Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
240 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pelaksanaan Teknik Birth Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I
Persalinan merupakan proses pengeluaran janin pada kehamilan cukup bulan yaitu sekitar 37-42 minggu dan lahir secara spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18-24 jam tanpa adanya komplikasi. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penilaian status kesehatan. Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementrian Kesehatan meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2021 menunjukkan 7.389 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 sebesar 4.627 kematian. Gym ball adalah cara menambah ukuran rongga pelvis dengan menggoyang panggul di atas bola yang sangat efektif membantu merespon rasa sakit dan mengurangi lama persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan gym ball terhadap kemajuan persalinan pada ibu primigravida kala I Fase Aktif di PMB Istri Utami. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental menggunakan rancangan Statistic Group Comparison. Jumlah Sampel 40 orang ibu bersalin yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang tidak dilakukan bimbingan gym ball sebanyak 20 orang dan kelompok yang dilakukan bimbingan gym ball 20 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan patograf. Metode pengumpulan data ini menggunakan data primer dilakukan pada bulan 01 April - 30 Juli 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemajuan persalinan ibu pada kelompok yang tidak dilakukan bimbingan gymball yaitu 177,50 menit dan pada kelompok yang dilakukan bimbingan gymball yaitu 32,50 menit. Simpulan terdapat pengaruh bimbingan gymball terhadap kemajuan persalinan ibu bersalin primigravida kala I fase aktif dibuktikan dengan Uji-T nilai p-value = 0,0004(p-value < 0,05)
Manfaat Aktivitas Fisik Terhadap Kesehatan Mental Berbasis Narrative Literature Review
Latar Belakang: Aktifitas fisik telah menjadi topik penelitian yang menarik dalam konteks kesehatan, terutama dalam hubungannya terhadap kesehatan mental yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tinjauan pustaka tentang manfaat aktifitas fisik terhadap kesehatan mental. Metode: Penelitian pustaka yang dilakukan adalah Narrative Literature Review (NLR). Hasil: Didapatkan 10 artikel ilmiah terpilih dengan rentang tahun 2019 hingga 2022. Walaupun aktifitas fisik dapat memberikan manfaat positif terhadap kesehatan mental, sangat penting dikolaborasikan dengan, gaya hidup sehat secara teratur, lingkungan yang kondusif, pola makan yang seimbang dan tentunya melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan yang ahli dibidang kesehatan mental secara teratur. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa aktifitas fisik yang teratur memiliki manfaat serta potensi positif terhadap kesehatan mental yang lebih baik.
Kata Kunci: Aktifitas fisik, Kesehatan menta
Hubungan Pertumbuhan dengan Perkembangan Bayi dan Balita di Posyandu Wirastri Gamping Tengah Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pon, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang, dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Perkembangan (development) adalah bertambahnya skill (kemampuan) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses kematangan. Pertumbuhan merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan anak, karena dapat memengaruhi kualitas hidup anak, oleh sebab itu pertumbuhan perlu dipantau secara berkala. Perkembangan anak menggambarkan peningkatan kematangan fungsi individu, dan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas hidup anak. Perkembangan anak harus dipantau secara berkala. Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
Tujuan: Diketahuinya pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita di Posyandu Wirastri Gamping Tengah Sleman Yogyakarta.
Metode: Penelitian cross sectional di mana pertumbuhan dan perkembangan diukur dalam satu waktu kemudian diinterpretasikan hasilnya sesuai dengan kriteria penilaian.
Hasil: Terdapat hubungan antara pertumbuhan berdasarkan BB/U dengan perkembangan dengan nilai ρ sebesar 0.013. Tidak terdapat hubungan antara pertumbuhan berdasarkan PB/U dengan perkembangan dengan nilai ρ sebesar 0.295. Tidak terdapat hubungan antara pertumbuhan berdasarkan BB/PB dengan perkembangan dengan nilai ρ sebesar 0.784. Tidak terdapat hubungan antara pertumbuhan berdasarkan IMT dengan perkembangan dengan nilai ρ sebesar 0.498.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pertumbuhan berdasarkan BB/U dengan perkembangan dan tidak terdapat hubungan antara pertumbuhan berdasarkan PB/U, BB/PB, IMT dengan perkembangan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Sesuai Ajaran Islam Terhadap Tingkat Pengetahuan Guru Tentang Flu Singapura
Flu Singapura merupakan penyakit menular yang terjadi pada anak balita, terutama di sekolah atau daycare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan sesuai ajaran islam terhadap tingkat pengetahuan guru tentang flu singapura pada balita. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest and Post Test Design. Sampel dalam penelitian ini 8 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan analisis paired t test. Hasil penelitian menggunakan paired t test didapatkan ada perbedaan signifikan nilai pretest dan posttest tingkat pengetahuan guru tentang flu singapura pada balita dengan p value 0,000 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan sesuai ajaran islam terhadap tingkat pengetahuan guru tentang flu singapura pada balita
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi Remaja Putri SMPN 18 Tanjabar
Menurut data World Health Organization (WHO) menunjukkan jumlah remaja sekitar 18% dari jumlah penduduk yang ada di dunia atau sekitar 1,2 milyar jiwa (WHO, 2015). Sementara itu data di Indonesia penduduk yang berusia 10-19 tahun sampai bulan Desember 2022 berjumlah 44.316.200 jiwa, dengan jumlah remaja putra sebanyak 22.837.900 jiwa dan remaja putri sebanyak 22.793.583 jiwa (Badan Pusat Statistik, 2021). Enam provinsi sebaran populasi remaja tertinggi adalah Jawa Barat (18%), diikuti Jawa Timur (16%), Jawa Tengah (14%), Sumatera Utara (5%), Banten (4,6%), dan DKI Jakarta (41%). Provinsi Jambi didapatkan remaja sebanyak 1,4%. Angka kejadian nyeri dismenore di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami nyeri menstruasi. Prevalensi tertinggi dilaporkan dari mahasiswa Mesir, di mana 93% dari mereka mengalami nyeri haid (Nesreen et al., 2018). Dismenore merupakan rasa sakit di daerah perut dan panggul yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terjadi pada saat menstruasi.Dismenore memberikan dampak yang buruk bagi remaja putri, yaitu menimbulkan gangguan dalam kegiatan belajar mengajar, tidak memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru, dan kecenderungan tidur di kelas saat kegiatan belajar mengajar, hal ini berpengaruh pada prestasi dibidang akademik maupun non akademik. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan secara non farmakologi yaitu dengan kompress air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri menstruasi (dismenore) pada remaja putri siswi kelas IX di SMPN 18 Tanjung Jabung Timur. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas IX SMPN 18 Tanjung Jabung Timur yang mengalami dismenorhea. Tehnik pengambilan sampel total sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 26 reponden. Data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang sebelumnya telah dilakukan uji normalitas. Terdapat perbedaan nyeri menstruasi sebelum dan sesudah diberikan terapi kompres hangat(p value = 0,000<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri menstruasi (dismenore) pada remaja putri
The Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Pernikahan Dini dengan Media Audiovisual
Pernikahan dini adalah pernikahan yang sah antara pria dan wanita yang belum memiliki kesiapan dan ada kekhawatiran bahwa mereka menghadapi banyak risiko dan konsekuensi yang signifikan. Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah pernikahan dini adalah meningkatkan pengetahuan remaja terkait pernikahan dini, pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan menggunakan media audiovisual dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan desain Quasy-experimental design dengan pretest-posttest control group. Teknik pengambilan sampel dilakukan derngan cara stratified random sampling yang berjumlah 58 responden. Hasil penelitian pada uji Wlcoxon yaitu ada pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media audiovisual dengan nilai (p=0,000) dan penyuluhan kesehatan menggunakan leaflet dengan nilai (p=0,317). Hasil uji Man-whitney didapatkan (p=0,000) dan hasil nilai mean rank untuk audiovisual 41,84 dan leaflet 17,16. Uji statistik menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan melalui audiovisual lebih efektif daripada menggunakan leaflet dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini
Hubugan Peran Teman Sebaya dengan Perilaku Seks Remaja di SMAN 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi
Latar Belakang:Jumlah kasus HIV positif yang dilaporkan dari tahun ketahun cenderung meningkat. Pada tahun 2018 dilaporkan sebanyak 50.282 kasus. Sebaliknya, dibandingkan rata-rata 8 tahun sebelumnya, jumlah kasus baru AIDS cenderung menurun, pada tahun 2019 dilaporkan sebanyak 7.036 kasus. Sedangkan berdasarkan usia kasus HIV positif pada usia 15-19 tahun sebanyak 3.1% (Kemenkes, 2022). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seks remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik, dengan teknik Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini 56 responden kelas XI IPS di SMAN 1 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pengambilan dengan teknik systematic random sampling dengan menggunakan kuesioner (goggle form). Hasil dan Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara peran teman sebaya dengan perilaku seksual remaja hubungan dengan nilai P value=0,045. Dari hasil analisis diperoleh nilai OR=4.145 artinya remaja yang memiliki peran teman sebaya yang bersifat negative berpeluang 4.1 kali untuk berperilaku seksual beresiko bila dibandingkan dengan remaja yang memiliki peran teman sebaya bersifat positif. Disarankan kepada remaja agar menambah pengetahuan dan pemahaman tentang seksualitas, lebih bijaksana memilih teman serta mengikuti lingkungan pertemanan yang positif sehingga terhindar dari hal negatif
The Hubungan Tingkat Kepatuhan Pengobatan dengan Keberhasilan Program Prolanis Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Kroya 1 Pada Tahun 2020
Pengendalian kadar gula darah merupakan hal yang penting dalam penanganan diabetes melitus. Pasien diabetes perlu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian kadar gula darah salah satunya adalah kepatuhan minum obat anti diabetic. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat kepatuhan pengobatan dengan keberhasilan program PROLANIS pada penderita diabetes melitus tipe 2 di UPTD Puskesmas Kroya I pada Tahun 2020. Desain penelitian ini termasuk desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh sebanyak 82 peserta PROLANIS pada bulan Febuari 2020 dalam subjek penelitian dan mendapatkan sebanyak 38 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kadar glukosa darah yang tidak terkontrol didapatkan subjek penelitian tingkat kepatuhan rendah. Tingkat kepatuhan sedang menghasilkan 66,7% kadar glukosa darah normal dan 33,3% kadar glukosa tinggi. Tingkat kepatuhan tinggi menghasilkan 81,8% gula darah normal dan 18,2% kadar gula darah tinggi. Hasil uji statistika Pearson Chisquare menunjukan nilai p = 0,004 ( P < 0,05) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan keberhasilan program PROLANIS dilihat dari kadar gula darah pasien yang terkontro
Korelasi Antara Pengetahuan dan Sikap dengan Minat Menjadi Bidan Profesional Mahasiswa Diploma Kebidanan
Abstrak
Profesional adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan ketrampilan khusus. Menjadi seorang Bidan membutuhkan penguasaan keahlian khusus yang dibuktikan dengan kompetensi yang diakui secara legal. Mencapai posisi ini membutuhkan pengetahuan dan sikap pada level tertentu sehingga tumbuh minat yang tinggi sejak masih masa studi, sehingga penelitian yang mengkaji kedua aspek ini sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui korelasi pengetahuan dan sikap tentang profesi Bidan terhadap minat menjadi Bidan professional mahasiswa DIII Kebidanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan sampel berjumlah 46 mahasiswa jalur umum semester V Prodi D III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo tahun akademik 2019/2020. Data diperoleh melalui kuisioner pengetahuan, sikap, dan minat berjumlah 15 butir yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Data univarat dianalisis secara deskriptif sederhana, data bivariat dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan maupun sikap mempunyai korelasi dengan minat mahasiswa menjadi bidan professional masing-masing sebesar 0.51 untuk minat dan 0.61 untuk sikap.. Diharapkan kepada civitas akademika agar semua berupaya menghadirkan pengetahuan dan sikap yang positif tentang profesi sehingga menumbuhkan minat yang tinggi untuk menjadi Bidan yang professional.
Hubungan Stress, Aktivitas Fisik dan Siklus Menstruasi dengan Dismenorea Pada Mahasiswi Kesehatan Masyarakat di Yogyakarta
Latar Belakang : Dismenore merupakan nyeri yang dialami wanita pada saat haid dan hal itu merupakan hal yang normal, hanya beberapa orang memiliki tingkat yang berbeda-beda. Nyeri haid bisa disebabkan oleh beberapa factor diantaranya stress, aktivitas fisik yang kurang dan siklus mendtruasi yang tidak normal. Di Indonesia kejadian dismenorea mencapai 64,25%, yaitu 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. DI Yogyakarta, kejadian dismenore yang dirasakan wanita usia produktif sebanyak 52%. Kondisi tersebut akan berpengaruh pada produktivitas kerjanya termasuk juga mahasiswa.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stres, aktivitas fisik dan siklus menstruasi dengan kejadian disminore pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat di STIKes Surya Global Yogyakarta tahun 2021.
Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 65 sampel mahasiswi semester IV prodi Kesehatan Masyarakat teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Kendal Tau dan Chi Square, dengan bantuan SPSS.
Hasil : Tidak terdapat hubungan yang signifikan tingkat stres dengan dismenore pada mahasiswi semester IV prodi Kesehatan Masyarakat dengan p=0,112 > α=0,05, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan dismenore pada mahasisiwi semester IV prodi Kesehatan Masyarakat dengan nilai p=0,741 > α=0,05, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi dengan dismenore pada mahasiswi semester IV prodi Kesehatan Masyarakat dengan p=0,978 > α=0,05.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan stres, aktivitas fisik dan siklus menstruasi dengan kejadian dismenore pada mahasisiwi semester IV prodi Kesehatan Masyarakat tahun 2021