OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
    447 research outputs found

    Pembuatan dan Pembagian Pupuk Organik Cair (POC) dengan Memanfaatkan Limbah Air Cucian Beras di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kehidupan ekonomi di masyarakat. Sebagian masyarakat mengalami kesulitan keuangan, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan harga kebutuhan sehari-hari yang cenderung meningkat. P2KKN Unhas sebagai lembaga yang mewadahi mahasiswa untuk turun langsung di tengah masyarakat. Dengan mengadakan KKN virtual dengan tema ‘’Peningkatan Peran Mahasiswa KKN Unhas dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Ekonomi Bangkit di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021’’. Diharapkan mahasiswa KKN Unhas dapat memberikan solusi kepada masyarakat dan sebagai duta perubahan untuk memutus laju penyebaran kasus Covid-19. KKN Tematik G-106 wilayah Sidrap 2. Dalam pelaksanaan program kerja ini mahasiswa KKN Unhas diharapkan mendapatkan ilmu serta motivasi dalam mengatasi masalah yang terjadi pada masyarakat di masa pandemi. Kegiatan Pembuatan dan Pembagian Pupuk Organik Cair (POC) dengan Memanfaatkan Limbah Air Cucian Beras di Masa Pandemi Covid-19 bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga yaitu air cucian beras menjadi produk yang lebih bernilai. Dengan mengolah limbah dapat dihasilkan banyak keuntungan selain mengurangi pncemaran lingkungan dan pembuatannya yang tidak terlalu memakan biaya , produk pupuk yang dihasilkan juga dapat dipasarkan sebagai upaya untuk menambah penghasilan di masa pandemi. Selain itu , pada kegiatan ini juga dilakukan praktek langsung pembuatan POC bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bola Bulu. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dan pembagian masker kepada masyarakat yang terlibat

    Penyuluhan Pertanian Organik dan pembuatan pupuk organik cair Di Desa Bola Bulo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang

    Get PDF
    Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa berdampingan baik dengan masyarakat. Peran mahasiswa sebagai Social Control yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengontrol sebuah kehidupan sosial pada masyarakat dengan cara memberikan saran, kritik serta solusi untuk permahsalahan sosial masyarakat maupun permasalahan bangsa. KKN yang diselenggarakan perguruan tinggi menyebarkan mahasiswa ke beberapa desa maupun wilayah yang masih perlu dikembangkan. Namun, berbeda dengan tahun ini, pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara termasuk Indonesia, menyebabakan terjadinya perubahan sistem pembelajaran. Tak terkecuali pada pelasnaan program KKN oleh mahasiswa. Universitas Hasanuddin dengan cepat melakukan penyesuaian , dimana pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa kali ini pihak universitas mengusung tema KKN Tematik yakni “Peningkatan Peran Mahasiswa KKN Unhas dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Ekonomi Bangkit di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021” Gel.106 Universitas Hasanuddin, dengan tema tersebut setiap mahasiwa bebas untuk memilih program kerja, baik yang sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki maupun diluar dari bidang keilmuannya. Program pengabdian melalui KKN Tematik ini dilaksanakan menggunakan metode pengabdian secara during dan luring. Program KKN dilaksanakan di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program kerja menghasilkan beberapa luara diantaranya masyarakat dapat mengetahui budidaya pertanian organik dan cara pembuatan pupuk oganik cair dengan memanfaatkan limbah sayuran rumah tangga dan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan masyarakat

    Traditional Indonesian food: A bibliometric review from 2013-2022

    Get PDF
    Traditional food is a heritage of a country and therefore brings pride to a country or region. A bibliometric analysis of traditional Indonesian food was conducted in this paper to see the trend over the last decade, analyze the contribution of countries, and analyze the most frequently used keywords. A total of 102 documents were gathered from 66 different sources, including 57 articles, 36 conference papers, 4 reviews, 4 book chapters, and 1 data paper. According to this review, Indonesia is the most productive country in terms of producing articles (92) in this field, as well as having the most citations (315), despite having the lowest average number of citations per article. Surya R was the most productive author, with four documents, and Nuraida L had the most citations, with 111. Tempeh was also the most frequently used keyword, with 13 occurrences. It was hoped that this overview would help to advance research in traditional Indonesian food

    Pengembangan Alat Tanam Benih Langsung Tipe Drum Seeder

    Get PDF
    Direct seeder is are a planting method that is used with a direct planting system using tools. However, the atabela that is used by the community in general still has problems such as the absence of a channel opening so that the seeds that fall are not in the specified channel, the absence of a ground leveler so that the land is inundated with water. The above constraints cause the growth and maintenance of rice that is not optimal. The design of atabela is expected to simplify the process of planting rice seeds by using simple technology to save time and effort. The part of the tool developed is that the groove opener functions as a place for the seeds to fall, the ground leveler functions to flatten the soil before the seeds are dropped and the hole coverings are used as a barrier to fall seeds where they are not wanted. The test results show that the parts of the tool are functioning properly, where the results obtained are 25 cm side spacing, 25-50 cm future spacing, 9-15 seeds yielding seeds and regularity of seeds entering the holes or grooves that have been made.Alat tanam benih langsung merupakan suatu metode tanam yang digunakan dengan sistem tanam langsung dengan menggunakan alat. Akan tetapi, atabela yang digunakan masyarakat secara umum masih memiliki kendala seperti tidak adanya pembuka alur sehingga benih yang jatuh tidak pada alur yang ditentukan, tidak adanya perata tanah sehingga pada lahan ada bagian yang tergenang air. Kendala di atas menyebabkan pertumbuhan dan perawatan padi yang tidak maksimal. Perancangan atabela diharapkan untuk mempermudah proses penanaman benih padi dengan menggunakan teknologi sederhana untuk menghemat waktu dan tenaga. Bagian alat yang dikembangkan adalah pembuka alur berfungsi sebagai tempat jatuhnya benih, perata tanah berfungsi untuk meratakan tanah sebelum benih dijatuhkan dan penutup lubang sebagai penghalang jatuhnya benih ditempat yang tidak di inginkan. Hasil pengujian menunjukkan bagian-bagian alat berfungsi dengan baik, dimana diperoleh hasil jarak tanam ke samping 25 cm, jarak tanam kedepan 25-50 cm, jumlah benih yang keluar 9-15 biji dan keteraturan benih yang masuk kedalam lubang atau alur yang telah dibuat

    Sifat Fisikokimia Pati Tahan Cerna Hasil Hidrolisis Asam dan Heat Moisture Treatment pada Pati Maizena

    Get PDF
    The increasing of diabetes prevalence both in Indonesia and in the world requires innovations in the food sector. In this study, modification of corn starch was carried out by acid hydrolysis (HA) and heat moisture treatment (HMT) with various combinations of HCl concentration and duration of HMT. Then the effect of HA and/or HMT modification on the physicochemical properties of corn starch was determined. The results showed that HA and/or HMT treatment reduced digestibility up to 56%, swelling power up to 10 times, and viscosity up to 2 times in modified starch. These data prove the rearrangement of the modified corn starch granule to become denser and more crystalline.Prevalensi diabetes yang terus meningkat baik di Indonesia maupun di dunia memerlukan inovasi-inovasi di bidang pangan. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada pati maizena dengan hidrolisis asam (HA) dan heat moisture treatment (HMT) dengan berbagai kombinasi konsentrasi HCl dan lamanya HMT. Kemudian pengaruh modifikasi HA dan/atau HMT terhadap sifat fisikokimia pati maizena ditentukan. Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan HA dan/atau HMT akan menurunkan daya cerna sampai 56%, swelling power sampai 10 kali, dan viskositas sampai 2 kali pada pati termodifikasi. Data-data tersebut membuktikan terjadinya perubahan struktur granula pati maizena termodifikasi menjadi lebih rapat dan kristalin

    PROFIL TEKSTUR, DAYA REHIDRASI, COOKING LOSS MIE KERING SUBSTITUSI PASTA LABU KUNING DAN PEWARNA ALAMI

    Get PDF
    Pumpkin, high carbohydrate local food potential to substitute for wheat. The substitution of pumpkin pasta and addition of natural dyes affected the texture properties and cooking quality dry noodles. The purpose was finding formulation of dry noodles with pumpkin pasta substitution and addition of natural dyes, analyze the characteristic of the texture properties and cooking quality of dry noodles. This study used one factor RAK, the ratio of wheat flour and pumpkin pasta with 6 levels, are: 100% wheat flour and 0% pumpkin pasta with or without addition of carrot juice, 90% wheat flour and 10% pumpkin pasta until 60% wheat flour and 40% pumpkin pasta with addition of carrot juice. Each groups was repeated 4 times. The observed parameters were hardness, cohesivenness, springiness, adhesion, gumminess, rehydration ability and cooking loss. The results showed the addition of pumpkin pasta didn’t affect the cohesiveness, adhesion, gumminess, and hardness, but affected the springiness, rehydration ability and cooking loss dry noodles. The substitution of 20% pumpkin pasta and the addition of carrot juice in the making of dry noodles is the best formulation because of low cooking loss value, high rehydration ability and have same texture properties as dry noodles from wheat flour.Bahan pangan lokal tinggi karbohidrat seperti labu kuning berpotensi sebagai substitusi terigu. Substitusi pasta labu kuning dan penambahan pewarna alami dalam pembuatan mie kering mempengaruhi sifat tekstur dan kualitas pemasakan mie. Tujuan penelitian adalah mencari formulasi mie kering substitusi pasta labu kuning dan penambahan pewarna alami dan menganalisa karakteristik sifat tekstur dan kualitas pemasakan mie kering. Penelitian ini menggunakan RAK satu faktor yaitu perbandingan tepung terigu dan konsentrasi pasta labu kuning dengan 6 level yaitu : 100% tepung terigu dan 0% pasta labu kuning dengan penambahan dan atau tanpa penambahan sari wortel, 90% tepung terigu dan 10% pasta labu kuning hingga 60% tepung terigu dan 40% pasta labu kuning dengan penambahan sari wortel. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4x. Parameter yang diamati yaitu: kekerasan, kekompakan, kekenyalan, kelengketan, daya kunyah, daya rehidrasi serta cooking loss. Hasil yang didapat menunjukkan penambahan pasta labu kuning dan sari wortel tidak berpengaruh terhadap kekerasan, kekompakan, kelengketan dan daya kunyah, akan tetapi berpengaruh terhadap kekenyalan, daya rehidrasi serta cooking loss mie kering. Substitusi pasta labu kuning 20% dan penambahan sari wortel dalam pembuatan mie merupakan formulasi terbaik karena nilai cooking loss rendah, daya rehidrasi tinggi dan sifat tekstur yang sama dengan mie dari tepung terigu

    Analisis Mutu Fisik Dan Kimia Biji Kakao Berdasarkan Pola Ketinggian Lokasi Tanam di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu

    Get PDF
    Cocoa is a smallholder plantation plant that is spread in various parts of Indonesia. demand for cocoa in the domestic and world markets. an opportunity for Indonesia to make cocoa as a plantation commodity whose role is expected to be able to encourage the national economy. In terms of quality, Indonesian cocoa is not inferior to world cocoa, if it is fermented properly. The quality of cocoa beans is a very important element so efforts are needed to maintain and maintain it. The quality of cocoa beans is determined by various factors, including the use of superior seeds, the process of cacao cultivation, the post-harvest handling process as well as climatic, weather and topographic conditions. The purpose of this study was to determine the physical and chemical quality characterization of cocoa based on the pattern of planting height. The results of the study for physical quality parameters showed that there was no significant effect between the observation variables, namely the height of the planting location with physical test parameters including the length and diameter of the cocoa pods and the number of beans per fruit and per 100 grams, but overall the physical quality of cocoa beans for all Observation parameters are included in the grade A quality category based on SNI standards. Based on the parameters of the chemical quality of cocoa beans, it shows that there is no significant effect of the variable location of the tested cocoa plant height on the fat content of cocoa beans, for the observation variables of cocoa bean moisture content and ash content, each has a significant effect where cocoa plants are above 200 mdpl tends to have higher moisture and ash content than cocoa plants planted at a planting height lower than 200 mdpl. However, in general, the chemical quality of cocoa based on fat content, moisture content and ash content at each observation location was classified as good, which still met the best standards based on SNI cocoa quality standards.Kakao merupakan tanaman perkebunan rakyat yang tersebar di berbagai pelosok wilayah Indonesia, permintaan akan kakao di pasar dalam negeri dan dunia, menjadi satu peluang  bagi Indonesia menjadikan komoditas kakao sebagai komoditas andalan perkebunan yang nantinya diharapkan peranannya mampu mendorong perekonomian nasional. Dari segi kualitas, kakao Indonesia tidak kalah dengan kakao dunia dimana bila dilakukan fermentasi dengan baik. Mutu biji kakao merupakan elemen yang sangat penting sehingga diperlukan upaya untuk tetap menjaga dan mempertahankannya, mutu biji kakao ditentukan oleh berbagai faktor diantaranya adalah penggunaan bibit yang unggul, proses budidaya tanaman kakao, proses penanganan pasca panen maupun kondisi iklim, cuaca dan topografi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi mutu fisik dan kimia kakao berdasarkan pola letak ketinggian tanamnya. Hasil penelitian untuk parameter mutu fisik menunjukan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara variabel pengamatan yaitu ketinggian lokasi tanam dengan parameter uji fisik baik yang meliputi ukuran panjang dan diameter buah kakao maupun jumlah biji perbuah dan per 100 gramnya, namun secara keseluruhan mutu fisik biji kakao untuk semua parameter pengamatan masuk dalam kategori mutu grade A berdasarkan standar SNI. Berdasarkan parameter mutu kimia biji kakao  menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata variabel pengamatan lokasi tinggi tanaman kakao yang di uji terhadap kandungan lemak biji kakao, untuk variabel pengamatan kadar air biji kakao dan kadar abu, masing masing mempunyai pengaruh yang nyata dimana tanaman kakao di atas 200 mdpl cenderung memiliki kadar air dan kadar abu yang lebih banyak dibandingkan tanaman kakao yang ditanaman pada ketinggian tanam lebih rendah dari 200 mdpl. Namun secara umum mutu kimia kakao berdasarkan kadar lemak, kadar air dan kadar abu pada masing masing lokasi pengamatan tergolong baik, dimana masih memenuhi standar terbaik berdasarkan standar mutu kakao SNI

    Equilibrium moisture contents and sorption isotherms of Amorphophallus konjac tuber slices

    Get PDF
    Amorphophallus konjac fresh tubers are often used as a raw material for making food because it has a fairly high nutritional content. Therefore, it is very important to measure the equilibrium moisture content of fresh andprocessed tuber. The present study aimed to determine the best model to represent the equilibrium moisture content for adsorption and desorption isotherms of Amorphophallus konjac tuber slices. The tuber samples weresliced into slices (3.0 × 3.0 × 0.8 cm) and rinsed in a 0.2% salt solution for approximately 2 min. Half of the samples were blanched in water bath at 80⁰C for 5 min. The samples (blanched (B) and non-blanched (NB)) wereplaced into 6 desiccators containing salt solution with relative humidity of 17%–82%. The desiccators were stored at constant temperatures of 30⁰C (room temperature) and 40⁰C. Three models were comparatively evaluatedin this study: the Henderson, Oswin, and Chung–Pfost. Excel Solver was applied to determine the value of each parameters in the models. The water sorption isotherms type was sigmoidal, indicating the closed relationship between the single layer area of relative humidity samples with the equilibrium moisture content. Based on the magnitudes of coefficient of determination (R²), root mean squared error (RMSE), and Chi-square (χ²) value the Oswin and Chung–Pfost models were found to be the best-fitted  models to represent the equilibrium moisture content of A. konjac tuber slices at storage temperatures of 30⁰C and 40⁰C, respectivel

    Characteristics of forest honey from several areas in Riau Province, Indonesia

    Get PDF
    Honey quality is influenced by several factors, including transportation conditions and length of storage. This study aimed to investigate the composition, characteristics, and quality of honey from several regions in Riau and Riau honey sent to Java Island. Honey samples were obtained from five districts in Riau Province, namely, Inderagiri Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, and Kampar Regencies. The honey parameters observed were based on the Indonesia National Standard (SNI) of honey. Data were analyzed descriptively by comparing the characteristics of honey samples from Riau Province. Results showed a significant difference between honey sent and those not sent between islands. Significant differences were mainly observed in hydroxymethylfurfural (HMF) levels. Almost all honey samples sent to Java Island had HMF levels above 50 mg/kg. Meanwhile, all Riau honey samples from the five regions had HMF levels below 50 mg/kg. The diastase enzyme activity was slightly higher in the honey samples from the five regions. Land transportation to the island decreased the quality of honey as indicated by the high levels of HMF and decreased diastase enzyme activity. Therefore, mileage and storage conditions must be considered in the delivery of Riau honey to other regions

    Design of a Greenhouse Room Temperature and Humidity Control System Using a DHT 22 Sensor

    Get PDF
    Temperature and humidity conditions in plant growth are one of the important factors. Instability of temperature and humidity is often a problem that makes plants grow not optimally. The use of a green house is one way to artificially maintain temperature and humidity, but it still experiences several problems due to unstable weather conditions that affect conditions in the green house space. The control system uses temperature and humidity sensors (DHT 22) to measure the conditions in the green house space which can be used to maintain the stability of temperature and humidity in the green house. This control system will be connected to a water pump connected to a misting device where the water vapor produced by the misting is expected to be able to maintain the humidity in the green house room, and the control device will be connected to a fan which is expected to be able to maintain the temperature conditions in the green house room. The measurement data of the control system tool using the DHT 22 sensor will be compared with the hygrometer measurement data for the calibration process. Testing the function of the control device is carried out by looking at the response of the fan and pump to the setting point on the DHT 22 sensor reading. This control system is very important to apply because it can become the basis for developing greenhouses in the future, and as a basis for developing several control systems related to plant growth. The calibration results for the DHT 22 sensor and hygrometer readings obtained an error value of 0.27 °C for the temperature sensor and 1.23% for the humidity sensor. This value indicates that the sensor reading error is within the temperature sensor tolerance standard, which is ±0.5 °C and the humidity sensor tolerance is ±5%. For the results of testing the response of the pump and fan to the setting point, it shows that the two tools work well. So that it can be concluded that the design of the tool can function properly in controlling the green house space to maintain temperature and humidity stability.Kondisi suhu dan kelembapan pada pertumbuhan tanaman menjadi salah satu faktor yang penting. Ketidakstabilan suhu dan kelembapan sering menjadi permasalahan yang menjadikan tanaman tumbuh tidak maksimal. Penggunaan green house menjadi salah satu cara untuk menjaga suhu dan kelembapan secara buatan, namun masih mengalami beberapa kendala karena kondisi cuaca yang tidak stabil dan memengaruhi kondisi dalam ruang green house. Sistem kontrol menggunakan sensor suhu dan kelembapan (DHT 22) untuk mengukur kondisi dalam ruang green house dapat dimanfaatkan untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembapan pada green house. Sistem kontrol ini akan dihubungkan dengan pompa air yang dihubungkan dengan alat misting di mana uap air yang dihasilkan oleh misting diharapkan bisa menjaga kelembapan ruang green house, serta alat kontrol akan dihubungkan dengan kipas yang dmana diharapkan bisa menjaga kondisi suhu pada ruang green house. Data hasil pengukuran alat sistem kontrol menggunakan sensor DHT 22 akan dibandingkan dengan data pengukuran hygrometer untuk proses kalibrasi. Pengujian fungsi alat kontrol dilakukan dengan melihat respons kipas dan pompa terhadap setting point pada pembacaan sensor DHT 22. Sistem kontrol ini sangat penting diaplikasikan karena bisa mejadi dasar dalam pengembangan green house kedepannya, dan sebagai dasar dalam pengembangan beberapa sistem kontrol yang terkait pada pertumbuhan tanaman. Hasil kalibrasi pembacaan sensor DHT 22 dan hygrometer diperoleh nilai error sebesar 0.27 °C untuk sensor suhu dan 1.23% untuk sensor kelembapan. Nilai ini menunjukkan bahwa kesalahan pembacaan sensor masih dalam standar toleransi sensor suhu, yaitu ±0.5 °C dan toleransi sensor kelembapan sebesar ±5%. Untuk hasil pengujian respons pompa dan kipas terhadap setting point menunjukkan kedua alat tersebut bekerja dengan bekerja dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan rancangan alat dapat difungsikan dengan baik dalam pengontrolan ruang green house untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembapan

    412

    full texts

    447

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇