Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
28972 research outputs found
Sort by
PENGARUH USIA, PENDIDIKAN DAN MASA KERJA DOKTER TERHADAP KELENGKAPAN DOKUMEN TATALAKSANA DIAGNOSIS VOLUME DEPLETION DI RS BHAYANGKARA BANDAR LAMPUNG
Kelengkapan dokumen tatalaksana diagnosis volume depletion merupakan komponen penting dalam mutu pelayanan medis dan kelancaran proses klaim BPJS Kesehatan. Studi pendahuluan di RS Bhayangkara Bandar Lampung pada Agustus terdapat 16 berkas pasien dipending karena tidak terdapat bukti tatalaksana terapi cairan maupun evaluasi pasca pemberian terapi. hal ini menjadi dasar dilakukannya penelitian untuk mengetahui pengaruh usia, pendidikan, dan masa kerja dokter terhadap kelengkapan dokumen tatalaksana diagnosis volume depletion. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi terdiri atas 37 dokter yang menangani pasien volume depletion serta 93 berkas rekam medis dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dokter berusia ≤35 tahun (dokter muda) sebanyak (62,2%), dokter berpendidikan (S1/profesi) sebanyak (64,9%), dan memiliki masa kerja ≤5 tahun (pengalaman awal) sebanyak (70,3%). Sebanyak 17 dokter (45,1%) tidak melengkapi dokumen tatalaksana diagnosis volume depletion. Analisis bivariat menunjukkan usia berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan dokumen (p=0,007), sedangkan pendidikan (p=0,309) dan masa kerja (p=0,262) tidak berpengaruh. Disimpulkan bahwa usia dokter berpengaruh terhadap kelengkapan dokumen, sementara pendidikan dan masa kerja tidak berpengaruh. Penelitian lebih lanjut disarankan menggunakan sampel lebih besar serta menambahkan variabel lain agar hasil lebih komprehensif
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN HEMODIALISIS
Penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel merupakan ciri khas penyakit ginjal kronis (CKD). Hemodialisis merupakan salah satu pengobatan jangka panjang yang diperlukan untuk penyakit ini. Kecemasan merupakan salah satu dari banyak masalah psikologis yang sering timbul akibat terapi rutin, kerusakan ginjal yang irreversibel, dan berbagai efek samping terapi. Kecemasan adalah emosi yang tidak menyenangkan yang biasanya muncul ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang berpotensi berbahaya. Kualitas tidur pasien hemodialisis terpengaruh negatif oleh gangguan kecemasan ini, dan gangguan tidur dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Tinjauan penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca tentang kecemasan dan dampaknya terhadap kualitas tidur pasien hemodialisis. Metodologi penelitian melibatkan pencarian literatur untuk karya yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 menggunakan basis data Google Scholar dan PubMed. Tujuh publikasi penelitian yang relevan dikumpulkan untuk dievaluasi. Hasil penelitian dari ketujuh publikasi tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa kecemasan dan kualitas tidur pasien hemodialisis memiliki korelasi yang signifikan. Pasien yang merasakan tingkat kecemasan yang lebih tinggi juga memiliki kualitas tidur yang lebih rendah. Mekanisme fisiologis seperti aktivasi sistem saraf simpatik, yang meningkatkan hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin, serta mekanisme psikologis seperti peningkatan pikiran negatif dan kekhawatiran berlebihan, yang mengganggu tidur, keduanya mendukung hubungan ini. Menurut temuan setiap artikel yang dianalisis, tingkat kecemasan dan kualitas tidur pasien hemodialisis memiliki korelasi yang kuat dan signifikan
BEDAH FLAP KONJUNGTIVA SEBAGAI TATALAKSANA ALTERNATIF PADA PERFORASI ULKUS KORNEA : LAPORAN KASUS
Secara global, sekitar 39 juta orang mengalami kebutaan dan 246 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat, dengan sekitar 80% kasus sebenarnya dapat dicegah. Kelainan kornea menyumbang sekitar 5,1% penyebab kebutaan di dunia, dan salah satu penyebab tersering adalah ulkus kornea infeksius yang memerlukan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius. Prosedur conjunctival flap (Gundersen) merupakan salah satu pilihan bedah untuk ulkus yang tidak responsif terhadap terapi medis karena mampu melindungi permukaan kornea dan mendukung penyembuhan. Seorang laki-laki Jawa berusia 59 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat, fotofobia, dan discharge purulen pada mata kiri setelah trauma okular satu bulan sebelumnya, dengan riwayat diabetes melitus tidak terkontrol, hipertensi, serta operasi katarak. Pemeriksaan menunjukkan ulkus kornea perforasi sentral berukuran besar dengan dasar nekrotik dan kekeruhan kornea, sehingga dilakukan total conjunctival flap. Perbaikan awal tampak pascaoperasi, namun pada kontrol lanjutan terjadi pelepasan flap yang menyebabkan kekambuhan gejala dan akhirnya memerlukan tindakan eviserasi karena prognosis visual yang buruk. Ulkus kornea sendiri ditandai oleh defek epitel yang menyebabkan nekrosis stroma, umumnya akibat infeksi bakteri, dan prosedur conjunctival flap diindikasikan pada ulkus yang tidak sembuh atau mengalami perforasi karena dapat memberikan perlindungan permukaan serta mengurangi nyeri, meskipun komplikasi seperti pelepasan flap dapat terjadi. Walaupun penatalaksanaan pada kasus ini tidak berhasil, berbagai studi melaporkan tingkat keberhasilan anatomi lebih dari 70% pada tindakan conjunctival flap. Secara keseluruhan, conjunctival flap tetap menjadi pilihan terapi yang sederhana, efektif, dan ekonomis untuk menangani ulkus kornea refrakter, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN STATUS GIZI PADA PESERTA DIDIK PUTRI DI SMA NEGERI 3 TONDANO
Masalah gizi remaja hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena ditemukan kasus gizi kurang maupun gizi lebih. Kondisi ini sering dikaitkan dengan faktor psikososial, salah satunya citra tubuh, yang berpotensi memengaruhi perilaku makan dan status gizi remaja putri. Penelitian mengenai hubungan citra tubuh dengan status gizi masih menunjukkan hasil yang beragam. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan supaya tahu hubungan citra tubuh dengan status gizi pada pelajar putri SMA Negeri 3 Tondano. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini melibatkan 92 pelajar putri yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Multidimensional Body Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pelajar putri mempunyai citra tubuh yang positif (91,3%) dan status gizi yang mayoritas termasuk gizi baik (70,7%). Analisis memakai uji chi square dengan alternatif fisher’s exact test menunjukkan hasil p-value = 0,245 (> 0,05) sehingga H0 diterima dan H1 ditolak dengan kata lain tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan status gizi pada pelajar putri di SMA Negeri 3 Tondano. Temuan ini bisa dijadikan dasar dalam penyusunan program edukasi gizi dan kesehatan remaja untuk mencegah perilaku makan tidak sehat serta risiko masalah gizi di masa depan
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETIDAKSESUAIAN VARIABEL DAN META DATA RME RAWAT JALAN RS DENGAN PENDEKATAN HFACS
Interoperabilitas data dalam RME merupakan aspek penting dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan. Namun, hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian variabel dan meta data RME rawat jalan di RS X terhadap standar Kepmenkes No. 1423 Tahun 2022 hanya mencapai 40%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian variabel dan meta data RME dengan menggunakan pendekatan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Jenis penelitian ini adalah mixed method sequential explanatory dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap empat informan utama yaitu kepala instalasi rekam medis, kepala seksi keperawatan, kepala IT, dan kepala seksi penunjang medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka HFACS yang mencakup empat level, yakni unsafe acts, unsafe supervision, preconditions for unsafe acts, dan organizational influences. Berdasarkan hasil analisis, kesesuaian variabel dan meta data RME rawat jalan di RS X menunjukkan bahwa dari total 224 variabel sebanyak 137 (61%) sesuai, sedangkan 87 (39%) lainnya tidak sesuai dengan standar nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama ketidaksesuaian RME meliputi belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) penyusunan variabel dan meta data, lemahnya fungsi pengawasan dan belum optimalnya sosialisasi pedoman RME, keterbatasan sumber daya manusia di bidang IT, serta kurangnya koordinasi antar unit dalam proses penyusunan dan pengembangan meta dat
MANAJEMEN LUKA BAKAR PADA ANAK
Luka bakar merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Perbedaan anatomi, fisiologi, dan psikologis antara anak dan dewasa menjadikan penatalaksanaan luka bakar pada anak lebih kompleks. Literatur ini merupakan narrative review yang meninjau prinsip dan strategi manajemen luka bakar pada anak, meliputi resusitasi cairan, perawatan luka, intervensi bedah, dan rehabilitasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan multidisipliner dengan individualisasi terapi diperlukan untuk hasil optimal. Resusitasi cairan sesuai formula Parkland, penggunaan balutan modern seperti Suprathel atau Mepilex Ag, serta rehabilitasi dini terbukti efektif mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi. Fokus utama manajemen ialah stabilisasi awal, kontrol infeksi, dan pemulihan fungsi secara menyeluruh
PENGEMBANGAN SOFT SKILL MAHASISWA MELALUI ORGANISASI EKSTERNAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi bedasarkan data yang tepat, valid, serta dapat dipercaya yang berhubungan dengan Pengembangan Soft Skill Mahasiswa Melalui Organisasi Eksternal (Survey Mahasiswa Universitas Islam Jakarta yang Mengikuti Organisasi Eksternal). Tujuan dan Sasaran pengembangan Soft Skill Mahasiswa tidak hanya pada ranah kognitif saja, melainkan harus berdampak terhadap ranah afektif yang berupa sikap dan prilaku pada Mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu harus di intregasikan dan terefleksikan melalui keteladanan (Uswah Hasanah), pembiasaan (Habit) dan pengkondisian lingkungan serta kegiatan-kegiatan yang bersifat spontanitas maupun kegiatan yang terprogram. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi mahasiswa UIJ dalam organisasi eksternal dan hanya mengikuti organisasi internal saja, yang mengakibatkan banyak di antara mereka belum menyadari pentingnya serta besarnya manfaat yang dapat diperoleh dari keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. Padahal, keterlibatan dalam organisasi eksternal dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan berbagai soft skill, seperti publik speaking, problem solving, dan social relation, dengan jangkauan yang lebih luas. Fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa lebih memilih berfokus pada perkuliahan saja, kemudian langsung pulang, tanpa memanfaatkan peluang berorganisasi sebagai wadah pengembangan diri di luar kegiatan akademik. Adapun metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode deskriptif analitik serta mengambil data melalui studi kepustakaan (Library Reaserch). Sedangkan pendekatan yang penulis lakukan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode content analisis, yaitu dengan cara menganalisis Urgensi Pengembangan Soft Skill Mahasiswa melalui Organisasi Eksternal. Serta mengkaji sumber-sumber lain yang berkaitan dengan judul. Adapun hasil yang didapatkan dari penyusunan penelitian ini adalah: Organisasi Eksternal mempunyai peranan penting dalam pengembangan Public Speaking, Problem Solving dan Sosial Relation, karena Organisasi Eksternal merupakan salah satu wadah atau lembaga pendidikan bahkan sebagai lembaga pendidikan yang harus menaruh perhatian yang mendalam dalam pendidikan Mahasiswa di dalam pertumbuhan jasmani dan rohaninya dengan memberi dasar nilai-nilai Keorganisasian yang akan menjadi pedoman kehidupan baginya dalam berorganisasi. Jadi Pengembangan Soft Skill Mahasiswa melalui Organisasi Eksternal, sangat memiliki peranan penting dan dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya mahasiswa dalam studi dan karirnya kelak
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA DISKON TERHADAP MINAT BELI PADA PENGGUNA APLIKASI SHOPEE
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana kualitas produk dan pemberian diskon memengaruhi minat beli mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Trunojoyo Madura dalam menggunakan aplikasi Shopee. Berangkat dari fenomena transformasi digital dan pesatnya perkembangan e-commerce, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 48 mahasiswa yang pernah bertransaksi di Shopee. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis dengan metode SEM-PLS menggunakan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 serta SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan diskon secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli, dengan kemampuan menjelaskan varians minat beli sebesar 64,6%. Variabel kualitas produk memiliki pengaruh signifikan dengan nilai T-statistik 3,273, sedangkan variabel diskon memiliki pengaruh signifikan dengan nilai T-statistik 5,073. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat beli konsumen di platform e-commerce
PENGARUH INFLUENCER DI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN: STUDI MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer di media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen di kalangan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 responden yang aktif menggunakan media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kredibilitas, kepercayaan, keaslian, dan karisma influencer berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa. Platform media sosial seperti Instagram dan TikTok menjadi sarana efektif bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi produk dan rekomendasi dari influencer. Dengan demikian, influencer memainkan peran penting dalam membentuk keputusan pembelian konsumen melalui pengaruh emosional dan kepercayaan yang dibangun. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran melalui influencer dapat meningkatkan efektivitas kampanye produk di kalangan mahasiswa
MENGHADAPI TANTANGAN INOVASI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA ERA SOCIETY 5.0: AI SEBAGAI SOLUSI DI SD SWASTA PAB 34 PATUMBAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi dalam menghadapi tantangan inovasi materi ajar Bahasa Indonesia di era society 5.0 di SD Swasta PAB 34 Patumbak. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah kesulitan dalam menyusun modul dan materi pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan teknologi zaman sekarang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi video liputan dengan guru Bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI sangat membantu guru dalam mempercepat pembuatan materi ajar serta memberikan inspirasi konten yang variatif, meskipun tetap memerlukan revisi manual oleh guru. AI juga berperan dalam mempermudah pekerjaan guru dan meningkatkan efisiensi persiapan pembelajaran. Namun, keterbatasan teknologi dan akses siswa menjadi hambatan yang masih perlu diatasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa AI bukan sebagai pengganti guru, melainkan pendukung inovasi pembelajaran di era society 5.0