Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Discovery Learning Bermuatan Kearifan Lokal Pendap Bengkulu pada Materi Zat Aditif

    No full text
    This study aims to develop interactive learning media based on discovery learning that integrates the local wisdom of Pendap Bengkulu in the topic of food additives, using the 4D development model, which consists of the stages of defining, designing, developing, and disseminating through YouTube and the Unib e-learning platform. The research instruments included validation questionnaires from material experts and media experts to assess product feasibility, student response questionnaires to measure practicality, as well as pretest and posttest to evaluate the effectiveness of the media. Validation results indicated that the media was categorized as highly feasible, with scores of 74 from the material expert, 56 from the media expert, and 35.76 from student assessments, supported by an average student response of 4.35 in the “agree” category. Effectiveness testing also showed an improvement in learning outcomes, as the average pretest score of 56.72 increased to 86.37 in the posttest, with a gain score of 0.68, which falls into the medium category. These findings confirm that the developed media is feasible and effective for use in science learning, while also contributing to the innovation of local wisdom-based media integrated with discovery learning to improve the quality of science education. Keywords: Interactive learning media, Discovery Learning, local wisdom, Pendap BengkuluPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis discovery learning yang mengintegrasikan kearifan lokal Pendap Bengkulu pada materi zat aditif dengan menggunakan model pengembangan 4D, mencakup tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran melalui YouTube serta e-learning Unib. Instrumen penelitian meliputi angket validasi oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan produk, angket respon mahasiswa guna mengukur tingkat praktikalitas, serta tes pretest dan posttest untuk mengevaluasi efektivitas media. Hasil validasi menunjukkan media berada pada kategori sangat layak, dengan skor 74 dari ahli materi, 56 dari ahli media, serta 35,76 dari penilaian mahasiswa, ditambah respon mahasiswa rata-rata 4,35 yang menunjukkan kategori setuju. Uji efektivitas juga memperlihatkan peningkatan hasil belajar, di mana rata-rata nilai pretest 56,72 naik menjadi 86,37 pada posttest dengan skor gain 0,68 yang termasuk kategori sedang. Temuan ini membuktikan bahwa media yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPA, sekaligus memberikan kontribusi pada inovasi media berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan penerapan discovery learning guna meningkatkan kualitas pembelajaran sains. Kata kunci : Media pembelajaran interaktif, discovery learning, kearifan lokal, Pendap Bengkul

    Pemanfaatan Virtual Reality dalam Simulasi Percobaan Hukum Ohm

    No full text
    This study aims to analyze the utilization of virtual reality (VR) technology in simulating Ohm's Law experiments in physics education. Ohm's Law is a fundamental concept in physics that relates voltage, current, and resistance in electrical circuits, which is essential for understanding various electrical phenomena. However, conventional physics experiments are often limited by the availability of equipment, infrastructure, and costs. Virtual reality offers a solution by providing immersive and interactive simulations, allowing students to conduct experiments without physical constraints. This study employs literature review approach to evaluate trends in the use of VR in Ohm's Law experiments. The results show that VR technology can enhance students' understanding of abstract physics concepts, increase engagement and motivation, and offer more flexible and safer access to physics experiments. This study also notes that combining real and virtual experiments yields better results than relying on one type of experiment. Therefore, the use of VR in physics education holds significant potential to overcome existing limitations and support more effective and engaging learning.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) dalam simulasi percobaan hukum Ohm dalam pendidikan fisika. Hukum Ohm adalah konsep dasar dalam fisika yang menghubungkan tegangan, arus, dan resistansi dalam rangkaian listrik, yang penting untuk memahami berbagai fenomena kelistrikan. Namun, eksperimen fisika konvensional sering kali terbatas oleh keterbatasan alat peraga, infrastruktur, dan biaya. Virtual reality menawarkan solusi dengan menyediakan simulasi yang imersif dan interaktif, memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen tanpa keterbatasan fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk mengevaluasi tren penggunaan VR dalam eksperimen hukum Ohm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi VR dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep fisika yang abstrak, meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar, serta menawarkan akses yang lebih fleksibel dan aman dalam eksperimen fisika. Penelitian ini juga mencatat bahwa penggunaan eksperimen nyata dan virtual secara bersamaan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hanya mengandalkan satu jenis eksperimen. Oleh karena itu, pemanfaatan VR dalam pendidikan fisika sangat potensial untuk mengatasi keterbatasan yang ada dan mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan menarik

    Efektivitas Model Project-Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V pada Pembelajaran Sains

    No full text
    This study aims to examine the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model on student learning motivation in science education for fifth-grade students at SD Negeri 66 Ambon. The research used a quantitative approach with a One-Group Pretest-Posttest Design. The study involved 30 students as the sample, selected using purposive sampling. Data collection was conducted using three techniques: observation, questionnaires, and documentation. The questionnaire instrument used consisted of 14 items with a Likert scale to measure various aspects of student learning motivation. The data obtained were analyzed using SPSS with descriptive analysis, Paired Sample T-Test, and N-Gain tests. The results show that after the implementation of the PjBL model, there was a significant increase in student learning motivation. The average motivation before the implementation of the PjBL model was 52.37% (moderate category), while after the implementation, the average increased to 63.97% (high category). The Paired Sample T-Test results showed a sig (2-tailed) value of 0.000, indicating a significant difference in student motivation before and after the intervention. Based on these findings, it can be concluded that the Project-Based Learning model is effective in enhancing student learning motivation, particularly in science education.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Project-Based Learning (PjBL) terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran sains di kelas V SD Negeri 66 Ambon. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan 30 siswa sebagai sampel yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yaitu observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen angket yang digunakan terdiri dari 14 butir pernyataan dengan skala Likert untuk mengukur berbagai aspek motivasi belajar siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS dengan teknik analisis deskriptif, uji Paired Sample T-Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan model PjBL, terdapat peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar siswa. Rata-rata motivasi siswa sebelum penerapan model PjBL adalah 52,37% (kategori cukup), sementara setelah penerapan model PjBL, nilai rata-rata meningkat menjadi 63,97% (kategori tinggi). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000, yang berarti ada perbedaan signifikan antara motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran sains

    Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Penggunaan Google Sites Berbasis AI dalam Pembelajaran Fisika Dasar

    No full text
    Basic Physics learning for first-year university students still faces various challenges, particularly in understanding abstract and mathematical concepts. This condition highlights the need for interactive and flexible learning media that align with students’ characteristics. This study aims to analyze the needs and usage characteristics of AI-based Google Sites in Basic Physics learning. The research employed a descriptive quantitative approach using a survey method. The participants were  first-semester students of the Physics Education and Mathematics education Program at STKIP Darud Da’wah wal Irsyad Pinrang. Data were collected through a needs analysis questionnaire, classroom observations, and limited interviews. The results indicate that more than 80% of students experience difficulties in learning Basic Physics, 78% of respondents reported that lecturers predominantly use textbooks and presentation slides as the main learning media, 82.6% of students agreed or strongly agreed on the need for web-based learning media, and 81% of respondents perceived that AI integration in physics learning media has the potential to help them understand difficult materials. These findings suggest that AI-based Google Sites have strong potential to support Basic Physics learning and can serve as a foundational reference for the development of digital learning media in future studies.Basic Physics learning for first-year university students still faces various challenges, particularly in understanding abstract and mathematical concepts. This condition highlights the need for interactive and flexible learning media that align with students’ characteristics. This study aims to analyze the needs and usage characteristics of AI-based Google Sites in Basic Physics learning. The research employed a descriptive quantitative approach using a survey method. The participants were  first-semester students of the Physics Education and Mathematics education Program at STKIP Darud Da’wah wal Irsyad Pinrang. Data were collected through a needs analysis questionnaire, classroom observations, and limited interviews. The results indicate that students experience difficulties in comprehending abstract physics concepts and require web-based learning media that are accessible, well-structured, and supported by visual representations. Students also showed positive responses toward the integration of artificial intelligence, particularly in features such as automated feedback and learning material recommendations. These findings suggest that AI-based Google Sites have strong potential to support Basic Physics learning and can serve as a foundational reference for the development of digital learning media in future studies

    PENGGUNAAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya minat dan hasil belajar siswa di kelas IV C MI Miftahul falah Kota Bandung dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran tradisional yang monoton dan kurang interaktif. Media yang digunakan sebelumnya tidak berhasil melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar, sehingga pembelajaran terasa membosankan dan kurang memotivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penggunaan media video interaktif dalam pembelajaran Aqidah Akhlak.  Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi perubahan hasil belajar siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak. Sebelum menggunakan media video interaktif, prestasi belajar siswa berada pada tingkat rendah. Namun, setelah menerapkan media video interaktif, terjadi peningkatan yang signifikan. Pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas mencapai 5 dari 24 siswa, kemudian meningkat pada siklus 1 mencapai 11 dari 24 siswa yang tuntas, dan meningkat kembali pada siklus 2 yaitu mencapai 21 dari 24 siswa yang tuntas. Dengan demikian, penggunaan media video interaktif dapat dianggap sebagai solusi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Aqidah Akhlak dan prestasi belajar siswa di MI Miftahul falah Kota Bandung.   Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Pembelajaran, Video Interaktif  Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya minat dan hasil belajar siswa di kelas IV C MI Miftahul falah Kota Bandung dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran tradisional yang monoton dan kurang interaktif. Media yang digunakan sebelumnya tidak berhasil melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar, sehingga pembelajaran terasa membosankan dan kurang memotivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penggunaan media video interaktif dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi perubahan hasil belajar siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak. Sebelum menggunakan media video interaktif, prestasi belajar siswa berada pada tingkat rendah. Namun, setelah menerapkan media video interaktif, terjadi peningkatan yang signifikan. Pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas mencapai 5 dari 24 siswa, kemudian meningkat pada siklus 1 mencapai 11 dari 24 siswa yang tuntas, dan meningkat kembali pada siklus 2 yaitu mencapai 21 dari 24 siswa yang tuntas. Dengan demikian, penggunaan media video interaktif dapat dianggap sebagai solusi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Aqidah Akhlak dan prestasi belajar siswa di MI Miftahul falah Kota Bandung

    PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    No full text
    Pendidikan dalam perspektif Islam merupakan suatu proses pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu melalui pendekatan yang mencakup aspek intelektual, fisik, dan spiritual. Proses ini dirancang untuk membentuk kepribadian Islami dengan mentransformasi dan menginternalisasi nilai-nilai Islam. Dua landasan utama pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan Al-Hadis. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk membina individu agar dapat melaksanakan ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna, yang tercermin dalam sikap dan tindakan mereka di seluruh aspek kehidupan, demi mencapai kebahagiaan dan kejayaan baik di dunia maupun di akhirat. Ruang lingkup pendidikan Islam mencakup berbagai aspek, antara lain: tujuan pendidikan Islam, peran pendidik, karakteristik peserta didik, kurikulum pendidikan Islam, materi ajar, metode pengajaran, media pendidikan, sarana dan prasarana, evaluasi pendidikan, serta lingkungan pendidikan. Kata Kunci: Pendidikan, Islam, Pendidikan Islam  Pendidikan dalam perspektif Islam merupakan suatu proses pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu melalui pendekatan yang mencakup aspek intelektual, fisik, dan spiritual. Proses ini dirancang untuk membentuk kepribadian Islami dengan mentransformasi dan menginternalisasi nilai-nilai Islam. Dua landasan utama pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan Al-Hadis. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk membina individu agar dapat melaksanakan ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna, yang tercermin dalam sikap dan tindakan mereka di seluruh aspek kehidupan, demi mencapai kebahagiaan dan kejayaan baik di dunia maupun di akhirat. Ruang lingkup pendidikan Islam mencakup berbagai aspek, antara lain: tujuan pendidikan Islam, peran pendidik, karakteristik peserta didik, kurikulum pendidikan Islam, materi ajar, metode pengajaran, media pendidikan, sarana dan prasarana, evaluasi pendidikan, serta lingkungan pendidikan

    Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut

    No full text
    Peningkatan kebutuhan pangan nasional berdampak pada pemanfaatan lahan pertanian yang semakin intensif, yang seringkali memicu degradasi lahan. Evaluasi kesesuaian lahan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi esensial untuk mengelola sumber daya lahan secara berkelanjutan, khususnya untuk komoditas strategis seperti cabai (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman cabai di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, serta menyediakan rekomendasi teknis untuk pengembangannya. Metode yang digunakan adalah Spatial Multi-criteria Evaluation (SMCE) dengan metode skoring. Analisis dilakukan dengan tumpang susun (overlay) peta tematik (penggunaan lahan dan kemiringan lereng) untuk menentukan unit lahan. Parameter yang dievaluasi mencakup temperatur, curah hujan, pH tanah, kedalaman solum, dan lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan lahan dengan kategori Sangat Sesuai (S1) di lokasi penelitian. Sebagian besar lahan, seluas 4809.107 ha (89.25%), masuk dalam kelas Cukup Sesuai (S3), dan sisanya seluas 579.4835 ha (10.75%) tergolong Sesuai Marjinal (S2). Faktor pembatas utama yang teridentifikasi di seluruh wilayah studi adalah curah hujan yang tinggi (>1400 mm/tahun) dan kemiringan lereng. Rekomendasi teknis yang diajukan untuk optimalisasi lahan adalah pembuatan saluran drainase untuk mengelola kelebihan air serta penerapan teknik konservasi tanah dan air, seperti terasering, untuk memitigasi risiko erosi

    The Effect of Capital Structure on Firm Value with Firm Size as a Moderating Variable in LQ45 Index Companies listed on the IDX in 2014-2023

    No full text
    Increased public interest in investing needs to be supported by good company performance. The company's value determines the extent to which the company continues to grow. The corporation should optimize the capital structure and have the ability to manage the assets in the company well, hence improving the performance of the company. The objective of this test is to understand the influence of capital structure on firm value with company size as a moderating variable. Independent variable capital structure (Debt to Equity Ratio), dependent variable company value (Price Book Value), and moderating variable company size (Ln (total assets)). The population in the study were LQ45 index companies on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2023,  with 45 companies. The sample selected was 13 companies with predefined criteria using the purposive sampling method. The research method used is a quantitative approach using simple regression analysis and moderation regression analysis tests (MRA) using SPSS 25 analysis tools. The results of the research that has been done show that: 1). Capital structure affects the value of the company, 2). The size of the company strengthens the effect of capital structure on firm value

    The Influence of Organizational Culture and Organizational Climate on Employee Performance at Halu Oleo University, Kendari, Southeast Sulawesi Province

    No full text
    The organizational culture at Halu Oleo University, Kendari, Southeast Sulawesi Province, is still not optimal as expected, so this organizational culture has become a concern for progress.Halu Oleo University, Kendari, Southeast Sulawesi ProvinceThe purpose of the study itself is not to analyze, but to find out the results of the analysis, the results of the hypothesized calculations. The results of the study show that, the calculated t value for variable X1 (Organizational Culture) is 6.308 while the t table value for n = 75 is 1.993. So 6.308 > 1.993, it can be concluded that partially the organizational culture variable (X1) has an effect on Employee Performance (Y), the calculated t value for variable X2 (Organizational Climate) is 12.573 while the t table value for n = 75 is 1.993. So 12.573 > 1.993 can be concluded that partially the Organizational Climate variable (X2) has an effect on Employee Performance (Y), the calculated f value is 88.905 which is greater than the ftable value for n = 75 of 3.12 or 88.905 > 3.12 with a significance level of 0.00 because 0.00 < 0.05, so it can be said that Organizational Culture (X1) and Organizational Climate (X2) simultaneously together are able to explain Employee Performance (Y)

    The Effect of Price, Product Quality, and Service Quality on Shopee Customer Satisfaction in DKI Jakarta

    No full text
    This study explores the impact of price, product performance, and service quality on the satisfaction of Shopee users in Jakarta. The research context is shaped by three main issues: government plans to restrict imports under IDR 1.5 million, frequent consumer complaints regarding product mismatches, and concerns about Shopee’s service quality not substantially enhancing user satisfaction. A quantitative design was employed, with data collected from 100 respondents in Jakarta through structured questionnaires using a Likert scale. Data analysis, conducted with SPSS version 26, involved descriptive statistics, reliability and validity testing, classical assumption assessment, and regression analysis. The results demonstrate that price significantly affects customer satisfaction (p < 0.05), while product quality does not show a meaningful positive effect (p > 0.05). Furthermore, the combined contribution of product and service quality explains 89% of the variance in customer satisfaction, leaving 11% influenced by other factors beyond the scope of this study

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇