Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Kausal Komparatif Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Islam

    No full text
    Research in the field of education plays a crucial role in improving the quality of learning and supporting evidence-based decision-making. The selection of an appropriate research method greatly determines the accuracy of the findings, especially when the objective is to measure causal relationships between variables. In Islamic Religious Education (PAI), research is needed to assess the impact of learning approaches on students’ knowledge, attitudes, and religious behavior. This study examines the relevance of the causal comparative (ex post facto) method in PAI research through a literature review. This method enables researchers to evaluate differences in learning outcomes based on natural treatments that have occurred without manipulating the independent variables, making it suitable for religious education contexts. The findings indicate that the causal comparative method is effective in analyzing the influence of worship habituation, memorization, and role-modeling on religious outcomes, and serves as a strategic alternative when experimental designs are not feasible

    Manajemen Kurikulum Dalam Pendidikan Agama Islam

    No full text
    Curriculum management in Islamic Religious Education as an important basis for implementing learning. The method used in writing this article is qualitative, through a literature review, which involves research and analysis of various sources relevant to the management of the Islamic Religious Education curriculum. A well-managed curriculum through integrated planning, implementation, and evaluation improves the quality of education and student learning outcomes. The role of teachers, principals, and stakeholders is very important in realizing an effective, relevant, and adaptive curriculum. An Islamic Religious Education curriculum that is responsive to the times and the needs of students is easier to implement and has a real positive impact. Continuous strengthening of curriculum management is key to improving the quality of formal religious education. Curriculum management in Islamic Religious Education holds an important position in ensuring that the learning process runs well and produces competent, high-quality students with good character. &nbsp

    Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar

    No full text
    Pertanian merupakan sektor penting yang menopang kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi. Namun, tantangan utama yang dihadapi petani lokal adalah ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat dan dampaknya terhadap lingkungan semakin dirasakan. Di sisi lain, potensi bahan organik seperti limbah sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.Penggunaan pupuk organik tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan dan menurunkan biaya produksi pertanian. Sayangnya, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan organik menjadi pupuk masih menjadi kendala utama di kalangan petani dan warga desa. Oleh karena itu, diperlukan adanya pendampingan yang sistematis untuk mengedukasi dan melatih masyarakat agar mampu membuat dan menggunakan pupuk organik secara mandiri. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut melalui kegiatan pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan intensif dalam pembuatan pupuk organik baik cair maupun padat. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kolomayan mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai guna tinggi, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.   Keta Kunci : Pendampingan, Pupuk organik,ekonomi masyarakat,Pertanian merupakan sektor penting yang menopang kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi. Namun, tantangan utama yang dihadapi petani lokal adalah ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat dan dampaknya terhadap lingkungan semakin dirasakan. Di sisi lain, potensi bahan organik seperti limbah sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.Penggunaan pupuk organik tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan dan menurunkan biaya produksi pertanian. Sayangnya, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan organik menjadi pupuk masih menjadi kendala utama di kalangan petani dan warga desa. Oleh karena itu, diperlukan adanya pendampingan yang sistematis untuk mengedukasi dan melatih masyarakat agar mampu membuat dan menggunakan pupuk organik secara mandiri. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut melalui kegiatan pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan intensif dalam pembuatan pupuk organik baik cair maupun padat. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kolomayan mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai guna tinggi, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kata kunci : Pendampingan, Pupuk organik,ekonomi masyarakat

    Pengenalan Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Secara Praktis dan Berbasis Permainan Pada Forum Pemuda Desa Wisata dalam Peningkatan Skill Komunikasi

    No full text
    Bahasa Inggris praktis merupakan keterampilan penting dalam mendukung sektor pariwisata, terutama di desa wisata dengan potensi kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, banyak anak muda di Desa Wisata Rancabango, Garut, masih kesulitan menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dasar dalam bahasa Inggris melalui pendekatan yang menarik dan praktis dengan metode permainan. Metode ini menggabungkan permainan edukatif dengan pendekatan Total Physical Response (TPR) untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, kontekstual, dan ramah anak muda. Pelatihan dilakukan dalam sesi intensif selama lima jam yang melibatkan delapan belas peserta muda dari forum desa setempat. Berbagai permainan seperti tebak kata, bermain peran pemandu wisata, temukan tim Anda, dan bicara dan bertindak diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara, kerja sama tim, dan kepercayaan diri peserta. Evaluasi melalui tes awal dan tes akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penguasaan kosakata, kepercayaan diri berbicara, dan kemampuan menyampaikan informasi dasar terkait pariwisata dalam bahasa Inggris. Selain itu, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan semangat kolaboratif. Hasil program ini menunjukkan bahwa metode permainan merupakan pendekatan yang efektif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris praktis sekaligus memperkuat kapasitas pemuda sebagai agen aktif dalam pembangunan berkelanjutan desa wisata. Kata kunci: metode permainan, bahasa Inggris praktis, pemuda desa, pelatihan interaktif.Bahasa Inggris praktis merupakan keterampilan penting dalam mendukung sektor pariwisata, terutama di desa wisata dengan potensi kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, banyak anak muda di Desa Wisata Rancabango, Garut, masih kesulitan menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dasar dalam bahasa Inggris melalui pendekatan yang menarik dan praktis dengan metode permainan. Metode ini menggabungkan permainan edukatif dengan pendekatan Total Physical Response (TPR) untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, kontekstual, dan ramah anak muda. Pelatihan dilakukan dalam sesi intensif selama lima jam yang melibatkan delapan belas peserta muda dari forum desa setempat. Berbagai permainan seperti tebak kata, bermain peran pemandu wisata, temukan tim Anda, dan bicara dan bertindak diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara, kerja sama tim, dan kepercayaan diri peserta. Evaluasi melalui tes awal dan tes akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penguasaan kosakata, kepercayaan diri berbicara, dan kemampuan menyampaikan informasi dasar terkait pariwisata dalam bahasa Inggris. Selain itu, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan semangat kolaboratif. Hasil program ini menunjukkan bahwa metode permainan merupakan pendekatan yang efektif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris praktis sekaligus memperkuat kapasitas pemuda sebagai agen aktif dalam pembangunan berkelanjutan desa wisata.Kata kunci: metode permainan, bahasa Inggris praktis, pemuda desa, pelatihan interaktif

    INOVASI TEKNIK WARMING-UP SEBAGAI JEMBATAN AKTIVASI SKEMATA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

    No full text
    This community service activity addresses the challenge faced by prospective English instructors in Garut's tourism villages, particularly those under KNPI Garut who struggle to build active class atmospheres due to the limited use of effective warming-up techniques. The problem prevents the activation of schemata and hinders the natural transition to core material. This training aimed to enhance the instructors' understanding of warming-up as a schemata activation tool and to equip the 12 participants with three innovative techniques: Guessing Game, Describing Word Game, and Reverse Direction Game. The methodology involved intensive training, demonstration, and microteaching. The results showed a significant increase in the participants' conceptual understanding of warming-up's role. Participants successfully implemented all three techniques, with the Guessing Game proving effective in schemata activation, the Describing Word Game enhancing verbal fluency, and the Reverse Direction Game successfully boosting focus and creating a lively classroom atmosphere. The training positively impacted the instructors' pedagogical competence, allowing them to open classes in a more structured and engaging manner. Keywords: Warming-Up, Schemata Activation, English Learning, Pedagogical Competence, Tourism VillageThis community service activity addresses the challenge faced by prospective English instructors in Garut's tourism villages, particularly those under KNPI Garut who struggle to build active class atmospheres due to the limited use of effective warming-up techniques. The problem prevents the activation of schemata and hinders the natural transition to core material. This training aimed to enhance the instructors' understanding of warming-up as a schemata activation tool and to equip the 12 participants with three innovative techniques: Guessing Game, Describing Word Game, and Reverse Direction Game. The methodology involved intensive training, demonstration, and microteaching. The results showed a significant increase in the participants' conceptual understanding of warming-up's role. Participants successfully implemented all three techniques, with the Guessing Game proving effective in schemata activation, the Describing Word Game enhancing verbal fluency, and the Reverse Direction Game successfully boosting focus and creating a lively classroom atmosphere. The training positively impacted the instructors' pedagogical competence, allowing them to open classes in a more structured and engaging manner. Keywords: Warming-Up, Schemata Activation, English Learning, Pedagogical Competence, Tourism Villag

    PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI PUPUS KOMPOS

    No full text
    Indonesia, sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, memiliki potensi besar dalam sektor agribisnis, terutama di Kabupaten Garut yang dikenal dengan kopi berkualitas tinggi Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia menghasilkan limbah kulit kopi yang signifikan, mencapai 50-60% dari total panen biji kopi. Koperasi Mandalagiri berupaya mengolah limbah ini menjadi pupuk kompos, yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada 29 November 2024 menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengolah limbah kulit kopi. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para petani dapat mengurangi biaya pembelian pupuk kimia, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan

    Karakteristik Kulit Lumpia dengan Variasi Proporsi Tepung Terigu dan Tepung Biji Hanjeli (Coix Lacryma Jobi L)

    No full text
    Penambahan  tepung hanjeli dalam pembuatan kulit lumpia untuk mengurangi ketergantungan penggunaan tepung terigu serta meningkatkan diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perngarurh proporsi tepung  terigu dan  terpurng biji hanjerli terrhadap karakterristik fisikokimia, mekanis dan organoleptik kurlit lurmpia serta mengetahui hasil formulasi terbaik kulit lumpia dengan bahan baku tepung terigu dan tepung hanjeli. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu P0 (kontrol), P1 (70% tepung terigu: 30% tepung hanjeli), P2 (60% tepung terigu: 40% tepung hanjeli) dan P3 (50% tepung terigu: 50% tepung hanjeli). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa perlakuan formulasi proporsi tepung terigu dan tepung hanjeli berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, elastisitas, warna kecerahan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan organoleptik. Perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik kulit lumpia pada penelitian ini ditunjukan pada perlakuan P1 dengan (penambahan 30% tepung hanjeli) yang memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 41,60%, kadar air 0,92%, protein 7,25%, elastisitas 14,55% dan  warna kecerahan 57,26

    Case-Based Learning Innovation Strategies in Financial Management of Service Companies: Collaboration Between Universities and Industry to Improve Student Competence

    No full text
    This study aims to analyze the application of the case study method in improving students' critical thinking skills and enthusiasm in the Financial Management course in the Management Study Program, Faculty of Economics, Universitas Garut. The case study method is used in three learning cycles to evaluate students' ability to identify problems, analyze problems, seek information, draw conclusions, and present the results of their analysis in front of the class. The results of the study show that the application of the case study method is able to improve students' critical thinking skills, especially in topics such as cash flow management, financial statement analysis, investment decisions, and financial planning. In addition, the level of student enthusiasm has also increased significantly, which is reflected in their response, interest, and active participation during lectures. The role of lecturers as motivators, facilitators, and evaluators has proven to be effective in creating an interactive and conducive learning atmosphere. These findings make an important contribution to the development of more relevant and participatory learning methods in the field of financial management

    UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL HERBA KANCING UNGU (Borreria laevis Lamk.) TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN

    No full text
    Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melindunginya dari patogen dan zat asing yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek imunomodulator herba kancing ungu (Borreria laevis Lamk) pada fungsi fagositosis makrofag mencit (Mus musculus). Uji imunomodulator dilakukan dengan mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Setelah tujuh hari perawatan, mencit jantan diinokulasi dengan bakteri Staphylococcus aureus melalui injeksi intraperitoneal. Tiga kelompok diberikan perlakuan dengan ekstrak herba kancing ungu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Selanjutnya, cairan peritoneum diambil untuk mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Hasilnya, ekstrak herba kancing ungu secara signifikan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag sebesar 29,38% kelompok dosis 100 mg/kgBB, 34,44% kelompok dosis 200 mg/kgBB dan kelompok dosis 300 mg/kgBB sebesar 45,08% dengan nilai uji One-Way ANOVA signifikan p-value < 0,05. Oleh karena itu tanaman herbal kancing ungu berpotensi untuk dikembangkan  sebagai imunomodulator.Imunomodulator merupakan senyawa yang dapat mengembalikan ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh. Mekanisme kerja imunomodulator antara lain memulihkan fungsi sistem imun yang terganggu (immunorestorasi), meningkatkan fungsi sistem imun (imunostimulasi), dan menekan respon imun (imunosupresi). Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai imunomodulator adalah tanaman herbal kancing ungu (Borreria laevis Lamk). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol tanaman kancing ungu (Borreria laevis Lamk) menunjukkan aktivitas imunomodulator terhadap fagositosis makrofag pada mencit jantan (Mus musculus). Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dan selanjutnya diuji efek imunomodulatornya pada mencit jantan (Mus musculus) untuk melihat dampak terhadap aktivitas fagositosis yang ditimbulkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, membandingkan peningkatan aktivitas fagositosis terhadap sampel lain menggunakan metode uji fagositosis. Metode analisis yang digunakan meliputi uji ANOVA dan LSD. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol tanaman kancing ungu (Borreria laevis Lamk) mempunyai efek imunomodulator dengan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag pada mencit jantan. Persentase aktivitas fagositosis makrofag pada kelompok kontrol positif sebesar 30,06%, kelompok kontrol negatif sebesar 24,18%, kelompok dosis 100 mg/kgBB sebesar 29,38%, kelompok dosis 200 mg/kgBB sebesar 34,44%, dan kelompok dosis 300 mg/kgBB sebesar 34,44%. 45,08%, dengan hasil uji One-Way ANOVA signifikan p-value < 0,05

    Studi Kompatibilitas Kurkumin terhadap Eksipien Basis Effervescent

    No full text
    Kurkumin merupakan senyawa aktif yang memiliki berbagai manfaat farmakologis, namun keterbatasan kelarutannya dalam air menjadi pertimbangan dalam pengembangan sediaan, salah satunya dengan menggunakan basis effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi inkompatibilitas antara kurkumin dan beberapa eksipien effervescent, yaitu asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Metode penelitian meliputi uji homogenitas, organoleptik, mikroskopik, kadar air (LOD), kristalinitas, dan sifat termal. Campuran dibuat dengan perbandingan 1:1 menggunakan mixer selama 10 menit dengan kecepatan 60 rpm. Hasil menunjukkan adanya variasi dalam homogenitas, perubahan fisik, kadar air, dan karakteristik termal pada masing-masing campuran. Secara umum, campuran kurkumin dengan asam tartrat dan natrium bikarbonat menunjukkan kestabilan yang relatif baik dibandingkan dengan campuran yang mengandung asam sitrat, yang menunjukkan beberapa perubahan selama penyimpanan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa asam tartrat merupakan basis effervescent yang paling kompatibel untuk formulasi sediaan kurkumin, sedangkan asam sitrat menunjukkan potensi inkompatibilitas

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇