Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
    28972 research outputs found

    Medical Waste Management Innovation Based on Thermal and Chemical Degradation of Polymers

    Full text link
    The massive growth of healthcare services, particularly post-COVID-19, has significantly increased volumes of hazardous polymer-based and infectious medical waste. Conventional methods like open incineration pose environmental and health risks due to toxic emissions and incomplete sterilization, highlighting an urgent need for safer, efficient, and sustainable management innovations. This study analyzes the effectiveness of thermal (pyrolysis, gasification) and chemical (depolymerization, Advanced Oxidation Processes/AOPs) degradation technologies through qualitative library research. Data from credible sources (indexed journals, WHO/UNEP reports, government policies; 2018–2025) were descriptively-critically and comparatively analyzed. Results demonstrate that controlled thermal degradation reduces waste volume by 90%, neutralizes pathogens at 400–800°C, and converts waste into valuable products (syngas, bio-oil), while chemical approaches (catalysts, AOPs) decompose polymers at the molecular level and neutralize heavy metals/organic contaminants without dioxin emissions. Integrating both technologies via capacity-based regional clustering and blended finance schemes proved technically-economically feasible. Contributions include: (1) Policy recommendations for the Ministry of Health/Environment to standardize green technologies; (2) Technology-as-a-Service business models for healthcare facilities; (3) Collaborative implementation frameworks (government-private-academia) supporting SDGs and Indonesia’s 2045 Golden Vision through pollution prevention, circular economy, and improved public health outcome

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kemusu

    Full text link
    Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi kronis yang memerlukan pengelolaan pola makan yang berkelanjutan. Pemahaman pasien terkait diet sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan pola makan yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kaitan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada individu dengan diabetes melitus tipe 2 di area kerja puskesmas Kemusu, Boyolali. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan longitudinal retrospektif. Sebanyak 200 responden dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan informasi dilakukan dengan dua kuesioner; yang pertama adalah kuisioner pengetahuan Diabetes Knowledge Questionnaire (DBQ), dan yang kedua adalah kuisioner kepatuhan Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga cukup (75%) dan kepatuhan diet dalam kategori cukup (48,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet dengan nilai p value = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,771, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan searah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan yang lebih baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2.. Edukasi terarah dan berkelanjutan perlu dioptimalkan dalam praktik keperawatan

    Pengaruh Edukasi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kemusu

    Full text link
    Hipertensi merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah yang sering kali disebut pembunuh diam – diam, kondisi ini umumnya tidak menunjukkan tanda – tanda tetapi dapat menyebabkan masalah yang serius. Suatu kondisi dianggap hipertensi jika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg. Tingkat kepatuhan mengonsumsi obat hipertensi di Indonesia masih relatif rendah sehingga diperlukan edukasi dapat meningkatkan kesadaran pasien. Mengetahui dampak pendidikan terhadap ketaatan pengambilan obat pada pasien hipertensi di area Puskesmas Kemusu. Metode desain penelitian yang digunakan adalah  Quasi-Eksperimental dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest Sampel sejumlah 120 responden (60 intervensi, 60 kontrol) diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi menggunakan video berdurasi 5 menit mengenai pentingnya kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan skor kepatuhan minum obat terhadap kelompok intervensi dengan nilai p=0,001 (p< 0,05) dengan koefisien  Hal ini menunjukkan edukasi memberi dampak efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Pendidikan kesehatan memberikan dampak yang baik terhadap ketaatan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat. Intervensi edukasi disarankan dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan guna mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien

    The Effect Of Tekis (Fern Tea) Consumption On Haemoglobin Levels Among Anaemic Adolescent Girls At SMA Negeri 2 Kisaran

    Full text link
    Indonesia terus menghadapi masalah gizi yang menghambat perkembangan sumber daya manusia berkualitas. Kekurangan gizi menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi dan menurunkan produktivitas kerja. Salah satu penyebab utama masalah gizi adalah kekurangan zat besi (Fe), yang masih menjadi isu gizi global yang luas. Bayi, remaja, dan perempuan usia reproduksi kerap mengalami anemia defisiensi besi yang berdampak pada perubahan perilaku, pertumbuhan dan perkembangan, serta fungsi motorik, sehingga menurunkan kemampuan belajar dan prestasi akademik. Tujuan: Terapi nonfarmakologis dapat menjadi alternatif pengobatan, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman tradisional seperti sayuran paku yang kaya nutrisi. Salah satu manfaat kandungan nutrisinya adalah kemampuan meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, untuk menjaga kualitas produk dan memperpanjang masa simpan paku, dikembangkan produk baru bernama TEKIS (teh paku) yang lebih praktis dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Metode: Penelitian ini mengembangkan produk berupa TEKIS (teh paku) untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan paku sebagai alternatif praktis dan aman untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimental dengan pendekatan satu kelompok pra-uji dan pasca-uji. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan populasi terdiri dari 30 remaja putri anemia berusia 16–19 tahun dari kelas X–XII. Hasil: Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan bahwa TEKIS (teh paku) efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemi

    Asuhan Akupunktur Untuk Kasus Kaku Leher : Studi Kasus

    Full text link
    Kaku leher adalah salah satu masalah kesehatan yang sering muncul yang ditandai dengan kekakuan leher dan nyeri pada leher dan area sekitarnya yang dapat menjalar ke area bahu, lengan dan tangan dan dapat menjalar sampai ke kepala dan menimbulkan sakit kepala. Kaku leher yang tidak diobati dapat memberikan dampak terhadap penurunan produktivitas yang dapat menyebabkan dampak ekonomi bagi pasien, keluarga, dan lingkungan kerja penderita. Tatalaksana kasus kaku leher saat ini adalah berupa obat-obatan penghilang rasa nyeri dan pelega otot. Pengobatan yang diberikan tersebut ternyata belum dapat mengobati secara tuntas, bahkan ada yang menimbulkan efek samping, oleh karena itu dibutuhkan modalitas terapi lain seperti akupunktur sebagai komplimentari. Terapi akupunktur yang mudah, aman, rasional, efektif, murah dan alami diharapkan mampu mengobati kaku leher. Tujuan penelitian ini adalah mengunakan akupunktur untuk mengobati kasus kaku leher dan diharapkan dampak dari kesembuhan ini dapat menjadikan suatu panduan yang dapat diterapkan di masyarakat luas dan memberikan dampak terhadap pengabdian di Masyarakat. Metode yang digunakan adalah melakukan penusukan titik-titik akupunktur GB20, GB21, SI3, SI15, LI4, BL 10 dan Titik Extra EX-UE-8 sebanyak 2 kali seminggu selama 6 kali terapi. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan dari raut muka, nyeri dan kaku leher menjadi sembuh dan kualitas hidup penderita menjadi lebih baik. Simpulan bahwa akupunktur pada kasus kaku leher dengan menusuk titik-titik terpilih memberikan dampak positif perbaikan terhadap keluhan nyeri dan kaku pada leher penderita

    Pengaruh Pemberian Edukasi Menjelang Persalinan Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil

    Full text link
    Latar Belakang: Kecemasan selama kehamilan, terutama menjelang persalinan, merupakan masalah psikologis umum yang memengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi selama persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi menjelang persalinan terhadap tingkat kecemasan ibu hamil. Metode: Penelitian quasi-experimental ini menggunakan Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest Design, dengan pengukuran kecemasan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) edukasi. Sebanyak 90 ibu hamil trimester ketiga dibagi menjadi dua kelompok: 45 pada kelompok perlakuan (Puskesmas Miri) dan 45 pada kelompok kontrol (Puskesmas Tlogowungu). Instrumen yang digunakan adalah Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Kelompok perlakuan mengalami penurunan skor kecemasan dari 27,67 menjadi 19,44 (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan kecil dari 30,53 menjadi 27,47 (p < 0,05). Hasil posttest menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Kesimpulan: Edukasi menjelang persalinan secara signifikan menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mendukung pelayanan antenatal. Kata Kunci: Edukasi Persalinan, Kehamilan, Kecemasan, Trisemester II

    Hubungan antara Nilai dan Pengetahuan Keluarga Muda terhadap Pelaksanaan Program KB di Kota Bengkulu

    Full text link
    Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut efektivitas program KB. Namun, partisipasi keluarga muda masih menjadi tantangan. Keluarga muda dalam penelitian ini diartikan sebagai pasangan suami istri yang baru menikah dengan usia pernikahan ≤ 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan korelasi rank spearman dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai dan pengetahuan keluarga muda terhadap pandangan mereka mengenai program KB. Total responden dalam penelitian ini berjumlah 45 orang berdasarkan kriteria penelitian. Teori sosiologi yang digunakan adalah teori pilihan rasional, Coleman. Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa nilai yang dianut (nilai agama, nilai budaya, dan nilai dalam rumah tangga) keluarga muda memiliki hubungan terhadap program KB (r = 0,589; p = 0,000). Ha diterima, dengan kekuatan korelasi pada kategori sedang terhadap program terebut. Pengetahuan juga memiliki hubungan terhadap program KB (r = 0,630; p = 0,000), Ha diterima, dengan kekuatan korelasi pada kategori kuat terhadap program tersebut. Artinya, nilai-nilai yang dianut keluarga muda selaras dengan prinsip program KB, dan mereka telah memahami tujuan, manfaat, serta risiko program tersebut melalui informasi yang diperoleh dari media, kerabat, maupun penyuluh KB. Berdasarkan teori pilihan rasional, nilai dan pengetahuan keluarga muda tentang pelaksanaan program KB dipengaruhi oleh kesiapan finansial, kesehatan, dan stabilitas hubungan, sehingga membentuk pandangan positif meskipun mereka belum menjadi peserta aktif program KB

    Penerimaan Inovasi Pembayaran Digital dalam Pelayanan Kesehatan

    Full text link
    The development of digital technology has driven significant transformation in healthcare services, including in the aspect of service payment systems. Digital payment innovations, such as QR code-based cashless payments, digital wallets, and mobile banking, are seen as important components in realizing efficient, transparent, and patient-oriented healthcare services. This study aims to comprehensively examine the acceptance of digital payment innovations in healthcare services through a literature review approach. The results show that global healthcare services are moving towards a digital-first system that integrates telemedicine, electronic health records (EHR), artificial intelligence (AI), and digital payment systems into a single service ecosystem. Digital payments play an important role in improving administrative efficiency, speeding up transactions, and supporting the integration of clinical and financial services. The acceptance of digital payment innovations is influenced by ease of use, perceived benefits, trust and security, and supporting infrastructure conditions, especially in the aftermath of the COVID-19 pandemic. However, challenges such as cybersecurity risks, digital literacy gaps, and dependence on technological infrastructure remain barriers to implementation. Keywords: digital payments, healthcare services, digital health, innovation acceptance

    Implementasi Telemedicine di Wilayah Pasifik Barat: Scoping Review Tentang Tren, Tantangan, dan Implikasi Kebijakan Dari Negara-Negara Terpilih

    Full text link
    Wilayah Pasifik Barat (WPR), dengan karakteristik geografis yang menantang berupa kepulauan dan daerah terpencil, menghadapi kesenjangan akses layanan kesehatan yang signifikan. Telemedicine muncul sebagai solusi potensial, dengan akselerasi adopsi yang dipicu oleh pandemi COVID-19. Namun, implementasi yang berkelanjutan dan berkeadilan di kawasan ini masih menghadapi berbagai hambatan. Tinjauan scoping ini bertujuan untuk memetakan tren, tantangan, dan implikasi kebijakan telemedicine di negara-negara terpilih WPR dengan menganalisis 12 artikel penelitian yang relevan dari rentang tahun 2020-2025. Hasil tinjauan mengidentifikasi tren positif berupa diversifikasi model layanan (seperti internet hospital di China dan evolusi menuju virtual care di Australia) serta sikap yang umumnya positif dari tenaga kesehatan. Namun, tantangan mendasar tetap ada, meliputi kesenjangan infrastruktur digital (konektivitas internet), kerangka regulasi yang belum matang (terutama mengenai praktik dokter-pasien langsung, perlindungan data, dan pembiayaan), serta keterbatasan klinis akibat tidak adanya pemeriksaan fisik. Implikasi kebijakan yang diusulkan menekankan pada perlunya penguatan regulasi yang adaptif, investasi agresif dalam infrastruktur dan literasi digital, serta adopsi model layanan hibrida (hybrid care) yang memadukan layanan virtual dan tatap muka. Kesimpulannya, meskipun menjanjikan, telemedicine di WPR memerlukan pendekatan sistemik yang berfokus pada kesiapan sistem kesehatan, kolaborasi regional, dan kebijakan inklusif untuk mewujudkan potensinya dalam memperluas akses layanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan

    Analisis Tata Letak Fasilitas Toko Dev Bakery & Pizza Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR)

    Full text link
    This study aims to analyze and design the facility layout of Dev Bakery & Pizza to improve operational efficiency and space utilization. The research applies the Activity Relationship Chart (ARC) method to identify the level of inter-area relationships and the Total Closeness Rating (TCR) to determine the priority of operational connections between facilities. Based on the result, the dining area and product shelf obtained the highest TCR values, indicating their crucial role as central activity zones that support smooth workflow. An optimized layout design can enhance spatial efficiency, streamline material and labor movement, and strengthen interactions between employees and customers, thereby improving overall operational effectiveness

    27,272

    full texts

    28,972

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇