Jurnal Inomatika
Not a member yet
28 research outputs found
Sort by
Tahap Preliminary Research Pengembangan LKPD Matematika Berbasis Konstruktivisme Materi Program Linier
Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis tahap awal dalam mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Konstruktivisme untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik secara optimal. Penelitian ini menggunakan model Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh tahap, namun pada penelitian ini hanya dilakukan tahap pertama yaitu tahap preliminary reseacrh. Untuk tahap pertama yaitu tahap awal penelitian dilakukan analisis kebutuhan, analisis peserta didik, analisis kurikulum, analisis konsep, serta analisis bahan ajar yang ada. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa untuk dapat mengasah kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik guru membutuhkan perangkat pembelajaranyang dapat membantu memfasilitasi peserta didik untuk menumbuh dan mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematisnyapadamateri program linier. Melalui LKPD yang didasarkan pada salah satu strategi atau pendekatan yang telah terbukti untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep yaitu Konstruktivisme, maka akan mendapatkan hasil yang dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan pemahaman konsepnya.This research intends to lead an initial analysis in developing students' worksheets (LKPD) based on constructivism to facilitate the students’ ability in understanding the mathematical concepts optimally. This research used the Borg and Gall Model which consists of ten stages, but in this study conducted the first stages, preliminary research stage. The first step is the initial stage of the research; it needed analysis, students’ analysis, curriculum analysis, construct analysis, and analysis of existing teaching materials. Based on the results of the preliminary analysis, it can be concluded that to be able to fortify students’ ability in understanding the mathematical concepts, the teachers need learning tools that will help students learn and expand their skills in understanding mathematical concepts in the linear program material. The students’ worksheet, which is based on one of the methods that have been shown to enhance the ability to understand concepts, namely Constructivism, should provide information that will help students improve the ability to understand their concepts
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Peningkatan Hasil Belajar, Sikap Sosial, dan Motivasi Belajar
The purpose of this study was to determine the effect of cooperative learning of Student Team Achievement Division (STAD) type in improving students’ learning outcomes, social attitudes,and students’ motivation. This is a quasi-experimental study using control and experimental classes. The research instruments used in this study were tests and questionnaires. The data were analyzed by using Multivariate Analysis of Variants (MANOVA). Theresult of the analysis showed that there was a significant influence between the experimental class with cooperative learning of STAD type and the control class with conventional learning viewed from the learning outcomes, social attitudes, and motivation of the students. These results can be seen from the statistical value of Hotelling's Trace which was smaller than 0.05. Cooperative learning simultaneously could improve learning outcomes, social attitudes, and learning motivation of students of SMAN 1 Tebing Tinggi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar siswa, sikap sosial, dan motivasisiswa. Penelitian in merupakan penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Multivariate Analisis Varian (MANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kelas eksperimen dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional berdasakkan hasil belajar, sikap sosial, dan motivasi belajar mahasiswa. Hasil ini dapat dilihat dari nilai statistic Hotelling's Trace yang lebih kecil dari 0.05. Pembelajaran kooperatif secara simultan dapat meningkatkan hasil belajar, sikap sosial, dan motivasi belajar siswa SMAN 1 Tebing Tinggi
Kepercayaan Diri dan Komunikasi Matematis Melalui Project-Based Learning
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri dan komunikasi matematis mahasiswa dengan penerapan model Project-Based Learning pada mata kuliah microteaching semester VII. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus.Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi perangkat pembelajaran, tes kemampuan komunikasi matematis, dan angket kepercayaan diri mahasiswa. Adapun Analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif naratif dan analisis data kuantitatif statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Proses pembelajaran mengalami perbaikan dilihat dari hasil observasi proses belajar mengajar, dan 2) Kemampuan komunikasi matematis dan kepercayaan diri mahasiswa mengalami peningkatan.The purpose of this study is to improve the students' self-confidence and mathematical communication by implementing Project-BasedLearning in the semester VII. This type of research was action research with two cycles. The research instrument consisted of learning tools and data collection instruments in the form of tests of mathematical communication skills and student self-confidence questionnaires. Data analysis used was descriptive qualitative narrative analysis and descriptive statistical quantitative data analysis. Based on the data finding, it was faound that: 1) The learning process had improved seen from the observations of the teaching and learning process, and 2) Mathematical communication skills and student confidence had increased
Pendekatan Reciprocal Teaching Berbantuan Wondershare Quiz Creator Pada Pembelajaran Matematika
Penelitian ini menjelaskan dan mengelaborasi pengaruh pembelajaran Reciprocal Teaching dengan media Wondershare Quiz Creator terhadap hasil belajar matematika pada kelas VIII-B SMP Muhammadiyah 13 Surabaya. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Penelitian menggunakan metode True Experiment dengan model Pretest-Posttest Control Group Design. Data tes dikumpulkan melalui pretest dan posttest, dan lembar observasi aktivitas siswa dan guru, serta angket respon peserta didik dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasilnya (1) Berdasarkan uji t didapatkan rata-rata skor tes akhir pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol; (2) Aktivitas peserta didik paling dominan terjadi adalah aktivitas berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah dengan berdiskusi bersama kelompok dengan persentase sebesar 37%; (3) Aktivitas guru mendapat skor rata-rata 3,72 yang berarti sangat baik; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran positif dengan skor 95,6%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran reciprocal teaching berbantuan wondershare quiz creator berpengaruh positif dan signifikan.This research describes and elaborates on the effect of Reciprocal Teaching assisted Wondershare Quiz Creator media to Mathematics learning outcome in the VIII.B class students of SMP Muhammadiyah 13 Surabaya. This research was conducted to enhance students' mathematics outcomes by using True Experimental research design with Pretest-Post-test Control Group Design. The collecting data technique used to pretest and post-test also students' and teachers' activity observation worksheet and students’ response questionnaire; all the instruments were analyzed using descriptive quantitative. The results show (1) based on t-test measurement, it is found that the average of the final score of the experimental group is better than the control group; (2) the most dominant on students’ activity is participating in problem-solving activities by discussing with groups with the result of 37%; (3) teachers activities score an average of 3.72 which means very good; (4) students indicate positive respond on learning with a score of 95.6%. So, it can be concluded that the reciprocal teaching approach assisted the wonder-share quiz creator which has a positive and significant effect
Nisab Zakat Fitrah Dalam Pembelajaran Perbandingan Senilai
Mathematical Comparison theory is very important because students are often faced by comparative case in their daily life. Besides, the theory as well as implementation of zakat fitrah must be understood by moslems. Therefore, the the merging of these two concepts is a breakthrough in producing mathematics learning material. The purpose of this study was to produce the learning path in Mathematical comparison learning material by merging nisab theory of zakat fitrahThe method used in this study was design research that consisted of three steps namely introductory design (preparing for the experiment or preliminary design), try out (the design experiment), and retrospective analysis. Data were analyzed descriptively and retrospectively with HLT as the reference or guidance. The subjects in this study were the second semester students of the STKIP Muhamamdiyah Bangka Belitung Elementary School Teacher Education Study Program, with total number of 28 students. The criteria of selective the sample was that the the students were studying a basic mathematics concept course with Mathematical comparison as one of the materials. In this study, students were able to model their respective completion strategies and in accordance with the concept of worth comparison. HLT was designed to bring out students’ creativity in solving problems.Materi perbandingan sangatpenting karena dalam keseharian mahasiswasering dihadapkannya dengan materi perbandingan, selain itu permasalahan zakat fitrah merupakan hal yang wajib diketahui bagi yang beragama Islam. Sehingga penggabungan kedua konsep ini merupakan sebuah terobosan dalam menghasilkan pembelajaran matematika.Tujuan dalam penelitian ini adalah menghasilkan lintasan belajar dalam pembelajaran materi perbandingan senilai menggunakan teori nisab zakat fitrah. Metode penelitian yang digunakan adalah design research, melaluitiga tahapanyaitu tahap desain pendahuluan (preparing for the experimentatau preliminary design), tahap percobaan pembelajaran (the design experiment) dan tahap analisis retrospektif (the retrospective analysis).Teknik pengumpulan data didapat dari wawancara, observasi, tes tertulis, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dan retrospektif bersama HLT yang menjadi acuan atau panduannya. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIPMuhamamdiyah Bangka Belitung yang berjumlah28 mahasiswa.Pemilihan subjek karena mahasiswa tersebut sedang belajar mata kuliah konsep dasar matematika dimana dalam materinya terdapat materi perbandingan. Dalam penelitian ini mahasiswa mampu memodelkan strategi penyelesaian masing-masing dan sesuai dengan konsep perbandingan senilai. HLT yang didesain memunculkan kreatifitasmahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Cooperative Script dan Blended Learning
The purpose of this research wasto find out the improvement of students' mathematical problem solving abilities that were taught by using Cooperative Script Model and Blended Learning. Cooperative script is a learning model by conveyinglearning material starting with sharinga summary of teaching material and then providing the opportunityfor the studentsto read it for a moment and sharingnew ideas into the teaching material provided alternately with each other's partners. The subjects in this studywere 60 students ofMA.Al-Fatah Palembang. The quasi-experimental method used in this study with the test asinstrument in collectingthedata which were thenanalyzed quantitatively using the t-test statistical formula. Based on the result of the calculation, it was found that the average test score of students treated by using cooperative script learning modelwerebetter than those treated by using conventional learningmodel.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahuipeningkatan kemampuan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model cooperative script dan blended learning. Cooperative scriptmerupakan model pembelajaran dengan menyampaikan bahan pembelajaran dimulai dengan pemberian ringkasan materi ajar kemudian memberikan kesempatan untuk membacanya sejenak dan memberikanmemasukkanatau gagasanbaru kedalam materi ajar yang diberikan secara bergantian sesama pasangan masing-masing. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MA.Al-Fatah Palembangyang berjumlah 60 siswa. Metode Quasi-eksperimentaldigunakan dalam penelitianinidengan tes merupakan Instrumen dalam pengumpulan data yang dianalisis secara kuantitatifmenggunakan rumus statistik uji-t. Hasil perhitungan didapatkan bahwa rata-rata nilai tes dengan menggunakan model pembelajaran cooperative script dan blended Learning mengalami peningkatan yang signifikan
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Siklus ADE Berbasis Portofolio
The purpose of this studywasto increase students’motivation and learning outcomes related to the implementation of cooperative learning models with a cycle of activity, discussion, and exercise based-portfolio. Classroom Action Research (CAR) was conducted in thethird semester students designed with two cycles, in whicheach cycle had plan, implementation, observation, and reflection. The collected data were dataabout students’learning motivation and students’learning outcomes. Then the data were analyzedbyusing descriptive statistics. Based on the results of data analysis in the first cycle,the average of students’ learning reached 58.55 and in the second cycle,the average of students’ learning motivation reached 82.91. While the average scoreof student learning outcomes obtained in the first cycle was 61.43 and in the second cycle was 79.29. Thus,it could be concluded that there was an increase in students’ learningmotivation andlearning outcomes through lectures by using cooperative learning model with ADE cycle of portofolio-based.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswaterkait dengan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dengan siklus activity, discussion, dan exerciseberbasis portofolio. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan pada mahasiswa semester III dirancang dengandua siklus,dengan kegiatan pada masing-masing siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan adalah data tentang motivasi belajar mahasiswa dan hasil belajar mahasiswa. Selanjutnya data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I rata-rata motivasi belajar mahasiswa mencapai 58,55 dan pada siklus II rata-rata motivasi belajar mahasiswa mencapai 82,91. Sedangkan hasil siklus I pada hasil belajar mahasiswa nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I sebesar 61,43 dan pada siklus II sebesar 79,29. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan motivasi belajar mahasiswa dan hasil belajar mahasiswa melalui perkuliahan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan siklus ADE berbasis portofolio
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Pada Penerapan Model Pembelajaran Brain Based Learning
This research investigates the influence of Brain-Based Learning Model to the students’ mathematical creative thinking. True Experimental Design method was used in this research because the subjects selected randomly. The subjects in this research were 50 students of seventh grade of SMP Xaverius 1 Palembang, there were 24 students of VII-A as an experimental group and 26 students of VII-I as a control group. The collecting data technique used a test that was analyzed using Independent Sample T-Test. Based on the result and discussion, it can be concluded that there is a significant influence between Brain-Based Learning models to mathematical creative thinking ability; this is affected in the teaching and learning process that carries out the variety of designs to reduce students’ boredom and challenge the students’ creativity.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Brain Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Metode True Eksperimental Design digunakan dalam penelitian ini dikarenakan pemilihan sujek dilakukan secara random. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Xaverius 1 Palembang sebanyak 50 siswa yang terdiri dari 24 siswa kelas VII.A sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas VII.I sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Dari hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Brain Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis, hal ini disebabkan salah satunya pada proses pembelajaran dilakukan berbagai variasi rancangan agar siswa tidak cepat merasa jenuh dan tertantang untuk berkreasi
Conjecturing Ability Dalam Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19
Learning was done online during the COVID-19 pandemic; it inhibits the development of mathematical cognitive abilities, whereas this ability supports the learning skills of students in mathematics. One of the cognitive gained is the conjecturing ability or the ability to formulate the mathematical conjecture of junior high school students. The conjecture is the reason that someone has a belief, interpretation of why a belief is true, or how someone knows what he knows. So it is necessary to do an in-depth study and analysis of students’ mathematical conjecturing abilities. This study involved 26 students in one of junior high school in Serang as the research subjects, the approach used is a qualitative approach. The finding shows that the students’ conjecturing ability is still worse in the category of students’ ability in making evidence to the solution, so it needs improvement from the poor of students’ mathematical conjecturing abilities.Dalam masa pandemi Covid-19 pembelajaran dilakukan secara daring sehingga menghambat dalam mengembangkan kemampuan-kemapuan kognitif matematis, padahal kemampuan ini merupakan penunjang kecakapan siswa dalam mempelajari matematika. Salah satu kemampuan kognitif yang dikembangkan adalah conjecturing ability atau kemampuan memformulasikan konjektur matematis siswa sekolah menengah pertama (SMP). Konjektur adalah alasan kenapa seseorang memiliki suatu keyakinan, sebuah penjelasan mengenai kenapa sebuah keyakinan adalah benar, atau bagaimana seseorang tahu apa yang diketahuinya. Sehingga perlu dilakukan kajian mendalam serta analisis yang terhadap conjecturing ability atau kemampuan konjektur matematis siswa. Dalam penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 26 siswa di salah satu sekolah menengah pertama di Kota Serang, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini conjecturing ability atau kemampuan konjektur masih tergolong kurang baik pada kategori kemampuan siswa dalam membuat bukti terhadap solusi. Sehingga diberikan perbaikan dari masih kurangnnya conjecturing ability atau kemampuan konjektur matematis siswa
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Model Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition
This study was aimed at investigating and analyzing the improvement of mathematical problem solving abilities through AIR Learning Model (Auditory, Intellectual, Repetition). The students’low interest in mathematics whicheffectedthe low ability to solve mathematical problemsbecame the main problems of this study. This isa Classroom Action Research (CAR) thatwas carried out in two cycles. The research subjects were students of class VIII-A of Odd Semester of SMP Negeri 26Bandar Lampungwith total number of 28 students. Data collection for each cycle usedtest and observation techniques. Data analysis techniques consisted of: 1) analysis of the results of observations, 2) analysis of the results of tests of problem solvingskills. To check the degree of data trust, this study usedtriangulation of other researcher, namely the headmaster, mathematics teacher, and students. Based on the results of data analysis,it couldbe concluded that there wasan increase in students' mathematical problem solving abilities. The imrovement could be seenfrom the pre-cycle in which there wereonly 2 students(7.14%) who could pass the testand26 students(92.86%) who did not passthe test. It was found anincrease in the first cycle in which there were4 students(14.29%) who could pass the testand 24 students(85.71) %) who did not passthe test, then in cycle II,there were 8 students(28.58%) who past the testand 20 students(71.43%) who did not pass the testand in cycle III,there were 20 students(71.43) who pass the testand 8 students(28.58%) who did not passthe test.Penelitianini bertujuan untuk mengetahui danmenganalisisbagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intellectual, Repetition).Permasalahan penelitian berupa rendahnya minat dan ketertarikan siswa dalam pelajaran matematika sehingga berpengaruh pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematik. Penelitian ini merupakan PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII-A Semester Ganjil SMP Negeri 26 Bandar Lampung yang yang berjumlah 28siswa untuk diukurkemampuanpemecahan masalah matematikanya. Pengumpulan data setiap siklus menggunakan teknik tes dan teknik observasi. Teknik analisis data terdiri atas: 1) analisis hasil observasi, 2) analisis hasil tes kemampuan pemecahan masalah. Untuk pengecekan derajat kepercayaan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber peneliti yang lain, yaitu kepalasekolah, guru matematika, dan siswa. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Peningkatan tersebut yaitu dari prasiklus yang lulus hanya 2 orang atau (7,14%) dan tidak lulus 26 orang (92,86%) meningkat pada siklus I menjadi 4 orang (14,29%) yang lulus dan 24 orang (85,71%) tidak lulus, kemudian pada siklus II menjadi 8 orang (28,58%) yang lulus dan 20 orang (71,43%) yang tidak lulus dan pada siklus III menjadi20 orang (71,43) yang lulus dan 8 orang (28,58%) yang tidak lulus