sumatra, has been recognized as a UNESCO Global Geopark due to its unique geology and cultural richness. This research used quantitative descriptive research, a type that describes variables as they are, supported by numerical data generated from real-world situations. The results of this study are used as a reference for developing sustainable tourism and improving the quality of the tourist experience. The results of this study indicate that tourists' views regarding the 4 As have both positive and negative results. The positive results are attractions and accessibility, while the negative results are based on the data obtained, namely facilities and supporting services. This research is expected to help address and improve the shortcomings of the Lake Toba caldera regarding the 4 As.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wisatawan mempresepsikan kaldera Danau Toba terhadap 4 A ( atraksi, Aksesibilitas, Fasilitas, Layanan Pendukung) . Sebagaimana yang kita ketahui Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark karena keunikan geologi dan kekayaan budayaannya. Penelitian penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, jenis yaitu penelitian yang menggambarkan variabel secara apa adanya didukung dengan data data berupa angka yang dihasilkan dari keadaan sesuai realita. Hasil Penelitian ini digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan pariwsata yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Adapun dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa pandangan dari para wisatawan terhadap 4A mempunya hasil yang positif dan negative, diantaranya hasil positif yang diperoleh yaitu atraksi, Aksesibilitas dan untuk hasill negative dari pandangan wisatawan berdasarkan data yang didapatkan yaitu menonjol terhadap fasilitas dan layanan pendukung. Dengan adanya penelitian ini semoga dapat membantu dan membenahi kekurangan yang ada di Kladera Danau Tiba terhadap 4 A
Perspektif Perkembangan Pariwisata Di Desa Huta Sialagan Kabupaten Samosir Dalam Mendukung Keberadaan Kaldera Toba
This research aims to examine the perspective of tourism development in Huta Sialagan Village, Samosir Regency, in supporting the existence of the Toba Caldera as part of the UNESCO Global Geopark. Using a descriptive qualitative approach through the library research method, this research explores the concepts, principles, and application of geotourism based on four main aspects: tourism, accommodation, interpretation, and planning management. The results of the study show that the geotourism potential in this village is very large, especially from the cultural and historical aspects, but has not been fully integrated with the geological narrative of the Toba Caldera. The lack of interpretive media, limited eco-friendly accommodation, and the absence of geotourism-based zoning are the main challenges. The research also found that community participation, business involvement, and support from related agencies still need to be strengthened through training, digital promotion strategies, and integrated planning based on geopark principles. Therefore, the development of geotourism in Huta Sialagan Village requires cross-sector collaboration and a sustainable approach to support the preservation of the Toba Caldera while improving the welfare of local communities.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif perkembangan pariwisata di Desa Huta Sialagan, Kabupaten Samosir, dalam mendukung keberadaan Kaldera Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi pustaka, penelitian ini menggali konsep, prinsip, dan penerapan geotourism berdasarkan empat aspek utama: tourism, akomodasi, interpretasi, dan manajemen perencanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi geowisata di desa ini sangat besar, khususnya dari aspek budaya dan sejarah, namun belum sepenuhnya diintegrasikan dengan narasi geologi Kaldera Toba. Minimnya media interpretatif, terbatasnya akomodasi ramah lingkungan, serta belum adanya zonasi berbasis geowisata menjadi tantangan utama. Peneliti juga menemukan bahwa partisipasi masyarakat, keterlibatan pelaku usaha, dan dukungan dinas terkait masih perlu diperkuat melalui pelatihan, strategi promosi digital, dan perencanaan terpadu berbasis prinsip geopark. Oleh karena itu, pengembangan geotourism di Desa Huta Sialagan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang berkelanjutan untuk mendukung pelestarian Kaldera Toba sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal
STRATEGI DIGITAL MARKETING WISATA KULINER UMKM MELLUI MEDIA SOSIAL DI BERASTAGI TANAH KARO
Culinary tourism in the tourist area has an important role, where its existence is an inseparable unit of the destination. Therefore, the development of the two tourism companies support each other and have close links. This is seen in the Berastagi tourist destination in Tanah Karo Regency, North Sumatra, where in addition to having beautiful natural scenery and mountains, cool air is also supported by the availability of a variety of traditional Karo culinary processed from raw materials that are processed from raw materials sourced from the natural wealth of the land of Karo itself, making unique, some Asian and Italy foods produced with the taste of Karo which are currently served by many MSMEs (UMKM) in Berastagi Tanah Karo which are expected by sellers or owners of tourist attractions as well as MSMEs (UMKM) culinary tourism, Being one of the culinary tourist attractions and at the same time the introduction of Karo's typical food to tourists who come to visit.
This study intends to assess the effect of digital marketing on MSMEs (UMKM) culinary tourism in this case digital marketing through the use of social media as a means of promotion and sales. In addition, this study also examined the application of digital marketing strategies in culinary tourism areas, especially in Berastagi Tanah Karo, North Sumatra. This study uses descriptive qualitative methods, with data collected through interviews, observations, and documentation. Research findings revealed that various successful digital marketing strategy methods in promoting efficient online products or marketing succeeded in achieving targets, one of which was digital marketing through social media that had a positive impact on sales and benefits of MSMEs (UMKM) Culinary Tourism.Wisata kuliner di daerah wisata memiliki peranan yang penting, dimana keberadaanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari destinasi tersebut. Oleh karena itu, perkembangan kedua usaha wisata tersebut saling mendukung dan memiliki keterkaitan yang erat. Hal tersebut terlihat pada destinasi wisata Berastagi di Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara, dimana selain memiliki panorama alam dan pegunungan yang indah, udara yang sejuk juga didukung dengan tersedianya berbagai kuliner tradisional Karo yang diolah dari bahan baku yang bersumber dari kekayaan alam tanah Karo sendiri, menjadikan keunikan tersendiri, beberapa makanan khas Asia dan Italia yang diproduksi dengan cita rasa khas Karo yang saat ini banyak disuguhkan oleh para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Berastagi Tanah Karo yang diharapkan oleh para penjual atau pemilik tempat wisata maupun pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) wisata kuliner, menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner dan sekaligus pengenalan makanan khas Karo kepada para wisatawan yang datang berkunjung. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pengaruh pemasaran digital terhadap wisata kuliner pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dalam hal ini pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji penerapan strategi pemasaran digital di kawasan wisata kuliner, khususnya di Berastagi Tanah Karo, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa berbagai metode strategi pemasaran digital yang berhasil dalam mempromosikan produk atau pemasaran daring yang efisien berhasil mencapai target, salah satunya adalah pemasaran digital melalui media sosial yang berdampak positif terhadap penjualan dan keuntungan UMKM Wisata Kuliner
Preferensi Konsumen Pindang Di Kabupaten Ogan Ilir
This study aims to describe the culinary potential of pindang in Ogan Ilir Regency as an alternative gastronomic tourism which can be one of the tourist attractions. This research was carried out observantly with descriptive and analytical survey methods. The primary data in this study was obtained from the respondents' answers to a series of questions through questionnaires built and interviews conducted. The descriptive analysis was used to produce statistics on the frequency of respondent data in 2 categories, namely based on demographics and behavior. The characteristics of the work are divided into four groups (ASN/TNI/POLRI/BUMN-BUMD), private employees, self-employed/entrepreneurs and students; and the category of residence location is divided into 4 groups. The results of this consumer preference research showed that the dominance of 84 percent of respondents preferred to pay in cash or cash, while the other 12 percent made payments with the choice of banking QRIS. The preference of consumers was influenced by the following factors: (i) the preferences of consumers were divided into two categories: (1) the preference of a restaurant or restaurant, (2) the preference for a food product, and (3) the preference to eat a meal. In this research, there were three main inputs that can be aimed at managers or owners of restaurants or pin-dang restaurants.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi kuliner pindang di Kabupaten Ogan Ilir sebagai alternatif wisata gastronomi yang dapat menjadi salah satu daya tarik wisata. Penelitian ini dilakukan secara observatif dengan metode survei deskriptif dan analitis. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari jawaban responden atas serangkaian pertanyaan melalui kuesioner yang dibangun dan wawancara yang dilakukan. Analisis deskriptif digunakan untuk menghasilkan statistik tentang frekuensi data responden dalam 2 kategori, yaitu berdasarkan demografi dan perilaku. Karakteristik pekerjaan dibagi menjadi empat kelompok (ASN/TNI/POLRI/BUMN-BUMD), karyawan swasta, wiraswasta/wiraswasta dan mahasiswa; dan kategori lokasi tempat tinggal dibagi menjadi 4 kelompok. Hasil penelitian preferensi konsumen ini menunjukkan dominasi 84 persen responden lebih memilih membayar secara tunai atau cash, sedangkan 12 persen lainnya melakukan pembayaran dengan pilihan QRIS perbankan. Preferensi konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: (i) Preferensi konsumen dibagi menjadi dua kategori: (1) Preferensi terhadap rumah makan atau restoran, (2) Preferensi terhadap produk makanan, dan (3) Preferensi untuk menyantap hidangan. Dalam penelitian ini, terdapat tiga masukan utama yang dapat ditujukan kepada pengelola atau pemilik rumah makan atau restoran pindang
Pengembangan Kompetensi Pemandu Wisata sebagai Upaya Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Warisan Budaya di Taman Prasejarah Leang-Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan
This study aims to describe the characteristics and competencies of local tour guides in the Leang-Leang Prehistoric Park, Maros Regency and evaluate the competency development programs implemented. The method used is qualitative descriptive with data collection techniques in the form of observation, interviews, literature studies, and documentation. The results of the study show that most of the tour guides are local residents who do not have formal training or certification as a guide. The main weaknesses are in the aspects of communication, the use of foreign languages, and the delivery of interpretation. The absence of a structured development program is the main obstacle in improving service quality. Therefore, there is a need for sustainable training and certification programs as well as synergy between stakeholders in supporting the professionalism of tour guides in this culturally and historically-based area.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan kompetensi pemandu wisata lokal di Taman Prasejarah Leang-Leang Kabupaten Maros serta mengevaluasi program pengembangan kompetensi yang diterapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemandu wisata merupakan warga lokal yang belum memiliki pelatihan formal atau sertifikasi kepemanduan. Kelemahan utama terdapat pada aspek komunikasi, penggunaan bahasa asing, dan penyampaian interpretasi. Belum adanya program pengembangan yang terstruktur menjadi hambatan utama dalam peningkatan kualitas layanan. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan dan sertifikasi yang berkelanjutan serta sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung profesionalisme pemandu wisata di kawasan berbasis budaya dan sejarah ini
Peningkatan Kualitas Produk Pindang Berbasis Ekspektasi Konsumen Di Kabupaten Ogan Ilir
This research was conducted as a deepening of previous research results related to consumer perceptions of pindang products. The research is qualitative in nature and was carried out in an experimental form in three stages and a participatory approach method, namely (1) inducing research results to informants/participants, (2) providing assistance and experimentation on pindang products according to consumer expectation findings, (3) and conducting deep interview evaluations on product quality and consumer feedback. The research aims to provide new insights for the informants, who are members of the community/managers of restaurants and eateries in Ogan Ilir Regency, regarding the quality of pindang products. The research shows significant changes in the management of pindang products, both Pindang Pegagan and Pindang Meranjat. Consumers have responded positively to the results of the pindang products with the new management that has been implemented. An increase in sales potential has occurred and the selling value has improved, but further research is needed on this matter through quantitative data findings. In the final stage, the informants agreed to create a distinctive regional culinary image from the produced pindang. In the long term, success will certainly make an attraction for the culinary marketing of Ogan Ilir, which will impact the growth of tourist visits.Penelitian ini dilaksanakan sebagai bentuk pendalaman dari hasil penelitian sebelumnya terkait persepsi konsumen terhadap produk pindang. Penelitian bersifat kualitatif dan dilaksanakan dalam bentuk eksperimental dalam tiga tahapan dan metode pendekatan partisipastif yaitu (1) menginduksi hasil penelitian kepada narasumber/peserta, (2) melakukan pendampingan dan eksperimen pada produk pindang sesuai temuan ekpektasi konsumen, (3) serta evaluasi deep interview terhadap kualitas produk dan umpan balik dari konsumen. Tujuan penelitian diharapkan mampu memberikan pandangan baru bagi narasumber yang merupakan masyarakat/pengelola restoran dan rumah makan di Kabupaten Ogan Ilir terkait kualitas produk pindang. Penelitian menunjukkan perubahan signfikan dalam pengelolaan produk pindang, baik Pindang Pegagan maupun Pindang Meranjat. Konsumen memberikan respon positif terhadap hasil produk pindang dengan pengelolaan baru yang telah diterapkan. Peningkatan daya jual terjadi dan nilai jual semakin baik, akan tetapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut melalui temuan data kuantitatif. Pada tahapan terakhir, narasumber sepakat untuk membentuk citra khas kuliner kedaerahan dari produk pindang yang dihasilkan. Dalam jangka panjang, keberhasilan tentunya akan membentuk daya tarik pemasaran kuliner dari Ogan Ilir dan yang berdampak pada pertumbuhan kunjungan wisatawan
Desain Fasilitas dan Lansekap Kafe RASA Medan Untuk Meningkatkan Kenyamanan dan Pengalaman Pengunjung
Cafes are one of the culinary businesses that are now in great demand by customers. Good landscape design and guaranteed business feasibility will provide security and comfort for visitors. One of the cafes that is a destination for visitors in Medan is the Rasa cafe. This study aims to understand in depth the application of landscape design and business feasibility standards at the Rasa cafe and the factors that influence its success based on the Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy (Permenparekraf) Number 4 of 2021. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out through interviews, documentation and field observations and using scientific journals as references. The results of this study indicate that the Rasa cafe has met business feasibility standards and has a minimalist design and landscape that has indoor and outdoor areas that are shady and provide comfort for visitors who come. However, because the location is not crowded, this cafe must increase its promotion so that it is better known to the general public.Kafe merupakan salah satu bisnis kuliner yang kini banyak diminati oleh pelanggan. Desain lansekap yang baik dan kelayakan usaha yang terjamin akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Salah satu kafe yang menjadi tujuan pengunjung di Medan adalah kafe Rasa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mengenai penerapan desain lanskap dan standar kelayakan usaha di Rasa kafe dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Permenparekraf) Nomor 4 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi serta observasi lapangan dan menggunakan jurnal-jurnal ilmiah sebagai referensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kafe Rasa sudah memenuhi standar kelayakan usaha serta memiliki desain dan lansekap yang minimalis yang memiliki ruangan indoor dan outdoor yang teduh memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang. Namun, karena lokasi yang tidak ramai Kafe ini harus meningkatkan promosi nya supaya lebih dikenal oleh khalayak ramai
Analisis Tren Pertumbuhan Wisatawan Pasca Pandemi Covid-19 Berdasarkan Jenis Akomodasi Di Yogyakarta
The global tourism industry, including the Yogyakarta Special District, is severely affected by the Covid-19 pandemicHowever, as a result of policies that supported and strengthened tourism infrastructure from 2020 to 2022, there has been considerable progress in the number of foreign and domestic tourist visits. This positive trend can continue and make a greater contribution to the development of a region. This study aims to identify the annual trend of growth of this group of travellers, select popular tourist attractions, and predict the trend of foreign and domestic tourist arrivals in Yogyakarta Special District based on the type of hotel in 2023. The basic sample of the research consists of 36 months from 2020 to 2022. The research was conducted quantitatively and focused on time series analysis using a linear trend model. The results of the study show that foreign tourists are far fewer than domestic tourists, but the trend in the percentage growth of foreign tourists from 2020 to 2022 is greater than the growth trend of domestic tourists; The growth of domestic and foreign tourists peaked in July 2020 and March 2022, respectively; Domestic tourists are more interested in nature sights, with Bantul Parangtritis Beach as their favourite location. Meanwhile, foreign tourists are more interested in historical attractions, with Yogyakarta's Taman Sari as their favourite; Forecasting the trend of foreign and domestic tourist arrivals to the Special Region of Yogyakarta for 2023 shows an increasing number with a decreasing growth percentage in the same period.Industri pariwisata global, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta sangat terdampak oleh pandemi covid-19. Namun, sebagai hasil dari kebijakan yang mendukung dan memperkuat infrastruktur pariwisata sejak tahun 2020 hingga 2022, terjadi kemajuan besar dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara. Tren positif ini dapat berlanjut dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk pembangunan suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren tahunan pertumbuhan kelompok wisatawan tersebut, menentukan objek wisata populer, dan melakukan prediksi tren kedatangan wisatawan asing dan nusantara di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan jenis bintang hotel pada tahun 2023. Sampel dasar penelitian terdiri dari 36 bulan dari tahun 2020 hingga 2022. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan berfokus pada analisis rangkaian waktu dengan menggunakan model tren linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, wisatawan mancanegara secara jumlah jauh lebih sedikit dari wisatawan nusantara, namun tren prosentase pertumbuhan wisatawan mancanegara dari tahun 2020 hingga 2022 lebih besar daripada tren pertumbuhan wisatawan nusantara; pertumbuhan wisatawan nusantara dan asing mencapai puncaknya masing-masing pada bulan Juli 2020 dan Maret 2022; Wisatawan di Indonesia lebih tertarik pada tempat wisata alam, dengan pantai Paringtritis Bantul sebagai lokasi favoritnya. Sementara wisatawan dari luar negeri lebih tertarik pada tempat wisata sejarah, dengan Taman Sari Yogyakarta sebagai tempat favoritnya; forecasting tren kedatangan wisatawan asing dan domestik ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tahun 2023 menunjukkan jumlah yang meningkat dengan prosentase pertumbuhan penurunan pada periode yang sama