Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
Not a member yet
    302 research outputs found

    UPAYA YAYASAN AL-ABROR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU TPQ DI KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK

    No full text
    Penelitian ini memahami (1) Upaya Yayasan Al-Abror dalam meningkatkan kompetensi guru TPQ, (2) Faktor yang mendukung serta menghambat dalam meningkatkan kompetensi guru TPQ, (3) Hasil peningkatan kompetensi guru TPQ. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan model analisis deskriptif yang terdiri dari pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Upaya meningkatkan kompetensi guru TPQ di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik antara lain: upaya pengorganisasian pembelajaran, upaya penyampaian pembelajaran, upaya pengolaan pembelajaran, dan faktor pendukung lainnya. Upaya pengorganisasian pembinaan di Yayasan Al-Abror adalah: menata langkah-langkah pembinaan  yang akan dilakukan pembina, memahami kepribadian peserta didik, memahami landasan pendidikan, teori belajar dan pembelajaran, mengembangkan peserta didik untuk pengembangan potensi akademik, melalui kegiatan pembinaan.(2) Faktor yang mendukung dalam meningkatkan kompetensi guru TPQ di Kecamatan Kebomas adalah salah satunya seorang pembina yang professional, lingkungan yang mendukung serta sarana prasarana yang memadahi dan faktor penghambatnya adalah peserta pembinaan yang kurang bisa konsisten dalammengikuti pembinaan sehingga tertinggal materi, (3) Hasil dari peningkatan kompetensi guru TPQ di Kecamatan Kebomas yakni, guru-guru yang mengikuti pembinaan di Yayasan Al-Abror, banyak yang lulus ketika mengikuti diklat dan mendapatkan syahadah (ijazah guru). This study understands (1) the efforts of the Al-Abror Foundation in improving the competence of TPQ teachers, (2) the factors that support and hinder in improving the competence of TPQ teachers, (3) The results of increasing the competence of TPQ teachers. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using documentation, interviews, and observations. The data were analyzed using a descriptive analysis model consisting of data collection, and drawing conclusions (verification). The results of this study indicate that: (1) Efforts to improve the competence of TPQ teachers in Kebomas District, Gresik Regency include: efforts to organize learning, efforts to deliver learning, efforts to manage learning, and other supporting factors. Efforts to organize coaching at the Al-Abror Foundation are: arranging the steps of coaching that will be carried out by the coach, understanding the personality of students, understanding the educational foundation, learning and learning theory, developing students for the development of academic potential, through coaching activities. (2) Factors Those who support in improving the competence of TPQ teachers in Kebomas District are one of them a professional coach, a supportive environment and adequate infrastructure and the inhibiting factor is the coaching participants who are less able to be consistent in following the coaching so that the material is left behind, (3) The results of increasing teacher competence The TPQ in Kebomas District, namely, the teachers who took part in the coaching at the Al-Abror Foundation, many of whom graduated when attending the training and received the syahadah (teacher certificate)

    DINAMIKA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA ORDE BARU (1966-1998)

    No full text
    Dinamika lembaga pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan keadaan bangsa Indonesia sejak zaman kolonial sampai masa sekarang. Dinamika hubungan timbal balik antara pendidikan dan politik dalam suatu masyarakat terus meningkat, seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika lembaga pendidikan Islam di Indonesia pada masa orde baru. Metode penelitian artikel ini adalah deskriptif naratif dengan menggunakan pendekatan sejarah. Hasil penelitiannya adalah Pada masa Orde Baru sejarah lembaga pendidikan Islam yaitu pesantren, madrasah dan sekolah Islam dalam pertumbuhan dan perkembangannya dipengaruhi oleh  aspek kebijakan politik pemerintah. Aspek kebijakan politik di era Orde Baru dapat diidentifikasi dengan 3 hubungan yaitu hubungan antagonistik, resiprokal-kritis dan hubungan akomodatif. Aspek politik sangat mempengaruhi kebijakan pendidikan, sehingga dalam perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia menghasilkan tiga paradigma yaitu; paradigma Formisme, paradigma Mekanisme dan paradigma Organisme.  The dynamics of educational institutions islam in indonesia cannot be separated to the state of indonesian since colonial when i now. The dynamics of a reciprocal relation between education and politics in a society continues to rise, along with perubahan-perubahan happened in society. The purpose of this research is to find the dynamics of educational institutions islam in indonesia in the new order era . The methodology of this article is descriptive narrative by adopting history. Her research is in the new order era history islamic education institutions that is islamic boarding schools , madrasah and islamic schools in growth and how things work out influenced by the aspect of the political policy of the government . The aspect of the political policy in the new order era cannot be identified with 3 relationship that is antagonistic relations , accommodating resiprokal-kritis and relations. Political aspects affected education policy , so in the development of educational institutions muslims in indonesia yield three the paradigm paradigm; formisme , the mechanism and the organism. 

    Kritikal Review Parenting melalui Pengetahuan Orang Tua, Sikap, dan Praktik terhadap Perkembangan Anak

    Full text link
    Sekolah mempunyai tujuan kuat untuk menjalankan pendidikan sebagaimana mestinya. Keterlibatan orang tua sangat bermanfaat bagi sekolah dan juga perkembangan siswa. Keadaan nyata sekarang tak sedikit orang tua yang tidak tahu bahkan kurang peduli pada proses pendidikan anak di sekolah dasar. Temuan mengungkapkan komunikasi orang tua dengan sekolah tidak efektif yang dilandasi perbedaan bahasa dan kurangnya makna bersama tentang orang tua. Hal ini menjadikan perkembangan anak sangat penting melalui keterlibatan orang tua dan guru baik di sekolah maupun di rumah. Studi kritikal review ini menyajikan sebuah analisis parenting melalui pengetahuan orang tua, sikap dan praktik dalam perkembangan anak.  Tinjauan pustaka yang luas dilakukan untuk mendapatkan simpulan berupa proses parenting yang cocok dalam anak khususnya untuk sekolah dasar melalui kajian hasil penelitian ataupun teori dari jurnal. Parenting yang dianalisis bertujuan untuk memberikan kajian yang cocok untuk mengembangkan kemampuan siswa di sekolah dasar

    REKONSTRUKSI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 57 TAHUN 2021 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN NASIONAL

    No full text
    Segala aspek kehidupan dalam berbangsa harus sesuai dengan sistem hukum nasional, dalam teori perundang-undangan dikenal dengan adanya heirarki perundang-undangan, teori tersebut mengajarkan bahwa aturan yang berada dibawah merupakan pelaksanaan atas aturan yang ada diatasnya, serta tidak boleh terjadinya pertentangan dengan aturan yang berada diatas. Ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional tidak mengamanatkan secara jelas untuk Pancasila dan bahasa Indonesia sebagai kurikulum pendidikan wajib, padahal peraturan pemerintah tersebut merupakan turunan dari undang-undang tentang sistem Pendidikan nasional dan undang-undang perguruan tinggi. Fokus permasalahan yang dikaji yaitu alasan diperlukannya rekonstruksi hukum serta bagaimana bentuk rekonstruksi hukum pada Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengunakan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Alasan yang mendasari diperlukannya rekonstruksi adalah adanya ketidak selarasan peraturan perundang-undangan serta adanya kebiasan pasal sehingga dapat menyebabkan multi tafsir. Bentuk rekonstruksi hukum yang diharapkan yaitu pada Pasal 40 ayat (2) dan ayat (3) dengan menambahkan mata pelajaran atau mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai kurikulum waji

    Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran PKn pada Era Pandemi Covid-19

    No full text
    Pandemi Covid-19 berdampak dalam segala aspek kehidupan. Setiap negara berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi. Berbagai kebijakan diterapkan untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat, meliputi: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PPKM Mikro, dan PPKM Darurat. Sebagian masyarakat masih ada yang tidak mau menaati kebijakan tersebut dengan alasan tertentu, oleh sebab itu dibutuhkan pendidikan karakter melalui pembelajaran PKn yang diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat sehingga tumbuh kesadaran berpartisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tujuan penulisan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pendidikan karakter di Era Pandemi melalui pembelajaran PKn. Penulisan menggunakan metode studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui pembelajaran PKn secara daring atau luring merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menyelamatkan karakter bangsa Indonesia dalam menghadapi masa Pandemi Covid-19.Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran PKn, Pandemi Covid-1

    STUDI PERENCANAAN TEBAL RIGID PAVEMENT (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN UNDERPASS KARANG SAWAH TONJONG BREBES)

    No full text
    This type of rigid pavement (Rigid Pavement) is an alternative to pavement in Indonesia which is currently widely used, because it is quite strong and lasts longer than flexible pavement. This is due to the heavy-loaded and high frequency lanes of vehicles operating on National, Arterial and Toll Roads.As in the Brebes area on Jalan Tegal - Purwokerto, it was reported that the volume of vehicles crossing the road was very high. This is exacerbated by the existing conditions of the roads that cross the railroad tracks so that the flow of transportation is not smooth and experiences congestion. Therefore, the Government built an underpass at the railway crossing in Karangsawah, Tonjong District, Brebes Regency, which is expected to be able to overcome the congestion that often occurs.Along with the economic growth in Indonesia which continues to develop and causes an increase in traffic flow. Especially in economic activities such as the distribution of goods and services between regions, provinces and the national level. For this reason, adequate facilities and infrastructure are needed so that these activities run smoothly. In order to support these activities, the government needs to allocate a large enough fund for road infrastructure.Road construction is one of the things that always goes hand in hand with technological advances and the thinking of the people who use it, because roads are an important facility for humans to reach the area they want to reach. Roads as a national transportation system have an important role, especially in supporting the economic, social, cultural and environmental fields developed through a regional development approach in order to achieve a balance and equitable development between regions.Keywords: Underpass Karang Sawah – Tonjong Brebe

    Pengaruh PDRB, Kemiskinan, Pengangguran, dan Belanja Modal Terhadap IPM DI 35 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Tahun 2011-2019

    No full text
    Kesejahteraan penduduk merupakan tujuan setiap daerah yang dapat tercapai dengan pembangunan ekonomi. Salah satu indikatornya adalah indeks pembangunan manusia (IPM).Pada pembangunan manusia kaitannya dengan daya beli masyarakat, pada penelitian ini di lihat dari peningkatan PDRB. Pembangunan manusia juga menhadapi masalah seperti kemiskinan dan pengangguran yang dapat menjadi efek yang serius jika di abaikan. Dalam peningkatan pembangunan manusia peranan pemerintah berpengaruh melalui kebijakan yang di terapkan di daerahnya, seperti belanja modal.   Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PDRB, kemiskinan, pengangguran dan belanja modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia di 35 Kabupaten/Kota Jawa Tengah pada tahun 2011  2019, Dalam penelitian ini adalah analisis  regresi panel data dengan metode Fixed Effect Model (FEM) dengan waktu penelitian 2011  2019. Hasil pada penelitian ini menujukkan bahwa PDRB berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap IPM, Kemiskinan berpegaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan pengangguran dan belanja modal bepengaruh positif dan signifikan  terhadap IPMKata kunci: IPM, Jawa Tengah, Panel Data, Fixed effect mode

    ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS DITINJAU DARI KEBIASAAN MEMBACA, MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR

    Full text link
    Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa siswa yang telah dibiasakan membaca, memiliki motivasi belajar, dan prestasi belajar yang baik ternyata kemampuan literasi sainsnya masih rendah. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bua Ponrang Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Metode penelitian ini Ex Post Facto dengan variabel kebiasaan membaca, motivasi belajar, prestasi belajar, dan kemampuan literasi sains. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII sejumlah 193 siswa dengan sampel 112 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner kebiasaan membaca dan motivasi belajar serta soal kemampuan literasi sains yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur. Kebiasaan membaca berpengaruh secara langsung sebesar 0,16% terhadap motivasi belajar, 9,67% terhadap prestasi belajar, dan 3,6% terhadap kemampuan literasi sains. Kebiasaan membaca dan motivasi belajar memberikan pengaruh langsung sebesar 1,58% terhadap prestasi belajar, dan prestasi belajar terhadap kemampuan literasi sains sebesar 7,12%. Selain pengaruh langsung, kebiasaan membaca berpengaruh sebesar 0,50% terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar, serta berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains melalui motivasi belajar sebesar 0,13%. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains secara dominan dipengaruhi oleh kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca mempengaruhi motivasi belajar dan prestasi belajar. Namun, motivasi belajar tidak mempengaruhi kemampuan literasi sains. Saran yang diberikan adalah agar siswa dilatih dan dibiasakan mengerjakan soal-soal yang menguji kemampuan literasi sains

    PENGATURAN PENGECEKAN SERTIPIKAT HAK ATAS TANAH: Belum Mewujudkan Perlindungan Hak Asasi Manusia

    Full text link
    Ketentuan pengecekan sertipikat hak atas tanah diatur dalam PP No. 24 Th. 1997 tentang Pendaftaran Tanah, berikut peraturan pelaksananya yaitu PMNA/KBPN No. 3 Th. 1997. Dari ketentuan tersebut pemegang sertipikat hak atas tanah (pemilik tanah) tidak dapat mengajukan permohonan untuk pengecekan sertipikatnya.Oleh karena itu ketentuan pengecekan sertipikat hak atas tanah belum mencerminkan pengakuan atas hak asasi manusia kepada pemegang sertipikat (pemilik tanah). Pengecekan sertipikat hak atas tanah diatur dalam pasal 39 ayat (1) PP No. 24 Th. 1997 juncto pasal 97 PMNA/KBPN No. 3 Th. 1997 yakni yang dapat (bahkan wajib) mengajukan pengecekan sertipikat adalah PPAT dan PPAT tidak diperbolehkan membuatkan akta perbuatan hukum pemindahan hak apabila sertipikatnya belum dilakukan pengecekan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui konstruksi pengaturan pengecekan sertipikat hak atas tanah; (2) untuk mengajukan  rekonstruksi pengaturan pengecekan sertipikat hak atas tanah yang berbasis  pada hak asasi manusia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1)mengetahui ketentuan hukum yang mengatur perihal pengecekan sertipikat hak atas tanah yakni pasal 97PMNA/KBPN No. 3 Th. 1997, berikut kelemahan-kelemahannya; (2) merekomendasikan untuk melakukan rekonstruksiatas pasal 97 PMNA/KBPN No. 3 Th. 1997 tersebut agar dapat mewujudkan kepastian hukum, perlindungan hukum, dan pengakuan hak asasi manusia, dimana pengecekan sertipikat hak atas tanah selain dapat diajukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah, juga dapat diajukan sendiri oleh pemegang sertipikat hak atas tanah (pemilik tanah

    KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Di SMA NEGERI se-KECAMATAN MRANGGEN

    Full text link
    Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik yang menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Pengambilan data atau penjaringan fenomena dilakukan dari keadaan yang sewajarnya yang dikenal dengan sebutan ”pengambilan secara alami dan natural”. Dengan sifatnya ini maka peneliti dituntut terlibat secara langsung di lapangan dengan melihat bagaimana kompetensi professional dan kompetensi pedagogikgurupendidikan Agama Islam. Dalam hal ini peneliti berusaha memahami dan menggambarkan apa yang dipahami dan digambarkan oleh subjekpenelitian.Berdasar pada temuan data di lapangan, bahwa mayoritas guru Pendidikan Agama di SMA Negeri se-kecamatan Mranggen telah memiliki kompetensi professional dan kompetensi pedagogik. Kemampuan pedagogik; yaitu kemampuan guru menyusun RPP, Silabus, Prota dan Promes, kemampuan improvisasi metode pembelajaran dan kemampuan menilai hasil belajar siswa melalui penilaiaan berbasis kelas. kemampuan profesional; digambarkan dengan kemampuan menguasai bidang studi dilihat dari latar belakang pendidikan guru yang memiliki kualifikasi akademik dan guru mengajar sesuai dengan keahlian dan jurusan yang dimilikinya, kemampuan memahami peserta didik, kemampuan menguasai pembelajaran yang mendidik melalui kemampuan memahami jenis mata pelajaran, mengorganisasikan materi pelajaran serta mendayagunakan sumber belajar. Kata kunci:Kemampuan Kompetensi Profesional,Kemampuan Kompetensi Pedagogik Guru The Researchers used a qualitative method with a naturalistic approach that showed that the implementation of the study occurred naturally, as is, in normal situations that are not manipulated in conditions and conditions, emphasizing the description naturally. Data retrieval or screening of phenomena is carried out from a reasonable state known as "natural and natural retrieval". By this nature, researchers are required to be directly involved in the field by seeing how professional competence and pedagogical competence of Islamic education teachers. In this case the researcher tries to understand and describe what is understood and illustrated by the research subjects.Based on data findings in the field, that the majority of Religious Education teachers in the State High Schools in Mranggen sub-district already have professional and pedagogical competencies. Pedagogic ability; namely the ability of teachers to prepare lesson plans, syllabi, prota and promes, the ability to improvise learning methods and the ability to assess student learning outcomes through classroom-based assessment. professional ability; illustrated by the ability to master the field of study seen from the educational background of teachers who have academic qualifications and teaching teachers in accordance with their expertise and majors, the ability to understand students, the ability to master learning that educates through the ability to understand the types of subjects, organize subject matter and utilize resources learn

    205

    full texts

    302

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇