OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
Not a member yet
    447 research outputs found

    Sosialisasi Pembuatan Dan Penggunaan Tempat Pengering Sederhana

    Get PDF
    Kelurahan Campaga memiliki potensi yang besar didalam perkebunan dan pangan. Komoditi perkebunan yang besar di kelurahan Campaga yaitu cengkeh, kakao dan kopi. Salah satu tanaman komoditi pangan yang besar di kelurahan Campaga yaitu padi. Pengeringan termasuk salah satu proses penting dalam pasca panen untuk mempertahankan kualitas hasil pertanian, dengan melakukan pengeringan kadar air biji-bijian akan berkurang dan mencegah pertumbuhan jamur sehingga dapat disimpan lebih lama. Tujuan dari program kerja ini yaitu sebagai alternatif dalam proses pengeringan biji-bijian khususnya gabah bagi petani di kelurahan Campaga. Program kerja ini diharapkan dapat membantu masyarakat kelurahan Campaga mempermudah dalam proses pengeringan hasil perkebunannya. Metode pelaksanaan program kerja yang dilakukan, yaitu tahapan persiapan yang mencakup kegiatan pembelian bahan-bahan yang dibutuhkan dan juga persiapan alat-alat yang akan digunakan dalam pembuatan, tahapan pembuatan dimana merangkai bahan-bahan yang sudah disiapkan menjadi tempat pengering sederhana, tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi tentang manfaat tempat pengering gabah sederhana. Adapun sasaran dari kegiatan ini yaitu masyarakat kelurahan Campaga khususnya ibu rumah tangga. Hasil yang didapatkan yaitu respon positif dari masyarakat kelurahan Campaga. Adapun respon positif dari masyarakat yaitu ibu-ibu yang mau menerima tempat pengering sederhana yang telah dibuat untuk mencoba mengeringkan gabahnya atau hasil perkebunan lainnya. Kesimpulannya yaitu Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui program kerja Perancangan dan Pembuatan Tempat Pengering Gabah Sederhana di Kelurahan Campaga sebagai bentuk perkenalan kepada masyarakat dan pelaksanaan program kerja memenuhi indikator keberhasilan serta mendapat respon positif dari masyarakat kelurahan Campaga

    Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah Untuk Budidaya Sayuran Organik Di Kelurahan Campaga Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng

    Get PDF
    Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu kelurahan yang diperuntukan untuk kawasan pertanian dan pariwisata. Masyarakat di Kelurahan Campaga umumnya memiliki pekarangan yang cukup luas, namun sebagian besar tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terbengkalai. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang paling cocok adalah dengan ditanami sayuran. Konsumsi sayuran harus dilakukan setiap hari karena sayuran sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan sehat, menyebabkan berbagai produk sayuran organik semakin diminati walaupun harganya lebih mahal. Oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk mendapatkan sayuran yang sehat dengan harga yang murah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan menanam sendiri di pekarangan rumah. Menanam sayuran bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Namun pengetahuan bagaimana menamam sayuran yang baik di lahan sempit seperti pekarangan rumah belum banyak diketahui. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian dengan tujuan untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan lahan pekarangan rumah serta cara budidaya sayuran organik. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi dari rumah ke rumah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Masyarakat cukup antusias dan tertarik serta memahami edukasi yang disampaikan dalam kegiatan

    Evaluating the Efficacy of Misting for Microclimate Regulation in Greenhouse Environments: A Case Study on Packcoy (Bracissa Rapaa Subsp. Chinensis)

    Get PDF
    Disasters for plantjs usually occur due to the incompatibility of the environmental temperature with the temperature limit for plant growth, one example is the pakcoy plant which requires exposure to direct light with the air temperature not being too hot. Evaporative cooling is one of the methods to reduce temperature and increase relative humiditygreenhouse to create optimal climatic conditions for plants. One way of evaporative cooling is done by using a toolmisting (atomizer). This study aims to determine the effectiveness of usemisting in microclimate control (temperature and humidity). Greenhouse on the growth of pakcoy plants. This study used the method of direct observation which was carried out during the planting period of pakcoy plants. Based on the results obtained, the lowest average temperature was in the 30 minutes misting of 27–30 °C, at misting 20 minutes 27–31 °C, meanwhile misting for 10 minutes 27–31 °C and withoutmisting ranges from 32–38 °C. Air humidity on misting 30 and 20 minutes between 81–89 % and treatment misting 10 minutes ranged from 82–89%, while at without misting ranging from 63–77%. The use of misting as an effective control of temperature and humidity produces an average air temperature and relative humidity for the growth of pakcoy plants, namely a temperature of 26-31 °C and a humidity of 82-89%. The misting treatment with an interval of 20 minutes produced the highest number of leaves, namely 22 leaves and the misting treatment with an interval of 10 minutes produced the plants with the highest plant height and weight. The use of misting ignition time intervals has a significant effect on temperature but does not have a significant effect on humidity

    Drone-Based Vegetation Index Analysis to Estimated Nitrogen Content on The Rice Plantations

    Get PDF
    Nitrogen (N) is one of the essential nutrients needed for the growth of rice plants. Therefore, N fertilizing must be applied efficiently to achieve optimal results. Various methods have been used to calculate the N content in rice plants, such as tissue analysis and the use of Soil Plant Analysis Development (SPAD) technology. This technology still has lack of time efficiency. Other technologies are needed to quickly support precise agricultural analysis, such as Unmanned Aerial Vehicles (UAV). This study aimed to analyze the N content of rice crop using the UAV-based vegetation index and to compare the measurement of N content accuracy between SPAD chlorophyll and rice plant vegetation index. This study used survey methods and laboratory tests based on several approaches, namely analysis of photosynthesis physiology, leaves tissue analysis, and vegetation index using UAV. Based on the research results, it was found that the Normalized Difference Vegetation Index value had a strong correlation with N content of leaves tissue ​​and SPAD chlorophyll. While the results of the accuracy test, the results of chlorophyll with SPAD (CI A) have better accuracy than the NDVI vegetation index. The r value between CI A – N leaves and NDVI – N leaves did not show a significant difference. In addition, the correlation results show that N content of leaves (r=0.83), CI A (r=0.88), CI B (r=81), and CI TOT (r=0.87) have a very high correlation with NDVI. This shows a unidirectional relationship between variables so that the NDVI variable can be used as a consideration to determine chlorophyll in the plants studied.Nitrogen (N) merupakan salah satu unsur hara esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman padi. Oleh karena itu, pemupukan N harus diterapkan secara efisien untuk mencapai hasil yang optimal. Berbagai metode telah digunakan untuk menghitung kandungan N pada tanaman padi seperti analisis jaringan dan penggunaan teknologi soil plant analysis development (SPAD). Teknologi ini masih memiliki kekurangan, salah satunya adalah efisiensi waktu. Dibutuhkan teknologi pendukung lainnya untuk mendukung analisis pertanian secara presisi dengan cepat, seperti penggunaan Unmaned Aerial Vehicles (UAV). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kandungan N pada tanaman padi menggunakan indeks vegetasi berbasis UAV dan menganalisis perbandingan akurasi pengukuran N antara klorofil SPAD dengan indeks vegetasi tanaman padi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan uji laboratorium yang didasari atas beberapa pendekatan, yaitu analisis fisiologi fotosintesis, analisis jaringan daun, dan analisis indeks vegetasi menggunakan UAV. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan nilai indeks vegetasi NDVI yang berkolerasi kuat dengan nilai jaringan N daun dan hasil pengukuran klorofil SPAD. Sedangkan hasil pengujian akurasi, hasil pengukuran klorofil dengan SPAD (CI A) memiliki akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan indeks vegetasi NDVI. Nilai r antara CI A – N daun dengan NDVI – N daun tidak menunjukkan perbedaan yang singnifikan. Selain itu, hasil korelasi menunjukkan variabel jaringan N Daun (r=0.83), CI A (r=0.88), CI B (r=81), dan CI TOT (r=0.87) memiliki hubungan korelasi yang sangat tinggi terhadap NDVI. Hal ini menunjukkan hubungan yang searah antara variabel sehingga variabel NDVI dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk mengetahui klorofil pada tanaman yang diteliti

    Penerapan TTG Smart Aquaphonik Untuk Membangkitkan Semangat Generasi Muda Karangduren - Pakisaji

    Get PDF
    Agricultural technology is one of the focus areas to be targeted in the next few years. The real way to achieve this goal is the transfer of aquaphonic technology. Karangduren is an area in Pakisaji District, Malang Regency which has limited land and is used as non-productive land. As non-productive land, it is then converted into aquaphonic agricultural land. Efforts to raise the spirit of the younger generation towards limited agricultural land, carried out community service in the form of implementing TTG on smart aquaphonic farming systems by utilizing IoT technology for regulating and monitoring nutrients, pH, and oxygen content. The method used is the direct implementation method with the community. Community service activities can increase public enthusiasm and awareness regarding the use of sub-optimal land into agricultural land in the form of aquaponics. The application of appropriate technology in the form of solar panels can be used as a source of power to turn on the water pump so as to save energy and costs.Teknologi pertanian merupakan salah satu bidang fokus yang menjadi target sasaran beberapa tahun ke depan. Wujud nyata untuk mencapai sasaran tersebut adalah dengan alih teknologi aquaphonik. Karangduren merupakan sebuah daerah di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang mempunyai lahan terbatas, sekaligus sebagai lahan non produktif. Sebagai lahan non produktif kemudian dialih fungsikan menjadi lahan pertanian aquaphonik. Usaha untuk membangkitkan semangat generasi muda terhadap lahan pertanian yang terbatas, dilakukan dengan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan TTG pada sistem pertanian smart aquaphonik dengan memanfaatkan teknologi IoT untuk pengaturan dan pemantauan unsur hara, pH, dan kandungan oksigen. Metode yang digunakan yaitu metode pelaksanaan secara langsung dengan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan semangat serta antusias masyarakat dalam memanfaatkan lahan sub-optimal menjadi lahan pertanian aquaphonik. Kemudian dalam rangka penghematan energi dan biaya, implementasi panel surya sebagai teknologi tepat guna digunakan untuk mengaktifkan pompa air sebagai sumber tenaga

    Current situation and future direction of traditional foods: A perspective review

    Get PDF
    Innovation of traditional foods become a new paradigm in the food industry as an effort to prolong the shelf life of the food following the changes in the society’s life style.  The innovation was also supported by the current advance study on packaging technology, microbiology, biotechnology, metabolomics, medicinal properties and health as well as computational methods. This review covers various definition of traditional foods and some terms closely related to traditional foods, including ethnicity and ethnoecology, the progress of innovation of traditional foods as well as the risk of the traditional food innovation in terms of product identity, culture and continuity. Geographical Indications (GI) as a strategy of protection and standardization of traditional food are, therefore, discussed in this review. At the end, a recommendation for the direction of traditional food in the future is given in order to create a paradigm on the future action for protecting traditional foods.&nbsp

    Penanaman Bibit Pohon Sukun Di Desa Bulucenrana

    Get PDF
    Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai program intra kurikuler dilaksanakan sebagai salah satu perwujudan dan tridharma perguruan tinggi. KKN adalah media untuk mentransfer ipteks yang dikaji dan dikembangkan di Pusat Pelaksana dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin. Lama waktu pelaksanaan KKN di Universitas Hasanuddin adalah satu bulan di mulai dari tanggal 28 juni 2021 sampai 13 Agustus 2021. Pelaksanaan KKN di samping dilakukan secara reguler, juga dilaksanakan melalui program khusus sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada masyarakat. KKN sebagai bagian dari kegiatan intrakurikuler bagi mahasiswa S1 yang dilaksanakan dalam bentuk pengintegrasian antara kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat secara interdisipliner. Salah satu program kerja yang dilakukan mahasiswa KKN Gel. 106 adalah penanaman bibit pohon sukun disekitar aliran sungai dusun v desa bulucenrana dan pemerian pemehahaman terkait budidaya, cara penenaman dan berbagai manfaat yang diberikan pohon sukun. Kami berharap dengan adanya pelaksanaan tersebut dapat menambah pemahaman bagi masyarakat terkait manfaat dan cara budidaya pohon sukun. Kegiatan dimulai pada hari selasa tanggal 29 juni 2021 yaitu pelaporan kegiatan di kantor camat Pitu Riawa kemudian dilanjutkan ke kantor lurah Lalebata dan Kadidi , kemudian kegiatan KKN ini selesai pada hari jumat tanggal 13 Agustus 2021. Berdasarkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 106 “Peningkatan Peran Mahasiswa KKN Unhas Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Ekonomi Bangkit Dimasa Pandemi Covid-19 Tahun 2021” yang dilaksanakan di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan maka dapat disimpulkan pelaksanaan ini berjalan sesuai yang direncanakan

    Aplikasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pada Animal Homestay Di Kelurahan Kampung Jawa Tondano: APLIKASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA ANIMAL HOMESTAY DI KELURAHAN KAMPUNG JAWA TONDANO

    No full text
    In the construction of the enclosure, it is necessary to give attention to the electricity supply and electrical installation. This is an important element in a good cage system. Electricity can be used as a source of lighting, generating water pumps, driving electric motors for animal feed machines, and so on. The Mechanical Engineering Student Association of Manado State University has now received the Program Peningkatan Kemampuan Organisasi Mahasiswa (PPK-ORMAWA) from the Directorate General of Student Learning (DITBELMAWA). The program is entitled Development of Integrated Farming-Based Animal Homestay. This concept is new, and new in Indonesia. The purpose of this service activity was to apply PLTS to animal homestays so as to provide electricity that can be used for lighting and other activities that require electricity. The methods used are program socialization, pre-test, PV mini-grid design, PV mini-grid manufacturing, training related to PV mini-grid, post-test and reporting. The results obtained from the training are the creation of PLTS that can be used. The results of the training obtained include making installations reaching 90% and introduction of PLTS tools and materials reaching 95%. The team hopes that this service activity can be useful for the future.Dalam pembangunan kandang, pasokan listrik dan instalasi kelistrikan perlu diperhatikan. Hal ini menjadi unsur pentng dalam sebuah sistem kandang yang baik. Listrik dapat dijadikan sebagai sumber penerangan, pembangkit pompa air, penggerak motor listrik untuk mesin pakan ternak, dan lain sebagainya. Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Manado, saat ini telah mendapatkan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK-ORMAWA) dari Direktorat Jenderal Pembelajaran Mahasiswa (DITBELMAWA). Program tersebut berjudul Pembangunan Animal Homestay Berbasis Intgrated Farming. Konsep ini merupakan baru, dan baru ada di Indonesia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menerapkan PLTS pada animal homestay sehingga memberikan pasokan listrik yang dapat digunakan untuk penerangan dan aktivitas lain yang membutuhkan listrik. Metode yang digunakan adalah sosialisasi program, pre-test, desain PLTS, pembuatan PLTS, pelatihan terkait PLTS, post-test dan pelaporan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan adalah terciptanya PLTS yang dapat digunakan. Adapun hasil pelatihan yang diperoleh meliputi pembuatan instalasi mencapai 90% dan pengenalan alat dan bahan PLTS mencapai 95%. Tim berharap semoga kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat untuk kedepannya

    KAJIAN MAKANAN VEGETARIAN KHAS BALI (Ragam, Proses Pengolahan, dan Nutrisi)

    No full text
    Changing diet preference to vegetarian is certainly not easy. Most people are very dependent on the delicious taste of meat, so it is very difficult to switch to plant-based foods. In addition, tourists visiting Bali, especially vegetarians, will find it difficult to enjoy Balinese specialties, which are predominantly made from meat. With these issues in mind, and to suit the demands of both local communities and tourists, some vegetarian vendors in Bali started to offer vegetarian versions of traditional Balinese foods. The sample of Balinese traditional plant-based foods was analysed for their nutritional content. The data were analysed using the descriptive qualitative method. The Balinese traditional plant-based foods found in Ubud were Sate Lilit, Kuah Kare, Balinese soup, Sayur Urap, Betutu, Lawar, Tum, Dendeng/Ati, Sisit, Sate, and Urutan; which is made similar to Balinese food processing using Balinese spices (Base Genep) contains good nutrition

    Utilization of waste from trimming process for the development of pangasius fish nugget

    Get PDF
    Currently, the processing of pangasius fish is limited in most industries in Indonesia. This fish can be processed into nuggets, but the texture is a common issue determined by the composition of the meat and fat. Therefore, optimal composition is needed to produce the desired texture. The fat used was derived from the trimmings, waste of the Pangasius fillet factory. This study, then, aims to determine the effect of substitution of fillet with trimmings on chemical and sensory characteristics of fish nugget. Furthermore, it obtains the best formulation using 6 ratios of fillet and trimmings at 100:0, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, and 20:80. Proximate analysis of moisture, ash, carbohydrate, protein, and fat content was conducted, while acceptance testing was used in sensory analysis. The results showed that the substitution of trimmings only resulted in significant difference in fat content. This is due to the direct proportionality between the percentage of trimmings, and the fat content of nuggets. Meanwhile, the sensory analysis only resulted in significant differences in crispness, hardness and overall. In conclusion, nugget with 20:80 treatment was the best formulation because it has the highest preference value and can utilize waste optimally

    412

    full texts

    447

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS (Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇