e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Gambaran Pengetahuan Keluarga tentang Bahaya Minuman Bersoda bagi Kesehatan di RT 04 Lingkungan 02 Kelurahan Tapuang Kecamatan Tahuna Timur
Rasa minuman soda yang memberi kesan segar itulah yang disukai banyak orang. Akan tetapi dalam mengomsumsi minuman tersebut masyarakat tidak mempertimbangkan bahaya atau dampak yang akan ditimbulkan. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga tentang bahaya minuman bersoda di RT 04 Lingkungan 02 Kelurahan Tapuang Kecamatan Tahuna Timur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi dari penelitian ini adalah seluruluh Kepala Keluarga dengan menggunakan total sampel sebanyak 50 Kepala keluarga. Responden yang bersedia pada saat penelitian ada 45 orang kepala keluarga.Hasil penelitian didapat dari 45 responden. Gambaran pengetahuan keluarga tentang bahaya minuman bersoda bagi kesehatan yangberpengetahuan baik sebanyak 35 responden (78%), 9 responden berpengetahuan cukup (20%), dan 1 responden berpengetahuan kurang (2%). Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar responden berpengetahuan baik. Diharapkan agar masyarakat dapat juga mensosialisasikan kepada orang lain terutama kerabat dan keluarga tentang bahaya minuman bersoda bagi kesehatan dan diharapkan dapat mengurangibahkan tidak mengkonsumsi minuman bersoda
Karakteristik Kimia dan Nilai Organoleptik Nugget Ikan Tuna dengan Subtitusi Tepung Sagu
Nugget merupakan produk diversifikasi yang paling banyak disukai oleh masyarakat dari anak kecil sampai dengan orang dewasa. Nugget selama ini dibuat menggunakan tepung terigu, akan tetapi tepung terigu masih di impor dari luar negeri sehingga pemanfaatan tepung lokal misalnya sagu sangat diharapkan untuk pemenuhan kebutuhan karbohidrat. Tujuan penelitian ini adalah substitusi tepung sagu dalam pembuatan nugget, karakteristik kimia dan nilai organoleptik nugget ikan tuna.Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung sagu dalam pembuatan nugget dapat diterima secara organoleptik meliputi penampakan, bau, rasa dan tektur dengan nilai rata-rata 4 (suka). Karakteristik kimia menunjukkanbahwa semua parameter kimia (kadar protein 15.96–17.60%, kadar lemak 3.65– 8.35%, kadar abu 1.60–1.90% dan kadar karbohidrat 8.07–14.83%) memenuhi Standar Nasional Indonesia kecuali kadar air (61.60–66.07%). Tepung sagu dapat dijadikan sebagai bahan substitusi mengantikan tepung terigu dalam pembuatan nugget ikan tuna
Gambaran Epidemiologi Kanker Payudara di Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara Tahun 2010-2015
Kanker payudara menjadi ancaman serius bagi kaum perempuan di dunia termasuk Indonesia. Keterlambatan deteksi dini dan pengobatan sebagai penyebab tingginya angka kematian. Menurut World Health Organization (WHO, 2008). Prevalensi kejadian kanker payudara di dunia kurang lebih 16% dari semua kasus kanker pada wanita. Diperkirakan kurang lebih 510.000 wanita meninggal dunia pada tahun 2004 dan 69% dari angka tersebut merupakan kejadian di Negara yang kurang berkembang. Penelitian dilaksanakan dengan metode serial kasus. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk data primer dan register pasien untuk data sekunder. Hasil pengolahan data ditampilkan dalam bentuk presentase. Populasi dan sampel dalam penelitian ini ialah seluruh pasien yang didiagnosa kanker payudara dan tercatat di di register pasien Rumah Sakit Liun Kendage tahun 2010-2015 yang berjumlah 642 orang. %). Proporsi kasus tertinggi pada perempuan (98%) dengan rasio antara laki-laki dan perempuan 1:61. Proporsi tertinggi pada pada umur 36-45 tahun (37%), suku sangihe (97%), pendidikan SMA (16%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (45%), dan sudah menikah (40%). Proporsi kasus paling banyak bertempat tinggal di kecamatan Tahuna Timur (23%), Tabukan Utara (19%), dan Manganitu (16%).Terdapat riwayat kanker payudara pada keluarga sebanyak 27%, penggunaan pil kontrasepsi sebanyak 16%.Namun tidak ditemukan pasien yang usianya saat menarke < 12 tahun dan tidak ada riwayat obesitas. Proporsi pasien paling banyak pada stadium lanjut (IV) yaitu sebanyak 35%.Proporsi pasien meninggal paling banyak yaitu 37%. Menurut stadium proporsi kasus yang meninggal paling banyak pada stadium IV yaitu 85%. Dalam pencatatan rekam medis sebaiknya semua informasi pasien diisi dengan lengkap dengan mencantumkan nomor telepon pasien/keluarga.Perlunya kerjasama antara pihak Rumah Sakit dengan Dinas Kesehatansehingga adanya peningkatan komunikasi informasi dan edukasi dalam penyebaran informasi tentang kanker payudara. Hal ini dilakukan untuk menigkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker payudara sehingga tidak terjadi keterlambatan penanganan penyakit ini. Banyaknya kasus kanker payudara di Rumah Sakit Liun Kendage yang cenderung mengalami peningkatan khususnya selama 6 tahun terakhir maka diharapkan Rumah Sakit semakin meningkatkan pelayanan secara komprehensif. Sehingga pasien tidak harus dirujuk ke Rumah Sakit di Manado yang jaraknya cukup jauh
Analisis Kontaminasi Total Mikroba pada Beberapa Produk Ikan Segar Kabupaten Kepulauan Sangihe
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kontaminasi total mikroba pada beberapa produk ikan segar/mentah di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil pengujian Total Bakteri empat jenis ikan di Pasar Towoe menunjukan bahwa ikan layang memiliki nilai tertinggi yaitu 106.833 koloni/gram dan terendah pada ikan selar 77.000 koloni/gram. Hasil pengujian Total Jamur menunjukan bahwa ikan layang memiliki nilai tertinggi yaitu 25,9 koloni/gram dan terendah pada ikan selar 19 koloni/ gram. Nilai total bakteri dan total jamur empat jenis ikan di Pasar Towoe dalam kategori baik karena berada dibawah SNI ikan segar yaitu 5 x 105 koloni/gram. Hasil analisa statistik varians menunjukan bahwa jenis ikan tidak berpengaruh terhadap nilai kontaminasi bakteri dan jamur, sedangkan hasil analisa korelasi dan regresi menunjukan bahwa nilai pertumbuhan total bakteri memiliki hubungan yang erat dengan pertumbuhan fungi atau jamur
Daya Tetas Telur dan Keberhasilan Hidup Larva Sampai Umur 4 Hari Ikan Nila (Oreochromis Niloticus, Bleeker) di Salinitas yang Berbeda
Penyediaan benih yang berkualitas, baik dalam jumlah maupun waktu yang tepat merupakan faktor utama untuk menjamin kelangsungan usaha budidaya pembesaran ikan sampai ukuran konsumsi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas benih adalah penetasan. Salinitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya tetas telur ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap persentase penetasan telur, laju penetasan telur dan persentase kelangsungan hidup larva umur 4 hari.Semakin tinggi salinitas persentase penetasan telur semakin rendah. Jumlah persentase penetasaan telur tertinggi terdapat pada salinitas 10 ppt (92%), kemudian salinitas 15 ppt (41%), lalu kemudian diikuti oleh salinitas 20 ppt (14%) dan salinitas 25 ppt (3%). Pada salinitas 30 dan 35 ppt tidak ada telur yang menetas.Penetasan telur menjadi larva ikan nila terjadi pada salinitas yang rendah, yaitu 10, 15 dan 20 ppt, Hasilnya tertinggi di tiap jam ditemukan pada salinitas 10 ppt, kemudian diikuti pada salinitas 15 ppt dan terendah pada salinitas 20 ppt. Pada salinitas 25 ppt, telur ikan nila menetas hanya pada hari pertama, namun di jam berikutnya tidak ada telur lagi yang menetas (gagal tetas). Pada salinitas 30 dan 35 ppt tidak ada telur yang menetas. Persentase kelangsungan hidup larva ikan nila umur 4 hari dengan hasil tertinggi ditemukan pada dua salinitas yang rendah, yaitu 10 dan 15 ppt, yaitu SR sebanyak 100% (hidup semua), sedangkan di salinitas 15 ppt, di hari ke-4 tidak ada yang hidup (SR = 0%)
Efektifitas Lama Benaman Somba (Soaking Time) terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Perairan Kampung Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud
Somba merupakan alat tangkap yang sangat efektif untuk menangkap ikan karang (demersal). Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan alat tangkap somba sudah mulai menghilang dari tradisi para nelayan yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan adanya alat tangkap modern yang mulai berkembang di kalangan nelayan. Dalam pengoperasiannya, alat tangkap somba merupakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan sangat efektif untuk menangkap ikan karang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data lama benaman somba yang paling efektif untuk menangkap ikan karang dan mengetahui jenis-jenis ikan yang tertangkap dari pengoperasian alat tangkap somba. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat untuk pengembangan teknologi pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metodeexperimental. Eksperimen adalah observasi di bawah kondisi buatan (artificial condition) dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. (Nazir, 2003 dalam Anonimous, 2013). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengoperasikan 10 unit alat tangkap somba selama 30 hari dengan menghitung jumlah ikan yang masuk ke dalam somba dan mengidentifikasi hasil tangkapan ikan. Pengoperasian dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 Wita saat air laut surut dengan kedalaman 0,5-1 meter. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung jumlah total ikan yang masuk kedalam somba berdasarkanlama benaman (soaking time) somba yang di operasikan selama 30 hari dengan perlakuan lama benaman dibagi menjadi 4 fase waktu benaman yaitu fase I (1-7 hari ), fase II (8-15 hari ), fase III (16-22 hari),dan fase IV (23-30 hari) dibuat dalam bentuk grafik jumlah ikan yang ada dalam somba untuk menentukan lama benaman somba yang paling efektif menangkap ikan karang
Evaluasi Keberadaan Staphylococcus pada Beberapa Titik Pengolahan Tuna (Thunnus Albacores) Saku Beku Kualitas Ekspor dari Sulawesi Utara
Staphylococcus merupakan salah satu bakteri yang perlu mendapat perhatian keberadaannya pada produk perikanan seperti tuna segar atau beku. Karena selain menjadi salah satu mikroba prasyarat mutu, juga karena sifatnya patogen bagi manusia. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari keberadaan Staphylococcus pada beberapa titik pengolahan tuna saku beku kualitas eksport, serta mengidentifikasi dan mengkarakterisasi isolat Staphylococcus diisolasi dari sampel tersebut. Sampel uji diambil secara acak pada beberapa titik pengolahan tuna saku beku. Titik-titik tersebut merupakan tempat dicurigainya terjadi kontaminasi terutama oleh Staphylococcus. Analisa dilakukan terhadap TPC dengan metode pour plate method, Total Staphylococcus dilakukan dengan spreading method menggunakan L-glass pada mediaManitol Salt Agar, uji fisiologi dan biokimia meliputi pewarnaan Gram, Katalase, dan fermentasi gula. Hasil analisa menunjukkan bahwa kandungan bakteri tertinggi terdapat pada daging yang diberi CO sebesar 2,57 x 106 cfu/gr dan terendah terdapat pada produk akhir sebesar 1,34 x 104 cfu/gr. Sedangkan hasil analisa total Stapylococcus menunjukkan kecenderungan menurunnya kandungan Staphylococcus pada setiaptitik pengolahan. Kandungan terendah diperoleh pada produk akhir sebesar 3,70 x 103 cfu/gr dan tertinggi terdapat pada bahan baku sebesar 1,45 x 104 cfu/gr. Selain itu, dari hasil pengujian karakteristik fisiologi dan biokimia setiap galur uji, teridentifikasi 3 genus: Staphylococcus, Streptococcus dan Micrococcus
Konsumsi dan Efisiensi Pakan Daging Rucah untuk Ikan Kuwe (Caranx Spp) yang Dipuasakan secara Periodik di Kurungan Jaring Apung Teluk Talengen-Sangihe
Salah satu komoditi penting yang sementara dibudidayakan dengan sistem kurungan jaring apung di Teluk Talengen Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah ikan Kuwe (Caranx spp). Ketersediaan pakan yang cukup, tepat waktu, dan bergizi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kegiatan usaha budidaya ikan. Jika ikan yang dipuasakan dapat mengalami peningkatan konsumsi pakan selama beberapa haripada waktu diberi makan kembali. Hasil kajian hubungan konsumsi pakan setelah ikan kuwe dipuasakan terhadap laju pertumbuhan berat mutlak menunjukkan bahwa waktu pemuasaan mempengaruhi pertumbuhan berat tubuh ikan kuwe pemeliharaan.Selisih laju pertumbuhan berat tubuh ikan yang tidak dipuasakan berbeda dengan yang dipuasakan.Laju pertumbuhan berat tubuh kelompok ikan yang dipuasakan untuk 1 hari berbeda dibandingkan ikan yang dipuasakan 2 hari, tapi sama hasilnya dengan ikan yang dipuasakan 2 dan 3 hari. Selisih laju pertumbuhan berat tubuh kelompok ikan yang dipuasakan untuk 2 hari berbeda hasilnya dibandingkan ikan yang dipuasakan 2 dan 3 hari serta yang dipuasakan 1 hari. Nilai efisiensi pakan pada tiap perlakuan baik yang tidak dipuasakan dan dipuasakan perbedaannya signifikan. Efisiensi pakan tertinggi ditemukan kelompok ikan yang dipuasakan 1 hari, kemudian diikuti kelompok ikan yang dipuasakan 2 dan 3 hari selanjutnya kelompok ikan yang tidak dipuasakan dan yang memiliki nilai efisiensi pakan terendah pada kelompok ikan yang dipuasakan 3 hari
Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Gizi Buruk pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe
Gizi buruk atau Malnutrisi merupakan masalah kesehatan utama di Negara sedang berkembang dan menjadi penyebab kematian pada sebagian besar Balita (Bachyar, 2008). Kejadian gizi buruk di Indonesia bukan merupakan hal baru lagi termasuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa terdapat kasus gizi buruk pada Balita pada tahun 2013 dan 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara. Penelitian dilaksanakan dengan metode studi deskriptif. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil pengolahan data ditampilkandalam bentuk tabel presentase. Populasi dan sampel dalam penelitian ini ialah Ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira yang berjumlah 96 orang. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara yang berpengetahuan baik sebanyak 98%. Responden berdasarkan umur terbanyak yaitu umur 18–33 (61%). Responden berdasarkan pendidikan terbanyak yaitu e” SMA sebanyak (62%). Responden berdasarkan pekerjaan terbanyak yaitu IRT (84%). Responden berdasarkan penghasilan terbanyak yaitu 426.000–850.000 sebanyak (58%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanpengetahuan ibu tentang pencegahan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara, masuk dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 98%, dan kategori pengetahuan cukup 3%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk dapat menambah pengetahuan Ibu sehingga lebih peduli dan aktif dalam mencegah kejadian gizi buruk atau gizi kurang pada balitanya
Study Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Balita di Kelurahan Soataloara I Kecamatan Tahuna Timur
Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan pada masyarakat luas khususnya tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat menimbulkan wabah yang apabila penanganannya tidak tepat dapat mengakibatkan kematian (WHO, 2010). Insiden demam berdarah dengue pada anak cenderung meningkat dalam jumlah penderita maupun daerah penyebarannya. Kendala yang masih terjadi ialah ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit demam berdarah yang memacu ketidakpedulian masyarakat dalam pencegahan berdarah. Tingkat pengetahuan yang baik tentang demam berdarah merupakan salah satu faktor mengurangi risiko terkena demam berdarah. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan demam berdarah. Metode penelitian ialah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh ibu-ibu yang mempunyai anak balita di kelurahan soataloara I sebanyak 35 orang, sampel pada penelitian ini ialah seluruh populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu 17 responden (85%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat lebih menambah pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Penyakit Demam Berdarah pada Balita dan sekaligus dapat melakukan tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengu