Financial - Jurnal Akuntansi
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK CEO TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Seorang CEO didalam perusahaan mempunyai wewenang untuk mengakses semua informasi yang relevan mengenai operasi dan aktivitas pada sebuah perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh karakteristik direktur utama terhadap praktik manajemen laba. Dalam pengukuran manajemen laba ini menggunakan discretionary accrual. Penelitian ini mempunyai variabel independen yaitu Umur CEO, Kehadiran CEO Wanita, Pengantian CEO, Keahlihan CEO, dan Masa Jabatan CEO. Variabel kontrol didalam penelitian ini yakni ukuran perusahaan, leverage, return on assets, market to book, serta umur perusahaan. Penelitian dilakukan menggunakan sampel pada perusahaan non-keuangan yang telah terdaftar di dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017-2021. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bawah umur perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan negatif terhadap manajemen laba. Sedangkan return on assets memiliki pengaruh signifikan positif terhadap manajemen laba. Variabel yang terkait dengan karakteristik dewan direksi, leverage, ukuran perusahaan, dan market to book yang terbukti tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba di Indonesia.Kata Kunci: Manajemen Laba, Karakteristik Dewan Direksi, Bursa Efek Indonesi
KEBIJAKAN EARMARKING PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PENGENDALIAN LINGKUNGAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif kebijakan earmarking pajak bahan bakar kendaraan bermotor untuk pengendalian lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun secara deskriptif dengan menggunakan berbagai kajian literatur sehubungan dengan konsep terkait, kemudian diperbandingkan dengan implementasi kebijakan earmarking di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penerapan kebijakan earmarking pada pajak lingkungan merupakan hal utama, karena hasil pungutan pajak dapat dialokasikan secara langsung untuk memperbaiki kualitas lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta secara jelas mengatur terkait alokasi dari pungutan pajak bahan bakar kendaraan bermotor kepada penanggulangan kerusakan lingkungan dan pencemaran udara dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011. Peraturan tersebut menunjukkan adanya justifikasi yang kuat dalam penerapan konsep earmarking. Argumentasi dari penerapan kebijakan earmarking dilakukan untuk menunjang stabilitas ketersediaan dana bagi pemerintah daerah. Besaran alokasi penerimaan tersebut adalah sebesar 10%. Namun penerimaan dari pajak tersebut bukan merupakan satu-satunya sumber dana yang dialokasikan untuk mendanai program-program pengendalian lingkungan yang berada dibawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Adapun kondisi tersebut dapat melemahkan penerapan kebijakan earmarking.Kata Kunci: Earmarking, Lingkungan, Pajak Bahan Baka
FLYPAPER EFFECT PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA DAERAH DI PROVINSI JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris terjadinya fenomena flypaper effect pada pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap belanja daerah di Provinsi Jawa Timur. Flypaper effect dapat terjadi jika suatu daerah memiliki pendapatan asli daerah yang rendah, sehingga pemerintah daerah tersebut memiliki ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat. Ketergantungan dana transfer dari pusat menjadi hal yang menarik di tengah penerapan otonomi daerah yang semakin mapan. Penelitian ini menganalisis 37 kabupaten/kota dari total 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, satu kabupaten/kota dikeluarkan dari sampel penelitian karena data yang tidak tersedia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan daerah dan dana alokasi umum berpengaruh terhadap belanja daerah di Provinsi Jawa Timur. Pengujian lebih lanjut menunjukkan terjadinya fenomena flypaper effect di Provinsi Jawa Timur.Kata kunci: Belanja Daerah, Dana Alokasi Umum, Flypaper Effect, Pendapatan Asli DaerahPenelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris terjadinya fenomena flypaper effect pada pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap belanja daerah di Provinsi Jawa Timur. Flypaper effect dapat terjadi jika suatu daerah memiliki pendapatan asli daerah yang rendah, sehingga pemerintah daerah tersebut memiliki ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat. Ketergantungan dana transfer dari pusat menjadi hal yang menarik di tengah penerapan otonomi daerah yang semakin mapan. Penelitian ini menganalisis 37 kabupaten/kota dari total 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, satu kabupaten/kota dikeluarkan dari sampel penelitian karena data yang tidak tersedia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan daerah dan dana alokasi umum berpengaruh terhadap belanja daerah di Provinsi Jawa Timur. Pengujian lebih lanjut menunjukkan terjadinya fenomena flypaper effect di Provinsi Jawa Timur.Kata kunci: Belanja Daerah, Dana Alokasi Umum, Flypaper Effect, Pendapatan Asli Daera
CONTROLLER ACTIONS TO REDUCE LOSS OF ASSETS
This study aims to determine the role of the controller in an effort to reduce inventory loss at the Utama Hardware store. The theory used includes agency theory, the role of the controller, and the internal control system. Agency Theory explains how the relationship between company’s owner and management in a company, that some times there was a different goals. This research method is included in qualitative research, using primary data and data obtained through interviews and field observations. The results of this study indicate that the role of a controller in an effort to minimize the risk of losing inventory, namely by implementing an appropriate assessment system for inventory, every purchase and sale of goods will be recorded, checking on incoming goods and outgoing goods, adjusting the order notes for goods with incoming goods, so that if there are errors in incoming goods can be directly informed to the store owner, apply good relations and communication between employees, and implement a control system for goods inventory to carry out supervision in order to reduce the risk of unbalanced goods.Keywords: Controller, Internal Control System, Inventor
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PASAR PADA PERUSAHAAN KONSUMEN PRIMER DI INDONESIA
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Intellectual Capital pada nilai pasar perusahaan. Intellectual capital menjadi bagian aset tidak berwujud yang dimiliki perusahaan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Penelitian berpedoman pada teori stakeholder, dimana dalam perusahaan tidak mungkin dapat berjalan sendiri tanpa adanya seluruh stakeholder (pemangku kepentingan). Dalam upaya penciptaan nilai tambah melalui intellectual capital dapat tercapai apabila adanya hubungan yang baik dari seluruh stakeholder perusahaan. Stakeholder perusahaan terdiri dari pemilik, manajemen, pegawai, pemerintah, pemasok, konsumen, kreditor dan masyarakat sekitar perusahaan saling berperan.   Pengukuran besarnya Intellectual capital dapat dihitung menggunakan value added intellectual coefficient (VAIC) sedangkan nilai pasar diukur dengan rasio Market to Book Value Ratio (MtBV). Populasi penelitian menggunakan perusahaan sektor konsumen primer pada Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021 dengan total 80 perusahaan. Teknik dalam pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling dan mendapatkan 34 perusahaan pada sektor konsumen primer dan mendapatkan sebanyak 102 sampel. Pengolahan data menggunakan data panel. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa komponen Intellectual Capital yaitu variabel CEE berpengaruh terhadap nilai pasar tetapi variabel HCE, SCE dan RCE tidak menunjukkan pengaruh terhadap nilai pasar. Didalam pengolahan data penelitian menggunakan software Eviews 12.Kata Kunci: Intellectual Capital, Relational Capital, Struktural Capital, Capital Employed, Nilai Pasa
THE RELATIONSHIP BETWEEN RETURN ON ASSETS AND FIRM SIZE IN INFLUENCING THE LEVELING OF COMPANY PROFITS
This study aimed to examine the influence of a company's characteristics on income smoothing practices among listed companies on the Indonesian Stock Exchange. The factors being discussed were return on assets and firm size. Index Eckel is used to determining income smoothing. The study used 11 companies listed on the Indonesia Stock Exchange between 2012 and 2015. The hypothesis was tested using multiple regression. The first hypothesis examined the influence of return on assets on income smoothing practice. The second hypothesis was used to investigate the impact of firm size on income smoothing. The third hypothesis reviewed the effect of return on assets and firm size on income smoothing. The result of this study indicated that 11 out of 20 companies which were used as samples committed to income smoothing. The multiple regression output showed that return on asset and firm size does not significantly influence income smoothing.Keywords: ROA, Firm Size, Company Profit
DETERMINANT OF THE AUDITOR SWITCHING ON MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE
Research aims to test the effet of Audit Opinion (AO), Financial Distress (FD), and Corporate Growth (CG) on Auditors Switching (AS) at Manufacturing Companies. Research population is manufacturing company registered on the BEI in 2016-2020. From 192 listed companies, 43 companies were chosen as samples based on established criteria by using purposive sampling method. The data used in this research is secondary data get from the company in annual report. Method of data analysis used is logistic regression. The results showed that: 1) audit opinion variables affect the AS. 2) FD has no effect on the auditor switching. 3). GC has no effect on the AS. The conclusion research is AO able to determine company to do AS. While FD and CG have no influence to the company to do auditor switching. Keywords: Auditor Switching, Audit Opinion, Financial Distress, Corporate Growth
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MENCEGAH KECURANGAN DENGAN MODERASI MORALITAS INDIVIDU
Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh Sistem Pengendalian Internal dan Good Corporate Governance Terhadap Pencegahan Kecurangan Laporan Keuangan dengan Moralitas Individu Sebagai Variabel Moderasi. Penelitian ini dilakukan pada Kantor Kecamatan di Wilayah Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 51 responden dengan menggunakan metode convenience sampel. Data yang diolah menggunakan model regresi linear berganda dan Moderate Regression Analyze (MRA). Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh namun tidak signifikan terhadap pencegahan kecurangan laporan keuangan, sedangkan good corporate governance berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan kecurangan laporan keuangan. Selanjutnya, moralitas individu tidak mampu memoderasi pengaruh sistem pengendalian internal dan good corporate governance terhadap pencegahan kecurangan laporan keuangan.Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, Good Corporate Governance Pencegahan Kecurangan dan Moralitas Individu
IMPLEMENTASI AKUNTANSI KEBERLANJUTAN PADA INDUSTRI PERBANKAN DALAM MENCAPAI SUSTAINABLE DEVELOPMENT (STUDI KASUS BANK KALSEL)
Implementasi akuntansi berkelanjutan memiliki banyak manfaat bagi organisasi. Pada saat yang sama, manajemen perusahaan telah secara kuat menerapkan gagasan keberlanjutan pada kegiatan perusahaan dan telah memutuskan untuk mengungkapkan dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengusulkan paradigma baru di mana konsep akuntansi keberlanjutan dapat diterapkan pada berbagai macam level organisasi korporat. Bank Kalsel salah satu contoh organisasi yang menganut sistem akuntansi berkelanjutan. Studi ini berfokus pada pengembangan pedoman implementasi keberlanjutan untuk lembaga jasa keuangan milik daerah. Penelitian ini didasarkan pada perspektif atau paradigma kualitatif. Desain penelitian ini mengacu pada Kaur and Lodhia (2018) yang menggunakan desain studi kasus. Hasil penelitian ini memberikan saran agar manajemen Bank Kalsel terus berupaya meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan. Peningkatan kinerja lingkungan perusahaan menunjukkan komitmen manajemen dalam menjalankan kegiatan Bank Kalsel berdasarkan konsep keberlanjutan.Kata kunci: Akuntansi Keberlanjutan, Kinerja Berkelanjutan, Sustainable Development Goals, Bank Pembangunan Daera
PERAN MODAL INTELEKTUAL DAN KERAGAMAN JENIS KELAMIN DALAM KINERJA PERUSAHAAN
Modal intelektual adalah aset yang berbasis pada pengetahuan dan merupakan sumber daya terpenting dalam penciptaan keunggulan kompetitif. Keragaman jenis kelamin adalah salah satu mekanisme dan bagian integral dari tata kelola perusahaan yang baik. Peristiwa ekonomi seperti krisis ekonomi, inovasi yang berkelanjutan, dan perkembangan ekonomi di abad ini mengindikasikan adanya keperluan investasi pada modal intelektual sementara tata kelola perusahaan yang baik berkaitan dengan pengembangan mekanisme dan praktik yang memastikan akuntabilitas manajemen perusahaan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan modal intelektual dan keragaman jenis kelamin dalam kinerja perusahaan. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel penelitian dan melalui metode ini diperoleh data observasi sebanyak 1.202 data. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021 adalah populasi dari penelitian. Metode analisis data yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah metode regresi panel. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari modal intelektual dan keragaman jenis kelamin sebagai variabel independen, kinerja perusahaan yang diukur dengan tingkat pengembalian aset, tingkat pengembalian ekuitas, laba bersih, dan margin keuntungan sebagai variabel dependen dan ukuran perusahaan, usia perusahaan, dan leverage sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal intelektual memiliki pengaruh signifikan positif dalam kinerja perusahaan sedangkan keragaman jenis kelamin tidak memiliki pengaruh signifikan dalam kinerja perusahaan.Kata kunci: Modal Intelektual, Keragaman Jenis Kelamin, Kinerja Perusahaan