e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN LOKASI BUDIDAYA IKAN KUWE DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

    Get PDF
    In addition to the seed availability, food, market, and price, the selection of a good and right cultivation site can be one of the important factors in the business of sea cultivation. The selection of the location needs to consider on environmental factors and water quality.Process on determining a proper and improver site for fish sea fish cultivation can only rely on the intuition in selecting the location for sea fish cultivation, because there is still lack of data and environmental information about the proper waters. Therefore, there must be an early analysis on determining a proper location and an ideal water condition. This research aims at designing and building a supporting system on the feasibility of the cultivation site of Kuwe fish in Sangihe islands using Simple Additive Weighting (SAW) method, in which this method is oftenknown as the method of weighted totaling. A basic concept on this method is to figure out the weighted totaling of the work rating on every alternative of all atributes. This method needs the process of matrix normalization of decision (X) into a comparable scale with all available alternative ratings. This applicationis built by using programming terms of C++ on the Qt Creator and MySQL as database. This application is able to process data in the calculation of criteria and to be an alternative or choice for students and lecturer in determining the proper site for the cultivation of Kuwe fish in the regency of Sangihe islands

    PENERAPAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUANGAN DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LIUN KENDAGE TAHUNA TAHUN 2019

    Get PDF
    Persalinan melalui Sectio Caesarea (SC) dilakukan dengan membuat sayatan di dinding rahim, sehingga menyebabkan adanya luka bekas operasi yang cukup besar. Luka bekas operasi ini seringkali membuat ibu merasa khawatir dan takut untuk melakukan pergerakan, selain itu luka tersebut juga menimbulkan nyeri pada ibu. Akibatnya ibu cenderung lebih memilih berbaring saja dan tidak mau melakukan mobilisasi secara dini setelah operasi. Mobilisasi dini sangatlah penting bagi ibu post Sectio Caesarea karena dapat membantu proses penyembuhan luka operasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan mobilisasi dini pada ibu Post Sectio Caesarea di ruangan Dahlia Rumah Sakit Umum Liun Kendage Tahuna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan kepada 3 klien post Section Caesarea yang dilakukan mobilisasi dini dan telah dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 19 Mei 2019. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian keperawatan maternitas, lembar observasi, dan SOP penerapan mobilisasi dini. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan secara narasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa ketiga klien mampu melakukan mobilisasi dini sesuai tahapan mobilisasi, walaupun terdapat sedikit hambatan pada salah satu klien di salah satu tahapan. Dapat disimpulkan bahwa semua klien mampu melakukan mobilisasi dini dengan baik. Perawat sebaiknya selalu menerapkan mobilisasi dini sebagai salah satu perawatan pada ibu post sectio casarea. Delivery through Sectio Caesarean (SC) is done by making an incision in the uterine wall, causing a large enough surgical scar. These scars often make mothers feel worried and afraid to move, in addition to these wounds also cause pain for the mother. As a result, mothers tend to prefer lyingdown and do not want to early mobilization after surgery. Early mobilization is very important for the mothers post SC because it can help the process of healing wound surgery. This research aims to look at the description of the application of early mobilization in 3 mothers post SC as the respondents in the Dahlia Room of Liunkendage Hospital. This research was used a descriptive method wih a nursing process and it was carried out on May, 10 until 19, 2019 used the maternity asseessment, early mobilization procedures format, and observation sheets. The research data was presented into the table with narrative explanation. The results showed that the 3 clients were able to early mobilization according to mobilization steps, althought there were few problems in one of the clients in one of the steps. It can be concluded that all clients were able to early mobilization very well. Nurses should be always implementation early mobilization as one of the threatments for the mothres post SC

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI RUANGAN ANGGREK RSD LIUN KENDAGE TAHUNA

    Get PDF
    Latar belakang: Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sering terjadi pada anak balita disebabkan sistem pertahanan tubuh anak yang rendah. Inflamasi pada anak dengan ISPA dapat menyebabkan terjadinya penyempitan jalan napas sehingga anak mengalami gangguan oksigenasi. Tujuan: Diketahuinya asuhan keperawatan gangguan kebutuhan oksigenasi pada anak dengan infeksi saluran pernapasan akut. Metode: Studi Kasus dengan pendekatan proses keperawatan, dengan subyek penelitian yaitu satu pasien anak yang didiagnosis ISPA. Hasil: Keluarga pasien mengatakan anaknya mengalami batuk berlendir dan mengalami kesulitan mengeluarkan lendir, N 120x/m, RR 32x/menit, dan SB 38oC. Implementasi berupa mengukur TTV, mengkaji batuk klien, menganjurkan minum air hangat, dan mengatur posisi pasien untuk memaksimalkan ventilasi. Kesimpulan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama tiga hari maka ketidakefektifan bersihan jalan nafas dapat teratasi. Saran: Sangat diharapkan bagi masyarakat khusus orang tua, untuk lebih berperan dalam mengatasi masalah kesehatan anak terutama ISPA. Background: Acute respiratory infections (ARI) often occur in children under five due to the child's low immune system. Inflammation in children with ARI can cause narrowing of the airway so that children experience oxygenation disorders. Objective: Identification of nursing care in children with acute respiratory infection in fulfilling oxygen needs. Methods: A case study with a nursing process approach, with research subjects being one child client diagnosed with ARI. Result: The client family said his child had a slimy cough and had difficulty passing mucus, HR 120x / m, RR 32x / m, and BT 38oC. Implementation involves measuring vital signs, assessing the client cough, encouraging drinking warm water, and adjusting the client position to maximize ventilation. Conclusion: After taking nursing intervention for three days, the ineffectiveness of the airway clearance can be overcome. Suggestion: It was desirable for the community specifically parents, to have more role in overcoming child health problems especially ARI

    TEKNIK PEMBUATAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILL NET) RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUNG DALAKO BEMBANEHE KECAMATAN TATOARENG, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

    Get PDF
    Penangkapan ikan merupakan suatu usaha yang dilakukan manusia untuk mendapatkan organisme-organisme yang ada di perairan. Untuk mendapatkan organisme tersebut dibutuhkan alat tangkap yang sesuai dengan kondisi perairan setempat. Kampung Dalako Bembanehe merupakan salah satu kampung di pesisir Pulau Kahakitang, yang memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup baik. Masyarakat lokal umumnya memiliki pekerjaan sebagai nelayan dan petani. Alat tangkap produktif yang digunakan oleh masyarakat yaitu jaring insang dasar (Bottom gill net) digunakan untuk menangkap ikan layang atau nama lokal “talang” dan jaring insang untuk menangkap ikan julung-julung atau “roa”. Nelayan Kampung DalakoBembanehe memiliki peluang meningkatkan taraf hidup dengan penerapan teknologi penangkapan ikan alat tangkap jaring insang dasar ikan layang dan jaring ikan “roa”. Jumlah hasil tangkapan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan handline, dimana penghasilan nelayan setiap pengoperasian alat tangkap minimal Rp 350.000/orang, 8 kali operasi penangkapan ikan setiap bulan, jika dirata-ratakan masing-masing nelayan memperoleh penghasilan Rp 2.800.000/bulan. Tujuan utama kegiatan ini yaitu untuk mengatasi permasalahan pada kelompok nelayan, dengan melakukan (1) Introduksi penerapan ketrampilan teknik pembuatan alat tangkap jaring insang yang baik dan benar, serta (2) melakukan penerapan metode/teknik pengoperasian alat tangkap jaring insang dasar “talang” yang ramah lingkungan. Rancangan evaluasi yang digunakan untuk menilai apakah kegiatan pengabdian ini berhasil atau tidak adalah dengan membedakan jumlah hasil tangkapan ikan sebelum dan sesudah program kemitraan Masyarakat dilakukan. Hasil yang didapat dalam pelaksanaan kegiatan PKMS ini adalah, kelompok nelayan pesisir di Kampung Dalako Kecamatan Tatoareng mendapatkan satu paket Gill Net, serta pelatihan penerapan metode/teknik pengoperasian alat tangkap jaring insang dasar “talang” yang ramah lingkungan. Selain itu, kualitas hasil tangkapan yang didapat oleh nelayan juga bertambah dari penggunaan alat tangkap ikan sebelumnya. Fishing is an attempt by human or fishermen to catch aquatic/marine organisms or fish. To catch fish, fishermen need appropriate fishing gears that are suitable with a particular water condition. Located in Kahakitang Island, Dalako Bembanehe village is a costal area with fisheries potential and a majority of its people work as farmers and fishermen. Productive fishing gears used by the local fishermen include basic gillnet or bottom gillnet to catch scad fish or "gutters" and gillnets to catch halfbeak fish or also called "roa" by the local community. Fishemen in the village havean opportunity to improve their income by using bottom gillnet and “roa” fishing nets because these fishing gears were reported to have much higher fish catch than that of handline. It was already estimated that by using this fishing gear, a fisherman could earn Rp 350.000 in one operation and on average Rp 2.800.000 in a month. The main purpose of this community service was to solve the problem of low fish catch faced by a group of local fishermen in Dalako Bembanehe by teaching the group the skills (1) for making gill net and (2) for appropriately operating the environmentally friendly basic gill nets. To assess the impact of the program, we compared the number of fish catch before and after our community service. This program resulted in the provision of one set of gill net to a group of local fishermen in Dalako Bembanehe and earned skills for making and operating basic gillnet and gill nets through training, which in turn significantly increased the fish catch of the targeted local fishermen compared to their previous catch

    EFEKTIVITAS TEPUNG KUNYIT DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN IKAN BAWAL (Colossoma macropomum)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit terhadap kinerja pertumbuhan ikan bawal. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu A (0 gr tepung kunyit/kg pakan), B (5 gr tepung kunyit/kg pakan), C (10 gr tepung kunyit/kg pakan), dan D (15 gr tepung kunyit/kg pakan). Penelitian dilaksanakan di Pusat Budidaya Air Tawar Manganitu, Politeknik Negeri Nusa Utara dengan menggunakan ikan bawal berukuran 10-12 cm. Ikan diberi makan sebanyak dua kali sampai ikan merasa kenyang. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi dosis tepung kunyit, semakin tinggi pertumbuhan mutlak dan spesifik ikan bawal. Dengan demikian, penambahan tepung kunyit dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan bawal.    The study aims to evaluate the effect of addition of turmeric powder to the growth perfomences of pomfret fish. The research uses four treatment which is A (0 gr turmeric powder/kg feed), B (5 gr turmeric/kg feed), C (10 gr turmeric powder/kg feed), and D (15 gr turmeric powder/kg feed). The research was done in Pusat Budidaya Air Tawar Manganitu, Polytechnic Negeri Nusa Utara using bawal fish with the size of  10-12 cm. The results show that high dossage of tumeric powder gave high absolute and specific growth of pomfret fish. Therefore, addition of turmeric powder in feed can improve the growth of pomfret fish

    POTRET MASYARAKAT NELAYAN PENANGKAP IKAN DI PULAU LIPANG KECAMATAN KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROPINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    Secara geografis, Pulau Lipang berada di 354’29.51” Lintang Utara dan 12523’03.00” Bujur Timur. Sebagian besar penduduk Pulau Lipang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Penelitian ini berupaya untuk memotret kehidupan masyarakat nelayan penangkap ikan di Kampung Lipang melalui pendekatan sosiologis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dimana metode ini lebih banyak menganalisis permukaan data dan memperhatikan proses – proses kejadian suatu fenomena. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hubungan sosial yang tinggi bagi nelayan di Pulau Lipang dimana solidaritas yang ditunjukkan saat bergotong-royong, atau saling membantu pada kegiatan sosial lainnya. Kondisi ekonomi nelayan di Pulau Lipang tergolong rendah. Rata – rata pendapatan nelayan setiap kali menangkap ikan yaitu Rp 100.000,-. Tingkat Pendidikan yang masih rendah. Jenis perahu yang digunakan yaitu perahu katir jenis pumpboat. Adanya peran perempuan dalam menopang ekonomi rumah tangga, dimana perempuan melaut dan menjalankan usaha warung/kios. Margin pemasaran (M) untuk ikan Sahamia , , pemasaran untuk ikan dapat dikatakan efisien. Margin pemasaran untuk ikan Tongkol , , maka pemasaran ikan tongkol dapat dikatakan efisien, tapi tidak maksimal.   Geographically, Lipang Island is located at 3°54’29.51" North Latitude and 125°23'03.00" East Longitude. Most of the people at Lipang Island live as fishermen. This research seeks to photograph the lives of fishing communities in Lipang island through sociological approach. The research method used is descriptive qualitative where this method analyzes more data and pays attention to the processes of a phenomenon. Data is collected by interview and observation. High social relations for fishermen on Lipang Island where solidarity is shown when working together, or helping each other in other social activities. The economic condition of fishermen on Lipang Island is low. The average income of fishermen is IDR 100,000. Education level is low. The type of boat used is pumpboat. The role of women in sustaining the household economy would be catching fish and selling the fish they caught. Marketing margin (M) for fish stocks are M = 20,000,  = 67%, F = 60%, marketing for fish can be said to be efficient. Marketing margin for Tuna are M = 7,500,  = 50, F = 50%, then marketing Tongkol can be said to be efficient, but not optimal

    KARAKTERISTIK PENDERITA DAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA ULKUS KAKI DIABETIK

    Get PDF
    Ulkus kaki diabetik sampai saat ini menjadi masalah kesehatan utama diseluruh dunia, karena kasus yang semakin meningkat, ulkus bersifat kronis dan sulit sembuh, mengalami infeksi dan iskemia tungkai dengan risiko amputasi bahkan mengancam jiwa, membutuhkan sumber daya kesehatan yang besar, sehingga memberi beban sosio-ekonomi bagi pasien, masyarakat, dan negara. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik penderita ulkus kaki diabetik dan faktor risiko terjadinya Ulkus Kaki Diabetik di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan lima orang partisipan. Penelitian ini telah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan yakni pada bulan Februari s/d bulan Mei 2019. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berdasarkan jenis kelamin terdiri dari 4 orang perempuan dan 1 orang laki-laki, sesuai usia semua informan termasuk kategori lanjut usia berkisar antara 55 tahun – 66 tahun. Informan 2 orang merupakan pensiunan, 2 orang masih aktif di pelayanan gereja dan di sekolah, sedangkan 1 orang hanya tinggal di rumah.Informan 3 orang memiliki penghasilan yang berkisar dari 2.000.000 s/d 5.500.000 per bulan sedangkan 1 orang informan memiliki penghasilan 1.000.000 per bulan sedangkan 1 orang informan Ny. C.M memiliki penghasilan yang jauh dari Upah Minimum Rata-rata. Kesimpulan penelitian ini yaitu pasien ulkus DM sebagian besar yaitu berjenis kelamin perempuan dengan kategori umur lansia muda, dan tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup. Dan faktor risiko terjadinya ulkus kaki diabetik adalah gatal pada bagian telapak kaki, membentuk eksudat terjadilah luka dan infeksi sebagai akibat dari glukosa darah yang tinggi dan tidak terkontrol. Ulcer among foot of diabetic have become a major health problem throughout the world, due to increasing cases, chronic ulcers and difficult to heal, infection and limb ischemia with the risk of amputation and even life-threatening, requiring large health resources, thus placing a socio-burden economics for patients, society and the country. The purpose of the study was to obtain an in-depth understanding of the life experience of diabetic foot ulcer sufferers in the Manganitu Health Center Work Area, Manganitu District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi Province. The research method used qualitative method. This research has been going on for approximately 3 months, from February to May 2019. The results showed that the informants by sex, consisted of 4 women and 1 man, according to the age of all informants including the elderly category ranging from 55 year- 66 years. 2 informants were retirees, 2 people were active in church and school services, while 1 person only stay at home. 3 informants have income ranging from 2,000,000 to 5,500,000 per month while 1 informant has an income of 1,000,000 per month while 1 informant Ny. C.M has an income that is far from the Average Minimum Wage. The conclusion of this reaseach most of the informant that it the woman with of age is elderly, not enough to fullfill of life needs. And risk factor of occurrence diabetic foot ulcer is itching on the soles of the feet forming pus resulting in sores and infectios as a result of high and uncontrolled high blood glucose

    PENGARUH AROMATERAPI LEMON (CITRUS) TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA MAHASISWI KEPERAWATAN

    Get PDF
    Salah satu tanda seorang perempuan telah memasuki masa pubertas ialah terjadinya haid, dimana keluhan yang seringkali terjadi pada saat haid ialah nyeri (dismenore). Dismenore sering menggangu aktivitas perkuliahan. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri ialah dengan menggunakan aromaterapi lemon (citrus). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran nyeri sebelum dan sesudah tindakan serta pengaruh aromaterapi lemon dalam menurunkan dismenore. Desain penelitian ialah quasi eksperiment dengan one grup pre post test design without control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang mahasiswi Prodi Keperawatan Jurusan Kesehatan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling berdasarkan pertimbangan beberapa kriteria, yaitu mengalami dismenore, belum pernah melakukan aromaterapi, bersedia menjadi responden, dan kooperatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2019, menggunakan aromaterapi lemon dan lembar observasi nyeri NRS. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 22 dengan uji wilcoxon. Responden terbanyak berumur 18 tahun (37,5 persen) dan berada pada semester VI (40 persen), rata-rata responden sebelum diberikan aromaterapi pada hari pertama merasakan nyeri ringan dengan skala nyeri terendah 3 dan tertinggi 6, namun mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan aromaterapi, yaitu terendah 3 dan tertinggi 5. Di hari kedua dengan skala terendah 1 dan tertinggi 5 sebelum diberikan arometerapi, kemudian berubah menjadi 0 (terendah) dan 3 (tertinggi) setelah diberikan aromaterapi. Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p sama dengan 0,000 (kurang dari 0,05), artinya terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lemon (citrus) terhadap penurunan dismenore. Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lemon (citrus) terhadap penurunan dismenore. Saran yang dapat diberikan ialah aromaterapi lemon dapat digunakan sebagai salah satu terapi dalam menurunkan dismenore. One sign that a woman has entered puberty as the occurrence of menstruation, where complaints that often occur during menstruation are pain (dysmenorrhea). Dysmenorrhea often even interferes with lecturing activities. One of therapy to reduce dysmenorrhea is using lemon (cytrus) aromatherapy. This purpose of the research is to know the description of dysmenorrhea before and after therapy and the influence of lemon aromatherapy to reduce dysmenorrhea. This research used quasi experimental research with one group pre and post test design without control. Total samples in this study were 40 female students of the Nursing Study Program, while the sampling technique was purposive sampling based on several criteria : responden had dysmenorrhea, had never do aromatherapy, agree to be a respondent, and cooperatif . The research was conducted in July to October 2019, using lemon aromatherapy and NRS pain observation sheets. Data processing using SPSS 22 with Wilcoxon test. Most respondents were 18 years old (37.5 percent) and were in semester VI (40 percent). The average respondents before being given lemon aromatherapy felt middle pain with a scale 3 (lowest) until 5 (highest) on the first day, but the pain scale was decreased after given aromatherapy which is a scale 3 (lowest) until 5 (highest). Wilcoxon test results obtained P value same as 0.000 ( less than 0.05), meaning that there is an influence of lemon aromatherapy to decrease dysmenorrhea. The conclution of the study is an effect of lemon aromatherapy on the decrease in dysmenorrhea. So, aromatherapy lemon (citrus) can be used as a therapy to reduce dysmenorrhea

    PSIKOEDUKASI BERBASIS CARING PADA KELUARGA YANG MEMILIKI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KAMPUNG BENTUNG KECAMATAN TABUKAN SELATAN

    Get PDF
    Caring merupakan suatu kemampuan untuk berdedikasi dengan orang lain, dengan pengawasan perasaan empati dan perasaan cinta atau menyayangi pada orang lain serta memiliki moral untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan martabat manusia. Tujuan PKMS ini yaitu untuk mengurangi stigma masyarakat dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuahn Activity Daily Living (ADL) pada ODGJ dalam bentuk psikoedukasi berbasis caring.Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di ruang aula kantor kelurahan kampung Bentung Kecamatan Tabukan Selatan sebanyak dua judul yaitu tentang tanda dan gejala gangguan jiwa dan stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa, kemudian melakukan kunjungan rumah keluarga yang memiliki ODGJ untuk melakukan Psikoedukasi dengan caramemberikan rasa tanggung jawab, perhatian dan keikhlasan, dimana keluarga mengajak, membimbing dan mendampingi penderita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Kunjungan rumah ini dilakukan dua kali sehingga keluarga mampu melakukan perawatan kepada ODGJ dengan kepedulian yang tinggi. Setelah dilakukan penyuluhan masyarakat dapat mengetahui tentang tanda dan gejala gangguan jiwa dan dampak dari stigma terhadap ODGJ. Selain itu Psikoedukasi yang diberikan pada keluarga dapat membantu keluarga dalam melakukan perawatan kepada ODGJ dengan metode caring. Caring is an ability to dedicate oneself to others with a strong feeling of empathy and love or love for others and has the moral to protect, maintain and improve human dignity. The purpose of this community service (shorten for PKSM) was to reduce the current community stigma on people sufferting from mental disorder (shorten for ODGJ) and improve the ability of affected families in meeting the need for activity daily living (ADL) in ODGJ, conducted in form of a counseling caring-based psychoeducation. The counseling was carried out in the hall room of the village office of Bentung village, Tabukan Selatan sub-district, focusing first on the signs and symptoms of mental disorders and community stigma against people with mental disorders and followed be visiting the families of ODGJ to conduct psychoeducation by instilling a sense of responsibility, sincerity and care to the members of the ODGJ’s families in assisting, guiding and taking care of the sufferers to carry out their daily activities. This house visit was done twice to ensure that the families were able to understand and take a really good care of the ODGJ. It was expected that after the counseling, the public could identify the signs and symptoms of mental disorders and understand the negative impacts of stigma on the ODGJ. In addition, the psychoeducation provided to the affected families helped them in taking care ofthe ODGJ by applying the caring method

    PERUBAHAN MUTU ORGANOLEPTIK DAN ANGKA LEMPENG TOTAL CAKALANG (Katsuwonus pelamis) ASAP YANG DIOLAH DENGAN ASAP CAIR SELAMA MASA PENYIMPANAN

    Get PDF
    Penelitian yang akan dilakukan ini bertujuan Menentukan nilai organoleptik cakalang asap hasil pengolahan dengan pengasapan cair Menentukan Angka Lempeng Total cakalang asap selama masa penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan deskriptif kualitatif dengan perlakuan masa simpan. Sampel disimpan pada suhu ruang dan pengamatan dilakukan setiap hari untuk organoleptik dan 2 hari sekali untuk ALT. Parameter pengujian yaitu Angka Lempeng Total dan Organoleptik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu cakalang asap cair secara deskriptif lebih baik mutunya dari parameter angka lempeng total pada hari kedua dan relatif sama mutunya dengan cakalang asap konvensional pada penyimpanan hari keempat. Nilai Angka Lempeng total cakalang asap cair pada hari kedua dan keempat secara berturut-turut adalah 9,1 x 104 koloni/g dan 1,4 x 108 sedangkan Nilai Angka Lempeng total cakalang asap konvensional pada hari kedua dan keempat secara berturut-turut adalah 5,7 x 105 koloni/g dan 2 x 108 koloni/g. Hasil uji organoleptik pada hari kedua menunjukan nilai kenampakan cakalang asap cair tidak sesuai dengan syarat mutu ikan asap, sedangkan parameter bau, rasa dan tekstur sesuai dengan SNI. Hasil uji organoleptik cakalang asap konvensional hari kedua dengan parameter kanampakan, bau, rasa dan tekstur sesuai dengan SNI. Hasil uji organoleptik cakalang asap cair dan cakalang asap konvensional pada penyimpanan hari kedua sudah tidak sesuai dengan SNI.   The purpose of this research is to determine the organoleptic and total plate count of liquid smoke skipjack during several storage periods. The study used a qualitative descriptive design with a shelf life treatment. Samples were stored at room temperature. The testing parameters are “Total Plate Count” and “Organoleptic”. The conclusion of this research show that liquid smoke skipjack is better than conventional smoke skipjack. The value of Total Plate Count  liquid smoke skipjack on the second and fourth day in a row was 9.1 x 104 colonies / g and 1.4 x 108 while the value of the Total Plate Count of conventional smoke skipjack on the second and fourth days was 5 , 7 x 105 colonies / g and 2 x 108 colonies / g. Organoleptic test results on the second day showed the value of the appearance of liquid smoke skipjack was not in accordance with the quality requirements of smoked fish, while the odor, taste and texture parameters were in accordance with SNI. The results of the organoleptic test of the second day skipjack smoke with the appearance, odor, taste and texture parameters in accordance with SNI. Organoleptic test results of liquid smoke skipjack and conventional smoke skipjack on the second day of storage are not in accordance with SNI

    368

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇