Jurnal Online Universitas Teuku Umar
Not a member yet
4257 research outputs found
Sort by
Analisis Daya Dukung Tanah Dasar Menggunakam Alat DCP Proyek Pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi – Indrapura
Nilai CBR merupakan nilai yang menunjukkan kualitas tanah dasar dibandingkan dengan standar material berupa batu pecah yang memiliki nilai CBR 100% saat menopang beban jalan.Semakin tinggi nilai CBR, maka kondisi tanah dasar semakin baik. Jika tanah asal memiliki daya dukung CBR dengan kerapatan rendah, peraturan lalu lintas akan mudah dilakukan. Pada penelitian ini, metode pengujian dilapangan dilakukan dengan metode zig-zag yaitu di kiri dan kanan pada saat pengujian lapangan. Ruas jalan yang ditinjau dengan mengambil 14 titik pengujian. Setiap segmen diberi jarak 25 meter sepanjang 425 meter untuk tata letak alat DCP. Hasil pengujian menunjukkan nilai-nilai CBR dari uji STA 93+550 – STA 106+575 untuk mendapatkan nilai DDT adalah sebagai berikut : CBR rata-rata 3.65% CBR maks 5.88% CBR min 1. 46% Secara analitis CBR Segmen di dapat CBRsegmen 2.27% Nilai Daya Dukung Tanah 3.23%Berdasarkan hasil nilai standar persyaratan CBR yang telah ditetapkan sebesar 6%. Nilai CBR lapangan yang di dapat belum memenuhi standar
Analisis Perilaku Transien Hembusan Udara AC di Ruangan yang Luas
Jangkauan hembusan udara suatu Air Conditioner (AC) merupakan hal penting yang harus diperhitungkan dengan benar agar ruangan dapat dingin atau hangat secara cepat sehingga konsumsi energi AC dapat dioptimalkan. Untuk memperluas jangkauan hembusan AC, pabrik pembuat AC menggunakan efek Coanda yaitu dengan menghembuskan udara AC dingin pada plafon ruangan atau ke arah lantai ruangan untuk udara hangat. Namun peningkatan jangkauan hembusan udara AC akibat efek Coanda tidaklah sebesar yang disebutkan dan dipromosikan oleh pabrikan AC didalam brosur marketing mereka terutama pada saat start-up peralatan AC. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku transien hembusan udara AC seperti jarak tempuh udara AC pada plafon atau lantai dengan target untuk mempersingkat waktu start-up peralatan AC sehingga dapat mengoptimalkan konsumsi energi. Pola hembusan udara AC pada plafon atau lantai dimodelkan sebagai aliran jet negatif yang menubruk suatu permukaan kaku atau sering disebut impinging jet negatif. Model aliran ini kemudian diselesaikan secara numerik dengan menggunakan metode komputasi fluida dinamik (CFD) yaitu dengan menyelesaikan persamaan Navier-Stokes dan persamaan energi pada domain komputasi yang telah ditetapkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan bilangan Re tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan sebaran udara AC pada pada plafon namun mengubah rezim aliran dari steady menjadi unsteady dengan munculnya osilasi dalam aliran. Perilaku osilasi aliran sulit untuk ditebak polanya namun pencocokan kurva regresi linear Str ~ Re3 dapat memberikan akurasi yang memadai
Strategi membangun customer value : pengaruh kualitas produk dan electronic word of mouth melalui mediasi keputusan pembelian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan ewom terhadap customer value melalui keputusan pembelian sebagai variable perantara. Populasi pada penelitian ini merupakan konsumen di Kopi Kenangan, Jakarta Selatan. Responden penelitian ini konsumen yang sudah melakukan pembelian di kopi Kenangan. Teknik penarikan data menggunakan kuisioner terhadap 165 responden yang kemudian diolah menggunakan SEM PLS versi 3.2.9. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat variabel yang mempengaruhi secara positif terhadap customer value meliputi kualitas produk dan variabel yang mempengaruhi secara positif terhadap keputusan pembelian yaitu ewom. Sedangkan yang berpengaruh negatif secara langsung terhadap customer value adalah ewom dan keputusan pembelian dan juga variabel yang berpengaruh negatif secara langsung terhadap keputusan pembelian meliputi kualitas produk. Adapun variabel yang tidak dapat mempengaruhi secara tidak langsung dengan pemediasi customer value terhadap keputusan pembelian meliputi kualitas produk dan ewom
Kerapatan Jenis Ekosistem Mangrove Di Desa Waringin Kecamatan Morotai Selatan Barat Kabupaten Pulau Morotai
Ekosisten Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis yang didominasi beberapa spesies baik pohon, anakan dan semai mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut air laut. Tujuan meganalisis nilai kerapatan jenis dan relatif ekosistem mangrove. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2022 di Perairan Desa Waringin Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai. Metode pengukuran dan pengamatan vegetasi mangrove dalam penelitian ini menggunakan metode transek garis dan petak contoh berukuran (10x10) m2. Hasil analisis didapatkan Stasiun I dan II merupakan lokasi yang paling banyak ditemukan jenis mangrove, kerapatan tertinggi stasiun I, Bruguiera gymnorhiza dan Rhizopora mucronata dengan nilai kerapatan 3,11 ind/m² pada kategori pohon anakan dan semai. Stasiun II kerapatan tertinggi terdapat pada jenis mangrove Rhizopora mucronata 3.67 ind/m². Pada stasiun III kerapatan tertinggi terdapat pada jenis Bruguiera gymnoriza 2.44 ind/m² kategori pohon anakan dan semai. Sedangkan kerapatan relatif Jenis pada Stasiun I memiliki presentase nilai tertinggi ada pada jenis mangrove Bruguiera gymnorhiza, Rhizopora mucronata dengan kerapatan relative jenis (RDi) 25. 23%, Sedangkan kerapatan relatif terendah yaitu jenis Avicennia marina, Sonneritia alba masing-masing 5.41%. Kerapatan relatif jenis stasiun II yaitu jenis Rhizopora mucronata tingkat pohon, semai dengan nilai kerapatan relatif 28.45 %. Dan pada stasiun III kerapatan relatif jenis Rhizopora mucronata 3.67 ind/m² dan Bruguiera gymnoriza (2.44 ind/m²) kategori pohon anakan dan semai
Keanekaragam Makrozoobenthos Sebagai Parameter Tingkat Kesehatan Air di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu
Penelitian ini memfokuskan pada korelasi antara kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos dengan kualitas air di Pulau Pramuka. Metode Line Intercept Transect digunakan untuk mengidentifikasi pola distribusi makrozoobentos yang berhubungan dengan kondisi air. Indeks keanekaragaman di tiga stasiun berkisar antara 0,9 hingga 1,6, menunjukkan tingkat yang rendah hingga sedang, dengan terdapat 8 spesies yang berasal dari 4 kelas, yaitu Bivalvia, Echinoidea, Gastropoda, dan Holothuroidea. Nilai indeks keseragaman menunjukkan distribusi yang cukup merata dengan angka 0,8867, 0,9528, dan 0,9150 di masing-masing stasiun, sementara indeks dominansi yang rendah, berkisar antara 0,12 hingga 0,32, menandakan tidak ada spesies yang mendominasi. Parameter-parameter seperti suhu, pH, salinitas, dan DO menunjukkan kondisi air yang baik, memberikan dukungan bagi kehidupan makrozoobentos. Analisis menegaskan korelasi yang kuat antara kelimpahan makrozoobentos dan kesehatan air, menyoroti pentingnya pengawasan terhadap makrozoobentos sebagai penanda bagi kelestarian ekosistem perairan
Peningkatan Kualitas Air Sumur Dengan Sistem Up-flow Dan Down-flow Menggunakan Media Filtrasi Arang Cangkang Sawit
Abstrak. Perumahan CRS, berada di Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, kawasan yang kualitas air bersih masih keterbatasan sehingga air sumur masih perlu penyaringan filtrasi dan masyarakat setempat masih banyak menggunakan sumur bor dan sumur gali sebagai salah satu sumber air bersih. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air sumur dan untuk mengetahui seberapa efektif filterisasi penggunaan dalam media filtrasi arang cangkang sawit untuk kebutuhan air bersih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan uji laboratorium. Hasil penelitian air sumur yang dilakukan di labkesda Aceh Barat menunjukkan beberapa parameter masih dibawah standar. Setelah pengolahan dengan arang cangkang sawit ketebalan 30 cm diperoleh sampel A dalam menurunkan suhu dengan persentase 0%, kekeruhan dengan persentase 45%, warna dengan persentase 82%, TDS dengan persentase 2%, Ph mengalami peningkatan dengan persentase 3%, besi dengan persentase 71%, mangan dengan persentase 45%, E.Coli dengan persentase 0% dan Bakteri Coliform dengan persentase 0%, sampel B dalam menurunkan suhu dengan persentase 0%, kekeruhan dengan persentase 71%, warna dengan persentase 84%, TDS mengalami peningakatan dengan persentase 18%, Ph dengan persentase 4%, besi dengan persentase 50%, mangan dengan persentase 56%, E.Coli dengan persentase 0% dan Bakteri Coliform dengan persentase 0%, sampel C dalam menurunkan suhu dengan persentase 0%, kekeruhan dengan persentase 0%, warna mengalami peningkatan dengan persentase 150%, TDS dengan persentase 57%, Ph dengan persentase 3%, besi dengan persentase 44%, mangan dengan persentase 50%, E.Coli dengan persentase 0% dan Bakteri Coliform dengan persentase 0%.Abstract. CRS Housing is located in Leuhan Village, Johan Pahlawan District, West Aceh Regency, an area where access to clean water is limited. Many local residents still rely on drilled and dug wells for their clean water needs, which require filtration. This research aims to assess the quality of well water and evaluate the effectiveness of palm shell charcoal as a filtration medium. The study utilizes quantitative descriptive methods and laboratory tests. The results of the well water analysis conducted at the West Aceh Regional Health Laboratory indicate that several parameters are below standard. After processing with a 30 cm thickness of palm shell charcoal, the findings are as follows: Sample A: Temperature reduction by 0%, turbidity reduction by 45%, color reduction by 82%, TDS reduction by 2%, pH increase by 3%, iron reduction by 71%, manganese reduction by 45%, E. Coli reduction by 0%, and Coliform Bacteria reduction by 0%. Sample B: Temperature reduction by 0%, turbidity reduction by 71%, color reduction by 84%, TDS increase by 18%, pH increase by 4%, iron reduction by 50%, manganese reduction by 56%, E. Coli reduction by 0%, and Coliform Bacteria reduction by 0%. Sample C: Temperature reduction by 0%, no change in turbidity, color increase by 150%, TDS increase by 57%, pH increase by 3%, iron reduction by 44%, manganese reduction by 50%, E. Coli reduction by 0%, and Coliform Bacteria reduction by 0%.Kata Kunci : Air Tanah, Air Sumur, Air Bersih, Filtrasi, Arang Cangkang Sawi
EVALUASI PERFORMA SIMPANG BERSINYAL DI PERSIMPANGAN KISARAN MEULABOH ACEH BARAT
Meulaboh City as the center of the district capital in West Aceh certainly cannot be separated from problems in the field of transportation, especially at the crossroads. Increased population mobilization is a support for the community in carrying out various activities, to improve the economy. Meulaboh is one of the CBD (Central Business District) areas in West Aceh district, this causes the need for a signaling intersection evaluation. The problems considered in this study are what factors affect the performance of range intersections, what are alternative solutions to improve range intersection performance. The purpose of this study is to determine the factors that affect the performance of the Range intersection, and devise alternatives or solutions to improve the performance of the Range intersection in accordance with the physical conditions and needs of the local community, the method used in this study is MKJI 1997. Based on the results of the calculation analysis, the traffic flow volume of Manekroo road is 3856 junior high school / hour with a capacity of 1843.87 junior high school / hour, Imam Bonjol street 4229 junior high school / hour with a capacity of 1167.35, Gajah Mada street 6221 junior high school / hour with a capacity of 5638.91 junior high school / hour, Sisingamangaraja street 4157 junior high school / hour with a capacity of 3248.08 junior high school / hour. Based on the calculation of the cycle time adjusted for -3 seconds, this means that the intersection has entered saturation, which is marked by a high average intersection delay value of 891.58 stops/smp/sec with an average saturation degree value in each short of 2.02 much higher than the MKJI 1997 provision of 0.85. After changing the phase from 4 phases to 3 phases, the initial green phase still gets a DS value that is not better / better. After the calculation analysis is complete, the next mapping will be carried out at the Meulaboh Range intersection in West Aceh using the Geographic Information System (ArcGIS)
Analysis Of Iri And Sdi Methods As A Basis For Determining Road Functional Conditions
Assessment lof lroad lconditions lneeds lto lbe ldone lperiodically las la lreference lin ldetermining levaluation lof lfunctional lroad lconditions. lThe lparameters lrelated lto lfunctional lconditions lare lthe llevel lof lroughness, las lwell las lthe lactual llevel lof ldamage lin lthe lfield lsuch las larea, lcrack lwidth, lnumber lof lholes land lthe ldepth lof lthe lgrooves lof lthe lruts. lBased lon lthe lproblems lmentioned labove, lit lis lnecessary lto lanalyze lthe lfunctional lcondition lof lthe lroad lusing lIRI land lSDI lvalues las lwell las lthe lcalculation lof lthe lconstruction lcost lbudget lon lthe lpakah l- lpucangan l- lgesikharjo lroad lsection.Setiawan, lPradani land lMasoso l(2019) largued lthat l"assessment lof lroad lsurface lconditions lis lneeded lto ldetermine lthe lright lroad levaluation lprogram, lone lof lthe lparameters lused lis lthe lInternational lRoughness lIndex l(IRI) land lSurface lDistress lIndex l(SDI). lThe lresults lof lthis lstudy lare lthe lPakah l- lPucangan l- lGesikharjo lroad lsection lexperiencing lroad lunevenness lwith lan lIRI lindex lof l7.70 lm l/ lkm land lthe lSDI lvalue lof lthis lroad lsection lat l67.20 lwith lmoderate ldamage lconditions. lSDI lhas la lpositive leffect lon lIRI. lCorrelation lof lIRI lvalue lof leach lvehicle lto lSDI lvalue lhas la lvery lstrong, lsignificant land lunidirectional lrelationship. lThe lsurvey lvehicle lrecommended las la lmedia lsurvey lis lthe l113cc lMio lGT lvehicle. lAppropriate ltreatment lfor lthe lPakah l- lPucangan l- lGesikharjo lroad lsection lis lroutine lmaintenance lwith la lplanned lbudget lof lRp. l24,124,000.00. Keywords l: lIRI, lSDI, lRoad lFunctional lConditions, lCost lBudget lPlan l(RAB
Relationship between Individual and Occupational Factors with Musculoskeletal Disorders on Drinking Water Refill Depot Workers in Padang, West Sumatra
Refill Drinking Water Depot workers rely on physical strength to work, so they are at risk of experiencing Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints. Based on the initial survey, 13 out of 15 workers (86.7%) experienced MSDs. This research aims to determine the relationship between individual and work factors and MSD complaints among refill drinking water depot workers in Padang City. The study used a cross-sectional design. We collected data from November 2022 to July 2023 with a sample of 83 people, selected using proportional random sampling techniques. The dependent variable in this study is complaints of Musculoskeletal Disorders (high risk if NBM score > 20). The independent variables are age (at risk ³ 35 years), work period (at risk ³ five years), smoking habits (at risk if IB values ³ 200), Working posture (at stake if REBA score ³ 7), physical workload (at risk if ³ 100 beats/minute) and BMI (at risk if 25). Data analysis uses univariate and bivariate analysis (chi-square test). The results of the study showed that 71.1% of workers experienced MSD complaints, 34.9% of workers with a risky age, 19.3% of workers with a problematic work period, 32.5% of workers had a smoking habit, 9.6% of workers with a risky BMI, all workers are not at risk of physical workload and 56.6% of workers work with dangerous work postures. The bivariate test results showed that there was no significant relationship between the variables age (p=0.954), years of service (p=0.192), smoking habits (p=0.233), BMI (p=0.330), and work posture (p=0.499) with complaints of MSD. There was no relationship between age, length of service, smoking habits, BMI, and work posture with MSD complaints. We recommended that business owners collaborate with the Community Health Center to provide education about ergonomics when working for refill drinking water depot workers
Penerapan Penggunaan Pupuk Organik untuk Tanaman Padi Berkelanjutan di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat
Farmers Developing Their Potential to Increase Agricultural Production Self-development for farmers must be achieved by shifting focus toward the use of organic fertilizers, supporting sustainable agriculture. The use of organic fertilizers is highly recommended to stimulate economic growth within farming communities in specific areas. Enhanced production and productivity serve as key indicators in achieving maximum yields, aiming for optimal farm income and profitability in agriculture. Increased production aligns with the balanced application of liquid fertilizers in rice cultivation. Farmers are expected to contribute positively to the sustainability of agriculture by applying liquid fertilizers to foster eco-farming and sustainable agricultural practices