Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
Not a member yet
    302 research outputs found

    METODOLOGI GROUNDED THEORY

    Get PDF
    ABSTRACTGrounded theory was first introduced by Glasser and Strauss in The Discovery of Grounded Theory (1967). The main purpose, first rationalizing the theory that is grounded, processed and developed by data processing activities during the research process takes place. According to Glaser and Strauus, this type of theory "bridges the gap between theoretical research and empirical research. The second objective is to formulate the logic and characteristics of grounded theory. Whereas the third is to legitimize qualitative research. Grounded theory is a systematic qualitative research procedure, in which the researcher is a theory that explains concepts, processes, actions, or interactions regarding a topic at a broad conceptual level. For that purpose, what is needed in the process towards theory is a planned and systematic procedure. Grounded theory is a general methodology for developing theory.Grounded theory is almost the same as other theories used in qualitative research. The data sources needed are the same, which includes interviews and field observations. The difference between this methodology and other qualitative methodologies lies in the development of theory. Researchers can achieve any theoretical goal when using grounded theory procedures. It's just that some grounded theory research tends to lead to the development of substantive theories. Grounded theory diperkenalkan pertama kali oleh  Glasser dan Strauss dalam The Discovery of Grounded Theory (1967). Tujuan utamanya, pertama merasionalisasikan teori yang digroundedkan ,diolah dan dikembangkan oleh aktivitas pengolahan data  selama proses penelitian berlangsung. Menurut Glaser dan Strauus ,teori jenis ini “menjembatani kesenjangan yang terjadi antara penelitian teoritis  dengan penelitian empiris. Tujuan kedua adalah merumuskan logika dan ciri khas dari grounded theory. Sedangkan ketiga adalah melegitimasi penelitian kualitatif. Grounded theory merupakan prosedur penelitian kualitatif yang sistematik, dimana peneliti suatu teori yang menerangkan konsep, proses, tindakan, atau interaksi mengenai suatu topic pada level konseptual yang luas. Untuk maksud itu, yang diperlukan dalam proses menuju teori itu adalah prosedur yang terencana dan teratur (sistematis). Grounded theory  adalah metodologi umum untuk mengembangkan teori. Grounded theory hampir sama  dengan teori-teori lain yang digunakan di dalam penelitian kualitatif. Sumber data yang diperlukan sama yakni meliputi wawancara dan observasi lapangan. Perbedaan metodologi ini dengan metodologi kualitatif lain terletak pada pengembangan teori. Para peneliti bisa mencapai tujuan teoritis apa saja ketika menggunakan prosedur grounded teory. Hanya saja sebagian penelitian grounded theory cenderung mengarah pada pengembangan teori substantive.

    ANALISIS HUBUNGAN PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2011-2015

    No full text
    Pembangunan perekonomian tidak dapat lepas dari pengaruh investasi. Arus Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) diharapkan menjadi motor didalam percepatan pembagunan ekonomi dan memberi dampak positif pada pertumbuhan, sedangkan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak positif dengan menurunkan angka ketimpangan pendapatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan variabel pertumbuhan ekonomi, Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) jangka pendek maupun jangka panjang dan ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Timur. Metode analisis menggunakan regresi panel pada runtun waktu tahun 2011-2015 dan data cross section 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanamna Modal Dalam Negeri (PMDN) jangka pendek berpengaruh negatif, namun dalam jangka panjang akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dilihat dari pertumbuhan PDRB Provinsi Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek berpengaruh negatif, namun dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Timur yang dilihat dengan indeks gini

    PENERAPAN MODEL COMPLETE SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS II SDN 3 BANYUPUTIH KECAMATAN KALINYAMTAN KABUPATEN JEPARA

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SD Negeri 3 Banyuputih Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, dikarenakan guru kurang tepat dalam menggunakan model pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini: apakah model pembelajaran complete sentence dapat meningkatkan hasil belajar pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SDN 3 Banyuputih Kecamatan Kalinyamtan Kabupaten Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model complete sentence pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SD Negeri 3 Banyuputih Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Lokasi penelitian di kelas II SD Negeri 3 Banyuputih Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Subyek penelitian sebanyak 15 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Instrumen penelitian adalah soal tes dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan (1) analisis data kuantitatif untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar dan klasikal siswa, dan (2) analisis data kualitatif untuk mengetahui analisis hasil observasi keterampilan guru dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I hasil belajar siswa tuntas 11 siswa (73%). Keterampilan guru dengan nilai 77 (Baik). Aktivitas 11 siswa berkategori baik (B), 2 siswa berkategori cukup (C) dan 2 siswa berkategori kurang (D). Pada siklus II hasil belajar siswa tuntas 13 siswa (86%). Keterampilan guru dengan nilai 100 (Amat Baik). Aktivitas 9 siswa berkategori amat baik (A) dan 6 siswa berkategori baik (B

    PERBANDINGAN ANTARA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DENGAN PQRST PADA HASIL BELAJAR SISWA DI SDN JAMBU 02 KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi. Rumusan masalahnya yaitu apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe scramble dengan PQRST dalam mata pelajaran IPA kelas V SDN Kuwarasan 01 dan SDN Jambu 02 Kabupaten Semarang. Dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe scramble dengan PQRST dalam mata pelajaran IPA kelas V SDN Kuwarasan 01 dan SDN Jambu 02 Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Lokasi dan waktu penelitian yaitu di SDN Kuwarasan 01 dan SDN Jambu 02. Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN Kuwarasan 01 dan SDN Jambu 02 yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini menggunnakan quasi eksperimental design. Instrumen yang digunakan adalah soal tes berbentuk pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis uji independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe scramble dengan PQRST pada kelas V SDN Kuwarasan 01 dan SDN Jambu 02 Kabupaten Semarang. Rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 1 sebesar 84,44 dan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 2 sebesar 79,09. Hasil uji t menunjukkan sig = 0,039 < 0,05. Hal ini dapat diartikaan bahwa Ha yang berbunyi ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe scramble denggan PQRST dalam mata pelajaran IPA kelas V SDN Kuwarasan 01 dan SDN Jambu 02 Kabupaten Semarang diterim

    KEMAMPUAN SISWA KELAS V SDI AL-AZHAR 22 SALATIGA DALAM MELUKIS MENGGUNAKAN MEDIA PENSIL WARNA

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas V SDI Al-Azhar 22  Salatiga dalam melukis menggunakan media pensil warna, serta kendala apa saja yang dihadapi siswa dalam melukis menggunakan media pensil warna. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu metode prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mendeskripsikan keadaan objek peneliti secara apa adanya. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDI Al-Azhar 22  Salatiga secara keseluruhan dan guru bidang studi Seni Budaya SDI Al-Azhar 22  Salatiga. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V  sebanyak 36 siswa, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analilis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan statistik sederhana. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas V SDI Al-Azhar 22 Salatiga dikategorikan masih kurang mampu dalam melukis menggukan media pensil warna. Kendala yang dihadapi siswa tidak adanya bimbingan dan latihan khusus bagi siswa yang berbakat maupun yang tidak berbakat, dan mereka kurang memiliki ide atau inspirasi, kreativitas dan motivasi serta merasa kurang berbakat dalam belajar melukis. Karena kurangnya pengetahuan siswa tentang prinsip-prinsip seni lukis yang bena

    Pegelolaan Bersama Tiga Sekolah Dasar Dalam Satu Lokasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pengelolaan sekolah secara bersama oleh tiga kepala sekolah, meliputi visi dan misi, peran dan tanggung jawab, dan pola pemecahan konflik. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi moderat, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara snowball sampling. Data dianalisis dengan alur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini antara lain pengelolaan tiga sekolah melibatkan semua komponen sekolah, terjadi kesepakatan membentuk kelas unggulan dari ketiga sekolah, ketiga sekolah dengan satu komite sekolah, persaingan antar sekolah dapat dikurangi, sinergi karakter kepala sekolah yang berbeda dapat menjadi kekuatan, dan konflik interpersonal, intrapersonal dan interorganisasi dapat dikelola secara efektif

    Pesantren, Sebuah Model Lembaga Pendidikan Islam

    No full text
    Ada berbagai macam lembaga pendidikan yang kita kenal di Indonesia, dari jenjang tingkat dasar sampai pada jenjnang perguruan tinggi, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Dalam Islam, ada lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan, baik dalam sistem pengajaran maupun pola perilaku keseharian yang bertujuan membentuk kepribadian akhalqul karimah, dengan nuansa kesederhanaan yang mengacu ada prinsip-prinsip pendidikan Islam. Pesantren merupakan kawah candradimuka yang menanamkan ilmu agama sekaligus membentuk kepribadian Islami. Itulah yang menjadikan pesantren berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya

    NUSYUZ DAN DISHARMONI RUMAH TANGGA

    Get PDF
    The purpose of this research is to answer the question of how the description of nusyus and gender violence in islam and what factors cause it and also about gender violence among muslims in Indonesia. This research also wants to express the efforts to overcome the discourse of gender violence among the muslims of Indonesia.this type of research is content analyst research. That is a form of research that aims to explore the contents or meaning of symbolic message in abook or other work. The researcher tried to review the contents of book of fiqh circulating in indonesia especially related to women which resulted in the discourse of gender violence. In thes case will be expressed various religious interpretations of the scholars of both the salaf and the khalaf, so that looks root case of the discourse of gender violence occured in almost all place and countries that lasted for a long time. In the book of Fiqh, gender violence influences the mind and pattern of religious behaviour of most muslims in our country. Some of the books of fiqh circulating in pesantren, schools and other. Islamic studies institution still do not show any gender equality. Abstrak Penelitian ini bertujuan ingin menjawab permasalahan bagaimana gambaran wacana nusyuz dan kekerasan gender dalam Islam dan faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya nusyuz dan kekerasan gender di kalangan umat Islam di Indonesia. Penelitian ini juga ingin mengungkap upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi wacana kekerasan gender di kalangan umat Islam di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis konten (content analysis), yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menggali isi atau makna pesan simbolik dalam sebuah buku atau hasil karya lainnya. Dengan penelitian analisis konten peneliti mencoba mengkaji kembali isi kitab-kitab fikih yang beredar di Indonesia terutama yang terkait dengan perempuan yang mengakibatkan terjadinya wacana kekerasan gender. Dalam hal ini akan diungkap berbagai tafsir keagamaan dari para pakar (ulama) baik dari kalangan salaf (ulama terdahulu) maupun kalangan khalaf (ulama modern), sehingga terlihat akar penyebab terjadinya wacana kekerasan gender dalam Islam.Temuan hasil penelitian, secara umum kekerasan gender (tepatnya: kekerasan berperspektif gender) terjadi di hampir semua tempat dan negara dan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Kekerasan gender dalam Islam yang ditunjukkan dalam kitab fikih banyak mempengaruhi pola pikir dan pola perilaku keagamaan sebagian besar umat Islam di belahan bumi ini, termasuk di kalangan masyarakat Muslim di negara kita, Indonesia. Sebagian dari buku-buku fikih yang beredar di pesantren, sekolah (madrasah), dan lembaga-lembaga pengkajian Islam lainnya masih belum menunjukkan adanya kesetaraan gender

    STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS

    Get PDF
    AbstractIslamic studies have changed the Methodology over time in accordance with the times. Those changes the bring about a variety of dynamic thoughts. In the islamic world. Religion as a chain of authoritative tradition implies that religions need to be understood as religion, not because the believe or not to god, spirit or some transcendent form, but because their belief transmits and remforces the authority of tradion. Religion as the transmission of an authoritative tradition gives us away to study religion without incorporating the theological agenda and also provide space for a wide range of perspectives including past modern or pas colonial criticism.Studi Islam mengalami perubahan-perubahan metodologi dari waktu ke waktu sesuai dengan tuntutan zaman. Perubahan-perubahan itu kemudian memunculkan beragai dinamika pemikiran yang dinamis  di dunia Islam. Agama sebagai mata rantai tradisi otoritatif menyiratkan bahwa agama-agama perlu dipahami sebagai agama, bukan karena mereka percaya atau tidak percaya kepada Tuhan, spirit atau sebagian bentuk transenden, namun karena kepercayaan mereka mentransmisikan dan memperkuat otoritas tradisi. Agama sebagai transmisi tradisi otoritatif memberikan kepada kita satu jalan untuk mempelajari agama tanpa memasukkan agenda teologis, sembari memberikan ruang untuk berbagai perspektif yang utuh, termasuk kritik-kritik posmodern atau poskolonial

    PEMIKIRAN TASAWUF IMAM AL-GHAZALI DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Get PDF
    AbstractImam al-Ghazali is very popular among Muslims. Muslims are very rare who do not know this character. A number of books by Imam al-Ghazali became the object of study in various Islamic educational institutions, ranging from pesantren to Islamic universities, both at home and abroad. This research is qualitative research including character research. The purpose of this research is to know the thoughts of Sufism of Imam al-Ghazali about Islamic education. The findings of this research are that Imam al-Ghazali was born in a small village of Ghazalah, Kota Thus Province Khurasan Persi region (Iran) in 450 AH / 1058 AD His features are including Sunni tasawuf based on the doctrine ahlu sunnah wal jama'ah. According to him, repentance is the first thing that must be passed by a salik, in other words, no salik is not through this maqam repentance. This is what is called the takhalli phase. It empties itself of both sins to God and to others who are potentially polluting the heart of a salik. After undergoing takhalli phase, after that, the salik enters tahalli phase, which adorns itself with good morals, not just morals good to man but also to God. Salik must undergo the next maqam-maqam like maqam zuhud, patience, syukr, tawakkal, and ridha to arrive at the phase of tajalli. Some of the main doctrines of Sufism of Imam al-Ghazali, namely tawheed, makhafah, mahabbah, and ma'rifat. From these principal teachings was born the concept of taubah, shabr, zuhud, tawakkal, and ridla.Imam al-Ghazali sangat populer di lingkungan umat Islam. Umat Islam amat jarang yang tidak mengenal tokoh ini. Sejumlah kitab karya Imam al-Ghazali menjadi obyek kajian di berbagai lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi Islam, baik di dalam maupun di luar negeri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif termasuk penelitian  tokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran tasawuf Imam al-Ghazali tentang pendidikan Islam. Temuan penelitian ini adalah Imam al-Ghazali dilahirkan di suatu kampung kecil Ghazalah, Kota Thus Propinsi Khurasan wilayah Persi (Iran) pada tahun 450 H/1058 M. Corak pemikirannya adalah termasuk tasawuf sunni yang berdasarkan doktrin ahlu sunnah wal jama’ah. Menurutnya, taubat adalah hal pertama yang harus dilalui oleh seorang salik, dengan perkataan lain, tak ada salik yang tak melalui maqam taubat ini. Inilah yang disebut sebagai fase takhalli.Yaitu mengosongkan diri dari dosa-dosa baik kepada Allah maupun kepada sesama yang potensial mengotori hati seorang salik. Selesai menjalani fase takhalli, setelah itu, salik memasuki fase tahalli, yaitu menghiasi diri dengan akhlak yang baik, bukan hanya berakhlak baik kepada manusia melainkan juga kepada Allah. Salik harus menjalani maqam-maqam berikutnya seperti maqam zuhud, sabar, syukr, tawakkal, dan ridha untuk sampai pada fase tajalli. Beberapa doktrin pokok tasawuf Imam al-Ghazali, yaitu tauhid, makhafah, mahabbah, dan ma’rifat. Dari ajaran-ajaran pokok ini lahir konsep taubah, shabr, zuhud, tawakkal, dan ridla

    205

    full texts

    302

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇