Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
Not a member yet
302 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS PENINGKATAN JALAN DURIAN RAYA KOTA SEMARANG)
Semarang in the development of the next 20-50 years will experience many impacts of delays in traffic movement in it. To overcome the various impacts that arise, the development of a road network is an important option. The alternative choice of road network development solutions must be selective in choosing the location. One of the strategic choices at this time is the Outer Ring Road (outer ring road) Semarang. The Outer Ring Road is expected to divert the continuous flow not through the center of Semarang City, thereby reducing the possibility of delays in the center of Semarang City. This alternative is also expected to develop the Semarang City area. This alternative solution is expected to support the development of Semarang City into a Metropolitan City with smooth traffic movement. The development of Semarang City in the next 20-50 years is expected to be more friendly and provide a sense of security and comfort to its residents as expected in the vision of the City of Semarang (Nugroho, 2009). Physical facilities and infrastructure (infrastructure) in an area are very important and vital for the running of the economic wheels of the local community, the accumulation of increasing people's living standards will be driven automatically by the good or bad conditions and conditions of the existing facilities and infrastructure. One of these infrastructure facilities which quite main is the road. With good road infrastructure, it is easier to access from one place to another, so that economic growth in the area will be faster. Where on Jl. Durian Banyumanik Semarang city is an access road for entry and exit from the Banyumanik toll gate to the southern part of the city of Semarang, to be precise towards Jl. Setia Budi, Jalan Durian Banyumanik, is planned by the City Government to later become one of the supporting roads for the Semarang Outer Ring Road (SORR).Keywords: Semarang, SORR, facilities, infrastructur
KEBIJAKAN DAN IMPLIKASI YURIDIS PELANGGARAN HAK CIPTA OLEH GRUP KOMEDIAN WARKOPI TERHADAP GRUP KOMEDIAN WARKOP DKI
ABSTRAK Beberapa saat lalu dunia maya dihebohkan dengan kemunculan tiga pemuda yang mempunyai paras yang mirip dengan tokoh-tokoh lawas Indonesia, Warkop DKI. Tiga pemuda tersebut dikenal dengan sebutan Warkopi yang telah aktif menayangkan sketsa-sktesa komedi dan mulai muncul di layar televisi karena kemiripan mereka dengan grup komedian Warkop DKI yang kemudian di protes oleh salah satu anggota Komedian Warkop DKI, yaitu Indro, yang mengatakan bahwa belum ada koordinasi dari pihak Warkopi maupun manajemennya untuk mengkomersilkan Warkopi yang muncul atas dasar kemiripan anggotanya dengan grup komedi Indro, Warkop DKI. WARKOP DKI telah mendaftarkan mereknya pada 2004 lalu dengan nomor agenda IDM000047322, IDM000551495, IDM000557440, IDM000557441. Sehingga, jika Warkopi memparodikan gaya Warkop DKI, membuat cerita dari adegan film, melakukan lipsync dari suara asli, menggunakan foto karakter anggota Warkop DKI dan meletakkannya secara berdampingan agar terlihat mirip kemudian ditampilkan dalam berbagai youtube channel serta program televisi, maka tindakan tersebut merupakan bentuk pemanfaatan ekonomi. Dan apabila tindakan tersebut dilakukan tanpa izin, maka Warkopi sama saja melakukan pelanggaran hak ekonomi. Warkopi dapat dituntut secara pidana karena dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta melakukan hak ekonomi untuk penggunaan secara komersial dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500 juta. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kebijakan hukum dan implikasi yuridis terhadap kasus pelanggaran hak cipta oleh Warkopi. Kata Kunci: Kebijakan Hukum, Pelanggaran, Hak Cipta
Pendidikan Tolerasi Al-Ghazali Dalam Melawan Tindak Kekerasan Di Indonesia
Tindak kekerasan bukanlah fenomena baru di Indonesia. Orde Baru memobilisasi preman dan geng pemuda untuk menyerang komunis dan kemudian mensponsori mereka masuk ke organisasi seperti Pemuda Pancasila. Setiap tahun, catatan tindak kekerasan menunjukkan kecenderungan untuk memecahkan rekor sebelumnya dengan impunitas. Badan-badan anti-tindak kekerasan belum berhasil mengidentifikasi motif pelakunya secara akurat. Lebih jauh lagi, budaya akhlaq dan konteks kelembagaan yang akan menjadikan tindak kekerasan sebagai sesuatu yang dibenci, dihindari, tidak menarik dan tidak menguntungkan belum dikembangkan. Budaya akhlaq seperti itu akan membantu dalam membina para pemimpin dan warga negara yang sensitif secara akhlaq dan berkomitmen untuk kemudian mengakui bahwa pemberantasan tindak kekerasan dalam segala bentuknya sebagai tugas mereka yang sah dan terhormat. Artikel ini membahas masalah tindak kekerasan di Indonesia menggunakan metode filosofis analisis reflektif, evaluasi dan penawaran. Penulis berpendapat bahwa pandangan Imam al-Ghazali tentang toleransi sangat kurang dimanfaatkan. Pandangan toleransi dengan referensi untuk memerangi tindak kekerasan, dipahami sebagai terdiri dari tiga elemen yaitu: intlektual (kesadaran), sosial (sensitivitas) dan spiritual (komitmen untuk bertindak). Makalah ini mengusulkan bagaimana pandangan toleransi al-Ghazali dapat dipromosikan dan kemungkinan menjawab tantangan yang harus dihadapi dalam proses di tingkat individu dan masyarakat menuju Indonesia yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan budaya perdamaian. Violence is not a new phenomenon in Indonesia. The New Order mobilized thugs and youth gangs to attack the communists and then sponsored their entry into organizations such as Pancasila Youth. Every year, records of acts of violence show a tendency to break previous records with impunity. Anti-violence agencies have not been able to accurately identify the motives of the perpetrators. Furthermore, a culture of morality and an institutional context that would make violence something to be despised, avoided, unattractive and unprofitable has not yet been developed. Such a culture of morality will help in cultivating leaders and citizens who are morally sensitive and committed to recognizing the eradication of violence in all its forms as their legitimate and honorable duty. This article discusses the problem of acts of violence in Indonesia using the philosophical method of reflective analysis, evaluation and offering. The author argues that Imam al-Ghazali's views on tolerance have been grossly underused. The view of tolerance with reference to combating acts of violence, is understood as consisting of three elements namely: intellectual (awareness), social (sensitivity) and spiritual (commitment to action). This paper proposes how al-Ghazali's view of tolerance can be promoted and possibly respond to challenges that must be faced in the process at the individual and community levels towards an Indonesia that is socially just for all Indonesian people with a culture of peace.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BAGI PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL IKHLAS GOWONGAN UNGARAN BARAT KAB. SEMARANG
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memegang peranan penting dalam ikut meningkatkan sumber daya manusia. Hadirnya Pondok Pesantren Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat juga menyelaraskan pendidikan agama dan pendidikan kemandirian melalui program kewirausahaan, agar setelah dewasa nanti santri tidak hanya memiliki akhlak yang baik namun juga dapat hidup mandiri. Pondok Pesantren Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat Kab. Semarang telah melaksanakan pendidikan kewirausahaan dengan berbagai jenis usahanya. Tujuan peneliti mengadakan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penerapan pendidikan kewirausahaan bagi pengembangan kemandirian santri di Pondok Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat Kab, Semarang. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pendidikan kewirausahaan bagi pengembangan kemandirian santri di Pondok Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat Kab, Semarang. (3) untuk mengetahui kontribusi pendidikan kewirausahaan bagi pengembangan kemandirian santri di Pondok Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat Kab, Semarang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, karena bermaksud menggambarkan, mengungkap, dan menjelaskan pendidikan kewirausahaan bagi pengembangan kemandirian santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakanmetode interaktif dengan langkah meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan pendidikan kewirausahaan bagi pengembangan kemandirian santri di Pondok Peasntren Al-Ikhlas dengan menerapkan nilai-nliai Islam yaitu kejujuran, sabar, tawakal, silaturahmi,toleran, dan kerjasama. (2) faktor pendukung: internal adalah SDM dari santri, Bapak Kiai, dan keluarga besar pesantren. Eksternal: relasi dari Bapak Kiai. Faktor Penghambat: Internal: masalah modal dan santri yang masih labil pola pikirnya. Eksternal: persaingan dengan pengusaha lain. (3) kontribusi pendidikan kewirausahaan di Pondok pesantren Al-Ikhlas yaitu dapat membantu kebutuhan keseharian santri, dan membekali ilmu kewirausahaan yang dapat membantu untuk kemandiriannya setelah pulang nanti. Pesantren as an Islamic educational institution plays an important role in participating in improving human resources. The presence of the Al-Ikhlas Gowongan Islamic Boarding School Ungaran Barat also harmonizes religious education and independence education through entrepreneurship programs, so that when they grow up, students will not only have good morals but can also live independently. Al-Ikhlas Islamic Boarding School Gowongan Ungaran Barat Kab. Semarang has implemented entrepreneurship education with various types of businesses. The objectives of this research are: (1) To determine the application of entrepreneurship education for the development of independence of students at Pondok Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat Kab, Semarang. (2) To determine the supporting factors and inhibiting factors of entrepreneurship education for the development of independence of students at Pondok Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat Kab, Semarang. (3) to find out the contribution of entrepreneurship education to the development of the independence of students at Pondok Al-Ikhlas Gowongan Ungaran Barat Kab, Semarang.This research is a qualitative descriptive research, because it intends to describe, reveal, and explain entrepreneurship education for the development of independence of students at the Al-Ikhlas Islamic Boarding School. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The data analysis technique uses an interactive method with steps including data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.The results showed that (1) The application of entrepreneurship education for the development of the independence of students at Pondok Pesantren Al-Ikhlas by applying Islamic values, namely honesty, patience, trustworthiness, friendship, tolerance, and cooperation. (2) supporting factors: internal are the human resources of the santri, Mr. Kiai, and the extended family of the pesantren. External: relations from Mr. Kiai. Inhibiting Factors: Internal: capital problems and students who are still unstable in their mindset. External: competition with other entrepreneurs. (3) the contribution of entrepreneurship education at the Al-Ikhlas Islamic Boarding School, which can help the daily needs of students, and provide entrepreneurial knowledge that can help them to be independent after returning home.
URGENSI RANCANGAN UNDANG-UNDANG MASYARAKAT ADAT DITINJAU DARI KONFLIK WARGA ADAT TORUAKAT DI SULAWESI UTARA
ABSTRAK Konflik yang terjadi antara Masyarakat Adat Toruakat dengan PT. Bulawan Daya Lestari, di Bolaang Mongondow – Sulawesi Utara, yang mengakibatkan 1 (satu) orang warga adat tewas dan 4 (empat) orang warga adat lainnya luka-luka, dapat dikatakan menguak fakta bahwa Pemerintah tidak dapat hadir untuk melindungi masyarakat adat. Perlindungan, pemenuhan, dan pengakuan terhadap masyarakat adat seharusnya bertalian dengan substansi hak asasi manusia yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Artinya, adanya pengukuhan dalam konstitusi tidak hanya sebatas pengakuan hak konstitusional masyarakat adat, melainkan juga harus menjamin terpenuhinya hak-hak konstitusional tersebut. Terjadinya konflik tersebut pada akhirnya dapat menunjukan bahwa terdapat urgensi Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa urgensi Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat ditinjau dari konflik Warga Adat Toruakat di Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, dengan sumber data sekunder sebagai data utama, selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif
Komparasi Strategi Relationship Marketing Dan Pelayanan Prima Dengan Strategi Peningkatan Fee
This study tested the 2 (two) corporate strategy funding, PT Adira DMF Relathionship with strategy and excellent service while its competitors, PT. Suzuki Finance Indonesia uses the strategy of Fee. This research seeks answers to whether the granting Fee factors other than in the form of cash, is there any other factors that may affect the decision of the dealer to give order to the Financing Institution. The results of this research is the Relationship Marketing strategy and excellent service can affect the decision of granting the order to the Institution by denying Financing amount of Fee is received
Analisis SWOT Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Era New Normal di Kampus Undaris
The Covid-19 pandemic has changed all sectors of human life, including the world of education and teaching. The transformation of teaching experienced massive changes, ranging from teaching styles, learning models to learning evaluation. However, the relaxation of social access restrictions in early 2022 provides an opportunity for face-to-face learning to be held. The purpose of this study was to analyze the readiness of face-to-face learning in the new normal era with a SWOT matrix analysis for Undaris students. This research method is qualitative to formulate the readiness needed in carrying out limited face-to-face learning. The subjects of this study were all Undaris students. Meanwhile, data collection uses a questionnaire with the help of the google form application. The results obtained four formulations from the SWOT analysis, namely the Strength–Opportunities (SO) strategy, Weaknesses–Opportunities (WO), Strength–Threats (ST), and Weaknesses–Threat (WT) strategies, among others, improving the quality and standards of learning, restoring commitment students, evaluation of new building construction activities, and adjustment of lecture halls. The conclusion in this study is that the SWOT analysis in limited face-to-face learning can be used as a reference and input in improving learning standards for lecturers, students, and institutions so that the quality of learning at Undaris is maintained and optimal.Keywords: SWOT analysis, face-to-face learning, new norma
Strategi Guru Bidang Studi PKn dalam Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi Pancasila di SMK PGRI 3 Salatiga
This article discusses about the strategy of civic education teacher in instilling democratic values of Pancasila at SMK PGRI 3 Salatiga. This study used a qualitative approach. The informants in this study were 1 teacher and 20 students of class XI. The data collection techniques carried out in this study used observation, interviews, and documentation. Data analysis includes three steps : data categorization, data description, and conclusions. The results showed that the strategy of civic education teacher in instilling democratic values of Pancasila at SMK PGRI 3 Salatiga was by using learning models or methods including discovery learning, problem based learning, and project based learning. However of the three models or methods, teacher tend to use discovery learning and use approaches related to the democratic values of Pancasila in every learning process, both in the classroom and outside the classroom.Keywords: teacher strategy, democratic values of Pancasil
MANAJEMEN STRATEGIK DALAM MEWUJUDKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MTs NEGERI 7 KEBUMEN
Manajemen strategik memiliki peran urgen dalam peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana perencanaan strategik dalam mewujudkan kualitas pendidikan di MTs Negeri 7 Kebumen (2) Bagaimana pelaksanaan manajemen strategik dalam mewujudkan kualitas pendidikan di MTs Negeri 7 Kebumen (3) Bagaimana evaluasi manajemen strategik dalam mewujudkan kualitas pendidikan di MTs Negeri 7 Kebumen.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, data yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi, serta dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen strategik dalam mewujudkan kualitas pendidikan di MTs Negeri 7 Kebumen. Pada kajian manajemen strategik dalam mewujudkan kualitas pendidikan di MTs Negeri 7 Kebumen ini, menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan strategik di MTs Negeri 7 Kebumen meliputi empat kegiatan yaitu pengembangan visi, misi, dan tujuan, perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang, identifikasi faktor internal dan eksternal, serta penyusunan strategi. (2) Pelaksanaan manajemen strategik diMTs Negeri 7 Kebumen mancakup empat kegiatan yaitu menentukan kebijakan madrasah, memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan, mengalokasikan sumber daya manusia, dan mengembangkan budaya strategi. (3) Evaluasi manajemen strategik di MTs Negeri 7 Kebumen meliputi tiga kegiatan yaitu memonitor seluruh hasil, mengukur kinerja individu dan madrasah, mengambil langkah perbaikan. Kata Kunci : manajemen strategik, kualitas pendidikan Strategic management has an urgent role in improving the quality of education. This study aims to determine: (1) How strategic planning in realizing the quality of education in MTs Negeri 7 Kebumen (2) How to implement strategic management in realizing the quality of education in MTs Negeri 7 Kebumen (3) How to evaluate strategic management in realizing the quality of education in MTs Negeri 7 Kebumen. This research is a descriptive qualitative research, the data collected through the methods of observation, interviews, documentation, triangulation, and analyzed by descriptive analysis techniques. This study aims to determine the process of planning, implementing, and evaluating strategic management in realizing the quality of education at MTs Negeri 7 Kebumen. In this study of strategic management in realizing the quality of education at MTs Negeri 7 Kebumen, it shows that: (1) Strategic planning at MTs Negeri 7 Kebumen includes four activities, namely developing vision, mission, and goals, short, medium and long term planning, identifying factors internal and external, as well as strategy formulation. (2) The implementation of strategic management at MTs Negeri 7 Kebumen includes four activities, namely determining madrasa policies, motivating educators and education staff, allocating human resources, and developing a strategic culture. (3) Evaluation of strategic management at MTs Negeri 7 Kebumen includes three activities, namely monitoring all results, measuring individual and madrasa performance, and taking corrective steps
PENERAPAN TINDAK PIDANA PADA KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS TERHADAP PELANGGARAN PASAL 359 KUHP ( STUDI KASUS PADA POLRES SEMARANG )
ABSTRAKKecelakaan lalu lintas menjadi bukti lemahnya tingkat disiplin dan kepatuhan para pemakai jalan terhadap tata tertib dan peraturan lalu lintas yang ada dijalan. walupun ada faktor lain selain faktor manusia, seperti faktor kendaraan (sarana), faktor jalan (prasarana) dan faktor lingkungan (alam). Di antara faktor-faktor tersebut, faktor manusia merupakan faktor yang paling menentukan terjadinya kecelakaan lalu lintas, sebab kelemahan-kelemahan yang timbul dari faktor-faktor lain dapat diatasi apabila pengemudi berlaku hati-hati, taat pada peraturan lalu lintas dan memperhatikan serta menyiapkan kendaraan sebelum berangkat, demikian pula dalam menjalankan kendaraannya diperlukan untuk berhati-hati untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hasil dalam penelitian ini ditemukan bahwa Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan setiap kecelakaan yang dialami, menghambat kinerja kepolisian dalam melakukan pelayanan untuk menangani kecelakaan. Dengan tidak melaporkan kecelakaan yang terjadi, bukanlah hal yang baik pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, pasti akan berbuntut yang kurang mengenakkan. Kewajiban masyarakat terhadap kecalakaan lalu lintas yang terjadi menurut Pasal 359 KUHP. Kemudian yang menjadi faktor utama masyarakat Kabupaten Semarang melanggar lalu lintas ialah kesadaran masyarakat yang rendah akan ketertiban dan keselamatan diri sendiri serta orang lain. Karena untuk mencapai suatu ketertiban hukum tentunya berhubungan dengan bagaimana penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Apabila penegakan hukum lemah maka akan berpengaruh pada kesadaran hukum bagi masyarakat