Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
240 research outputs found
Sort by
Pengaruh "Labu Acar" (Kelas Ibu Balita Pencar) Terhadap Penanganan Gizi Kurang Balita di Posyandu Sariro Mukti Ngemplak
Gizi balita mempunyai peran besar dalam mewujudkan Indonesia sehat. Kekurangan gizi pada balita dapat berasal dari kurangnya asupan protein dan energi. Asupan gizi yang di konsumsi sehari-hari, menjadi factor penyebab kurang gizi. Prevalensi gizi kurang di D.I Yogyakarta masih cukup tinggi, artinya sampai saat ini kejadian gizi kurang masih belum tuntas teratasi. Pengetahuan ibu merupakan factor predisposisi gizi kurang pada balita. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pengaruh kelas ibu terhadap tingkat pengetahuan ibu balita tentang penanganan gizi kurang balita. Metode penelitian adalah pre-experimental design dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita ada di Dusun Pencar dan aktif di Posyandu Sariro Mukti yaitu sejumlah 30 Ibu, dengan teknik sampling yaitu total sampling sehingga 30 Ibu menjadi responden. Instrument penelitian yaitu kuesioner dengan uji statistic Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan angka probabilitas 0.02<0.05, artinya terdapat pengaruh antara kelas ibu balita dengan tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan gizi kurang balita
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-3 Tahun (Todler) di Posyandu Kaligatuk Piyungan
Abstrak
Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh untuk metabolisme. Anak usia 1-3 tahun (toddler) adalah masa dimana anak mulai terjadi kemajuan dalam perkembangan motorik, istilah masa sering disebut terrible two. Status gizi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik kasar pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 1-3 tahun (toddler). Penelitian ini merupakan penelitian observasi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini anak yang berusia 1-3 tahun dan terdaftar di Posyandu Dusun Kaligatuk, dengan jumlah 32 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah antropometri dan lembar Denver Development Screening Test (Denver II). Penggunaan uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji spearman. Hasil uji analisis spearman didapatkan p value 0,090 (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara variabel status gizi dengan perkembangan motorik kasar tidak signifikan. Hal ini dapat disebabkan oleh keterbatasan peneliti dalam mengontrol faktor pengganggu, diantaranya yaitu: pengalaman, asupan makanan anak, status ekonomi dan pendidikan orang tua
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Hemoblobin Ibu Hamil Anemia
Anemia merupakan suatu keadaan ibu hamil dengan jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di bawah batas normal yang dapat mengakibatkan gangguan kapasitas dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.. Berdasarkan Word Health Organization (WHO) di Asia Tenggara sekitar 52,5% ibu hamil mengalami anemia. Lebih lanjut Hasil Riset Kesehatan Dasar (Risdekdas) tahun 2018 menungkapkan bahwa kejadian ibu hamil di Indonesia terus dari tahun 2013 ke tahun 2018 mengalami peningkatan. Tahun 2013 anemia pada ibu hamil sekitar 37,1% sementara tahun 2018 48,9% dari seluruh penduduk yang mengalami anemia. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kadar haemoglobin adalah dengan pemberian sari kacang hijau. Embrio dan kulit biji dari kacang hijau paling banyak kandungan zat besi nya. Kandungan zat besi pada kacang hijau sebanyak 6,7 mg per100 gram. Untuk dapat memberikan manfaat kacang hijau harus diiproses dengan baik dengan memperhatikan pengolahanya. Sari kacang hijau merupakan bentuk penyajian yang paling efektif untuk dikonsumsi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengatahui pengaruh sari kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia. Metode yang digunakan quasi-experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel pada penelitian ini ibu hamil yang anemia yang berjumlah 15 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Accendental Sampling. Uji normalitas mengunakan Shapiro-Wilk, analisa menggunakan paired samples test dan uji pengaruh independent t- test Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata kadar Hemoglobin (Hb) ibu hamil sebelum diberikan minuman kacang hijau adalah 9,6 gr/dl. Rata-rata kadar Hemoglobin (Hb) ibu hamil setelah diberikan minuman kacang hijau adalah 10,6 gr/dl. Uji pengaruh kadar hemoglobin pada pemberian sari kacang hijau secara uji stastistik independent T Test didapatkan P value sebesar 0,000 < 0,05.Simpulannya yaitu Sari kacang hijau berpengaruh terhadap kenaikan kadar Hb. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengaplikasikan pemberian sari kacang hijau pada ibu hamil untuk meningkatkan kadar H
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Beras Merah (Oryzarufipogon) dengan Metode DPPH
Tubuh memiliki sejumlah mekanisme untuk meredam radikal bebas dengan cara memproduksi antioksidan. Antioksidan dapat diperoleh dari luar tubuh (eksogenus) misalnya melalui makanan. Beras merah (Oryza rufipogon) memiliki kandungan zat aktif yang dapat berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh. Pigmen antosianin (bentuk glikon dari antosianidin) dapat berperan sebagai antioksidan, antimikroba, antiviral, anti-inflamasi, fotoreseptor, sekaligus antialergi. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas kandungan antioksidan pada ekstrak etanol beras merah. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Ekstrak beras merah dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut alkohol 70%. Ekstrak etanol beras merah dibuat dalam seri konsentrasi (10, 100, 200, 300, 400, 500, 600) ppm. Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak etanol beras merah dilakukan dengan menggunakan sistem DPPH. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan nilai IC50 untuk antioksidan ekstrak beras merah sebesar 410,98 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak beras merah tergolong ke dalam antioksidan sangat lemah
Stunting dan Frekuensi Terjadinya Penyakit Diare Pada Balita
Abstrak
Stunting merupakan penyakit malnutrisi kronis yang menjadi perhatian global termasuk di Indonesia. Kondisi stunting pada anak berdampak negatif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu dampak negatif bagi kesehatan anak yaitu terjadinya penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian stunting dengan frekuensi terjadinya penyakit diare pada balita di Desa Argodadi, Sedayu, Bantul. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Responden berupa balita stunting usia 3 – 60 bulan sebanyak 77 anak. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu microtoise, infantometer, dan kuesioner yang terdiri dari kuesioner data demografi dan kuesioner penyakit diare. Analisa data menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian bahwa dari balita yang mengalami stunting dalam kategori derajat stunting pendek dan ada hubungan bermakna antara stunting dengan frekuensi terjadinya penyakit diare (p=0.001). Diharapkan Puskesmas dapat melakukan pemantauan status gizi terhadap balita stunting dan perlunya diadakan surveilan secara berkala terkait frekuensi terjadinya penyakit infeksi pada balita
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita : Studi Literatur
Persoalan gizi dalam pembangunan kependudukan masih merupakan persoalan yang dianggap menjadi masalah utama dalam tatanan kependudukan dunia dan Indonesia khususnya. Stunting merupakan ganguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 SD menurut standar WHO. Stunting dapat berakibat fatal terhadap produktifitas di masa dewasa. Keadaan ini adalah manifestasi jangka panjang dari faktor asupan gizi dan penyakit infeksi berulang dan faktor lingkngan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada Balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi literatur dengan berbagai referensi, yaitu artikel atau jurnal penelitian, review jurnal, annual report yang diterbitkan dari tahun 2016 - 2021. Pencarian dilakukan menggunakan mesin pencari google di internet dengan kata kunci yang terkait, seperti: stunting, faktor resiko, dan determinan stunting. Pencarian database dilakukan di ResearchGate, WHO dan Depkes RI. Kesimpulan faktor pola asuh makan memiliki hubungan paling dominan terhadap kejadian stunting. Disarankan lebih ditingjatkan lagi program perbaikan pola asuh dan pola makan dalam mencegah stunting melalui Puskesmas, Posyandu, Kelas Ibu Hamil, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Ibu juga disarankaqn agar aktif mencari informasi dan menambah pengetahuan mengenai stuning dan cara pencegahannya melali berbagai media penyuluhan yang disediakan
Masker Gell Peel=Off Kulit Pisang Kepok (Musa acuminate x Musa balbisiana (ABB) cv ) dengan Perbedaan Konsentrasi Humektan Madu
Secara invitro kulit pisang kepok (Musa acuminate x Musa balbisiana (ABB)cv) mengandung senyawa flavonoid sehingga memiliki aktivitas antioksidan sebesar IC50 60.50 melalui metode ABTS (2,2 azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat) yang dapat melawan bahaya toksik serta mengurangi terjadinya kerusakan pada sel kulit wajah yang diakibatkan oleh proses oksidasi radikal bebas. Madu mengandung vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan sehingga sering digunakan untuk perawatan kulit. Masker gel peel-off merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk merawat wajah dan memiliki keunggulan yaitu mudah dalam penggunakaan dan dapat dibersihkan dengan cara melepaskan lapisan film dari kulit wajah sekitar 15-30 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kulit pisang kepok dapat diformulasikan dalam bentuk masker gel peel-off dan untuk mengetahui evaluasi sifat fisik masker menggunakan humektan madu. Proses maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dilanjutkan pada perbedaan konsentrasi humektan madu 15%, 20% dan 25%. Pengujian yang dilakukan terhadap sediaan masker gel peel-off yang dibuat meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya mengering, daya sebar, daya lekat dan uji kesukaan terhadap 10 orang sukarelawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok dengan perbedaan konsentrasi humektan madu dapat diformulasikan dalam sediaan masker gel peel-off, Masker gel peel-off ekstrak kulit pisang kepok memiliki penampilan fisik, pH, waktu kering, daya sebar yang baik sesuai dengan persyaratan yang ada dan untuk formulasi terbaik sediaan masker ekstrak kulit pisang kepok dalam bentuk gel peel-off berdasarkan uji kesukaan adalah pada formulasi 3 dengan konsentrasi humektan 25%
Perspektif Nilai Budaya Pada Perawatan Ibu Hamil di Kampung Adat Kuta Desa Tabaksari Kabupaten Ciamis
Perawatan pada masa kehamilan merupakan periode yang memiliki urgensi tinggi dimana masa hamil merupakan fase kondisi kritis baik bagi ibu maupun janinnya. Saat ini, prevalensi kematian ibu sebanyak 60% terjadi setelah persalinan disebabkan faktor predisposisi selama masa kehamilan. Penyebab kematian maternal terbanyak disebabkan oleh kematian obstetrik langsung akibat komplikasi selama masa kehamilan, pendarahan, eklampsi, infeksi dan sindrom trombosit rendah (HELLP) pada primipara. Asuhan antenatal yang berkualitas dan aman secara budaya memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan Ibu hamil. Sayangnya, saat ini hanya sedikit bukti empiris yang membuktikan bahwa asuhan kebidanan berbasis budaya dapat berperan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melalui asuhan yang efektif yaitu perawatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya yang mempengaruhi kejadian masih dilaksanakan secara turun temurun khususnya tentang perawatan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis fenomenologi, dimana penelitian ini mengidentifikasi makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu di Kampung Adat Kuta, Kecamatan Tambaksari. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami seutuhnya, sehingga tidak ada batasan dalam identifikasi dan memaknai fenomena yang dikaji
Karakteristik Isteri Berhubungan dengan Unmet Need For Family Planning Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Wonokromo Pleret Bantul
Ukuran yang bermanfaat untuk kesenjangan antara keinginan reproduksi wanita dan ketentuan pelayanan kesehatan adalah estimasi kebutuhan kontrasepsi yang belum terpenuhi atau disebut dengan unmet need for family planning. Indikator ini mengacu pada wanita yang ingin menunda atau membatasi kelahiran tetapi tidak menggunakan metode kontrasepsi untuk mencapainya. Unmet need KB secara nasional ditarget sebesar lima persen pada 2015. Di Indonesia masih terdapat 11% unmet need, Provinsi DIY sebanyak 13,69%, sedangkan unmet need di Kabupaten Bantul selalu mengalami peningkatan sejak tahun 2015, terakhir tahun 2019 sebesar 10,55%. Alasan unmet need wanita salah satunya karena sumber daya manusia yang masih rendah dengan pola pikir tradisional dilatarbelakangi oleh faktor keagamaan dan kultur budaya. Faktor yang berhubungan dengan unmet need adalah usia, status pernikahan, tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, dan akses kepada pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dengan unmet need for family planning. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling yaitu 331 PUS di dusun Wonokromo I dan Wonokromo II. Pengambilan data pada bulan Mei dan Juni 2021. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-square variabel pendidikan isteri dengan nilai p=0,112, pekerjaan isteri p=0,075, usia isteri dengan nilai p=0,001, paritas p=0,001. Kesimpulan ada hubungan antara usia ibu dan paritas dengan unmet need for family planning di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Tidak ada hubungan antara Pendidikan dan pekerjaan dengan unmet need for family planning di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul.
 
Uji Aktivitas Analgetik Sari Daun Pepaya (Carica Papaya L) Pada Mencit Putih Jantan Galur DDY Menggunakan Metode Induksi Asam Asetat
Nyeri merupakan tanda kerusakan jaringan yang disebabkan oleh rangsangan mekanik, kimiawi ataupun fisik. Salah satu terapi yang digunakan untuk mengobati nyeri adalah Asam Mefenamat. Salah satu obat tradisional yang digunakan secara turun-temurun untuk mengobati nyeri adalah daun Pepaya (Carica papaya). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas analgetik kapsul daun Pepaya pada mencit (Mus musculus) putih jantan galur DDY dengan Asam Mefenamat sebagai kontrol positif. Metode penelitian yakni eksperimental menggunakan 15 ekor mencit jantan galur DDY yang diberi induksi nyeri menggunakan asam asetat 0,1 % dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif (CMC Na) 0,5% sebanyak 0,5 ml, kelompok kontrol positif (Asam Mefenamat) dengan dosis 65 mg/Kg BB, dan kelompok zat uji (Kapsul daun Pepaya) dengan dosis 65 mg/Kg BB. Pengamatan jumlah geliat mencit sebagai respon nyeri dilakukan setiap lima menit selama 60 menit. Keseluruhan data geliat mencit pada penelitian ini dianalisis secara statistik menggunakan Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Perbandingan aktivitas analgetik kapsul daun Pepaya dengan Asam Mefenamat, menunjukkan bahwa kapsul daun Pepaya memiliki aktivitas analgetik pada mencit putih jantan galur DDY dilihat dari rerata penurunan geliat mencit. Penurunan jumlah geliat pada kelompok perlakuan kapsul daun Pepaya hampir sama dengan kelompok perlakuan Asam Mefenamat yang ditunjukkan denga n nilai signifikansi hasil analisis statistik lebih besar dari 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kapsul daun Pepaya terbukti memiliki aktivitas analgetik. Aktivitas analgetik kapsul daun Pepaya melalui penghambatan kerja enzim siklooksigenase secara statistik tidak berbeda signifikan dengan Asam Mefenamat