e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
DETERMINAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANG DI WILAYAH PESISIR KAMPUNG LEHUPU KECAMATAN TABUKAN SELATAN TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Perilaku Buang Air Besar Sembarang (BABS) adalah suatu perilaku yang tidak sehat, membuang kotoran/tinja di sembarang tempat yang berdampak pada individ dan masyarakat serra lingkungan sehingga dapat menyebabkan penyakit diare. Data statistik tahun 2023 ada 5,67% rumah tangga di Kabupaten Sangihe mempraktikan BABS. Kecamatan Tabukan Selatan Tengah memiliki akses jamban terendah 64,13%. Laporan KKL mahasiswa Politeknik Nusa Utara tahun 2024 posko Lehupu, ada 45 rumah yang tidak memiliki jamban sehat dan masih ada keluarga yang membuang air besar di kebun dan pantai. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan perilaku BABS di Kampung Lehupu Kecamatan Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik , desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukan pendapatan (p=0,035), peran petugas kesehatan (p=0,012), dukungan pemerintah (p=0,010), kepemilikan jamban (p=0,006) berhubungan dengan perilaku BABS sedangkan umur (p=0,217), pengetahuan (p=0,364), sikap (p=1,000) dan ketersediaan air bersih (p=1,000) tidak ada hubungan dengan perilaku BABS
GAMBARAN RESPONS TIME DAN MENENTUKAN TRIASE DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM LIUNKENDAGE TAHUNA
Abstrak:. Response Time/waktu tanggap dan menentukan Triase adalah kecepatan penanganan pasien, dihitung sejak pasien datang sampai dilakukan penanganan, serta pengelompokan pasien untuk menentukan tingkat kegawatan . Respons time/Waktu tanggap darurat harus dimanfaatkan oleh perawat dan dokter untuk memenuhi prosedur utama dalam penanganan kasus. gawat darurat pasien yang di sebut prosedur ABCD (Airway, Breathing, Circulation, Disability). Tujuan penelitian Diketahuinya gambaran response time/waktu tanggap dan menentukan Triase di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Liunkendage Tahuna. Metode dan rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling dengan cara total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner, interview (wawancara mendalam), observasi/pemantauan langsung. Teknik analisa data dengan menggunakan uji distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan responden melakukan respons time ≤ 5 menit sebanyak 21 (70%), dan melakukan respons time ≥ 5 menit ada 9 (30%) responden. Begitu juga yang melakukan triase ≥ 30 menit sebanyak 19 (63%) responden, dan melakukan triase ≥ 30 menit sebanyak 11 (37%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan respons time dan menentukan triase belum sesuai standar pelayanan IGD rumah sakit tipe C
PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA TUNA (Thunnus sp.) UTUH BEKU
Tuna merupakan salah satu kelompok ikan yang banyak diminati oleh konsumen dalam negeri maupun luar negeri karena memiliki kualitas daging yang sangat baik dan gizi yang tinggi. Salah satu cara yang dapat memberikan jaminan keamanan produk yang akan dipasarkan yaitu dengan menggunakan sistem pengendalian kualitas keamanan pangan yaitu Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan HACCP pada tuna (Thunnus sp.) utuh beku di PT. Golden Tuna Bali. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu metode partisipatif dan observasi dengan data yang diperoleh adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan 12 langkah penerapan HACCP di PT. Golden Tuna Bali meliputi pembentukan tim HACCP, deskripsi produk, tujuan penggunaan produk, penyusunan bagan alir produksi, konfirmasi diagram alir di lapangan, identifikasi bahaya, penentuan CCP, penentuan batas kritis tiap CCP, prosedur pemantauan, penetapan tindakan koreksi, penetapan prosedur verifikasi, dokumentasi dan pencatatan sudah diterapkan. Penerapan HACCP di PT. Golden Tuna Bali menunjukkan adanya CCP yaitu pada penerimaan bahan baku.
 
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MEMORI PADA LANSIA NY. M. L DENGAN DEMENSIA DI RUANGAN WISMA MONGINSIDI UPTD BPSLUT SENJA CERAH MANADO
Abstrak: Demensia adalah merupakan gambaran penurunan fungsi kognitif yang sering terjadi pada lanjut usia. Lansia adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Gangguan kognitif (memori) pada lansia ditandai dengan mudah lupa (Forgetfulness). Tujuan Penelitian: Mengetahui Penerapan Asuhan Keperawatan Gangguan Memori pada Lansia dengan Demensia di Ruangan Wisma Mongonsidi UPTD BPSLUT Senja Cerah Manado. Metode Penelitian: Metode Studi Kasus yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Gangguan Memori pada Lansia dengan Demensia di UPTD BPSLUT Senja Cerah Manado. Hasil: Berdasarkan Asuhan Keperawatan yang diberikan pada Ny. M.L yang telah dilakukan selama 3 hari mendapatkan hasil Klien sudah mampu mengingat hari dan waktu, klien sudah mampu mengingat nama mahasiwa yang berkenalan dengannya, klien sudah mampu mengingat gambar yang dibuatnya dan menyebutkan nama gambar. Kesimpulan: Asuhan Keperawatan Gangguan Memori yang diberikan pada Ny. M.L telah teratasi dan sudah memenuhi kriteria hasil yang direncanaka
Strategi Pemberdayaan Nelayan dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Pulau Para
Penetapan kawasan konservasi di Pulau Para Lelle, Kabupaten Kepulauan Sangihe, telah mengakibatkan penyempitan wilayah tangkap ikan yang berdampak pada kebutuhan masyarakat akan sumber penghidupan baru. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, sejak tahun 2020 dilakukan pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi alam dan budaya lokal sebagai alternatif mata pencaharian yang bertujuan menarik kunjungan wisatawan ke wilayah Para. Penelitian bertujuan merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat nelayan dalam pengembangan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui identifikasi potensi wilayah, pemetaan pelatihan pengembangan sumber daya pariwisata, serta penguatan kelembagaan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay, pemanduan wisata berbasis budaya, promosi digital, serta pelestarian praktik tradisional seperti pembuatan garam, penangkapan ikan dengan soma batu, dan surf fishing mendorong partisipasi inklusif dalam sektor pariwisata. Pengembangan dilakukan berdasarkan prinsip konservasi dan pariwisata berbasis masyarakat untuk menciptakan model pengelolaan yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan pesisir
STIMULASI HEALTH LITERACY PADA KELOMPOK REMAJA SEBAGAI BENTUK PENCEGAHAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
The development of technology today greatly influences the behavioral patterns of adolescents. This is evidenced by the increasing adolescent health issues such as deviant sexual behavior, smoking habits, and alcohol consumption. The challenges faced by partners include limited access for adolescents to health services, limited mobility among adolescents which can lead to weight gain, a contributing factor to chronic diseases (Hypertension, Diabetes Mellitus), and the lack of knowledge related to deviant behaviors in adolescence that affect their health. Additionally, there is a lack of available adolescent health information in schools. The method used in this activity was packaged in the form of games and role-plays, conducted face-to-face once a week over two weeks at two schools/partners. The results showed an increase in knowledge, with over 90% of adolescents being able to understand and explain non-communicable diseases in simple terms, including their definition, causes, and prevention. Therefore, schools need to integrate health literacy into the curriculum to ensure that all students have equal access to important health information. Furthermore, parents and the community play a key role in supporting healthy behavioral changes in adolescents
Berkembangnya teknologi di saat ini sangat mempengaruhi pola perilaku dari remaja tersebut. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya masalah kesehatan remaja seperti perilaku seksual menyimpang, kebiasaan merokok, alkohol. Permasalahan mitra yang dijumpai adalah minimnya keterjangkauan remaja untuk mencapai layanan kesehatan, minimnya mobilisasi remaja sehingga dapat berdampak pada penambahan berat badan yang menjadi salah satu faktor penyumbang masalah penyakit kronis (Hipertensi, Diabetes Melitus), minimnya pengetahuan berkaitan dengan perilaku menyimpang pada usia remaja yang berkaitan dengan kesehatan remaja serta tidak tersediannya informasi Kesehatan Remaja di Sekolah. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan dan role-play dengan tatap muka 1x selama 2 minggu pelaksanaan pada kedua sekolah/mitra. Hasil kegiatan yang dilakukan adalah menemukan peningkatan pengetahuan pada remaja > 90% mengetahui dan mampu menjelaskan tentang penyakit tidak menular secara sederhana berkaitan dengan pengertian, penyebab dan tentang pencegahannya. Oleh karena itu, sekolah perlu mengintegrasikan literasi kesehatan ke dalam kurikulum untuk memastikan semua siswa memiliki akses yang sama terhadap informasi kesehatan yang penting. Selain itu, Orang tua dan komunitas berperan penting dalam mendukung perubahan perilaku sehat pada remaj
EDUKASI BERBASIS MODEL PEER GROUP TERHADAP PERILAKU IBU MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Cervical cancer is the leading cause of death among women with the highest prevalence in Indonesia. Cervical cancer is predominantly transmitted through sexual contact, with 493,243 new cases reported annually worldwide, resulting in 273,505 deaths per year. Available data indicate that the majority of women diagnosed with cervical cancer are already in advanced stages. Delays in seeking healthcare services can have severe consequences. This community service initiative aims to provide education and screening for women to facilitate early detection of cervical cancer, thereby promoting optimal growth, development, and health in the working area of the Tuminting Community Health Center. The activities carried out include educating women using the Peer Education model, followed by Pap Smear screening. The results of this initiative show an increase in women's knowledge and motivation to undergo screening or early detection of cervical cancer among all participants. Through this program, it is expected to educate and improve women’s knowledge, decision-making, and behavior related to early cervical cancer detection.
Kanker serviks adalah penyebab kematian wanita dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Kanker serviks ditularkan sebagian besar melalui hubungan seksual, diketahui terdapat 493.243 jiwa per tahun penderita kanker serviks baru di dunia dengan angka kematian karena kanker ini sebanyak 273.505 jiwa per tahun. Data yang ada dijelaskan bahwa mayoritas ibu yang datang dengan diagnosa kanker serviks telah stadium lanjut. Terlambatnya datang ke pusat pelayanan kesehatan akan memberikan dampak yang buruk. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberika edukasi dan melakukan skrini pada kelompok Ibu untuk deteksi dini kanker serviks, mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi ibu menggunakan model Peer Education serta diikuti oleh Skrining pemeriksaan Pap Smear. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan motivasi ibu melakukan skrining atau deteksi dini kanker serviks pada semua peserta Pengadian. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi dan meningkatkan pengetahuan, pengambilan keputusan dan perilaku ibu yang berkaitan dengan deteksi dini kankers serviks
Pertumbuhan Ikan Cupang (Betta sp) Dengan Pakan Berbeda
Keunggulan ikan cupang dari ikan hias air tawar lainnya karena memiliki daya adaptasi yang luas dan toleransi terhadap kondisi lingkugan cukup tinggi. Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pertumbuhan ikan dan dalam usaha budidaya ikan (Afrianto dan Liviawaty, 2005). Pakan berperan penting dalam merangsang pertumbuhan individu yang optimal. Ketersediaan pakan alami sudah tentu tidak akan mencukupi kebutuhan ikan terhadap pakan selama periode pemeliharaan, untuk itu diperlukan pakan tambahan. Dosis pakan yang diberikan tidak hanya terbatas dalam jumlah saja, tetapi nilai gizi pakan perlu diperhatikan untuk mendapatkan pertambahan berat yang optimal pada kurun waktu pemeliharaan yang cukup pendek. Kegiatan penerapan penelitian Unggulan Perguruan Tinggi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan tingkat keberhasilan hidup ikan cupang. Waktu pelaksanaan penelitian selama 28 hari dari tanggal 24 Agustus sampai 22 September 2022. Prosedur kerja penelitian meliputi beberapa tahap yaitu persiapan pakan uji, persiapan wadah pemeliharaan, persiapan ikan uji, dan pemeliharaan ikan uji. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan cupang berukuran 1.5 - 3 cm sebanyak 12 ekor dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dimana masing-masing wadah didistribusikan 1 ekor ikan. Sedangkan pakan uji yang dipakai adalah pellet MEM Prime NRD 300-500m, embryo Tubifex, Holly Blood, dan pellet Holly Feed. Laju pertambahan bobot tertinggi ikan cupang selama 28 hari pemeliharaan yaitu pada perlakuan D (pellet Holly feed) sedangkan laju pertumbuhan Panjang tubuh tertinggi yaitu pada perlakuan B (embryo Tubifex). Tingkat keberhasilan hidup ikan cupang selama 28 hari pemeliharaan untuk semua perlakuan yaitu 100%, yang artinya semua ikan uji yang dipelihara hidup semua.
The superiority of betta fish from other freshwater ornamental fish is because it has a wide adaptability and tolerance to environmental conditions is quite high. Feed is a very important component in fish growth and in fish farming (Afrianto and Liviawaty, 2005). Feed plays an important role in stimulating optimal individual growth. The availability of natural food will certainly not meet the needs of fish for feed during the rearing period, for this reason additional feed is needed. The dose of feed given is not only limited in amount, but the nutritional value of the feed needs to be considered to obtain optimal weight gain in a fairly short maintenance period. This Higher Education Excellence research implementation activity aims to determine the effect of different feeds on the growth and survival rate of betta fish. The time for research is 28 days from August 24 to September 22, 2022. The research work procedures included several stages, namely preparation of test feeds, preparation of maintenance containers, preparation of test fish, and maintenance of test fish. The test fish used in this study were 12 betta fish seeds measuring 1.5 - 3 cm with 4 treatments and 3 replications, where 1 fish was distributed in each container. While the test feeds used were MEM Prime NRD 300-500m pellets, Tubifex embryos, Holly Blood, and Holly Feed pellets. The highest rate of weight gain for betta fish during 28 days of rearing was in treatment D (pellet Holly feed) while the highest growth rate in body length was in treatment B (embryo Tubifex). The success rate for betta fish for 28 days of rearing for all treatments was 100%, which means that all the test fish that were kept were all alive
THE OVERVIEW OF PUBLIC KNOWLEDGE ABOUT TRADITIONAL MEDICINE IN DUMUHUNG VILLAGE, SANGIHE ISLANDS DISTRICT
Obat tradisional sejak dulu dikenal di kalangan masyarakat di Indonesia, selain itu penggunaan obat tradisional sering dinilai lebih aman dibandingkan dengan penggunaan obat modern karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih rendah dari pada obat modern. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang obat tadisional di Kelurahan Dumuhung. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan metode Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden, dengan menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Hasil Penelitian menunjukkan umur responden terbanyak berada pada usia 20-40 tahun sebanyak 18 responden (54.5%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 17 responden (71,5%), tamatan pendidikan terbanyak strata satu (S1) 14 orang (14,4%). (71,5%), pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional yaitu kurang 5 orang (15,2%), cukup 14 orang (42,4%), baik 14 orang (42,4%) dan yang pernah menggunakan obat tradisional sebanyak 19 responden (97%), Jenis obat tradisional yang digunakan terbanyak adalah Jahe 4 orang (12%). Pada umumnya masih banyak masyarakat memanfaatkan pengobatan secara tradisional. Dapat disimpulkan penelitian mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori cukup menggunakan obat tradisional untuk mengobati penyakit yang dialami. Disarankan hasil penelitian dapat dijadikan alternatif pengobatan non farmakologi bagi masyarakat dalam penggunaan obat tradisional
Edukasi dan Pendampingan Penerapan Perilaku “BORIA” dalam Upaya Penurunan Kejadian Diabetes Melitus di Desa Genaharjo Kec. Semanding Kab. Tuban
In the era of globalization, which is where there is a global era, there is a shift from infectious diseases to non-communicable diseases such as the emergence of more and more degenerative diseases, one of which is Diabetes Mellitus (DM). Diabetes mellitus is one of the diseases that are most suffered by the Indonesian people. This disease is called a silent killer because patients are often unaware so they are prone to complications Diabetes mellitus has the main cause, namely an unhealthy lifestyle. On the other hand, the people of Genaharjo Village, Semanding District, Tuban Regency have a habit of drinking coffee, staying up late, and among others obesity. This is the basis for the implementation of the student creativity program by providing an overview and explanation related to diabetes mellitus, the implementation of healthy living behaviors with the "BORIA" program and "BORIA" gymnastics assistance. As a result of holding this program, the majority of the elderly have almost all implemented the "BORIA" program as many as 15.4 (77%). It is hoped that this program can help the community in Genaharjo Village in an effort to control and prevent complications due to diabetes mellitus
Sejumlah penyakit tidak menular, seperti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM), telah menggantikan penyakit menular di era globalisasi ini. Salah satu penyakit yang paling umum di Indonesia adalah diabetes melitus, yang dianggap dapat menimbulkan sejumlah komplikasi dan penyakit serius. Pasien sering kali tidak menyadarinya, sehingga mereka rentan terhadap konsekuensinya, itulah sebabnya penyakit ini disebut sebagai pembunuh diam-diam. Penyebab utama diabetes melitus adalah gaya hidup yang tidak sehat. Di sisi lain, masyarakat Desa Genaharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban memiliki kebiasaan minum kopi, begadang, dan diantaranya obesitas. Hal tersebut yang mendasari pelaksanaan program kreativitas mahasiswa dengan memberikan gambaran dan penjelasan terkait diabetes melitus, penerapan perilaku hidup sehat dengan program “BORIA” serta pendampingan senam “BORIA”. Hasil diadakannya program ini, mayoritas lansia hampir seluruhnya telah menerapkan program “BORIA” sebanyak 15,4 (77%). Harapannya program ini dapat membantu masyarakat di Desa Genaharjo dalam upaya mengendalikan dan mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes melitus