e Journals Directory Universitas Islam Syekh-Yusuf
Not a member yet
2296 research outputs found
Sort by
Creativity and religion Hubungan Antara Kreativitas Dengan Hasil Belajar Agama Islam di SMKN 5 Kabupaten Tangerang: Creativity, output study, islam religion
Analysis of Islamic religious learning outcomes in SMKN 5, Tangerang Regency. "This study aims to "analyze the relationship between creativity and Islamic learning outcomes."This research was conducted to students of SMKN 5 Tangerang Regency. The sample was taken by simple random sampling (sampling random sampling) by taking 30 students from 3 class XI, amounting to 90. "The research method used is a descriptive qualitative method with the technique" correlation. The independent variable (X) is creativity and the dependent variable "(Y) is the result of learning Islam. "The data obtained were analyzed first with the normality test using the lilliefors test, then the correlation coefficient test and the significance coefficient correlation test." = 0.40. Furthermore, calculating the significance of the coefficient with the t-student test obtained thit = 2.52 (ttab = 2.05) so that the conclusion is there is a relationship between creativity with the learning outcomes of Islamic religion.Analisis hasil belajar agama islam di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. “Penelitian ini bertujuan untuk†menganalisis hubungan antara kreativitas dengan hasil belajar agama islam.†Penelitian ini dilakukan kepada siswa SMKN 5 Kabupaten Tangerang. sampel diambil secara acak sederhana (sample random sampling) dengan mengambil 30 orang siswa yang berasal dari 3 kelas XI yang berjumlah 90. “Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik†korelasi. Variabel bebas (X) adalah kreativitas dan variabel terikat “(Y) adalah hasil belajar agama islam. “Data yang diperoleh dianalisis terlebih dahulu dengan uji normalitas memakai uji lilliefors, kemudian uji koefisien korelasi dan uji keberartian koefisien korelasi.â€Dari hasil pengujian normalitas untuk variabel bebas didapat Koefisien korelasi variabel X dan Y yang dihitung dengan analisis korelasi product moment, dan diperoleh rxy = 0,40. Selanjutnya menghitung keberartian koefesien dengan uji t-student diperoleh thit = 2,52 (ttab= 2,05) sehingga kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara kreativitas dengan hasil belajar agama islam
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA UTANG PIUTANG DI BAWAH TANGAN (Studi Kasus Putusan Perkara Pengadilan Nomor : 1182/Pdt.G/2020/PN.Tng)
Perjanjian utang piutang dianggap sah dan berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya meskipun berbentuk perjanjian di bawah tangan, sesuai pasal 1338 KUHPer dan pasal 1320 KUHPer. Pada penelitian ini membahas tentang bagaimana syarat-syarat sah perjanjian utang piutang dan akibat hukum apabila salah satu pihak ingkar janji (wanprestasi) serta cara penyelesaiannya. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dan bersifat deskriptif analisis, Data yang diperoleh dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Landasan hukum dalam penelitian ini mengacu kepada pasal 1313 KUHPer dan pasal 1320 KUHPer. Dalam penelitian ini penulis menemukan banyak masyarakat yang membuat perjanjian di bawah tangan, sehingga apabila debitur wanprestasi maka harus dituntut dimuka pengadilan agar debitur memenuhi prestasinya.Perjanjian utang piutang dapat dilakukan oleh orang perorangan atau badan hukum. Perjanjian utang piutang sering di buat oleh para pihak dengan perjanjian di bawah tangan, perjanjian di bawah tangan ini lebih mudah dan tidak memerlukan biaya pembuatannya. Perjanjian utang piutang dianggap sah dan berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya sesuai pasal 1338 KUHPdt apabila memenuhi syarat sahnya perjanjian sebagaimana dimaksud dalam pasal 1320 KUHPdt. Pada penelitian ini menjawab permasalahan tentang bagaimana syarat-syarat sah perjanjian utang piutang dan akibat hukum apabila salah satu pihak ingkar janji (wanprestasi) serta cara penyelesaiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan penelitian ini bersifat deskriptif analisis, sehingga data yang diperoleh dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Landasan hukum dalam penelitian ini mengacu kepada pasal 1313 KUHPdt dan pasal 1320 KUHPdt. Dalam penelitian ini penulis menemukan banyak masyarakat yang membuat perjanjian di bawah tangan, sehingga apabila debitur wanprestasi maka harus dituntut dimuka pengadilan agar debitur memenuhi prestasinya. Untuk menghindari proses hukum yang berkepanjangan penulis menyarankan agar perjanjian utang piutang dibuat dihadapan notaris.
Kata kunci: hukum perjanjian, utang-piutang
PROTOTYPE ALAT MONITORING PENYIRAMAN TANAMAN BERBASIS IOT (STUDI KASUS : TANAMAN CABAI)
Suatu teknologi dibuat pada dasarnya untuk memberikan manfaat bagi penggunanya. Salah satunya adalah teknologi dibidang perkebunan, keterlambatan dalam penyiraman merupakan salah satu masalah umum yang sering terjadi. Pada saat ini penyiraman tanaman cabai masih dilakukan menggunakan cara manual, dimana petani harus menggunakan teko penyiraman kemudian berkeliling kebun cabai dan menyiramnya dengan menggunakan teko penyiram. Begitupun dengan sumber pengaitan, dimana setiap hari petani harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengambil air di sumber pengairan, petani pun tidak menyadari jika tanaman mengalami keterlambatan dalam penyiraman akan berpengaruh terhadap produksi buah yang dihasilkan. Maka daripada itu dibuat lah sebuah Perancangan Alat Monitoring Penyiraman Tanaman Dengan Metode Prototipe Berbasis Iot Pada Tanaman (Studi Kasus Tanaman Cabai) yang bertujuan agar tanaman cabai tidak mengalami keterlambatan dalam penyiraman tanaman sehingga petani hanya perlu mengawasi kegiatan alat tersebut dan mengontrol air pada penampungan, hasil pengujian pada aplikasi bekerja dan sesuai dengan yang diinginkan oleh penulisSuatu teknologi dibuat pada dasarnya untuk memberikan manfaat bagi penggunanya. Salah satunya adalah teknologi dibidang perkebunan, keterlambatan dalam penyiraman merupakan salah satu masalah umum yang sering terjadi. Pada saat ini penyiraman tanaman cabai masih dilakukan menggunakan cara manual, dimana petani harus menggunakan teko penyiraman kemudian berkeliling kebun cabai dan menyiramnya dengan menggunakan teko penyiram. Begitupun dengan sumber pengaitan, dimana setiap hari petani harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengambil air di sumber pengairan, petani pun tidak menyadari jika tanaman mengalami keterlambatan dalam penyiraman akan berpengaruh terhadap produksi buah yang dihasilkan. Maka daripada itu dibuat lah sebuah Perancangan Alat Monitoring Penyiraman Tanaman Dengan Metode Prototipe Berbasis Iot Pada Tanaman (Studi Kasus Tanaman Cabai) yang bertujuan agar tanaman cabai tidak mengalami keterlambatan dalam penyiraman tanaman sehingga petani hanya perlu mengawasi kegiatan alat tersebut dan mengontrol air pada penampungan, hasil pengujian pada aplikasi bekerja dan sesuai dengan yang diinginkan oleh penulis
Vocabulary Teaching Strategies Used by Teachers at SMPN 264 Jakarta
This research is a study to describe the strategies used by teachers in teaching vocabulary. This study is important to be conducted because learning vocabulary is basic to raw building blocks that students can use to express their thoughts, and ideas and share information in both oral and written form. Previous studies on this topic have been conducted but none has been conducted at SMPN 264. This is the gap that is fulfilled by the current study. The current study was conducted at SMPN 264 Jakarta Barat. The aim of the study is to find out the strategies used by teachers in teaching vocabulary. This study used a case study on vocabulary teaching strategies as the methodology. The finding shows that the most frequently used strategy by teachers at SMPN 264 Jakarta is translating, while memorization is the least used strategy
RESTRUCTURING OF BANK DEBT IN THE CONTEXT OF PKPU APPLICATIONS AS A MEANS TO SAVE BUSINESS ACTORS?
Postponing Debt Payment Obligations (PKPU) aims to achieve peace between customers and financing providers so that they can reach an agreement regarding how these debts will be paid. Financing restructuring is an effort to improve the activity of providing relief for paying financing debt installments to customers who may have difficulty fulfilling their obligations. The financing provided by sharia banking is always subject to the risk of payment failure, which creates financing issues. The efforts of Sharia banking to surmount non-implementation of financing are, in principle, identical to those of conventional banking. These efforts include restructuring financing, collateral execution, litigation, the national sharia arbitration council, writing off books, and returning debts by reducing principal debt.
Keywords: Sharia Bank, Restructuring of Financing, and Non-Financing Performanc
PENEGAKKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PENYALAHGUNAAN JABATAN DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN DAN PENCUCIAN UANG
Many Crimes and violations have sprung up in Indonesia in various modes. This study aims to determine and analyze the motives of perpetrators of abusing office in the criminal act of embezzlement in office, law enforcement against perpetrators of embezzlement in office and money laundering and punishment in decision number 114 / Pid / 2019 / PT Yyk has reflected the elements of deterrent effects and laws and regulations on perpetrators of embezzlement in office and the judge's consideration in deciding criminal cases embezzlement in office and money laundering in Decision Number 114/Pid/2019/PT Yyk. The method used is Normative Juridical, descriptive analytical in nature with data analysis carried out qualitatively and the theoretical basis refers to applicable laws and regulations with legal theories and positive law implementation practices concerning the issues discussed. Embezzlement has the potential to occur when integrity is pawned due to several factors. Both intentional and unthinkable, due to low financial literacy of employees. Cases related to embezzlement of company assets or money by employees often occur. The motive is that there are deviations from SOPs and irregularities in recording financial transactions and reporting responsibilities. Law enforcement against perpetrators of embezzlement can be carried out penal efforts using criminal law means (ultimum remidium). Law enforcement officials carry out their respective roles and functions in responding to crime. However, the sanctions imposed have not been enough to cause a deterrent effect so that it is feared that this criminal act is increasingly rife.
Keywords : Embezzlement, crime, conviction, money laundering
 
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UMUR PERUSAHAAN TEHADAP PENGHINDARAN PAJAK DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Kasus Pada Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Batu Bara Yang Terdaftar Di Bei Periode 2017 – 2021): Studi Kasus di BEI
The purpose of this study was to determine how age, debt, and profitability all affected tax evasion, with firm size acting as a balancing factor. The mining firms in the coal subsector that were listed on the Indonesia Stock Exchange between 2017 and 2021 provided the samples for this study. In this study, 11 companies were chosen as samples using a purposive sampling technique. The analysis method used is multiple regression analysis with the help of SPSS 26 software. From this study, results showed profitability negatively affected tax avoidance with a significant value. 0,013. Meanwhile, leverage and the age of a company have no effect on tax avoidance with significant value of 0.496 and 0.484, respectively. This study also shows the results that firm size can strengthen the negative influence of profitability relationships on tax avoidance with significant value 0,010, but corporate size cannot modulate the relationship between leverage and sales growth on tax avoidance with signifivant value 0,74 and 0,193
ANALISIS MUATAN KETIMPANGAN SOSIAL PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA UNTUK MENGHADAPI STANDARISASI PENDIDIKAN ERA HUMAN SOCIETY 5.0
Pembaharuan di bidang pendidikan dilakukan terus-menerus agarmampu menghadapi berbagai tantangan sesuai perkembanganzaman. Tantangan yang dihadapi dalam sistem pendidikan meliputipersoalan-persoalan pemerataan, mutu, relevansi dan efisiensipendidikan. Salah satu upaya bersama yang diyakini mampumemacu dan membangun keunggulan kualitas pendidikan adalahpemerataan pendidikan secara sarana dan prasarana yangmendukung proses pendidikan dimanapun lokasi yang ada diseluruhIndonesia. Pancasila merupakan ideologi nasionalis Indonesia yangdapat dijadikan sebagai alat untuk membangun karakter nasionalis diera masyarakat 5.0. Tujuan dari analisis konten ini adalah untukmengetahui bagaimana adanya ketimpangan social dan Pendidikanbagi generasi dewasa selanjutnya akan menggunakan teknologi diera revolusi industri 5.0 dan bagaimana pancasila akan berdampakpada kehidupan bangsa. Lantas bagaimana ketimpangan socialpendidikan dengan sistem pendidikan di Indonesia? Tulisan inimengkajitentangketimpangansocialpendidikandenganmembangun karakter profil prlajar pancasila dalam menghadapistandarisasi pendidikan menuju era human society 5.0 Penelitian inimerupakan jenis penelitian analisis konten. Metode penelitian iniadalah analisis konten inferensial. Analisis data penelitian ini dengancara pengadaan data, pengurangan data, inferensi, dan analisis data.Dalam dunia pendidikan, belakangan ini misalnya muncul beberapaberita yang viral di media massa dan media sosial tentang masalahyang bisa dikatakan klise yaitu intoleransi. namun, tidak sedikitpermasalahan lain yang terjadi di dunia pendidikan dasar danmenengah seperti masalah radikalisme dan bullying. Masalah-masalah tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilaiPancasila. Salah satu upaya yang dilakukan adalah denganmenggagas “Profil Pelajar Pancasila”, sebuah profil ideal PelajarIndonesia tentunya sesuai dengan Pancasila. Hasil analisismenunjukkan bahwa profil dimaksud dalam “Profil MahasiswaPancasila”, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotongroyong, keragaman global, era human society 5.0. KementerianPendidikan dan Kebudayaan dalam gagasan profil kemahasiswaantelah menyampaikan apa saja indikator dari “Profil KemahasiswaanPancasila. Profil ini merupakan indikator yang digunakan untukmengukur seberapa sesuai dengan kriteria siswa Indonesia denganPancasilayangdiprakarsaiolehPusatPenguatanKarakterKementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kajiannya tentang “ProfilPelajar Pancasila” yang memuat karakter-karakter yang mengacupada Pancasila, berimplikasi untuk ketahanan pribadi siswa, dimanaProfil Siswa Pancasila mengarahkan siswa untuk menjadi pribadiyang bersama berkarakter sesuai Pancasila yang terangkum dalam“Profil Pelajar Pancasila” menuju era human society 5,0. Peranpemerintah dan masyarakat diperlukan untuk memberikan dorongankepada warga negara bahwa pendidikan mempunyai arti penting dantujuan, khususnya menjadikan bangsa Indonesia mempunyai kualitasyang dapat dipandang oleh dunia. Ketimpangan sosial yang berkaitandengan pendidikan harus mampu diminimalisir bahkan diselesaikanagar tidak menjadi konflik yang berkepanjangan di masyarakat.Tujuan dari analisis konten ini adalah untuk mengetahui bagaimana adanya ketimpangan social dan Pendidikan bagi generasi dewasa selanjutnya akan menggunakan teknologi di era revolusi industri 5.0 dan bagaimana pancasila akan berdampak pada kehidupan bangsa. Lantas bagaimana ketimpangan social pendidikan dengan sistem pendidikan di Indonesia? Tulisan ini mengkaji tentang ketimpangan social pendidikan dengan membangun karakter profil prlajar pancasila dalam menghadapi standarisasi pendidikan menuju era human society 5.0 Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis konten. Metode penelitian ini adalah analisis konten inferensial. Analisis data penelitian ini dengan cara pengadaan data, pengurangan data, inferensi, dan analisis data. Dalam dunia pendidikan, belakangan ini misalnya muncul beberapa berita yang viral di media massa dan media sosial tentang masalah yang bisa dikatakan klise yaitu intoleransi. namun, tidak sedikit permasalahan lain yang terjadi di dunia pendidikan dasar dan menengah seperti masalah radikalisme dan bullying. Masalah-masalah tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggagas “Profil Pelajar Pancasila”, sebuah profil ideal Pelajar Indonesia tentunya sesuai dengan Pancasila. Hasil analisis menunjukkan bahwa profil dimaksud dalam “Profil Mahasiswa Pancasila”, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, keragaman global, era human society 5.0. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam gagasan profil kemahasiswaan telah menyampaikan apa saja indikator dari “Profil Kemahasiswaan Pancasila. Profil ini merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa sesuai dengan kriteria siswa Indonesia dengan Pancasila yang diprakarsai oleh Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kajiannya tentang “Profil Pelajar Pancasila” yang memuat karakter-karakter yang mengacu pada Pancasila, berimplikasi untuk ketahanan pribadi siswa, dimana Profil Siswa Pancasila mengarahkan siswa untuk menjadi pribadi yang bersama berkarakter sesuai Pancasila yang terangkum dalam “Profil Pelajar Pancasila” menuju era human society 5,0. Peran pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk memberikan dorongan kepada warga negara bahwa pendidikan mempunyai arti penting dan tujuan, khususnya menjadikan bangsa Indonesia mempunyai kualitas yang dapat dipandang oleh dunia. Ketimpangan sosial yang berkaitan dengan pendidikan harus mampu diminimalisir bahkan diselesaikan agar tidak menjadi konflik yang berkepanjangan di masyarakat
PERAN DP3AP2KB DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN KELUARGA MISKIN DI KOTA TANGERANG
This study aims to analyze the Role of the Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning Service in Empowering Women to Improve the Quality of Life of Poor Women in Tangerang City. This study is motivated by the existence of women who have a strategic position in regional development, therefore their existence needs to be empowered so that they can contribute positively to development. Women's empowerment is carried out through a program to improve the quality of life of women for poor women who are participants in the family hope program. In analyzing women's empowerment in this study, the concept of empowerment theory from Nugroho was used, where women's empowerment is measured using indicators of access, participation, control and benefits. Qualitative research methods are used to answer the research problems that have been formulated. Data analysis uses observation, interview and documentation techniques. Interview techniques are carried out with research informants who are taken intentionally, while observation techniques are carried out on the implementation of programs to improve the quality of life of women for poor women. The results of the study provide information that poor women in Tangerang City already have the same rights to get women's empowerment programs where every woman has the same right to get training in order to have skills, self-confidence in making decisions in order to make changes in the lives of every woman. Although access given to poor women has not been given evenly because not all poor women registered as participants in the Family Hope Program have received food processing training as an implementation of the Women's Quality of Life Improvement program. In an effort to optimize access to obtain productive resources for poor women through the Women's Quality of Life Improvement program, it is recommended to improve communication with their networks related to the socialization of women's empowerment programs so that every poor woman registered as a participant in the Family Hope Program can obtain information related to the implementation of training carried out in the program.
Keywords: Women's empowerment, women from poor families, improving women's quality of life.
 
PERAN BAHASA DALAM MENINGKATKAN PERAN BAHASA DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEAGAMAAN JAMAAH MAJELIS TA’LIM ZAMY ASSURRUR KECAMATAN SUKADIRI KABUPATEN TANGERANG
Dalam suatu kehidupan, manusia membutuhkan bahasa untuk menyampaikan pesan, karena bahasa merupakan salah satu media komunikasi manusia. Manusia merupakan mahkluk sosial yang harus berinteraksi dengan sesamanya dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Karena itu, manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Melalui Bahasa dalam kehidupan sehari-hari, manusia mengenal kebudayaan dan menciptakan berbagai wujud ide, aktivitas, hingga artefak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahasa, menjadi salah satu unsur paling penting yang mempengaruhi kehidupan maupun kebudayaan manusia. Untuk itu bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, khususnya dalam meningkatkan perilaku keagamaan khususnya pada jamaah Majelis ta’lim Zamy Assurrur karena ia menjadi alat komunikasi yang utama, meskipun terkadang pada realitanya Bahasa tidak menyampaikan pesan dengan benar. Sehingga memunculkan salah paham diantara mereka. Sebagai alat komunikasi, bahasa meliputi kata, kumpulan kata, klausa dan kalimat yang diungkapkan secara runtut baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian Bahasa sebagai sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui susunan suara atau ungkapan tulis yang terstruktur untuk membentuk satuan yang lebih besar. Sedangkan dalam perspektif Linguistik Sistemik Fungsional (LSF), bahasa adalah bentuk semiotika sosial yang sedang melakukan pekerjaan di dalam suatu konteks situasi dan konteks kultural, yang digunakan baik secara lisan maupun secara tulis, Abstrak
Dalam suatu kehidupan, manusia membutuhkan bahasa untuk menyampaikan pesan, karena bahasa merupakan salah satu media komunikasi manusia. Manusia merupakan mahkluk sosial yang harus berinteraksi dengan sesamanya dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Karena itu, manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Melalui Bahasa dalam kehidupan sehari-hari, manusia mengenal kebudayaan dan menciptakan berbagai wujud ide, aktivitas, hingga artefak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahasa, menjadi salah satu unsur paling penting yang mempengaruhi kehidupan maupun kebudayaan manusia. Untuk itu bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, khususnya dalam meningkatkan perilaku keagamaan khususnya pada jamaah Majelis ta’lim Zamy Assurrur karena ia menjadi alat komunikasi yang utama, meskipun terkadang pada realitanya Bahasa tidak menyampaikan pesan dengan benar. Sehingga memunculkan salah paham diantara mereka. Sebagai alat komunikasi, bahasa meliputi kata, kumpulan kata, klausa dan kalimat yang diungkapkan secara runtut baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian Bahasa sebagai sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui susunan suara atau ungkapan tulis yang terstruktur untuk membentuk satuan yang lebih besar. Sedangkan dalam perspektif Linguistik Sistemik Fungsional (LSF), bahasa adalah bentuk semiotika sosial yang sedang melakukan pekerjaan di dalam suatu konteks situasi dan konteks kultural, yang digunakan baik secara lisan maupun secara tulis, sehingga perilaku keagamaan jamaah Majelis Ta’lim Zamy Assurrur tercapai secara maksimal.
Keyword : Peran Bahasa, Perilaku Keagamaa