Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
240 research outputs found
Sort by
Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Tekanan Darah dan KOlesterol Pada Wanita Menopause
Wanita pada masa menopause mengalami penurunan berbagai fungsi organ tubuh yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam menjalani kehidupannya. Diet pada masa menopause merupakan salah satu cara untuk membantu pengembalian energi tubuh, mengendalikan berat badan, dan mencegah kondisi tubuh yang semakin menurun dengan bertambahnya usia (peningkatan tekanan darah dan kolesterol). Beberapa tanaman tradisional dapat membantu wanita mengurangi keluhan kesehatan saat menopause, salah satunya dengan mengkonsumsi susu kedelai. Fito estrogen pada kedelai memiliki struktur kimia dan menghasilkan efek kerja seperti hormon estrogen yang mengalami penurunan pada usia menopause. Penelitian yang dilakukan adalah quasi experiment dengan model one group pretest-posttest design. Subyek penelitian sebanyak 21 wanita berusia mulai 45 tahun dengan hipertensi di wilayah Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang dengan teknik purposive sampling. Intervensi yang dilakukan adalah memberikan 2 gelas susu kedelai setiap hari (70gr) selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dan kolesterol dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Rata-rata nilai tekanan darah sistole, diastole, dan kolesterol sebelum intervensi secara berturut-turut adalah 148,143; 91,095; dan 218,667. Sedangkan rata-rata nilai tekanan darah sistole, diastole, dan kolesterol setelah intervensi secara berturut-turut 139,476; 88,381; dan 218,048. Seluruh nilai terdistribusi normal dan hasil uji paired t-test untuk sistole diperoleh nilai p=0,043; diastole nilai p=0,293; dan kolesterol p=0,923. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa pemberian susu kedelai efektif menurunkan tekanan darah sistole pada wanita usia menopause, namun tidak untuk tekanan diastole maupun kolesterol
Analisis Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester III Tentang Perawatan Payudara Pada Masa Nifas
Breast milk is a fluid produced by the breast glands since pregnancy and is a natural food that contains the best nutrients for babies. WHO has a target by 2025, the prevalence of exclusive breastfeeding reaches 50%, meaning that until now the target has not been achieved. The level of education is a predisposing factor that affects the level of human knowledge. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of education and the level of knowledge of primigravida mothers in the third trimester about breast care in the puerperium. The research method is an analytical survey with a cross-sectional approach. A large sample of 30 respondents with cluster proportional random sampling technique. The research instrument is a questionnaire with a chi-square statistical test. The results of the statistical test showed a value of p = 0.003, so it can be concluded that there is a relationship between the level of maternal education and the level of knowledge of primigravida mothers in the third trimester about breast care in the puerperium.
Keywords : Education, Knowledge, Breast Care, Exclusive breastfeedin
Efektivitas Massage Punggung Terhadap KualitasTidur Lansia di Posyandu Lansia Dusun Ngaran Bantul Yogyakarta BANTUL YOGYAKARTA
Lansia pada umumnya mengalami penurunan kualitas tidur. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan massage punggung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas massage punggung terhadap kualitas tidur lansia. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest–posttest yang dilaksanakan di Posyandu Lansia Dusun Ngaran Yogyakarta. Jumlah sampel sebanyak 26 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur pada lansia dan menggunakan instrumen SOP massage punggung. Uji statistik yang digunakan yaitu Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikn dengan p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah efektifnya massage punggung terhadap kualitas tidur. Disarankan kepada lansia agar dapat menggunakan massage punggung ini sebagai salah satu metode untuk mengatasi penurunan kualitas tidur yang dialami oleh lansia
Hubungan Frekuensi Berenang dengan Tingkat Kekuatan Otot Pada Penderita Low Back Pain (LBP) Pada Lansia
Latar Belakang: Nyeri tulang belakang atau Low back pain (LBP) menyebabkan gangguan rasa nyaman. Penatalaksanaan nyeri tulang belakang atau low back pain (LBP ) diantarnya berenang atau berendam di air dengan alat bantu. Berenang akan membantu vasodilatasi tulang belakang sehingga bisa mengurangi kompresi struktur statis lainnya di punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita nyeri tulang belakang atau low back pain (LBP) pada lansia
Metode : Metode penelitian survai analitik, pendekatan studi retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh penderita nyeri tulang belakang atau low back pain (LBP) yang berenang di kolam renang Umbul Tlatar Boyolali sejumlah 31 responden. Tehnik sampling penelitian menggunakan accidental sampling. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan sperman rho
Hasil : Frekuensi berenang pada penderita low back pain (LBP) rutin dan tidak rutin masing-masing sebanyak 15 responden (%). Tingkat nyeri penderita nyeri tulang belakang atau low back pain (LBP) mayoritas dalam kategori nyeri berat yaitu 12 responden (38,7%). Ada hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita nyeri tulang belakang atau low back pain (LBP) diperoleh nilai p-value 0,0003<0,05.
Simpulan :Ada hubungan frekuensi berenang dengan tingkat nyeri pada penderita nyeri tulang belakang atau low back pain (LBP) pada lansia. 
Efektifitas Pendidikan Kesehatan dengan "Booklet Ranting" Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Praktik Ibu dalam Merawati Baduta Stunting
Masa baduta (anak usia bawah dua tahun) merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi salah satunya adalah stunting. Penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perawatan yang tepat, terutama praktik pemberian makanan. Pengetahuan tentang perawatan baduta stunting dapat diberikan melalui pendidikan kesehatan dengan berbagai macam media, diantaranya yaitu booklet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dengan booklet ranting terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan praktik ibu dalam merawat baduta stunting. Penelitian yang dilakukan adalah kuasi eksperimen dengan pre-post control group design dengan rancangan cross sectional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dengan booklet ranting (perawatan stunting) dan variabel terikatnya adalah tingkat pengetahuan, sikap, praktik. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah: 30 responden yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan. Intervensi yang dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dengan media booklet ranting, sedangkan pada kelompok kontrol hanya dengan metode ceramah. Analisis data penelitian menggunakan independent t-test. Seluruh data berdistrubusi normal, dan hasil uji independent t-test untuk pengetahuan diperoleh nilai p 0.000, sikap nilai p 0.003, dan praktik nilai p 0.001. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan booklet ranting efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik ibu dalam merawat baduta stunting.
 
Manajemen Penggunaan Obat Tradisiopnal dalam Swamedikasi Pada Ibu-Ibu Dusun Karanggayam
Kurangnya pengetahuan pelaku swamedikasi tentang golongan obat yang dapat dibeli dalam upaya swamedikasi disebabkan karena sebagian besar pelaku swamedikasi tidak memahami tentang penggolongan obat, sehingga dalam upaya swamedikasi mereka beranggapan bahwa dapat membeli semua obat yang diinginkan apotik/toko obat. Hasil studi penduduk peneliti di ibu-ibu Dusun Karanggayam, swamedikasi yang mereka lakukan selama ini dikarenakan mereka menganggap penyakit yang di derita ringan. Swamedikasi juga dilakukan karena faktor jauhnya dengan keluarga, atau kebiasaan turun temurun dari keluarga dan bahkan karena kpraktisannya. Swamedikasi juga selanjutnya, dipilih karena dipengaruhi oleh biaya yang ringan. Namun, ibu-ibu karanggayam tidak mengetahui efek samping dari swamedikasi ini, beserta dosis yang tidak tepat. Ibu-ibu di Dusun Karanggayam hanya mengetahui khasiat dari obat yang diminum saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan manajemen penggunaan obat tradisional dalam swamedikasi pada Ibu-ibu Dusun Karanggayam.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara survey, studi kasus dan wawancara kepada beberapa pihak terkait. Hasil penelitian disajikan mendalam melalui analisis kata sehingga membentuk sebuah metode penyelesaian permasalahan penggunaan obat tradisional dalam swamedikasi pada Ibu-ibu Dusun Karanggayam. Hasil penelitian menyatakan bahwa : (1) Tingkat pengetahuan swamedikasi obat tradisional Ibu-ibu Dusun Karanggayam sebagian besar masih berada pada kategori kurang dengan jumlah 16 orang atau 53,33%, kemudian disusul dengan pengetahuan sedang sejumlah 8 orang (26,67%), tetapi sisanya sebanyak 6 orang (20%) responden sudah mempunyai tingkat pengetahuan baik. (2) Manajemen penggunaan obat tradisional dalam swamedikasi dapat dilakukan melalui lima tahapan yang bisa kita singkat dalam 5ME (Menetapkan, Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan, Membuang
Simulasi Pemeriksaan Payudara Sendiri Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Praktik Deteksi Dini Cancer Mammae Wanita Usia Subur
Kanker payudara merupakan penyakit tidak menular dengan morbiditas dan mortalitas yang meningkat. Insiden kanker untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara. Untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas maka penting untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Salah satunya dengan menggunakan metode simulasi pemeriksaan payudara sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh simulasi pemeriksaan payudara sendiri terhadap tingkat pengetahuan dan praktik deteksi dini kanker payudara wanita usia subur. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan framework PICOS, Populasi/ Problem (P), Intervention (I), Comparison (C), Outcome (O), Study design (S). Tahap awal seleksi artikel dengan kata kunci “Kanker payudara/breast cancer” and “Simulasi pemeriksaan payudara sendiri” and “Pengetahuan” and “Praktik” ditemukan 357 artikel dari database PubMed, Scopus, Science Direct, Garuda, Moraref, Neliti, Dimensions dan Google Scholar, selanjurnya artikel yang sesuai dengan topik penelitian yaitu 7 jurnal yang terdiri dari 4 jurnal nasional dan 3 jurnal internasional. Hasil dari telaah semua artikel penelitian menunjukkan bahwa metode simulasi pemeriksaan payudara sendiri dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik dengan p value <0,05. Metode Simulasi pemeriksaan payudara sendiri mampu meningkatkan pengetahuan dan praktik deteksi dini kanker payudara pada wanita usia subur
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Dalam Mengurangi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di Rsud. H. Abdul Manap Kota Jambi
Latar Belakang : Emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di masyarakat masih terjadi dan cara penanggulangannya sebagian besar masih menggunakan terapi farmakologis. Akan tetapi lebih baik jika ibu hamil mampu mengatasi masalah mual pada awal kehamilan dengan menggunakan terapi non farmakologis terlebih dahulu. Karena terapi non farmakologis bersifat non instrukrif, non infasif, murah, sederhana, efektif, dan tanpa efek samping. Aroma terapi merupakan tindakan terapeutik dengan menggunakan minyak essensial yang bermanfaat untuk meningkatkan keadaan fisik dan psikologi sehingga menjadi lebih baik. Tujuan : Diketahuinya pengaruh pemberian terapi lemon dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi tahun 2020. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan menggunakan pendekatan Pre-Post Test tanpa kelompok kontrol yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi lemon dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester I, penelitian ini di lakukan di ruang Poli Kebidanan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner PUQE dan lembar observasi, selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat Hasil dan kesimpulan yaitu dari hasil T-test berpasangan nilai p-value 0,000 jika dibandingkan dengan α = 0.05, maka nilai menunjukan p-value < α, sehingga dapat disimpulkan bahawa Ha diterima dan Ho ditolak. Ada pengaruh pemberian terapi lemon terhadap emesis gravidarum dalam kehamilan trimester 1
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) di SMAN 1 Godean Sleman
Abstrak
Masalah reproduksi remaja akan menyebabkan malnutrisi atau kurang gizi, pertumbuhan terlambat, penyakit, dan stres. Selama masa pubertas, sekitar 80-90% wanita akan mengalami gejala PMS. Faktor penyebab terjadinya PMS dari faktor gaya hidup salah satunya berkaitan dengan kualitas tidur. Pola tidur yang buruk dapat meningkatkan keparahan dari gejala PMS yang dirasakan. Perempuan yang memiliki kualitas tidur yang buruk berpeluang mengalami PMS gejala sedang hingga berat.
Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian premenstrual syndrome. Metode penelitian dengan Desain penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu 99 siswi kelas XI di SMAN 1 Godean. Pengambilan data menggunakan google form yaitu pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Somer’s. Hasil penelitian menunjukkan pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 17 tahun sejumlah 62 orang (62,6%), kebiasaan menstruasi sebagian besar pada kategori rutin sejumlah 87 orang (87,9%). Kualitas tidur sebagian besar adalah buruk sebanyak 70 (70,7%) siswi Sedangkan kejadian PMS paling banyak pada kategori tidak ada gejala-gejala ringan sebanyak 73 (73,7%). Ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian premenstrual syndrome dengan nilai p=0,001 (OR=7,043; 95%CI=1,542-32,164). Dengan kata lain siswi dengan kualitas tidur buruk akan berisiko7,043 mengalami PMS dengan gejala sedang-gejala berat. Saran peneliti kepada siswi di SMAN 1 Godean jika mempunyai masalah kualitas tidur yang buruk dapat berkonsultasi kepada petugas kesehatan untuk menjaga dan memperbaiki kualitas tidur sebagai upaya pencegahan terjadinya PMS
Pengetahuan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Berdasarkan Pemberian Informasi Pada Remaja di SMP N 1 Gamping
Perilaku personal hygiene saat menstruasi yang baik sangat dibutuhkan oleh remaja. Perilaku personal hygiene yang buruk saat menstruasi dapat mengakibatkan infeksi pada organ reproduksi. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi yang tepat. Sumber informasi tentang personal hygiene saat menstruasi dapat remaja dapatkan dari orangtua, petugas Kesehatan, teman, saudara perempuan, media masa, guru, majalah dan juga televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan tentang perilaku personal hygiene saat menstruasi berdasarkan pemberian infomasi di SMP N 1 Gamping Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melibatkan 62 siswi kelas VII dan VIII SMP N 1 Gamping Sleman Yogyakarta yang sudah mengalami menstruasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sumber informasi dan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan sebanyak 87% remaja memiliki pengetahuan yang positif terbanyak pada item pertanyaan penggunaan pakain dalam dan pengetahuan negative terbanyak pada item pertanyaan kebersihan kulit wajah dan rambut yaitu 38,7%. Sumber informasi tentang personal hygiene saat menstruasi diperoleh dari orangtua (79%), petugas kesehatan (69%), guru (47%), media massa (44%), saudara perempuan (27%) dan teman sebaya (23%). Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah remaja memiliki pengetahuan yang positif sebanyak 74,1% dan pengetahuan negatif tentang perilaku personal hygiene saat menstruasi sebanyak 25,8%, Sumber informasi tentang perilaku personal hygiene saat menstruasi yang paling banyak didapatkan oleh remaja di SMP N 1 Gamping adalah dari orangtua (79%) dan paling sedikit dari teman sebaya (23%).