UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Sains dan Teknologi
Not a member yet
1440 research outputs found
Sort by
ANALISIS BIBLIOMETRIKA TINDAK KEJAHATAN CRYPTOJACKING BERDASARKAN INDEX SCOPUS: 2018 - 2021
Tim Tanggap Insiden Siber Spanyol pada tahun 2021 menyatakan bahwa penggunaan mata uang kripto mengalami pertumbuhan. Hal ini selaras dengan indikasi pertumbuhan tindak kejahatan cryptojacking yang memanfaatkan mata uang kripto. Penambangan mata uang kripto memerlukan sumber daya yang besar. Terindikasi adanya oknum yang melakukan aktivitas penambangan menggunakan sumber daya ilegal, dan aktivitas ini dapat dikatakan sebagai tindak kejahatan cryptojacking. Berdasarkan sistem indexing Scopus, pada rentang tahun 2018 - 2021 terdapat 94 artikel penelitian terkait tindak kejahatan cryptojacking. Negara yang cukup aktif melakukan penelitian tindak kejahatan cryptojacking adalah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Untuk memperdalam kajian tindak kejahatan cryptojacking, diperlukan pengetahuan tentang keamanan sistem dan jaringan komputer, malicous software (malware), dan mata uang elektronik seperti bitcoin, ethereum, litecoin, dan sebagainya. Dengan menggunakan analisis bibliometrika, dapat dilakukan kajian lebih lanjut menggunakan kata kunci atau tren dari sebuah topik penelitian. Selain itu, hal ini mempermudah peneliti dalam melakukan pemetaan topik-topik lanjutan.
Kata kunci: cryptojacking, mata uang kripto, kejahatan siber, scopus, bibliometrika
------
Spain\u27s Computer Security Incident Response Team in 2021 stated that there is experiencing growth in cryptocurrency usage. This is in line with growth of cryptojacking crimes that use cryptocurrencies. Cryptocurrency mining requires large amount of resources. There are people carry out mining activities using illegal resources, defined as a cryptojacking crime. Based on the Scopus indexing system, research related to cryptojacking began in 2018. Until 2021, there are 94 articles related to cryptojacking. Active countries in cryptojacking crime research are China, India, and the United States. Research of cryptojacking crimes, requires basic knowledge about computer system and network security, malicous software (malware), and electronic currencies such as bitcoin, ethereum, litecoin, etc. Using bibliometric analysis, it is possible to conduct further studies using certain keywords or trends from a research topic. In addition, it also makes it easier for researchers to map advanced topics.
Keywords: cryptojacking, crypto currency, cyber crime, scopus, bibilometrics
FOTODEGRADASI ZAT WARNA RHODAMIN B DENGAN FOTOKATALIS KOMPOSIT TiO2-SiO2
Telah dilakukan preparasi komposit TiO2-SiO2, karakterisasi dan uji aktifitas katalitiknya dalam proses fotodegradasi zat warna Rhodamin B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fotokatalis komposit TiO2-SiO2 dapat dibuat dengan metode sol-gel, bagaimana karakter komposit TiO2-SiO2 hasil sintesis dan kajian aplikasinya untuk fotodegradasi terhadap zat warna Rhodamin B meliputi variasi pH dan waktu kontak. Komposit TiO2-SiO2 dibuat melalui proses sol-gel dengan bahan awal TiCl4 dan silika gel. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan Foruirer Transform Infra Red (FT-IR) dan X-Ray Diffraction (XRD). Kajian fotodegradasi komposit TiO2-SiO2 pada zat warna Rhodamin B dilakukan pada pH 3, 4, 5, 6 dan 7, variasi waktu kontak fotodegradasi yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposit TiO2-SiO2 dapat dibuat melalui proses sol-gel. Hal ini dibuktikan melalui karakterisasi menggunakan FTIR yang menunjukkan adanya serapan gugus funggsi pada daerah sekitar 967,18 cm-1 yang diindikasikan sebagai ikatan Ti-O-Si dari TiO2-SiO2. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukan bahwa preparasi komposit TiO2-SiO2 yang disintesis memili puncak karakteristik TiO2 rutil pada 2θ sebesar 27,39o; 36,03o; 39,15o; 41,20o; 44,00o; 54,31o; 56,60o; 64,04o; 69,24o dan TiO2 anatase pada 2θ sebesar 24,69o; 37,02o; 48,64o; 61,53o; 62,74o. Kondisi optimum fotodegradasi Rhodamin B menggunakan komposit TiO2-SiO2 diperoleh pada pH 5 dan waktu optimum untuk proses fotodegradasi zat warna Rhodamin B masih cenderung naik dari waktu 6 jam dengan persentase penghilangan zat warna Rhodamin B akan lebih besar dari 83,08%
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI PATI GANYONG PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi edible film dengan bahan pati ganyong, sorbitol dengan variasi lidah buaya. Hasil terbaik variasi lidah buaya digunakan untuk membuat edible film variasi minyak atsiri kemangi (Ocimum basilicum L.). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik edible film pati ganyong terhadap sifat fisik, sifat kimia dan kemampuan edibel film terhadap masa simpan udang vaname rebus. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu pembuatan dan karakterisasi edible film variasi lidah buaya, pembuatan dan karakterisasi edible film variasi minyak atsiri kemangi dan aplikasi edible terhadap udang vaname rebus. Edible film dibuat dengan menghomogenkan ganyong, sorbitol dengan variasi lidah buaya 0,01; 0,03; 0,05; 0,07 dan 0,14 gram selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 50°C selama 2 jam dan dikeringkan pada suhu kamar 24 jam. Hasil terbaik didapatkan penambahan lidah buaya 0,05% dengan hasil mekanik yang meliputi ketebalan, kuat tarik, tensile strength, modulus elastisitas yaitu 0,04 mm; 2,5429 MPa; 26,4221%; 0,096 MPa terpilihnya konsentrasi 0,05% karena mempunyai nilai kuat tarik, tensile strength mendekati Standar JIS. Edible film variasi minyak atsiri kemangi yaitu 0,15%, 0,25%, 0,35%, 0,5% dan 1%, konsentrasi minyak atsiri terbaik yaitu 0,35%, yaitu dengan nilai ketebalan, kuat tarik, tensile strength, modulus elastisitas danWVTR masing-masing 0,034 mm; 2,0701 MPa; 57,873%; 0,0358 MPa dan 11 (g/m2.jam). Konsentrasi dengan hasil mekanik terbaik kemudian diaplikasikan pada udang rebus dan dilakukan uji masa simpan dengan parameter susut bobot dan teksur
STUDI ADSORPSI-DESORPSI SENYAWA PARAQUAT DIKLORIDA DENGAN SILIKA GEL DARI LIMBAH AMPAS TEBU (Saccharum officinarum)
Telah dilakukan sintesis silika gel dari abu ampas tebu yang berasal dari pabrik gula Madukismo Yogyakarta, menggunakan natrium hidroksida dan larutan pembentuk gel asam klorida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesetimbangan isotermis adsorpsi dan efektifitas desorpsi silika gel terhadap paraquat diklorida. Sintesis dilakukan dengan pengabuan ampas tebu pada temperatur 700°C selama 4 jam. Abu ampas tebu dilarutkan dengan larutan natrium hidroksida untuk menghasilkan natrium silikat, sedangkan pembentukan gel dilakukan melalui penambahan HCl. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa silika gel hasil sintesis memiliki luas permukaan 43,442 m2/g, volum pori 0,151 cc/g, dan diameter pori 15,223 Å. Kesetimbangan isotermis adsorpsi dimungkinkan mengikuti model kesetimbangan Freundlich dengan nilai R2 = 0,994. Persamaan kesetimbangan Freundlich silika gel hasil sintesis adalah qe (0,2) = 3,11 Ce 3,388. Efektifitas desorpsi diperoleh dengan menggunakan agen pendesorpsi NaOH
APPLICATION OF BOX-BEHNKEN, ANN, AND ANFIS TECHNIQUES FOR IDENTIFICATION OF THE OPTIMUM PROCESSING PARAMETERS FOR FDM 3D PRINTING PARTS
Fused Deposition Modeling, among the various 3D printing approaches, is becoming more and more popular because of its capacity to produce complicated parts quickly. The tensile strength of parts printed with polylactic acid (PLA) showed a significant variation of many factors such as printing speed, printing temperature, printing angle and infill pattern. This study presented an experimental investigation of collecting data with four input factors namely printing speed, printing temperature, printing angle and infill pattern with the tensile strength response. The research methodology of the RSM Box-Behnken DOE method, ANN (Artificial neural network), and ANFIS (Adaptive neuro-fuzzy inference systems) has been used to determine the optimum process 3D printing parameters. The obtained results based on RSM, ANN and ANFIS methods are used to predict the tensile strength of 3D printed FDM details. The best tensile value is 7,03303 MPa corresponding to print speed of 30,0003 mm/s, printing temperature of 211,594℃, printing angle of 90° with Honeycomb” infill printing pattern. Moreover, the results also highlighted that ANFIS is potential approach for forecasting the tensile strength of 3D printing parts more competitively
PRODUCTION PROCESS WASTE ANALYSIS WITH LEAN MANUFACTURING APPROACH IN COPPER CRAFTS INDUSTRY
Competition in the industrial world is increasingly making manufacturing companies to continue to improve continuously the quality, price, quantity of production and timely delivery of their products to provide satisfaction to consumers/customers. In the research analyzed, namely the waste that occurs in the copper craft industry UD. Setya Budhi, and this study aims to analyze waste and what are the factors causing it. This study uses a Lean Manufacturing approach with data processing using the Value Stream Mapping (VSM) and Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) methods. The data needed for this research starts from observations of the work environment, facility layout, production flow and production time. As well as the stages of interviews and questionnaires to complete the required data. From the analysis using the Value Stream Mapping (VSM) method, the results obtained are 71.60% value added, 7.39% non value added, and necessary but non value added 21.01%, then the analysis uses the Failure Mode And Effect method. Analysis (FMEA) obtained the highest RPN value from Waste Defect of 252 points, Waste Waiting 590 points, Waste Transportation 600 points, and Waste Motion 700 points, which means that there is still waste that occurs in the company. So it is necessary to have a significant evaluation of the layout of the facility or production layout and the provision of SOP classification in each department
BIELOMATIC MACHINE PRODUCTIVITY ANALYSIS USING OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) METHOD: CASE STUDY
Productivity is an activity in producing an item or product using the most effective and efficient way possible. To increase the productivity of machines/equipment, it is necessary to apply TPM. Section CV 6 has applied the TPM method, but it doesn\u27t work consistently so there are still a lot of loss time. As a result of the loss time, the resulting production is not in accordance with the company\u27s target. So the purpose of this research is to measure the productivity level of a bielomatic machine by using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method and to minimize the Six Big Losses which are the cause of the decline in engine performance. Based on the results of the implementation of the method and discussion, the results of the calculation of the OEE value from 62.76% - 80.03%, it can be concluded that the bielomatic machine still has an OEE value below the standard 85%. From the calculation of the six big losses, several factors were found that caused the low productivity of bielomatic machines, namely the setup and adjustment, Equipment Failure, and Reduced Speed sections. This study also provides input for improvements in the setup and adjustment, Equipment Failure, and Reduced Speed sections after parsing existing problems using Fishbone diagrams
REPRESENTASI OPINI MASYARAKAT MUSLIM PEMELIHARA KUCING TERHADAP TINDAKAN BEDAH ORCHIECTOMY DAN OVARIOHYSTERECTOMY SEBAGAI UPAYA KONTROL POPULASI KUCING
Reproduktivitas yang sangat tinggi pada kucing dalam situasi tertentu dapat menjadi permasalahan karena keterbatasan kemampuan manusia dalam memelihara kucing secara memadai. Kelebihan populasi kucing pada suatu keluarga maupun kawasan dapat menimbulkan masalah kesehatan hewan dan lingkungan. Dalam praktik kedokteran hewan, bedah steril merupakan tindakan paling direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan kelebihan populasi. Namun, masih banyak masyarakat muslim yang meragukan tindakan tersebut karena syariat Islam. Penelitian ini bertujuan mengetahui opini masyarakat muslim pemelihara kucing terhadap tindakan orchiectomy dan ovariohysterectomy sebagai upaya kontrol populasi kucing. Penelitian dilakukan melalui online survey terhadap 83 orang muslim pemelihara kucing. Pernyataan bahwa tindakan steril pada kucing tidak sesuai syariat Islam disetujui oleh 12,30% responden dan sangat disetujui oleh 7,40% responden. Sebesar 30,50% responden beropini netral (tidak tahu) dan 31,50% responden bersikap setuju serta 18,30% sangat setuju. Steril kucing boleh dilakukan jika ada alasan medis tertentu tidak disetujui oleh 2,40% responden dan sangat tidak disetujui oleh 1,20% responden. Opini netral diberikan oleh 9,60% responden dan 61,40% responden setuju serta 27,70% sangat setuju. Responden setuju dengan opini bahwa steril pada kucing menentang kodrat kucing sebagai makhluk ciptaan Allah (23,10%) dan sangat setuju (6,00%). Sebesar 25,50% beropini netral dan 32,10% tidak setuju serta 13,30% sangat tidak setuju. Kewajiban manusia untuk peduli terhadap permasalahan kesehatan hewan disetujui oleh 53,24% responden dan 42,20% sangat setuju. Sikap netral sebesar 2,40% dan tidak setuju sebesar 2,40%. Sebanyak 36,30% responden setuju steril meskipun kucing Rasulullah SAW tidak disteril dan 14,50% sangat setuju. Sebesar 27,50% bersikap netral, 16,90% tidak setuju dan 4,80% sangat tidak setuju. Disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat muslim pemelihara kucing tidak mempermasalahkan tindakan bedah orchiectomy dan ovariohysterectomy untuk menekan kelebihan populasi kucing, sebagian lainnya tidak tahu dan sebagaian kecil tidak setuju.
Kata kunci: Opini, muslim, steril, kucing, populas
ANALISIS STRUKTURAL SEMIOTIKA Q.S. Al-‘ALAQ 1-5 ; STRUKTUR DASAR ILMU PENGETAHUAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Secara filosofis Q.S. al-‘Alaq 1-5 membentuk struktur dasar ilmu pengetahuan sebagai fondasi pengembangan pendidikan Islam. Studi ini bertujuan menjelaskan hubungan antara Q.S. al-‘Alaq 1-5 dengan struktur dasar ilmu pengetahuan dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini, menggunakan sumber data sekunder, yaitu al-Quran, ; klasik, modern dan kontemporer. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi, analisis data menggunakan content analysis dengan tahapan; diskriptif, eksplanatif, diskursif, interpretative dan implikatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur dasar ilmu pengetahuan dalam Q.S. al-‘Alaq 1-5 meliputi; epistemologi teo-antropo equilibrium, world view, dan ideologi. Struktur dasar ilmu pengetahuan dalam Q.S. al-‘Alaq 1-5 merupakan hubungan antara kesadaran spiritualitas, kesadaran rasionalitas, kesadaran etika, kesadaran ilmiah dan kesadaran transformasi sosial. Dengan demikian secara praktik Q.S. al-‘Alaq 1-5 dapat digunakan sebagai dasar epistemologi dalam rangka pengembangan pendidikan Islam
MENIKAH DI USIA MUDA: TAQDIR ATAU PENYALURAN LIBIDOYANG DIHALALKAN?
Masa pandemi covid 19 yang terjadi 2 tahun terakhir ini banyak menimbulkan masalah dan juga hikmah yang dapat dipelajari menjadi pengembangan ilmu di semua bidang. Beragam pendapat dalam memaknai masa pandemi ini dipengaruhi pula banyak faktor dan tanpa perlu saling menjustifikasi. Maraknya anak-anak usia remaja hingga dewasa awal melakukan menikah di usia muda dengan alasan masa pandemi dan kegiatan sekolah yang yang bersifat daring.Berdasarkan informasi data dan wawancara dari para pegawai Kantor Urusan Agama di Kabupaten Jombang menyatakan bahwa selama masa pandemi covid 19 ini ada peningkatan yang terjadi, dibawah umur 17 tahun melakukan pernikahan.Padahal Pemerintah mengesahkan Undang-undang No.16 Tahun 2019 sebagai perubahan Undang-Undang No.1 tahun 1974,mengubah batas minimal laki-laki dan perempuan yang akan menikah di usia 19 tahun.Namun yang terjadi pada masa pandemi ini justru terjadi banyak menikah usia dibawah 19.Hal inilah yang menjadi acuan penelitian untuk menganalisa lebih detail dan mendalam apa yang sebenarnya terjadi dan faktor-faktor apa saja yang menjadi pemicu terjadi maraknya menikah di usia muda pada masa pandemi ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenalogi dan melakukan wawancara terbuka pada 20 responden,pegawai KUA Jombang dan pegawai Pengadilan Agama Jombang.Penggunaan metode ini dengan alasan bahwa fokus pada fenomena maraknya menikah pada usia muda
Kata kunci:masa pandemi covid 19,menikah usia muda,remaj