OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
    447 research outputs found

    MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS GABAH KETAN (Oryza sativa glutinosa) VARIETAS SETAIL DAN VARIETAS CIASEM

    Get PDF
    Ketan termasuk salah satu varietas dari ribuan varietas padi yang merupakan tumbuhan semusim. Beras ketan yang dihasilkan dari padi ketan memiliki kandungan pati (amilosa dan amilopektin) yang berbeda dengan beras non-ketan. Ketan memiliki kandungan amilosa yang rendah dan memiliki kandungan amilopektin yang tinggi sehingga teksturnya lengket saat dimasak. Untuk menghasilkan beras ketan yang bermutu dan bercita rasa tinggi diperlukan penanganan pascapanen yang baik terutama dalam pengeringan gabah. Pengeringan ini bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai batas tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan gabah akibat aktivitas biologi dan kimia sebelum gabah diolah/digunakan. Pengeringan lapisan tipis merupakan langkah mendasar dalam memahami perilaku pengeringan bahan pangan hasil pertanian, termasuk gabah. Penelitian ini menggunakan gabah padi ketan varietas Setail (ketan hitam) dan varietas Ciasem (ketan putih) yang diperoleh dari desa Sicini, kecamatan Parigi, kabupaten Gowa. Dengan alat tray drier gabah dikeringkan menggunakan tiga level suhu (50, 55 dan 60oC) dan kecepatan aliran udara 1.0 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat gabah mendekati kadar air kesetimbangan. Ketan hitam memiliki laju penguapan air yang lebih besar dibandingkan dengan ketan putih di ketiga level suhu pengeringan. Ada lima jenis model pengeringan yang diuji untuk mendeteksi perilaku MR (Moisture Ratio) yakni Model Newton, Model Henderson & Pabis, Model Page, Model Thompson dan Model Two-Terms Exponential. Persamaan Model Page untuk tiga level suhu dan dua jenis gabah menunjukkan nilai R2 yang paling besar dan nilai χ2 dan RMSE terkecil dibandingkan keempat persamaan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Model Page adalah model pengeringan yang terbaik karena memiliki kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengeringan lapisan tipis padi ketan hitam dan ketan putih

    EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA SALURAN INDUK PEKKABATA DAERAH IRIGASI SADDANG UTARA KABUPATEN PINRANG

    Get PDF
    Saluran induk (saluran primer) adalah saluran yang membawa air dari jaringan utama ke saluran sekunder dan ke petak-petak tersier. Efisiensi merupakan perbandingan antara jumlah air yang diberikan dengan jumlah air yang dimanfaatkan pada proses pertanian. Saluran Induk Pekkabata merupakan bagian dari Daerah Irigasi Saddang Utara dengan panjang saluran 16.815 meter dan luas layanan 5.112 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besar kehilangan air pada saat penyaluran air dan mengetahui tingkat efisiensi penyaluran pada Saluran Induk Pekkabata. Penelitian ini dilakukan dengan metode kesetimbangan air, dengan mengukur debit inflow dan debit outflow, menghitung evaporasi, rembesan dan kebocoran disepanjang saluran. Besar kehilangan air pada tiap ruas pengukuran dihitung dengan mengurangkan hasil perhitungan debit masuk (inflow) dengan hasil perhitungan debit keluar (outflow) Hasil penelitian ini berupa rata-rata tingkat efisiensi pada Saluran Induk Pekkabata adalah 94,42%. Kehilangan air terbesar pada saluran disebabkan karena rembesan (seepage)

    Uji Kinerja Mesin Pemecah Kulit Gabah (Husker) Tipe Rol Karet pada Penggilingan Gabah Kecil

    Get PDF
    Penggilingan gabah sangat berperan nyata dalam memajukan perberasan nasional. Mutu beras yang rendah dan harga yang fluktuatifcenderung tidak memberikan insentif kepada petani. Tingginya kebutuhan akan beras, menyebabkan kebutuhan alat mesin pertanian pun meningkat. Mesin pengupas gabah yang banyak dipakai dewasa ini adalah tipe roll karet. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung efesiensi mesin pemecah kulit gabah (husker) dan mengetahui mutu beras. Penelitian ini juga bertujuan untuk menghitung rendemen yang dihasilkan dari mesin pemecah kulit gabah (husker).Penelitian dilakukan, dilokasi penggilingan gabah kecil yang bertempat di kelurahan laikang, kecamatan biringkanaya, makassar, sulawesi selatan.Pada penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap diantaranya tahap pengumpulan alat dan bahan. Parameter untuk menganalisis kapasitas giling, mutu beras dan rendemen beras dilakukan pengamatan untuk bobot gabah yang akan digiling, bobot beras hasil gilingan, dan waktu menggiling gabah menjadi beras. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa nilai rendemen giling meningkat pada kecepatan putaran 1354 rpm. Hasil dari efisiensi pengupasan pada kecepatan putaran mesin 1237 rpm  persentase rata-rata efisiensi pengupasan 46,3%, pada rpm 1354 diperoleh hasil rata-rata efisiensi pengupasan berkisar 46,7% dan pada kecepatan putaran mesin 1395 rpm diketahui persentase rata-rata efisiensi pengupasan 46,6%.Mutu beras yang dihasilkan dari kualitas pengupasan pada kecepatan putaran mesin 1237 rpm persentase butir utuh 70,03 %, butir patah 3,58%, butir menir 1,51%. Persentase butir utuh pada kecepatan putaran 1354 rpm yaitu 67,75%, butir patah 5,16% dan butir menir 2,89%. Sedangkan pada kecepatan putaran mesin 1395 rpm persentase butir patah 56,26%, butir patah 4,80%, butir menir 1,27%.Mutu gabah yang diperoleh dari pengamatan derajat kebersihan gabah butir hijau termasuk kategori mutu III, butir kuning termasuk mutu IV, butir rusak mutu IV, butir asing mutu IV dan butir kapur termasuk kategori mutu II. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa standar mutu pada kecepatan putaran 1237 rpm termasuk mutu beras paling baik

    Perubahan Lahan Tambak di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Menggunakan Citra Satelit Resolusi MenengahTahun 2010 dan 2016

    Get PDF
    Lahan tambak merupakan salah satu jenis dari lahan pertanian. Secara umum, Tambak merupakan kolam yang dibangun di daerah pasang surut dan digunakan untuk memelihara bandeng, udang laut dan hewan air lainnya yang biasa hidup di air payau. Dalam kegiatan alih fungsi lahan sangat erat kaitannya dengan permintaan dan penawaran lahan, dimana penawaran atau persediaan lahan sangat terbatas sedangkan permintaan lahan yang tidak terbatas. Perubahan lahan dapat di lihat dengan pendekatan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menambah informasi yang akan didapat, seperti sistem input data peta yang baik. Pendekatan ini menerapkan teknologi berbasis geospasial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengidentifikasi penyebaran lahan tambak dengan menggunakan citra satelit resolusi menengah di kecamatan Biringkanaya kota Makassar pada tahun 2010 dan 2016. Adapun prosedur dalam penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data batas administrasi Kecamatan. Citra Satelit Landsat 8 tahun 2016 dan Citra Satelit SPOT 4 tahun 2010. Kemudian Komposit Citra, Koreksi Radiometrik, Koreksi Geometrik, Pengambilan Lokasi Sampel (Training Area) dan Analisis Keakuratan. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh Perubahan lahan di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar pada tahun 2010 hingga 2016 yaitu lahan tambak yang tetap sebagai lahan tambak sebesar 161,8 ha (5%), lahan tambak menjadi lahan pemukiman sebesar 160,37 ha (4%), lahan pemukiman menjadi lahan tambak sebesar 31,4 ha (1%) dan lahan pemukimantetap sebagai lahan pemukiman sebesar 3321,83 ha (90%)

    Daya Dukung Tanah Pada Lahan Sawah Siap Tanam

    Get PDF
    Daya dukung tanah merupakan daya yang dibutuhkan oleh tanah untuk menahan beban yang berada diatasnya. Daya dukung tanah sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah seperti kadar air tanah, berat isi, struktur, kelembaban, bahan organik tanah, dan tekstur tanah. Metode plat pembeban merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui daya dukung tanah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya dukung tanah pada lahan persawahan yang siap tanam dengan menggunakan plat pembeban. Tahapan dari penelitian ini yaitu pengujian daya dukung tanah menggunakan Plat besi pembebeban dengan luas permukaan 50 cm2, 120 cm2, dan 150 cm2 dengan pemberat 1 kg, 2 kg, dan 3 kg. Dengan kadar air tanah 56,7% dan fraksi pasir 11% diperoleh hubungan antara daya dukung tanah (y) dengan bobot pemberat (x) adalah y = 0,8592x dan daya dukung tanah (y) dengan luas penampang alat (x) adalah y = 20,00e0,04x. Sedangkan daya dukung tanah (y) pada kadar air 48,6 % dengan fraksi pasir 4 % dengan luas penampang alat (x) menghasilkan rumus y = 41,57e0,04xdan daya dukung tanah (y) dengan bobot pemberat (x) menghasilkan rumus y = 0,8592x

    Uji Kinerja Micro sprinkler Tipe G 360 Degree Rotary

    Get PDF
    Permasalahan air sangat berpengaruh terhadap lahan pertanian, pada musim kemarau kekurangan air dan kekeringan diberbagai wilayah. Permasalahan lainnya yaitu terbatasnya jumlah air yang dapat dieksplorasi dan dikonsumsi, sedangkan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah menyebabkan kebutuhan air baku meningkat secara drastis. Irigasi mikro dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan produktivitas lahan kering. Sistem irigasi ini hanya mengaplikasikan air disekitar perakaran tanaman. Salah satunya adalah micro sprinkler tipe G 360 degree rotary. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efisiensi keseragaman irigasi berdasarkan bentuk pola peletakan micro sprinkle tipe G 360 degree rotary sehingga dapat menjadi acuan bagi petani setempat dalam mengelola pemberian air pada tanaman untuk mengefisiensikan penggunaannya. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai rata-rata koefisien keseragaman (CU) pada pola segi empat sebesar 57,21% dan nilai rata-rata distribusi keseragaman (DU) sebesar 31,96 % sedangkan pada pola segi tiga menunjukkan nilai rata-rata koefisien keseragaman (CU) sebesar 50,34% dan nilai rata-rata distribusi keseragaman (DU) sebesar 21,05 % Kecilnya nilai CU dan DU disebabkan oleh rendahnya tekanan dan jarak tumpang tindih (overlapping) sehingga pendistribusian tidak merata. &nbsp

    MEMPELAJARI VIABILITAS ENKAPSULASI SEL PROBIOTIK (LACTOBACILLUS PLANTARUM DAN STREPTOCOCCUS THERMOPHILUS) PADA ES KRIM: ( Study Viability Encapsulation of Probiotic Cells (Lactobacillus plantarum and Streptococcus thermophilus) on Ice Cream)

    Get PDF
    Encapsulation is one of the methods of protecting bacteria in unfavorable environmental conditions such as processing, storage and digestion. The aim of this research was to investigate the encapsulation effect of Lactobacillus plantarum and Streptococcus thermopillus on ice cream during frozen storage (-28oC). The study also was to investigate its resistance to stomach acid condition (pH 2.0) and bile salt (0.5%), and its effect on organoleptic and overrun ice cream. Encapsulation was performed using an emulsion technique with sodium alginate as a coating. Bacterial resistance was seen from the total amount of Lactic Acid Bacteria during storage. The results showed that there was no significant difference (P>0.05) on the organoleptic ice cream Lactic Acid Bacterial were encapsulated and not during storage. The value of overrun ice cream free lactic acid bacteria is greater than the ice cream in encapsulated lactic acid bacteria.The results showed that there was significant difference (P<0.05) on the viability Lactic Acid Bacteria were encapsulated and not during storage. Lactobacillus plantarum and Streptococcus thermopillus without encapsulation has decreased as much 1.25CFU Log g-1(12%)and 2.56CFU Log g-1 (25%). While Lactobacillus plantarum and Streptococcus thermopillus with encapsulated orespectively decreased to 0.20 log CFU g-1(2%) and 1.45CFU Log g-1 (14%)after eight weeks storage. Similarly, in gastric acid conditions pH 2 and 0.5% bile salts, encapsulated Lactic Acid Bacteria have better resilience than unencapsulated Lactic Acid Bacteria.Therefore, encapsulated lactic acid bacteria have better viability to freezing temperatures, gastric acid and bile salts during frozen storag

    STUDI PEMANFAATAN DAUN SIRSAK (Annona murica linn.) SEBAGAI MINUMAN SEDUH DENGAN PENAMBAHAN TEH (Camelia sinensis) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL: (A study of suorsop leaf utilization as brewed beverage with tea addition as functional drink)

    Get PDF
    Kepok banana (Musaparadisiaca formatypica) is one fruit that contains enough digestive fiber  for  the  body.  Kepok  banana  (Musaparadisiaca  formatypica)  is  usually  processed  by  frying or steaming, bananas have a short shelf life and easily damaged.Therefore, to extend the shelf life of bananas, fruit will be processed into fruit leather products. However, because the color of bananas are less attractive, the color addition will make the product preferred by consumers. Terungbelanda (Solanum betaceum cav.)has a bright color and has enough fiber content so well processed into fruit leather. The objective of this research was to find the best treatment  combination  between  kepok banana  (Musaparadisiaca formatypica)  and terungbelanda  (Solanum  betaceum  cav.)  sugar  concentration  to  produce  a  good  physical  and chemical properties and favored by consumers. The research was also to find out the effect of sugar concentration addition to physical, chemical and organoleptic fruit leather banana and terung belanda   (Solanum   betaceum   cav.).   Treatment   applied   was   A1:   kepok  banana (Musaparadisiaca  formatypica)  mashed  50%: Terung belanda  (Solanum  betaceum  cav) mashed 45%: sugar 5%; A2: 45%: 40%: 15%; A3: 40%: 35%: 25%. Fruit leather is then tested organoleptically including color, flavor, taste and texture and was chemically tested including moisture content, total acid, pH, anthocyanin and fiber. The result of the research shows that A1 treatment: 50% banana porridge: terung belanda porridge 45%: 5% sugar produces the best fruit leather product in terms of water content, total acid, pH, anthocyanin, fiber, aroma, taste, and texture

    Uji Kinerja Knapsack Sprayer Tipe Pb 16 Menggunakan Hollow Cone Nozzle dan Solid Cone Nozzle

    Get PDF
    Budidaya tanaman untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakit tanaman umumnya menggunakan pestisida berbentuk cair dan tepung. Untuk mengaplikasikan pestisida cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer, sedangkan untuk pestisida berbentuk tepung digunakan alat yang disebut duster. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan. Umumnya petani menggunakan knapsack sprayer untuk menyemprotkan cairan pestisida berdekatan antara nosel dan tanaman sayur-sayuran. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai uji kinerja alat untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi masyarakat mengenai cara penanggulangan penyemprotan pestisida yang baik terhadap tanaman sayur-sayuran tersebut. Metodologi dari penelitian ini adalah pengujian debit yang keluar dari nosel, pengujian distiribusi air, dan pengujian keseragaman droplet dari dua noselyang berbeda. Hasil debit dari nosel emas sebesar 0,587 l/menit, dan debit nosel hijau sebesar 1,350 l/menit, pada uji penyebaran droplet nosel hijau (Solid Cone) volume penyemprotan lebih merata di bandingkan nosel emas (Hollow Cone), droplet hollow cone nozzle pada ketinggian 40 cm lebih merata dan seragam, sedangkan droplet solid cone nozzle pada ketinggian 30 cm lebih merata dan droplet pada ketinggian 40 cm lebih seragam

    Pengembangan Telemetri Ketinggian Permukaan Air Pada Sungai Ta’Deang Kab. Maros

    Get PDF
    Tinggi muka air merupakan salah satu komponen penting dalam informasi hidrograf terutama dalampenelusuran banjir. Oleh karena kondisi tinggi muka air yang selalu berubah (fluktuatif) serta pengambilan data yang harus continue. Alat pendeteksi tinggi muka air yang menggunakan rotary encoder sebagai sensor pembaca perubahan tinggi muka air dan Neo GSM sebagai pengirim data dapat menjawab permasalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi keadaan tinggi muka air serta untuk mengetahui ketepatan waktu pengiriman informasi tinggi muka air. Metode pengujian sistem ini menyangkut 2 komponen yaitu ketepatan pembacaan ketinggian dan ketepatan pengiriman data. Hasil pengujian pembacaan ketepatan ketinggian diperoleh nilai koefisien determinan (R2)=0,9867 yang menunjukkan keakuratan pembacaan. Pada pengujian ketepatan pengiriman data terdapat delay terbesar antara pukul 18.01-24.00

    412

    full texts

    447

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇