Jurnal Online Universitas Teuku Umar
Not a member yet
4257 research outputs found
Sort by
Kinerja Adaptif sebagai Penghubung Interaksi Tim dan Kinerja Karyawan pada UKM Makanan dan Minuman di Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kinerja adaptif sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara interaksi tim dan kinerja karyawan pada usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor makanan dan minuman di Kota Surabaya. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), melibatkan 200 karyawan UKM yang aktif bekerja secara tim. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi tim berpengaruh signifikan terhadap kinerja adaptif, dan kinerja adaptif secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan. Sebaliknya, pengaruh langsung interaksi tim terhadap kinerja karyawan tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja adaptif memediasi secara penuh hubungan antara interaksi tim dan kinerja karyawan. Implikasi dari hasil ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan adaptif sebagai strategi peningkatan kinerja individu dalam lingkungan UKM yang dinamis dan kompetitif
The Utilization of Digitalization in Mental Health Screening: Literature Review
Background: Mental health disorders are one of the contributors to public health problems. Delays in providing mental health services are a major problem in treatment, which is caused by negative stigma from society if someone seeks mental health services. Digitalization in mental health screening is one way that makes early detection of mental health easier. Objective: This paper reviews scientific evidence regarding the use of digitalization in mental health screening. Method: This article was written based on a search for scientific journals carried out through online databases, namely Scopus, Proquest, PubMed, and Scholar, which were published in 2019-2025. Results: Utilization of mental health digitalization can help in early detection and prevent delays in providing mental health services. However, in its use, there are obstacles so that the application is less popular with the public, namely related to lack of trust in the security of personal data in the application, complexity in access, and content that users do not understand. Conclusion: The use of digitalization in mental health screening is an innovation that can improve mental health services, but collaboration from various scientific fields is needed to pay attention to the needs and abilities of users from various aspects.Keywords: Mental Health; Screening; Digitalization
Strategi Pengelolaan Risiko Keuangan Pemerintah: Tinjauan Pustaka Sistematis
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis strategi pengelolaan risiko keuangan pemerintah melalui tinjauan sistematis literatur terkini, dengan fokus pada identifikasi pendekatan-pendekatan utama dalam mitigasi risiko fiskal. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, menganalisis 20 artikel yang dipublikasikan antara 2021-2024 dari database Scopus. Analisis mencakup kategorisasi studi berdasarkan jenis penelitian (empiris vs konseptual) dan evaluasi strategi manajemen risiko yang diimplementasikan. Hasil menunjukkan dominasi pendekatan berbasis teknologi dan data dalam pengelolaan risiko keuangan pemerintah, dengan 13 studi empiris dan 7 studi konseptual. Strategi utama meliputi penggunaan model prediktif berbasis kecerdasan buatan, sistem pemantauan utang terintegrasi, dan diversifikasi portofolio investasi dinamis. Keterbatasan temporal (2021-2024) dan penggunaan satu database utama dapat mempengaruhi komprehensivitas temuan. Temuan memberikan panduan bagi pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi mitigasi risiko yang efektif dan berbasis bukti. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menyediakan sintesis sistematis pertama tentang strategi pengelolaan risiko keuangan pemerintah dalam era digital, mengintegrasikan perspektif teknologi dan manajemen risiko tradisional
Characteristics and Utilization of Long Wishkered Catfish (Mystus gulio) in Indonesia
Long-wishkered catfish is an Indonesian native species that can be found in the regions of Sumatra, Java and Kalimantan in rivers and estuaries. This study is based on a literature review containing the characteristics and uses of the Mystus genus of long wishkers catfish in Indonesia which was published in 2013-2023. There are 11 species of Indonesia`s native species which are included in the Mystus genus, one of which is the long wishkers catfish. This fish has barbels, a smooth body without scales and has a patil on the back. This fish is a micro carnivorous fish or crustacivores. There are partial spawners with fecundity ranging from 3100-24459 eggs. Currently, long wishkes catfish is widely used to make shrimp paste, salted fish and fish meal
Pengujian Kekuatan Sambungan Las SMAW Baja Karbon ST 37 untuk Aplikasi Struktur Lambung Kapal
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kampuh (V dan X) serta metode pendinginan (dengan dan tanpa air) terhadap sifat mekanik sambungan las baja karbon ST 37 menggunakan teknik Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Baja karbon ST 37 dipilih karena sifat mekaniknya yang baik dan aplikasinya dalam industri perkapalan untuk struktur lambung kapal. Proses pengelasan menggunakan elektroda E7016, dan spesimen uji tarik dibuat sesuai standar ASTM E-8. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kampuh V tanpa pendinginan air menghasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 30,072 kgf/mm² dengan regangan 22,634%, sedangkan kampuh X dengan pendinginan air menghasilkan kekuatan tarik maksimum lebih rendah, yaitu sebesar 26,895 kgf/mm² dengan regangan 22,424%. Metode pendinginan udara memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pendinginan air, terutama pada kampuh V. Variasi kampuh juga menunjukkan pengaruh signifikan, di mana kampuh V memiliki penetrasi las dan kekuatan mekanik yang lebih unggul dibandingkan kampuh X. Kesimpulannya, kombinasi parameter pengelasan yang tepat dapat meningkatkan kualitas sambungan las, terutama untuk aplikasi struktural seperti lambung kapal
Analisis Material Catwalk untuk Maintenance AC Ducting Dengan Metode Finite Element Method
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa material catwalk yang digunakan dalam pemeliharaan sistem pendingin udara (AC) di Gedung G Lantai 22. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemeliharaan AC, catwalk menyediakan akses yang aman bagi teknisi untuk melakukan inspeksi dan perawatan rutin. Studi ini menggunakan metode Elemen Hingga (Finite Element Method, FEM) untuk menguji kekuatan dan keandalan material catwalk, khususnya Stainless Steel AISI 310, yang dipilih karena ketahanannya terhadap korosi dan oksidasi serta kekuatan mekanisnya yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa catwalk dapat menahan beban maksimum sebesar 19620 Newton dengan faktor keamanan sebesar 2,23, yang setara dengan kapasitas beban sekitar 855 kg dan untuk massa setaranya adalah 8543,48 Newton atau setaranya dengan 870,2 kg. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi kerja dalam pemeliharaan AC, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi teknisi. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan prosedur pemeliharaan yang lebih efektif dan aman untuk sistem pendingin udara di gedung-gedung tinggi
PENGARUH KUAT ARUS DAN LAJU GAS ARGON PADA HASIL PENGELASAN (GTAW) PIPA STAINLESS STEEL TEBAL 4,0 MM TERHADAP UJI KEBOCORAN DENGAN METODE PENETRANT TEST DAN UJI TARIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebocoran pada sambungan pipa stainless steel SS 304 dengan hasil pengelasan gas tungsten arc welding (GTAW) dengan tungsten berwarna merah dengan menggunakan kawat pengisi Kode ER308LSI dengan menggunakan metode Non Destructive Test (Penetrant Test) dan juga untuk mengetahui pengaruh kuat arus terhadap kekuatan tarik (Tensile Test) pada sambungan. Pada penelitian penetrant test didapat dari hasil pengujian yang telah dilakukan dari tiga hasil pengujian yang baik dan tidak mengalami cacat permukaan hasil pengelasan yaitu pada kuat arus 100 Ampere dengan flow gas argon 20 km/jam. Pada sambungan pipa hasil pengelasan dengan metode pengelasan GTAW, pengujian kekuatan tarik yang didapat nilai rata-rata kekuatan maksimum kuat arus 85 ampere dengan flow gas argon 15 km/jam yaitu 104.56 kg/mm2, arus 100 ampere dengan flow gas argon 20 km/jam yaitu 95.33 kg/mm2 dan arus 105 ampere dengan flow gas argon 25 km/jam yaitu sebesar 97.68 kg/mm2. Tujuan dari penelitian kekuatan tarik ini yaitu untuk mengetahui batas maksimum dari kekuatan tarik sambungan pipa
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Buah Nipah Sebagai Bahan Baku Pembuatan Manisan Nipah
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Gampong Peunaga Rayeuk Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Daerah ini dikenal sebagai Kawasan penghasil buah nipah yang melimpah di Kabupaten Aceh Barat. Masyarakat Gampong Peunaga Rayeuk mayoritas bermata pencaharian petani, salah satunya petani nipah. Akan tetapi, buah nipah yang dipanen umumnya hanya dijual dan dibuat minuman nipah dengan persentase peminat yang masih rendah. Oleh karena itu, Untuk mengatasi masalah ini, tim PKM dari Universitas Teuku Umar memberikan pemberdayaan dan pelatihan tentang cara mengolah buah nipah menjadi manisan nipah yang memiliki nilai jual tinggi dan rasa yang nikmat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan observasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pemanfaatan buah nipah yang diolah menjadi manisan nipah berwarna yang dapat dijual dan dikonsumsi untuk kesehatan. Dampak positif dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan Masyarakat dan menjadi lebih mandiri dalam meningkatkan ekonomi keluarga
Pemanfaatan Pati Limbah Biji Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Sebagai Edible Coating Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Langsat (Lansium Domesticum L.)
Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, khususnya buah-buahan tropis seperti langsat. Namun, buah langsat memiliki umur simpan yang sangat pendek dengan perubahan warna kulit menjadi coklat setelah 3 hari penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan buah langsat. Metode penelitian mencakup preparasi biji rambutan, pembuatan pati, formulasi edible coating dengan berbagai konsentrasi (0-5%), dan aplikasinya pada buah langsat. Parameter yang diamati selama 7 hari penyimpanan meliputi padatan terlarut, susut bobot, kadar air, dan uji organoleptik, serta karakterisasi FTIR untuk analisis gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 menunjukkan performa optimal dalam mempertahankan padatan terlarut dengan nilai tertinggi (28,90635%) pada hari ke-7. Perlakuan P1 terbukti paling efektif dalam menghambat susut bobot (4,95840%) dibandingkan perlakuan lainnya yang berkisar antara 23,89951-29,55146%. Untuk kadar air, perlakuan P2 memiliki kemampuan terbaik mempertahankan kadar air (64,94%) pada hari ke-7, jauh lebih tinggi dibandingkan kontrol (56,20%). Uji organoleptik menunjukkan konsentrasi 3-4% memberikan hasil optimal dalam mempertahankan kualitas warna, bau, tekstur, dan rasa hingga hari ke-5. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus hidroksil (-OH) pada 3313.33 cm⁻¹, gugus karbonil (C=O) pada 1636.82 cm⁻¹, dan gugus C-O pada kisaran 1000-1200 cm⁻¹, yang membuktikan kemiripan struktur dengan pati kentang. Penelitian ini membuktikan potensi pemanfaatan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating yang efektif untuk memperpanjang umur simpan buah langsat
Studi Pengembangan Potensi Ekowisata di Pulau Sabutung
Ekowisata adalah bentuk pariwisata yang bertanggung jawab terhadap lingkungan alam, yang bertujuan untuk melestarikan alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Ekowisata tidak hanya fokus pada pengalaman wisata, tetapi juga pada pendidikan lingkungan, konservasi sumber daya alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Pulau Sabutung merupakan salah satu Pulau di Kabupaten Pangkep yang memiliki destinasi objek tujuan wisata yang belum bisa dikembangkan oleh masyarakat sebagai daerah tujuan wisata. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis potensi pengembangan ekowisata di Pulau Sabutung. Metode yang digunakan pada penelitian ini ada 2 yaitu pengambilan data parameter fisik dan pengambilan metode pendataan yang dilakukan melalui survey dan wawancara. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah pada 10 parameter fisik ekologi di dapatkan setiap stasiun pengamatan dari nilai matriks kesesuaian wisata yaitu hanya memperoleh nilai sesuai dan tidak menunjukkan nilai yang sangat sesuai pada setiap stasiun yang artinya ada beberapa parameter yang tidak sesuai dijadikan wisata pada Pulau Sabutung. Sedangkan berdasarkan analisis SWOT, telah dirumuskan sepuluh strategi pengembangan yang mencakup aspek wisata, pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Strategi ini mendukung pengembangan wisata berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat