Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
Not a member yet
302 research outputs found
Sort by
PESANTREN SEBAGAI MODEL LEMBAGA PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER
Pendidikan merupakan salah satu hak dasar warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki core value pada nilai dan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pesantren sebagai model lembaga pendidikan berbasis karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan model analisis deskriptif yang terdiri dari pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moral universal yang absolut hanya bisa diperoleh dari ajaran agama (the golden role), dan hanya pesantren yang menjadikan agama sebagai sumber utama penanaman nilai karakter. Pesantren memiliki lima pokok ajaran yang dikenal dengan panca jiwa pondok pesantren, yakni; (a). Jiwa keikhlasan; (b). Jiwa kesederhaan; (c). Jiwa ukhuwah islamiyah; (d). Jiwa kemandirian; (e). Jiwa kebebasan dalam berfikirEducation is one of the basic rights of citizen that should be filled with by the state. Islamic boarding School as one of the educational institution that has core value to the character This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using documentation, interviews, and observations. The data were analyzed using a descriptive analysis model consisting of data collection, and drawing conclusions (verification). This study uses a qualitative descriptive approach Absolute universal moral only be obtained from religious teaching (the golden role), Islamic boarding school made religion as a main source of character values. In this application, Islamic boarding school has five main teachings that known as the five spirit of Islamic boarding school, namely; (a). The spirit of sincerity; (b). The spirit of simplicity; (c). The spirit of ukhuwah Islamiyah; (d). The spirit of Self-reliance; (e). The spirit of freedom to think
PENDEKATAN BEYOND CENTRES AND CIRCLE TIME (BCCT) DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI RA MASYITHOH SAMPANGAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020. UNGARAN. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAI UNDARIS, 2022
Pendidikan anak usia TK/RA yang berkualitas mempunyai manfaat yang tidak berkesudahan. Anak pada fase usia ini memiliki sifat yang unik karena di dunia ini tidak ada satu pun anak yang sama, meskipun lahir kembar, mereka dilahirkan dengan potensi yang berbeda, memiliki kelebihan, kekurangan, bakat, dan minat masing- masing. Ada anak yang suka menyanyi, menari, IPA, matematika, bahasa, atau olahraga. Beyond Center and Circle Time atau pembelajaran sentra dan lingkaran merupakan model pembelajaran dengan konsep belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan Beyond Centres And Circle Time (BCCT) dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Islam serta faktor pendukung dan penghambat penerapan pendekatan Beyond Centres And Circle Time (BCCT) dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Islam di RA Masyithoh Sampangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi lapangan (field research) yaitu penelitian yang obyek utamanya pada kenyataan lapangan. Pendekatan yang penulis lakukan dalam memperoleh data yaitu langsung terjun ke obyek penelitian, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian diseleksi dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian di RA Masyithoh Sampangan ialah: 1) Penerapan pembelajaran Beyond Center and Circle Time (BCCT) di RA Masyithoh Sampangan adalah perencanaan dalam menetapkan apa yang mau dilakukan, kapan dan bagaimana cara melakukannya, serta membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target, mengembangkan perencanaan kegiatan pembelajaran yaitu Rencana Kegiatan Harian (RKH), Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), dan Rencana Kegiatan Bulanan (RKB). 2) Faktor Pendukung dan Penghambat a) Faktor yang mendukung antara lain:. Guru, kepala sekolah, anak, orang tua, sarana dan prasarana serta lingkungan b) faktor penghambat yaitu guru dan anakQuality Kindergarten/RA age children's education has endless benefits. Children at this age phase have unique characteristics because in this world no single child is the same, even though they are born with twins, they are born with different potentials, have their own strengths, weaknesses, talents, and interests. There are children who like singing, dancing, science, math, language, or sports. Beyond Center and Circle Time or learning centers and circles is a learning model with the concept of learning while playing or playing while learning in early childhood education. This study aims to determine the application of the Beyond Centers And Circle Time (BCCT) approach in inculcating Islamic Religious Education values as well as the supporting and inhibiting factors for implementing the Beyond Centers And Circle Time (BCCT) approach in inculcating Islamic Religious Education values at RA Masyithoh Sampangan. This study uses a qualitative method by conducting field studies (field research), namely research whose main object is the reality of the field. The approach that the author takes in obtaining data is to go directly to the object of research, using a qualitative approach, collecting data using interview, observation, and documentation techniques. The collected data is then selected and analyzed through data reduction, data presentation, and verification. The results of the research at RA Masyithoh Sampangan are: 1) The application of Beyond Center and Circle Time (BCCT) learning at RA Masyithoh Sampangan is planning in determining what to do, when and how to do it, as well as limiting targets and determining work implementation to achieve desired results. maximally through the process of determining targets, developing learning activity plans, namely the Daily Activity Plan (RKH), Weekly Activity Plan (RKM), and Monthly Activity Plan (RKB). 2) Supporting and Inhibiting Factors a) Supporting factors include:. Teachers, school principals, children, parents, facilities and infrastructure as well as the environment b) inhibiting factors, namely teachers and children
PENGARUH FAKTOR – FAKTOR DALAM PERSPEKTIF FRAUD TRIANGLE TERHADAP KECURANGAN PELAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016 – 2019)
This study empirically examines the effectiveness of Cressey’s (1953) fraud risk factor framework adopted in SAS No. 99 in detection of financial statement fraud. According to Cressey’s theory pressure, opportunity and rationalization are always present in fraud situations. The variables of the fraud triangle used is pressure proxied by ACHANGE, FREEC, and FINANCE, opportunity proxied by BDOUT, TRN, and CEO_TRN, rationalization proxied by AUDSWITCH. This population of study was company listed on the Stock Exchange, and then the samples were taken by purposive sampling criteria the company’s corporate criteria sanctioned from Otoritas Jasa Keuangan. The total sample of 106 companies that the company is comprised of 49 companies that commit fraud financial reporting and 57 companies that are not financial reporting fraud by the similarity of firms in the industry, the year and the amount of total assets of the company. This study uses logistic regression statistical. The results of this study indicate that the opportunities proxied by TRN and CEO_TRN, rationalization proxied by AUDSWITCH effect on financial statement fraud and pressure are proxied by ACHANGE, FREEC, FINANCE and opportunities proxied by BDOUT no effect on financial statement fraud
Prospek Sistem dan Budaya Politik di Indonesia
Sistem politik di Indonesia masih kental dengan sistem paternalisme dan oligarki. Hal ini justru dapat menghambat kemajuan sistem politik di Indonesia. Penulisan ini menggunakan teknik studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber yaitu artikel jurnal, berita, dan buku yang berkaitan dengan sistem dan budaya politik di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan sistem politik Indonesia ke depan yaitu peningkatan pelembagaan demokrasi dan SPI (Sistem Politik Indonesia) presidensialisme, serta penyesuaian pola kepemimpinan politik dan pemerintah. Peluang sistem politik Indonesia ke depan yaitu berpangku pada para pemuda yang memiliki peran penting dalam menentang sistem paternalisme dan oligarki yang sudah membudaya dan bisa mendobrak kemajuan sistem politik di Indonesia. Budaya politik masyarakat masih bersifat parokhialkaula dan parokhial-partisipan. Sikap ikatan primordialisme masih sangat mengakar dalam masyarakat Indonesia. Paternalisme dalam budaya politik Indonesia menjadikan pola orientasi dan sikap politik masyarakat bersifat patronage
KEMANDIRIAN DAN KEMERDEKAAN KEKUASAAN KEHAKIMAN DI INDONESIA
ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perkembangan kemerdekaan dan kemandirian kekuasaan kehakiman mulai awal Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan Orde Reformasi? (2) Bagaimana prinsip-prinsip kekuasaan kehakiman yang merdeka dan mandiri dalam menegakkan hukum dan keadilan?Pendekatan penelitian ini bersifat yuridis-normaif atau doktrinal, dalam kajian eksplanasi data secara socio-legal. Data penelitian ini diperoleh melalui studi dokumen atau pustaka, berupa bahan hukum, yakni bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukan: Pertama, perkembangan kekuasaan kehakiman di Indonesia sejak Awal Proklamasi, Orde Lama, dan Orde Baru tidak dapat menunjukkan independensi yang signifikan, karena kekuasaan kehakiman tidak dapat mandiri dan tidak bebas dari pengaruh dan intervensi kekuasaan lain (eksekutif). Baru pada masa Reformasi (mulai 1998) benih-benih independensi kekuasaan kehakiman mulai dapat ditumbuhkan. Kedua, kekuasaan kehakiman yang merdeka dan mandiri dalam menegakkan hukum dan keadilan, perlu adanya lima prinsip, yakni: (1) Lembaga peradilan yang tidak tersubordinasi oleh kekuasan lembaga lain; (2) Kebebasan berekspresi bagi para hakim mengembangkan kualitas profesinya; (3) Seleksi dan kualifikasi hakim atas dasar pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang dimilikinya; (4) Perlindungan dan kerahasiaan hakim dalam proses peradilan yang dilaksanakan; dan (5) Pendisiplinan, pemindahan dan pemberhentian hakim sesuai dengan prosedur hukum yang transparan dan objektif
KEBIJAKAN PIDANA KORPORASI DI INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN KORPORASI
ABSTRAKPeran korporasi mendominasi kehidupan sehari-hari, apalagi privatisasi meningkat. Bukan lagi negara yang menyediakan kebutuhan, tapi korporasi. Korporasi dapat meningkatkan kekayaan negara dan tenaga kerja, tetapi revolusi struktur ekonomi dan politik telah menumbuhkan korporasi-korporasi besar yang terlalu bergantung pada korporasi sehingga negara dapat didikte demi kepentingannya. Berdasarkan latar belakang di atas, maka timbul permasalahan bagaimana kebijakan perumusan hukum pidana saat ini dalam menghadapi tindak pidana korporasi, lalu bagaimana penerapan penegakan hukum pidana selama ini terhadap korporasi yang melakukan tindak pidana dan bagaimana kebijakan perumusan hukum pidana di menghadapi tindak pidana korporasi di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis bahan pustaka dan dokumen terkait. Selanjutnya data dianalisis secara normatif kualitatif dengan cara menginterpretasikan dan mengkonstruksi pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam dokumen dan peraturan perundang-undangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaturan sanksi pidana korporasi yang terdapat dalam keempat undang-undang tersebut tidak konsisten. Ketidaksesuaian penetapan atau pengenaan pidana maksimum yang dijatuhkan kepada korporasi juga tidak adanya keseragaman dalam menentukan kapan suatu korporasi dapat dikatakan melakukan tindak pidana, keseragaman dalam pengaturan siapa yang dapat dipertanggungjawabkan atau dituntut dan dipidana, serta sebagai rumusan jenis pidana yang dapat dijatuhkan kepada korporasi yang melakukan tindak pidana.
Dampak Kebijakan Work From Home Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020
Work Perfomance at WFH policy of PPNPN Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng is greatly influenced by discipline, creativity and responsibility. The problems in this research is to knowing the effect of discipline, creativity and responsibility at WFH Policy on Work Perfomance of PPNPN Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng. In this study the type of research used is explanatory research. The population referred to in this study are 134 employees. The results of a simple correlation analysis for disciplne variables on work perfomance obtained tcount 2.668, creativity on work perfomance obtained tcount 4.943 and responsibility on work perfomance obtained tcount 3.753. Based on the calculated F test obtained Fvalue 443,10. The conclusion from this research is Discipline, Creativity and Responsibility at WFH Policy have an significant effect on Work Perfomance of PPNPN Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng, both of partially and simultaneously
Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA dengan Model Pembelajaran Probing Prompting pada Siswa Kelas V
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan model pembelajaran probing promting pada siswa Kelas V SDN Bergaslor 02 Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas menggunakan model Tagget dan Kemmis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes untuk mengukur hasil belajar IPA siswa dan non tes untuk mengukur keterampilan guru dan aktivitas belajar IPA siswa. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif untuk mengolah hasil belajar siswa dan analisis kualitatif untuk mengolah data keterampilan guru dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model probing-promting dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada setiap siklusnya diperoleh data pada siklus I, rata-rata kelas 71,38 ketuntasan dengan ketuntasan klasikal 20 siswa atau 55,5%. Pada pelaksanaan tindakan siklus II diperoleh data hasil belajar dengan rata-rata kelas 79,7 dan persentase ketuntasan 72,2%. Pada pelaksanaan tindakan siklus III diperoleh data hasil belajar dengan rata-rata kelas 88,3 dan persentase ketuntasan 100%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV sudah memenuhi indikator keberhasilan yaitu sekurang-kurangnya 75% siswa mencapai nilai KKM ≥70 dengan nilai rata-rata kelas 88,3, siklus III meningkat sebesar 20 Siswa atau 55,6%.Kata Kunci: hasil belajar IPA, keterampilan guru, aktivitas belajar, model pembelajaran Probing Promtin
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR UNTUK INDUSTRI PAKAIAN JADI PT. MOD INDO - PRINGAPUS
PT. MOD Indo Pringapus is one of the garment industry players located in Pringapus District, their business activity is the manufacture of apparel with a market share of 100% exports to America. PT. MOD Indo is located on Jalan Raya Pringapus Candirejo in the Bumi Wahyu Warehousing Complex, Kali Kuning neighborhood, Pringapus Village, Pringapus District, Semarang Regency. PT. MOD Indo has an area of 21,117 m2, a total building area of 15,296 m2, and a total area of 5,821, m2 of open land. With number of employees reaching 1250 employees, the need for parking spaces for employees, raw material vehicles, and production transportation vehicles needs to be provided with a suitable place & adequate. The current condition based on the author's observations, there are still many parking arrangements that are not in place due to the very limited condition of the land and parking buildings. Seeing these conditions, it is necessary to plan for the provision of parking facilities. From the results of the survey on the availability of parking at the location, the parking capacity that is owned can accommodate 25 car parking lots and 800 motorbike parking lots. The parking area used is approximately 1500 m2. The parking requirements that need to be provided are 50 SRP for Cars, 192 SRP for Motorcycles and 10 SRP for Trucks, while the required land area includes circulation of 1,674.4 m2. Based on the results of the analysis above and the description of the next few years where the rate of vehicle development is estimated at around 10% per year, the authors can conclude that the performance of parking spaces for current conditions does not meet the needs of existing users so that there needs to be improvements in parking space arrangements including the addition of new parking spaces
Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Demokratis di Amerika Serikat
Citizenship education provided by each country aims to guide and shape the character of good citizens and create democratic citizens. The United States of America is a country that initiates citizenship education lessons and is one of the superpowers in the world because of its economic and political strength. The method used in writing this article uses the literature review method with the main data source, namely library data, consisting of books, journals, and internet sites related to the topic. The data analysis technique used in this article is content analysis. The discussion of this article is focused on the national policy and content of the civic education curriculum in the United States which can be assessed as civic education leading closer to the continuum of maximal civic education.Keywords: citizenship education, democratic, United States of America