Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
240 research outputs found
Sort by
Perbedaan Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Berdasarkan Gender
Latarbelakang: Remaja merupakan periode dimana individu berada pada fase kematangan organ reproduksi, sehingga tubuhnya akan beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Perubahan yang terjadi salah satunya adalah ketertarikan terhadap lawan jenis baik itu perempuan maupun laki-laki. Ketertarikan terhadap lawan jenis apabila tidak dikontrol maka akan menjurus ke perilaku seksual pra nikah. Sikap terhadap perilaku seksual pranikah perlu untuk diidentifikasi karena ini merupakan komponen perilaku.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah antara perempuan dan laki-laki.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 perempuan dan 9 laki-laki. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah teruji.
Hasil: Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan sikap antara perempuan dan laki-laki terhadap perilaku seksual pranikah, ditunjukkan denga p-value sebesar 0,868. Simpulan: Tidak adanya perbedaan bisa disebabkan oleh factor lain diantaranya pengalaman, orang yang dipercaya
Edukasi Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Untuk Mengatasi Kecemasan Ibu Selama Kehamilan
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup. Program yang dilaksanakan untuk pengurangan AKI adalah dengan pemberian edukasi terkait tanda bahaya kehamilan. Tanda bahaya kehamilan adalah tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan dan apabila tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Kecemasan pada ibu hamil muncul karena adanya ancaman kematian pada ibu dan janin karena status kesehatan ibu dan kesadaran masyarakat yang rendah tentang kesehatan ibu hamil. Hal ini akan membawa dampak terhadap fisik dan psikis ibu hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang tanda bahaya kehamilan menggunakan buku saku terhadap tingkat kecemasan ibu selama kehamilan. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan secara insidental sampling dengan menggunakan desain penelitian pre and post test control group design. Sampel penelitian sejumlah 30 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukoharjo. Hasil penelitian menggunakan Paired T-Test untuk menilai uji beda 2 mean pada kelompok perlakuan dengan hasil nilai p 1,000 (>0,05) yang berarti tidak ada pengaruh edukasi tentang tanda bahaya kehamilan menggunakan buku saku tentang tanda bahaya kehamilan terhadap tingkat kecemasan ibu selama kehamilan. Sedangkan nilai uji beda 2 mean menggunakan Independent T-Test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adalah nilai p 0,867 (>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah diperlukan upaya pemberian edukasi pada ibu hamil menggunakan model pendidikan kesehatan terkini melalui media sosial secara online tentang tanda bahaya kehamilan
Upaya Pencegahan Sindrom Koroner Akut (SKA) Berbasis Keluarga Pada Masyarakat Waras Sariharjo Ngaglik Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Sindrom Koroner Akut merupakan penyebab utama kematian tertinggi di dunia. Terjadinya sindrom koroner akut dihubungkan oleh beberapa faktor risiko meliputi faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti umur, jenis kelamin, keturunan, dan faktor yang dapat dimodifikasi seperti merokok, hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, dan obesitas. Melibatkan masyarakat, terkhususnya keluarga perlu untuk intervensi pencegahan sehingga angka kejadian sindrom koroner akut dapat ditekan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan upaya pencegahan sindrom koroner akut berbasis keluarga pada Masyarakat Waras, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DIY. Sebagian besar informan penelitian menderita hipertensi tingkat 1, dengan rentang LDL antara 131-136 mg/dL, LDH antara 52-59 mg/d, dan trigliserida terlihat berada pada rentang 151-157 mg/dL serta kolesterol total pada rentang 201-206 mg/dL. Selanjutnya, rentang glukosa darah antara 141-160 mg/dL yang diikuti dengan data aktivitas fisik tingkat 1 dengan sebanyak 50%. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey normative. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Subyek penelitian adalah warga Kampung Waras Sariharjo Ngaglik Sleman, DIY. Upaya pencegahan Sindrom Koroner Akut (SKA) berbasis keluarga dilakukan melalui pendekatan dua unsur, yaitu (1) Unsur kultural yang meliputi gerakan PAACU yang terdiri dari pola makan sehat dan kalori seimbang, anti asap rokok, aktifitas fisik, cukup istirahat, ubah pola pikir dan kelola stress dan unsur struktural dengan membentuk hubungan simetris antara keluarga dengan masyarakat serta membentuk komunitas pencegah Sindrom Koroner Akut (SKA)
Efek Analgetik Dispersi Padat Ibuprofen-Polyethylene Glycol 4000 Pada Mencit Galur Deutschland Denken Yoken (DDY)
Ibuprofen termasuk salah satu obat yang memiliki permasalahan kelarutan dalam air. Kecepatan disolusi intrinsik ibuprofen terbukti meningkat melalui pembentukan dispersi padat karena adanya peningkatan kelarutan ibuprofen, sehingga meningkatkan efektifitas dari obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pembentukan dispersi padat terhadap efek analgetik ibuprofen. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit galur DDY dengan jumlah 40 ekor, terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok PEG 4000, kelompok ibuprofen dengan dosis 26 mg/kg BB dan kelompok dispersi padat ibuprofen-PEG 4000 dosis 52, 104 dan 156 mg/kg BB. Setiap 5 menit geliat dihitung dan diamati selama 1 jam. Kemudian dihitung persen proteksi dan dilanjutkan analisis data menggunakan uji statistik. Kelompok dispersi padat ibuprofen–PEG 4000 dosis 52, 104 dan 156 mg/kg BB mempunyai aktivitas mengurangi atau menekan rasa nyeri karena mampu menurunkan geliat ≥50%. Dengan adanya peningkatan dosis menunjukkan persentase proteksi semakin meningkat berturut-turut yaitu 71,68, 85,16 dan 91,60%. Dapat disimpulkan bahwa efek analgetik ibuprofen meningkat melalui pembentukan dispersi padat ibuprofen-PEG 400
The Description of Worker’s Compliance in Wearing Personal Protective Equipment in Madubaru Inc
Potential hazards in the workplace can threaten the safety of employees at PT Madubaru. The hazards include burns, heat stress, falling from the grinding floor, and crushing hands in the mill. These hazards can be prevented by complying with the rules set by the company, one of which is using personal protective equipment (PPE). Worker’s compliance can be influenced by internal factors such as sociodemography. This study aims to determine the description of worker compliance in using PPE at PT Madubaru seen from the characteristics of workers including age, employment status, education, length of work, and participation in counseling. This study used quantitative research methods with a descriptive design in the form of a survey. Samples were taken by purposive sampling technique, included 86 workers in the evaporation and milling unit. Data were collected using a demographic data questionnaire and a checklist sheet for compliance with the use of PPE. Data analysis was performed by displaying the frequency and percentage. The results show 76.7% of workers were not compliant in using PPE. Non-compliance by age was dominated by young adults (18-40 years) of 45.3%, based on education was dominated by high school education (66.3%), length of work ≥ 5 years was 64%, temporary workers about 59.3%, and based on participation in the PPE counseling was dominated by workers who never attended by 64%. 
Peran Pemerintah Dalam Melindungi Konsumen Terhadap Peredaran Mie Instan Kadaluarsa (Studi Kasus Kota Yogyakarta)
Abstrak
Indonesia, di akhir tahun 2018 menempati posisi konsumsi mie instan terbanyak kedua di dunia. Kondisi ini menyebabkan produksi mie instan yang bermilyar-milyar setiap tahunnya.Namun, dalam kondisi ini ternyata konsumen seringkali mendapatkan kerugian dari tidak bertanggungjawabnya pihak retail, terkhusus toko-toko kecil. Pencantuman tanggal kadaluarsa pada mie instan seringkali tidak dipedulikan, hingga menyebabkan mie instan kadaluarsa tetap diperjualbelikan atas ketidaktahuan penjual maupun pembeli. Pengawasan yang dilakukan pemerintah melalui Badan POM kurang menjangkau pada toko-toko kecil eceran, sehingga banyak mie instan yang kadaluarsa lolos dari pengawasan. Berdasarkan hasil survey peneliti, ditemukan setidaknya satu jenis mie instan yang kadaluarsa pada 10 toko kecil di Kota Yogyakarta. Dari hasil wawancara, penjual menyatakan tidak mengetahui kalau produk tersebut kadaluarsa. Bahkan, dua di antaranya mengatakan bahwa produk tersebut baru diambil dari supplier.
Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analitis kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian adalah pelaku usaha pemilik toko yang menjual mie kadaluarsa di Kota Yogyakarta dengan jumlah 10 orang.
Gambaran peredaran mie instan kadaluarsa saat ini masih beredar di warung-warung wilayah Yogyakarta tanpa sepengatahuan pelaku usaha maupun pembeli. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia telah memberikan batasan tentang hak-hak konsumen sebagai pembeli, yang terdiri dari hak atas : (1) Kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan jasa. (2) Memilih barang dan jasa, memperoleh dan memanfaatkan sesuai dengan harga, keadaan, serta garansi yang menyertainya. (3) Mendapatkan perlakuan atau pelayanan dengan baik dan amanah serta tidak pilih kasih. (4) Mendapatkan ganti rugi dengan anti produk apabila barang dan jasa yang diterima tidak memenuhi kaidah yang dijanjikan. Selanjutnya, BPOM dalam melaksanakan perannya dalam melindungi konsumen telah melakukan program penjagaan kualitas mutu produk di pasar melalui dua program, yaitu pencegahan dan penanggulangan
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Dengan Penyelahgunaan Narkotika
Penggunaan narkotika yang semakin meningkat dengan estimasi penyalahguna narkotika yang berasal dari semua kalangan. Penyalahguna narkotika berusaha meningkatkan konsumsi narkotika untuk memperoleh efek rasa senang yang tetap sama. Salah satu dampak dari segi kesehatan mental pada penyalahguna narkotika yaitu cemas. Kecemasan merupakan kondisi emosi dengan timbulnya rasa tidak nyaman pada diri seseorang. Kecemasan dapat lihat melalui berbagai respon diantara kesulitan tidur tidak fokus bahkan bila kecemasan meningkat dapat berakibat pada panik, halusinasi atau bahkan bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada Warga Binaan Pemasyarakatan dengan penyalahgunaan narkotika di RumahTahanan Negara Kelas IIB Bangli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil analisa data menunjukan sebagian besar responden mengalami kecemasan tingkat kecemasan sedang, yaitu sebanyak 16 orang (33,3%). Penyalahgunaan narkotika ternyata memiliki dampak kecemasan yang cukup berarti pada Warga Binaan Pemasyarakatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan yaitu dengan meningkatkan pembinaan kerohanian, olahraga dan membuat program rehabilitas
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pre Eklamsia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Banyuanyar Surakarta
Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Laporan terbaru dari WHO, 2018 memperkirakan bahwa preeklampsia menyumbang 70.000 kematian ibu dan 500.000 kematian bayi setiap tahunnya di dunia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pre eklamsia pada ibu hamil.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan analisis yang digunakan regresi logistik ganda. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Banyuanyar, Surakarta sejumlah 40 orang.
Hasil: ada pengaruh yang bermakna pengetahuan terhadap pre eklamsia pada ibu hamil dengan p value 0,036 < 0,05, ada pengaruh yang bermakna riwayat hipertensi terhadap pre eklamsia pada ibu hamil dengan p value 0,014 < 0,05, ada pengaruh yang bermakna kelengkapan ANC terhadap pre eklamsia pada ibu hamil dengan p value 0,027 < 0,05, ada pengaruh yang bermakna IMT terhadap pre eklamsia pada ibu hamil dengan p value 0,013 < 0,05, Tidak ada pengaruh yang bermakna usia terhadap pre eklamsia pada ibu hamil 0,244 > 0,05, Tidak ada pengaruh yang bermakna paritas terhadap pre eklamsia pada ibu hamil dengan p value 0,449 > 0,05.
Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh adalah riwayat hipertensi dengan nilai Odd Ratio sebesar 401,76 berarti bahwa ibu yang memiliki riwayat hipertensi mempunyai kemungkinan 401,76 kali lebih besar mengalami pre eklamsia saat kehamilan daripada ibu yang tidak memiliki riwayat hipertensi
Peningkatan Perilaku Pencegahan Infeksi melalui Pendidikan Kesehatan Audiovisual Doa dan CTPS saat Pandemic Covid-19
Covid-19 merupakan penyakit menular yang sedang menjadi pandemi. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang terbukti secara klinis yang mampu mengobati penyakit menular tersebut. Hal yang dapat dilakukan adalah mencegah penyebaran dan mencegah terjadinya infeksi. Pencegahan penyebaran dan pencegahan infeksi dapat dilakukan melalui penerapan doa dan CTPS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan audiovisual doa dan CTPS terhadap perilaku pencegahan infeksi. Metode penelitian menggunakan pre experimental design one group pre-test post-test. Penelitian dilaksanakan di SDIT Al Madinah Pontianak, dengan total sampling 17 responden. Tingkat perilaku doa dan CTPS diukur sebelum pemberian intervensi melalui kuesioner, kemudian diukur kembali setelah dilakukan intervensi. Terdapat perbedaan nilai mean perilaku doa dan CTPS sebelum (41.35) dan setelah intervensi(44.06) yaitu 2,71. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan hasil nilai sig 0.139 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian, tidak ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan audiovisual doa dan CTPS terhadap perilaku pencegahan infeksi
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Metode Jangka Panjang di Desa Tegal Tirto
Pada tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia sebesar 255.461.700 jiwa dan menjadi 265.015.300 jiwa pada tahun 2018. Meningkatnya penggunaan kontrasepsi, terutama pada pasangan usia subur terbukti secara signifikan dapat menurunkan laju pertumbuhan penduduk. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah metode kontrasepsi yang sangat efektif, tetapi wanita mayoritas usia subur menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek. Tujuan Penelitian ini yaitu Mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Metode Jangka Panjang di Desa Tegal Tirto. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada Tahun 2019 di Desa Tegal Tirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu dengan satatus menikah yang hadir dalam penelitian yaitu sejumlah 65 responden pengambilan sampel dengan teknik total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Analisis data menggunakan analisis bivariat yaitu chi-square. diketahui hasil analisis bivariat antara usia dengan pemilihan jenis MKJP yaitu p_value (0,006), pendidikan dengan pemilihan MKJP yaitu p_value (0,013), pekerjaan dengan pemilihan MKJP yaitu nilai p_value (0,109) dan Keluhan dengan pemilihan MKJP yaitu p_value (0,064). Simpulan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP yaitu usia dan pendidikan. Sedangkan yang tidak ada hubungan dengan pemilihan penggunaan metode KB MKJP yaitu pekerjaan dan keluhan