Jurnal Distribusi
Not a member yet
    177 research outputs found

    IMPLEMENTASI SUPERIOR CUSTOMER VALUE DALAM PERSAINGAN OBYEK WISATA

    Get PDF
    The purpose of this study is to fill the research gap with the hope of contributing to the development of consumer behavior models that are part of Consumer Behavior lectures in the field of Marketing Management studies.The research method used is descriptive method with a sample survey approach in some populations. This Study population was tourists who had visited one of the natural attractions (Botanic Garden and Pancingan Market). There are 50 people in each location determined accidentally. The analytical approach used is model of the Consumer Matrix. The conclusions that can be drawn are; (a) Pancingan Market is in the East with low price perception (cheap) and high PUV (perceived use value), (b) Botanic Garden is in the West path with higher price perception (expensive) and PUV perception or perceived use value low, (c) Position of the Pancingan Market seen from the perception of price and perceived value of use to have a better position compared to the Botanic Garden, (d) All service elements in the Pancingan Market and Botanic Garden still do not provide good performance and need attention serious developing.Tujuan penelitian ini adalah mengisi research gap tersebut dengan harapan berkontribusi pada perkembangan model perilaku konsumen yang merupakan bagian dari materi perkuliahan Perilaku Konsumen dalam bidang kajian Manajemen Pemasaran.    Metode penelitian yang digunakan  adalah metode deskriptif dengan pendekatan sampel survey pada sebagian populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah berkunjung ke salah satu obyek wisata alam (Botanic Garden dan Pasar Pancingan) . Terdapat 50 orang pada masing-masing lokasi yang ditetapkan secara accidental. Pendekatan analisis yang digunakan adalah Model Matriks Konsumen         Simpulan yang dapat ditarik adalah; (a) Pasar Pancingan berada pada jalur Timur dengan persepsi harga rendah (murah) dan PUV ( persepsi nilai guna ) yang tinggi, (b) Botanic Garden berada pada jalur Barat dengan persepsi harga lebih tinggi ( mahal ) dam persepsi PUV atau persepsi nilai guna rendah , (c) Posisi Pasar Pancingan dilihat dari persepsi harga maupun persepsi nilai guna memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan dengan Botanic Garden, (d) Seluruh unsur-unsur pelayanan pada Pasar Pancingan dan Botanic Garden masih belum memberikan kinerja yang baik dan perlu mendapatkan perhatian serius untuk dikembangkan.          Saran – saran diberikan diantaranya; (a) Pasar Pancingan sebaiknya menerapkan strategi meningkatkan PUV, yang mengarah pada pergeseran posisi Pasar Pancingan ke Timur Laut (posisi ideal) yang menunjukkan adanya keseimbangan antara PUV dengan Persepsi harga, (b) Pasar pancingan harus mempertahankan harga yang ada ( tidak perlu lagi menurunkan harga), karena persepsi harga saat ini sudah bagus dalam persepsi konsumen, (c) Pasar Pancingan harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung, (d) Botanic Garden menerapkan strategi yang mengarah baik ke Utara maupun Timur, yakni meningkatkan PUV atau persepsi nilai guna sekaligus menaikkan persepsi harga, (e) Botanic Garden harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung

    FAKTOR YANG MEMOTIVASI PEREMPUAN DALAM BERWIRAUSAHA PADA UMKM KROPUK SANGNGNGAR DI KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN

    No full text
    The study was conducted to determine the factors that motivate women in entrepreneurship at SMEs of roasted crackers in Kwanyar District, Bangkalan Regency. The population in this study was female entrepreneurs in SMEs of roasted crackers. The approach used is descriptive qualitative, where data are collected through interviews with 45 women entrepreneurs. There are 3 factors that motivate women entrepreneurs: 1). Family Factors (Confidence Modalities), 2). Intentional Factors (Emotion Modalies), 3). Tension Modalities. Based on the results of the study it turns out that the Family Factor (Confidence Modalities) is a factor that motivates women in entrepreneurship, while the family factor in question namely heredity has an internal strength in supporting and motivating women in entrepreneurship. This condition is supported by a family environment that is very thick in the spirit of entrepreneurship so as to facilitate and succeed them in doing business.Penelitian dilakukan untuk mengetahui Faktor yang  memotivasi  perempuan dalam berwirausaha pada UMKM Kropuk Sangngar di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan.  Populasi  pada penelitian adalah  wirausaha perempuan pada UMKM kropuk sanggar. Pendekatan  yang digunakan adalah diskriptif  kualitatif, dimana data dikumpulkan  melalui wawancara kepada 45 wirausaha perempuan. Ada 3 faktor yang memotivasi perempuan berwirausaha yaitu 1). Faktor Keluarga (Confidence Modalities), 2). Faktor yang Disengaja (Emotion Modalies), 3).. Faktor Pemaksa (Tension Modalities). Berdasarkan hasil penelitian ternyata Faktor Keluarga (Confidence Modalities) merupakan faktor yang memotivasi perempuan dalam berwirausaha, sedangkan faktor keluarga yang dimaksud  yaitu keturunan mempunyai kekuatan internal dalam mendukung dan memotivasi perempuan dalam berwirausaha. Kondisi ini didukung oleh lingkungan keluarga yang sangat kental jiwa wirausahanya sehingga  memudahkan dan mensukseskan mereka dalam melakukan usahanya

    KINERJA PT PLN UNIT INDUK DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DENGAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE

    Get PDF
    PT PLN (Persero) Jakarta Raya Main Distribution Unit continuously improves services to customers by conducting new installations following the targeted time. Installation speed is one of the factors that influence the function and customer perception of the company. PT PLN (Persero) Jakarta Raya Distribution Main Unit serves the connection of Low Voltage (TR) and Medium Voltage (TM) electricity. Based on the identification carried out, it was found that there were obstacles experienced by the company, causing the connection work to belong. This is located in the Medium Voltage service pattern of 100 days required above the 100-day target. The length of the service process is experiencing problems from the external and internal sides of the company. Therefore, there needs to be an in-depth analysis of certain methods to achieve the targets set the following year. This study examines the attributes of reliability and responsiveness using the Perfect Order Fulfillment (POF) and Order Fulfilment Cycle Time (OFCT) metrics. The results showed that the licensing factor and customer unpreparedness were the main reasons for the delay in installing the 100-day Medium Voltage electricity pattern.PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya terus melakukan peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan melakukan pemasangan baru sesuai dengan waktu yang ditargetkan. Kecepatan pemasangan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pelayanan dan persepsi pelanggan terhadap perusahaan. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya melayani penyambungan listrik Tegangan Rendah (TR) dan Tegangan Menengah (TM).Berdasarkan identifikasi yang dilakukan ditemukan adanya kendala yang dialami perusahaan sehingga menyebabkan pekerjaan penyambungan menjadi lama. Hal ini ditemukan pada layanan Tegangan Menengah pola 100 hari yang dibutuhkan diatas target 100 hari. Lamanya proses pelayanan mengalami kendala dari sisi eksternal maupun internal perusahaan. Oleh karena itu, perlu adanya analisa mendalam dengan metode tertentu agar perusahaan dapat mencapai target yang telah ditetapkan ditahun berikutnya. Penelitian ini meneliti atribut reliability dan responsivness menggunakan metrik Perfect Order Fullfilment (POF) dan Order Fulfilment Cycle Time (OFCT) dimana diperoleh nilai POF 97,52% dan OFCT 27,56 hari. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor perizinan dan ketidaksiapan pelanggan menjadi alasan utama keterlambatan pemasangan listrik Tegangan Menengah pola 100 hari

    ANALISIS RISIKO PORTOFOLIO DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018)

    Get PDF
    In this paper a discussion on portfolio risk analysis will be conductedmethod Monte Carlo Simulation usingusing calculation of Value at Risk (VaR) as the maximum estimate of losses in the portfolio. The use of Monte Carlo Simulation to analyze portfolio risk is done so that risk can be measured more accurately based on random value generator generated by repetition of 1000 iterations, which are designed to describe the risk of a particular asset. A portfolio is a combination of two or more individual shares. In calculating portfolio risk analysis, what needs to be done first is portfolio formation first. The formation of portfolios in this study uses themethod Single Index Model. The data used in this study are stock data for the LQ45 index for the period of 2015 to 2018. The selection of shares in the LQ45 category is because the liquidity of stocks classified as LQ45 is very liquid and many interested in the stock market. Based on the results of calculations, it shows that stocks that make up an optimal portfolio include in the first semester there are 4 stocks, namely: GGRM, BMTR, SILO, ASRI. In semester 2 there is 1 share that forms the optimal portfolio, namely ITMG shares. In semester 3 there are 4 shares, namely: JSMR, GGRM, SCMA, and TBIG. In semester 4 there are 7 shares, namely: INTP, MPPA, WIKA, PGAS, PWON, PTPP and AALI. In semester 5 there are 9 stocks, namely: ELSA, LPKR, PPRO, AALI, PTPP, ASRI, ADRO, AKRA and ANTM. In semester 6 there are 2 shares, namely SSMS and AALI. In the 7th semester there were 7 stocks, namely: SRIL, BSDE, TLKM, BRPT, SSMS, TPIA, and LPPF. In the 8th semester there were 6 stocks, namely: SMRA, ANTM, PTPP, TLKM, SMGR, and SRIL. Then the LQ45 stock portfolio VaR value is obtained at 0.04534961, which means that the loss to be suffered by investors will not exceed Rp. 45,349,610 if the initial investment is Rp. 1,000,000,000.Dalam penulisan ini akan dilakukan pembahasan mengenai analisis risiko portofolio dengan metode Simulasi Monte Carlo menggunakan penghitungan Value at Risk (VaR) sebagai estimasi maksimal kerugian dalam portofolio tersebut. Penggunaan Simulasi Monte Carlo untuk menganalisis risiko portofolio  dilakukan agar risiko dapat diukur dengan lebih akurat berdasarkan pembangkit nilai acak yang dihasilkan oleh pengulangan sebanyak 1000 iteration, yang didesain untuk menggambarkan risiko dari suatu aset tertentu.Portofolio merupakan gabungan dari dua atau lebih saham individual.  Dalam penghitungan analisis risiko portofolio, hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah pembentukan portofolio terlebih dahulu. Pembentukan portofolio dalam penelitian ini menggunakan metode Single Index Model. Data yang digunakan dalam penelitian ini data saham indeks LQ45 periode 2015 sampai 2018. Pemilihan saham kategori LQ45 karena liquiditas saham yang tergolong LQ45 sangat liquid dan banyak peminat di pasar saham.Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukkan bahwa saham-saham yang membentuk portofolio optimal diantaranya pada semester 1 terdapat 4  saham yaitu: GGRM, BMTR, SILO, ASRI. Pada semester 2 terdapat 1 saham yang membentuk portofolio optimal yaitu saham ITMG. Pada semester 3 terdapat 4 saham, yaitu: JSMR, GGRM, SCMA, dan TBIG. Pada semester 4 terdapat 7 saham, yaitu: INTP, MPPA, WIKA, PGAS, PWON, PTPP dan AALI. Pada semester 5 terdapat 9 saham, yaitu: ELSA, LPKR, PPRO, AALI, PTPP, ASRI, ADRO, AKRA dan ANTM. Pada semester 6 terdapat 2 saham, yaitu SSMS dan AALI. Pada semester 7 terdapat 7 saham, yaitu: SRIL, BSDE, TLKM, BRPT, SSMS, TPIA, dan LPPF. Pada semester 8 terdapat 6 saham, yaitu: SMRA, ANTM, PTPP, TLKM, SMGR, dan SRIL. Kemudian nilai VaR portofolio saham LQ45 diperoleh sebesar 0,04534961 yang berarti menunjukkan kerugian yang akan diderita oleh investor tidak akan melebihi Rp 45.349.610 jika investasi awal sebesar Rp 1.000.000.000. Kata kunci : Portofolio, Single Index Model, Simulasi Monte Carlo, Va

    KEPEMIMPINAN, KARAKTERISTIK PEKERJAAN, PROSPEK KARIR DALAM MEMOTIVASI KERJA KARYAWAN

    Get PDF
    This study aims to determine the significant influence of Leadership, Job Characteristics and Career Prospects on the work motivation of sub-section general employees and staffing on the agency's scope of government in East Lombok district. The research method is used with an associative method by using a sample of 51 respondents taken by random sampling with Slovin formula scattered throughout the general sub-division and staffing in the East Lombok district government agencies. Data collection method using questionnaire and documentation method, the type of data used is Primary data taken from respondent and secondary responses. The analytical tool used is multiple regression with F-test and t-test and partial determinant test, validity, reliability, and classic assumption test. While the results show Leadership, Job Characteristics, and Career Prospects have a significant effect on Work Motivation, while leadership, work characteristics, and career prospects have a significant partial effect on work motivation. The dominant test with the partial determinant test seen dominant is the Job Characteristics.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh signifikan Kepemimpian, Kaeakteritik Pekerjaan dan Prospek karir terhadap motivasi kerja karyawan sub bagian umum dan kepegawaian pada instansi ruang lingkup pemerintahan kabupaten Lombok Timur baik secara simultan dan parsial serta pengaruh dominan variabel tersebut.            Metode penelitian di gunakan dengan metoe assosiatif dengan menggunakan sampel sebanyak 51 responden yang di ambil secara random sampeling dengan rumus Slovin yang tersebar di seluruh sub bagian umum dan kepegawaian pada instansi lingkup pemerintahan kabupaten Lombok Timur. Metode pengumpulan data dengan metode angket dan dokumentasi, jenis data yang di gunakan adalad data Primer yang di ambil dari tanggapan responden dan sekunder, alat analisis yang d gunakan adalah regresi berganda dengan uji f dan uji t serta uji determinan parsial disertai uji validitas dan realibeltas serta uji asumsi klasik.(Normalitas, Multikolineritas, Autokorelitas dan Hetrokedesitas).            Hasil penelitian yang di dapat uji validitas dan realibelitas, semua kuisioner yang di gunakan memenuhi uji validitas dan realibelitas, demikian pula uji asumsi klasik, ke 4 uji asumsi yang di gunakan terpenuhi. Semetara hasil regresi linier berganda menghasilkan Y = 0,134 + 0,241X1 + 0,624X2 + 0,233 X3 + e , dengan uji f atau uji simultan di dapatkan variabel bebas ( Kepemimpinan,Karakteristik Pekerjaan  dan  Prospek Karir ) mempunyai pengaruh yang siginfikan terhadap variabel terikat ( Motivasi Kerja ) karena f hitung > f tabel , sementara uji parsial, dengan menggunakan uji t, di dapatkan  kepemimpinan, Karakterisyik kerjaan dan Prospek karir mempunyai pengaruh signifikan secara parsial karena di dapatkan t hitung > t table ke tiga  variabel bebas tersebut. Uji dominan dengan uji determinan parsial terliat yang dominan adalah Karakteistik Pekerjaan            Saran yang bisa di kemukakan berdasarkan hasil penelitian yang sudah di lakukan ini, pemimpin lebih memperhatikan komukasi yang bisa mempererat kedekatan antara pemimpin dan bawahan sebagai bentuk pendekatan humanis, memberikan penghargaan bagi karyawan yang berprestasi baik secara lisan maupun tertulis. Memberikan pelatihan kepada karyawan agar lebih mengenal pekerjaan dan tuntutan pekerjaan serta memberikan peluag kerja lebih terbuka sperti memberikan promosi jabatan yang lebih transparan sebagai bentuk perwujudan adanya peluang karir yang lebih baik bagi karyawan

    TELAAH KONSEPTUAL RELATIONSHIP MARKETING DAN PERKEMBANGANNYA

    Get PDF
    Many academics and practician of marketing admit that Relationship Marketing (RM) has developed vastly and also considered contributed to paradigm reformation, it even become the basis of marketing science theory reform. Hence, discussion on RM is interesting to be studied. The study aimed to synthesize various opinion and former research result to get a clearer view for academics, manager and general reader concerning concept of RM. Various literatures, either periodic journals, conference articles and textbooks are collected and used as references in this monography. Writer find out some perspectives used by scientists to describe RM concept, start from marketing philosopny aspect, resources based perspective, marketing strategy, value creation and mutual value creation (value co-creation). Writer concluded that various perspectives applied in formulating RM is strengthen the other perspective. Despite seems to be overlapped but there’s a link that connected each perspective. Writer thought that (theoretically) value co-creation is the most relevant perspective to outlines RM process and activities in today’s situation. Whereas in field, many corporates placed RM as one of their main strategy in marketed the company

    PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN DENGAN RISIKO KREDIT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014-2016)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Good Corporate Governance (GCG)  terhadap profitabilitas perbankan melalui risiko kredit sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel perusahaan sebanyak 39 perusahaan. Metode analisis data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan model data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komisaris independen tidak berpengaruh terhadap profitabilitas tetapi berpengaruh terhadap risiko kredit dimana semakin tinggi proporsi komisaris independen semakin rendah risiko kredit, dewan direksi berpengaruh terhadap profitabilitas dan risiko kredit dimana semakin tinggi jumlah dewan direksi, maka semakin tinggi profitabilitas dan semakin rendah risiko kredit, kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap profitabilitas tetapi berpengaruh terhadap risiko kredit dimana semakin tinggi proporsi kepemilikan manajerial semakin rendah risiko kredit dan juga ditemukan risiko kredit berpengaruh terhadap profitabilitas dimana semakin tinggi risiko kredit, maka semakin rendah profitabilitas. Selain itu, penelitian ini juga menunjukan risiko kredit dapat menjadi Variabel Intervening untuk GCG. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perbankan dan investor untuk lebih memperhatikan Pelaksanaan GCG yang tidak hanya dilihat dari kesesuaian mekanisme atau struktur pendukungnya tetapi juga memperhatikan kualitas penerapan GCG yang dapat  dilihat dari tinggi rendahnya risiko kredit yang dialami bank tersebut sehingga akan mampu mengoptimalkan laba perusahaan.Kata-kata Kunci: Komisaris independen, dewan direksi, kepemilikan manajerial, , risiko kredit, profitabilita

    ANALISIS PREFERENSI PENGUNJUNG KAWASAN WISATA GILI MENO KABUPATEN LOMBOK UTARA

    Get PDF
    The purpose of this research is to determine visitor preference of tourism area in Gili Meno, North Lombok Regency. As tourist preferences to Gili Meno divided into 3 preferences, i.e. the preference based on tourist attraction, accomodation and accessibility. Data collection method used in this research is sample survey. Sampling technique in this research use accidental sampling with amount of sample counted 50 people. The analytical tools used in this research is descriptive statistics with frequncy tables. The result of this study showed that: in term of tourist attraction the visitor preferred scenery and for as tourism activity they preferred snorkeling; in term of accomodation they preferred homestay and the place having a meal they preferred restaurant; accessibility preferences towards tourist sites is the ease of reaching the location and in term of transportation they preferred bicycle. Especially for accessibility, improvement the schedule departure of the boat to Gili Meno are needed.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi pengunjung kawasan wisata Gili Meno Kabupaten Lombok Utara. Preferensi pengunjung terbagi ke dalam tiga aspek, yaitu preferensi berdasarkan aspek daya tarik wisata, fasilitas di lokasi wisata, dan aksesibilitas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sample survey. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang responden. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan tabel frekuensi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi pengunjung berdasarkan daya tarik wisata adalah keindahan panorama alam dan kegiatan snorkeling; preferensi fasilitas umum yang diperlukan adalah pusat informasi; preferensi tempat menginap adalah homestay; preferensi tempat makan adalah rumah makan atau resturant; preferensi aksesibilitas menuju lokasi wisata adalah kemudahan mencapai lokasi; dan preferensi alat transportasi selama di lokasi wisata adalah sepeda. Untuk aksesibilitas, perlu adanya perbaikan terkait dengan jadwal keberangkatan boat menuju kawasan wisata Gili Men

    PENGARUH ETNOSENTRISME DAN PRODUCT KNOWLEDGE TERHADAP MINAT BELI PRODUK TEMBE MEE DONGGO

    Get PDF
    The aims of this research are: (1) to know and analyze about etnosentrisme of positive and significance effect of product “Tembe Mee Donggo”. (2) to know and analyze about product knowledge in positive and signicance effect of product “Tembe Mee Donggo”. (3) to know and analyze about etnosentrisme and product knowledge of positive or significance effect of product “Tembee Mee Donggo”. the special aim of this research was to give positive input for weaver of “Tembe Mee Donggo” and for conserved this local product and for government, to give support in morale and material for development of product “Tembee Mee Donggo”. The use of method in this research is using associative method. Location of this research in Bima district, especially in Donggo. The population of this research is all the people in Donggo, who ever used and bought of “Tembe Mee Donggo”. the technique of sampling is using purposive sampling with 50 respondence. The technique of data is analyzed multiple regression linear. The results of the research are: (1) etnosentrisme has positive and significance effect of product “Tembee Mee Donggo”. (2) the product knowledge has positive and significance effect of product “Tembe Mee Donggo”. (3) etnosentrisme and product knowledge has similarity positive and significance effect of product “Tembe Mee Donggo”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mengetahui dan menganalisis pengaruh positif dan signifikan Etnosentrisme terhadap minat beli Produk Tembe Mee Donggo. (2) Mengetahui dan menganalisis pengaruh positif dan signifikan Product Knowledge terhadap minat beli Produk Tembe Mee Donggo (3) Mengetahui dan menganalisis pengaruh positif dan signifikan Etnosentrisme dan Product Knowledge terhadap minat beli Produk Tembe Mee Donggo. Tujuan khusus penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan pemikiran kepada penenun Tembe Mee untuk terus melestarikan produk lokal dan untuk Pemerintah Kabupaten Bima untuk mendukung secara moril maupun material untuk pengembangan produk Tembe Mee Donggo. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Penelitian ini di lakukan di DI Kacematan Donggo Kabupaten Bima. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Desa Donggo Kabupaten Bima yang pernah membeli dan menggunakan Tembe Mee Donggo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dengan 50 responden. Teknik  analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Etnosentrisme mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat beli Produk Tembe Mee Donggo, (2) Product Knowledge mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat beli Produk Tembe Mee Donggo, (3) Etnosentrisme dan Product Knowledge secara bersama mempunyai pengaruh  positif dan signifikan terhadap Minat beli Produk Tembe Mee Dongg

    PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KOMUNIKASI, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Get PDF
    Employee performance is an important component of the quality of the work of the company that is realized from the work of the employee. A number of things that need to be considered so that employees have optimal performance is the company must pay attention to the factors that affect employee performance. The purpose of this study was to analyze the effect of transformational leadership, communication and compensation on employee performance. This research was conducted at BPR Balaguna Perasta, Klungkung. This study uses a saturated sample method, which uses a total of 36 Balaguna Perasta BPR employees as respondents. Data collection is done through interviews and questionnaire collection. Data analysis using multiple linear regression analysis techniques. The results showed that transformational leadership determines positive and significant impact on employee performance, communication has positive and significant on employee performance, as well as compensation has positive and significant impact on employee performance.Kinerja  karyawan merupakan komponen penting penilaian kualitas kerja perusahaan yang diwujudkan dari hasil kerja karyawan. Sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar karyawan memiliki kinerja yang optimal adalah perusahaan harus memperhatikan faktor faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, komunikasi dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di BPR Balaguna Perasta, Klungkung. Penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh, dimana menggunakan keseluruhan anggota populasi yaitu sebanyak 36 karyawan BPR Balaguna Perasta sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kata kunci: kepemimpinan transformasional, komunikasi, kompensasi, kinerj

    123

    full texts

    177

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Distribusi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇