Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
Not a member yet
3034 research outputs found
Sort by
Literasi Media: Mengenal Modus TPPO dan Pencegahan di SMK 2 Kota Tanjungpinang
Dalam era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan maraknya penyalahgunaan media sosial, literasi media menjadi krusial, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kondisi ini diperparah karena Kepulauan Riau (Kepri) yang telah diidentifikasi sebagai salah satu "pintu masuk-pintu keluar" utama TPPO di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis siswa SMK terhadap modus TPPO yang memanfaatkan teknologi digital dan sektor pariwisata. Mitra pengabdian dalam kegiatan ini adalah SMK Negeri 2 Kota Tanjungpinang, sebuah sekolah kejuruan yang siswanya berada dalam kelompok usia produktif dan rentan terhadap tawaran kerja palsu di media digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan sosialisasi yang bersifat partisipatif dan interaktif, meliputi ceramah, sesi tanya jawab, studi kasus, dan simulasi, dengan menghadirkan narasumber ahli dari Kejaksaan Negeri Bintan dan akademisi. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa dibandingkan Asesmen Awal dan pretest, di mana mayoritas peserta kini mampu mengidentifikasi tanda-tanda penipuan daring dan indikator TPPO, membuktikan efektivitas program dalam membentuk kesadaran kritis yang dibutuhkan di era digita
REPOSISI ORGANISASI KEMASYARAKATAN (ORMAS) SEBAGAI AKTOR STRATEGIS CIVIL SOCIETY DALAM KONSTELASI DEMOKRASI QUADRO POLITICA DI INDONESIA
Organisasi kemasyarakatan (ormas) merupakan komponen strategis dari civil society yang berperan sebagai penyeimbang kekuasaan negara dalam sistem demokrasi. Namun, meskipun regulasi seperti Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 (UU Ormas) telah mengatur legalitas ormas, ruang partisipasi deliberatif dan fungsi kontrol terhadap kebijakan publik belum berjalan optimal. Ketidakjelasan mekanisme pelibatan ormas dalam proses pengambilan keputusan menyebabkan posisi ormas lebih sering berada sebagai objek pembinaan negara daripada aktor demokrasi yang mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi reposisi ormas sebagai pilar civil society melalui kerangka demokrasi quadro politica yang melihat interaksi kekuasaan antara negara, masyarakat politik, pasar, media, dan civil society. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan statute approach dan conceptual approach, melalui telaah peraturan (UU Ormas, Permendagri, Permenkumham, Permenlu), doktrin, jurnal ilmiah, serta pemberitaan media yang kredibel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas regulasi ormas tidak ditentukan oleh keberadaan aturan, tetapi oleh orientasi penafsirannya, yakni segi administratif atau pemberdayaan. Reposisi ormas hanya dapat tercapai apabila negara membuka ruang deliberasi, menjamin akses partisipasi dalam kebijakan publik, serta memperkuat kapasitas advokasi ormas. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan civil society adalah prasyarat bagi demokrasi yang sehat dan mencegah pemusatan kekuasaan pada elit politik dan ekonomi
Sleep Call Sebagai Bentuk Komunikasi Intim Pada Pasangan Anak Muda (Studi Pada Generasi Z Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang)
Perubahan teknologi komunikasi di era digital telah melahirkan pola interaksi baru, termasuk fenomena sleep call yang marak dilakukan generasi Z, khususnya mahasiswa. Aktivitas ini merujuk pada kebiasaan pasangan melakukan percakapan melalui telepon atau video call hingga tertidur bersama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sleep call sebagai bentuk komunikasi intim yang berfungsi memperkuat keterikatan emosional mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap delapan informan, serta dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor digunakan sebagai kerangka konseptual untuk memahami tahapan perkembangan hubungan interpersonal melalui pengungkapan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sleep call bukan sekadar percakapan rutin, melainkan media intim yang memperkuat kepercayaan, keterbukaan, empati, serta sikap mendukung antar pasangan. Aktivitas ini menciptakan persepsi kehadiran pasangan dalam keseharian, sehingga mampu menumbuhkan rasa nyaman dan komitmen emosional. Namun, penelitian juga mengidentifikasi dampak negatif berupa potensi ketergantungan emosional, terganggunya kualitas tidur, serta konflik akibat perbedaan kesibukan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian komunikasi interpersonal dengan menambahkan perspektif tentang komunikasi intim berbasis teknologi. Secara praktis, hasilnya dapat menjadi refleksi bagi mahasiswa maupun generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sleep call sehingga mampu memperkuat ikatan emosional tanpa menimbulkan dampak yang merugikan
STRATEGI MEMBANGUN BRAND IMAGE DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN DAN KEPERCAYAAN PELANGGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi brand image Daviena Skincare dalam membentuk kepuasan dan kepercayaan pelanggan. Di tengah persaingan industri kecantikan yang ketat, citra merek menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen dan membangun loyalitas. Daviena Skincare sebagai brand lokal memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, sebagai media promosi utama dengan pendekatan naratif dan visual yang kuat. Namun, munculnya isu overclaim terhadap beberapa produk menimbulkan keraguan dan berdampak pada persepsi publik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengkaji keterkaitan antara strategi brand image, kepuasan, dan kepercayaan pelanggan. Hasil kajian menunjukkan bahwa brand image yang konsisten dan kredibel dapat meningkatkan kepuasan pelanggan yang selanjutnya memperkuat kepercayaan terhadap merek. Temuan ini menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam merancang strategi branding yang etis, transparan, dan berkelanjuta
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN IBADAH UMRAH ( Studi Pada PT. Dakwah Nada Wisata )
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi PT. Dakwah Nada Wisata dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah umrah serta mengidentifikasi faktor penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan field research melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan PT. Dakwah Nada Wisata ada empat yaitu, memberikan kelengkapan informasi dan layanan biaya, menyebarkan promosi dan media publikasi, memberikan akses dan bukti pelayanan, memanajemen prosedur dan pelayanan. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterlambatan visa, kendala tiket, permasalahan administrasi, serta kepadatan jemaah pada musim tertentu. Strategi komunikasi yang transparan dan responsif terbukti efektif dalam meminimalkan hambatan sekaligus memperkuat citra positif perusahaan. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Ibadah Umrah, PT. Dakwah Nada Wisat
Sejarah Kurikulum 2013, Kelebihan Dan Kekurangannya Ditinjau Dari Sudut Pandang Profesionalisme Keguruan
Kurikulum 2013 menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan pendidikan nasional Indonesia karena menandai pergeseran menuju pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter. Artikel ini menelaah sejarah lahirnya Kurikulum 2013, kemudian mengeksplorasi kelebihan dan kekurangannya dari perspektif profesionalisme guru yakni bagaimana guru sebagai pelaksana kebijakan kurikulum memerlukan kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pengumpulan data dari jurnal dan artikel ilmiah Indonesia yang membahas Kurikulum 2013 dan profesionalisme keguruan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara konseptual Kurikulum 2013 memiliki keunggulan seperti orientasi kepada kompetensi, pembelajaran aktif, dan integrasi karakter, namun di sisi lain terdapat kelemahan operasional terutama berkaitan dengan kesiapan guru, beban administratif, dan pelaksanaan penilaian autentik. Dari sudut pandang profesionalisme guru, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan guru, pelatihan, dan manajemen sekolah. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk mewujudkan potensi penuh Kurikulum 2013, penekanan lebih besar perlu diberikan pada pengembangan profesionalisme guru sehingga kurikulum tidak hanya menjadi dokumen tetapi praktik nyata di kelas
Pengembangan Tes Berpikir Kreatif Matematis Berbasis Etnomatematika Budaya Melayu Untuk Mengukur Fluency, Flexibility, Dan Originality Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan instrumen tes berpikir kreatif matematis berbasis etnomatematika budaya Melayu serta menguji kualitasnya sebagai perangkat asesmen yang valid, reliabel, dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan kisi-kisi, penyusunan butir soal, validasi ahli, revisi, uji coba terbatas, analisis empiris, dan penyempurnaan produk akhir. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI SMK Samudera Indonesia Medan dengan jumlah responden sebanyak 52 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi dengan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,982, yang menandakan konsistensi internal butir tes sangat baik. Selain itu, hasil analisis korelasi Pearson membuktikan bahwa aspek fluency, flexibility, dan originality memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan terhadap skor total kreativitas matematis siswa, dengan nilai korelasi masing-masing sebesar 0,979; 0,986; dan 0,982 pada taraf signifikansi 0,01. Simpulan penelitian ini adalah instrumen tes berpikir kreatif matematis berbasis etnomatematika budaya Melayu yang dihasilkan layak digunakan oleh guru matematika SMK sebagai alternatif asesmen untuk mengukur sekaligus melatih keterampilan berpikir kreatif siswa sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui “Knowing And Loving Your Local Potential” Desa Wisata Giyanti Kabupaten Wonosobo
Keterlibatan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam bidang pariwisata menjadi tantangan utama, sebagaimana terjadi di Desa Wisata Giyanti, Kabupaten Wonosobo. Desa ini terdiri atas empat dusun dengan potensi wisata geografis, budaya, dan buatan, tetapi hanya satu dusun yang mampu mengelola pariwisata. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM), dilakukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat di tiga dusun lainnya melalui studi dokumentasi, pelatihan pariwisata, focus group discussion (FGD), dan workshop. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait konsep desa wisata dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pemetaan 14 titik potensi wisata, pembentukan empat paket wisata tematik, serta perancangan sistem pengelolaan SDM terintegrasi di seluruh dusun. Dengan demikian, kegiatan PkM ini berkontribusi dalam mendorong pengembangan Desa Wisata Giyanti menuju desa wisata berkelanjutan melalui kolaborasi antar dusun, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kelestarian budaya
Instagram, Komunikasi Pemasaran, Peningkatan Konsumen, Distributor Tupperware Hub Valentine Medan
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran dan hambatan yang dilakukan di kantor distributor Tupperware Hub Valentine Medan dalam mempromosikan produknya melalu sosial media Instagram. Untuk mengetahui hambatan dalam strategi komunikasi pemasaran di kantor distributor Tupperware Hub Valentine Medan melalui media sosial Instagram. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Adapun informannya adalah owner, dan team media sosial kantor distributor Tupperware Hub Valentine Medan; Teknik pengumpula data yang digunakan meliputi 3 hal yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi sedangkan, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman diantaranya, reduksi data, penyajian data, dan juga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Hub Valentine dalam mempromosikan produknya menggunakan media sosial Instagram. Obyek pemasaran online dengan mengaplikasikan bauran pemasaran ilmu komunikasi dengan unsur ; komunikator, komunikan, pesan, dan media agar lebih terarah. Selain itu penunjang pemasaran produk dalam bentuk foto atau video menggunakan fitur- fitur yang terdapat di dalam aplikasi Instagram seperti: Instagram stories, Instagram reels, dan penyajian foto produk di upload dalam Feed Instagram. Hambatan ditemukan dalam promosi produk Hub Valentine. Kualitas produk Hub Valentine yang tinggi, fakta bahwa postingan Hub Valentine dapat dibagikan ke banyak orang, dan fakta bahwa Instagram memiliki fitur menarik yang memudahkan promosi penjualan produk sedangkan hambatan komunikais dalam penelitian ini; 1) hambatan teknik, tidak adanya hak cipta di Instagram yang menyebabkan foto yang diunggah oleh Hub Valentine terkadang digunakan oleh pengguna lain dan adanya pesaing bisnis online lainnya merupakan faktor yang menjadi penghambat.; 2) hambatan perilaku, adanya followers yang tidak memberikan like atau komentar pada setiap unggahannya dan adanya feedback negatif pada kolom komentar, merupakan faktor yang menjadi penghambat
PERAN VIDEO EDITOR DALAM MENINGKATKAN ENGAGEMENT TIKTOK MEDIA PARAPUAN
Penelitian ini membahas peran video editor dalam proses kreatif pengemasan konten video singkat pilar entertainment pada akun TikTok @cerita_parapuan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya konsumsi konten video pendek di media sosial serta pentingnya strategi visual dalam menarik keterlibatan audiens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran video editor dalam membentuk strategi editing yang relevan dengan kebutuhan pengguna, serta bagaimana strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan engagement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam yang dilakukan selama praktik kerja lapangan di Parapuan, bagian dari Kompas Gramedia. Temuan menunjukkan bahwa video editor tidak hanya berperan dalam aspek teknis editing, tetapi juga terlibat dalam pengambilan keputusan kreatif seperti penentuan hook, durasi, audio, dan visual yang sesuai dengan identitas brand Parapuan. Strategi visual yang digunakan terbukti mampu memenuhi motivasi audiens berdasarkan teori Uses and Gratification, seperti pencarian hiburan, informasi, identitas personal, dan koneksi sosial. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran video editor sangat penting dalam membangun keterlibatan audiens dan memperkuat posisi brand di tengah kompetisi konten digital yang semakin dinamis