Paradigma - Jurnal Kajian Budaya (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia)
Not a member yet
26 research outputs found
Sort by
Tafsir Tematik Ilmu Pengetahuan Integrasi Ilmu Murni Dalam Tafsir Ilmi; Tinjauan Atas Tafsir Kementerian Agama
Artikel ini membahas tentang aspek aspek Ilmu Murni tentang buku tafsir ilmi Kementrian Agama yang mulai di kerjakan pada tahun 2009 sampai tahun tahun 2010, artikel ini menfokuskan pada telaah buku tafsir ilmi kemenag pada terbitan periode awal tahun 2009-2010 berupa tiga buku diantaranya; Pertama, Penciptaan langit dan Bumi dalam perspektif al-Qur’an dan Sains, Kedua, Penciptaan Bumi dalam Perspektif al-Qur’an dan Sains, ketiga, Penciptaan Manusia dalam Perspektif al-Qur’an dan Sains. lebih lanjut, artikel ini juga menyoroti pentingnya pemahaman kontekstual terhadap istilah-istilah dalam Al-Qur'an, seperti penggunaan kata "hari" yang lebih tepat dipahami sebagai "masa" atau "periode". Hal ini menunjukkan bahwa penciptaan tidak hanya terjadi dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses yang panjang dan kompleks. Penjelasan tentang penciptaan manusia dalam perspektif Al-Qur'an dan sains juga diuraikan, di mana tahapan perkembangan embrio dijelaskan secara bertahap, sejalan dengan penemuan ilmiah modern. Dengan demikian, tafsir ilmiah Kemenag tidak hanya memberikan pemahaman spiritual, tetapi juga menjembatani antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan, menunjukkan bahwa keduanya dapat saling melengkapi dalam memahami asal-usul dan proses penciptaan alam semesta
Komodifikasi Rimpu dalam Konstruksi Politik Lokal
Rimpu merupakan cara berbusana masyarakat etnik Mbojo khususnya perempuan sebagai alat pengontrol dirinya dari pandangan-pandangan yang menjadikan perempuan sebagai objek. Rimpu juga menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat dan istimewa. Namun, di tahun 2000-an, rimpu hampir ditinggalkan oleh pemiliknya. Di tahun 2015-an, rimpu dihadirkan dalam berbagai even. Tulisan ini mengkaji bagaimana politik identitas siwe (Mbojo rimpu) dalam konstruksi politik lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma kajian budaya. Sedangkan teori yang digunakan adalah politik identitas dan politik lokal. Tulisan ini menyimpulkan bahwa hadirnya rimpu diberbagai event dapat menimbulkan berbagai kepentingan, salah satunya sebagai alat komodifikasi politik lokal. Pemimpin lokal, baik itu kepala daerah maupun pemimpin budaya dapat memanfaatkan rimpu sebagai alat untuk menaikan popularitas mereka. Dan pada akhirnya, tokoh yang sudah berhasil naik popularitasnya tersebut, tampil di kontestasi politik. 
Perkembangan Hukum Dagang di Era Globalisasi dan Dampaknya Terhadap Hukum Perdata Nasional
Perkembangan hukum dagang di era globalisasi menunjukkan dinamika yang signifikan seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan lintas negara, kemajuan teknologi, dan integrasi ekonomi dunia. Globalisasi mendorong terjadinya transformasi dalam sistem hukum nasional, khususnya dalam bidang hukum dagang yang berimplikasi langsung terhadap hukum perdata. Perubahan ini mencakup penyesuaian regulasi terkait kontrak dagang internasional, perlindungan konsumen, hak kekayaan intelektual, serta transaksi elektronik yang menuntut adanya harmonisasi antara hukum nasional dan hukum internasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan hukum dagang di tengah globalisasi serta dampaknya terhadap pembentukan, penegakan, dan interpretasi hukum perdata di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan normatif yuridis. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi tidak hanya memperluas ruang lingkup hukum dagang tetapi juga menuntut pembaruan terhadap asas-asas hukum perdata agar tetap relevan dengan kebutuhan ekonomi modern dan standar hukum internasional
Etika Digital Perspektif Hadis (Studi Tematik Tntang Konsep Haya’ (Malu) Sebagai Landasan Menjaga Marwah Diri Remaja Muslim Di Media Sosial)
Media sosial telah menjadi ruang eksistensi tak terpisahkan bagi remaja muslim, namun sekaligus menghadirkan tantangan serius terhadap marwah (kehormatan dan harga diri). Fenomena seperti oversharing, pencitraan diri berlebihan, cyberbullying, dan konsumsi konten negatif mengancam nilai-nilai luhur seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sebuah kerangka etika digital yang berlandaskan pada nilai Islam yang fundamental, yaitu al-haya’ (rasa malu). Dengan menggunakan metode penelitian hadis tematik (maudhu’i), penelitian ini menghimpun, mengkritik, dan menganalisis hadis-hadis kunci tentang haya’ dari kitab-kitab hadis primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa haya’ dalam perspektif hadis bukanlah sifat pasif atau minder, melainkan sebuah bentuk kesadaran iman yang aktif dan berfungsi sebagai mekanisme kontrol internal. Konsep ini kemudian disintesis menjadi empat prinsip etika digital: (1) Haya’ sebagai filter konten internal sebelum memproduksi atau menyebar informasi; (2) Haya’ sebagai pendorong interaksi positif dan pencegah perilaku destruktif; (3) Haya’ sebagai benteng penjaga privasi dan batasan diri; dan (4) Haya’ sebagai pemandu dalam mengonsumsi konten yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi konsep haya’ dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi remaja muslim dalam menjaga marwah diri di tengah arus informasi media sosial yang kompleks
Negative Politeness Strategies of Mbojo Speakers in a Family Environment: A Linguistics Study of Sociopragmatic
This study aims at describing negative politeness principle strategies carried on Mbojo Speakers in a Family Environment by applying socio-pragmatics analysis, it’s a sub-dicipline of linguistics. Data were collected from speech events in Mbojo family environment and further analyzed descriptively. In the process of analyzing the data applies the theory of negative politeness strategies proposed by Brown and Levinson. The result shows that from seven strategies of negative politeness, in speech events of the Mbojo family Environment, there are four negative politeness strategies were found, including Strategy of Using Indirect Expressions, Strategy Use Hedge Honorin, Strategy Using impersonal form
Konsep Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Al-Qur’an
The environment is a vital aspect of human life, deeply interconnected with spiritual values and religious ethics. The Qur’an, as the primary source of Islamic teachings, pays significant attention to the creation, preservation, and balance of the natural world. This article explores the concept of the environment from the Qur’anic perspective using a thematic interpretation (tafsir maudhuu’ii) approach. The findings reveal that the Qur’an not only acknowledges the importance of the environment but also provides normative guidance on how humans should interact with nature responsibly. Key concepts such as khaliifah (stewardship), miizaan (balance), fasaad (corruption), and iḥsaan (excellence in action) form the ethical foundation for environmental management. A deeper understanding of Qur’anic verses on the environment encourages Muslims to internalize ecological values in daily life as a form of worship and social responsibility. This study emphasizes that environmental preservation is not merely an ecological issue but also a theological mandate with eschatological dimensions
Kejujuran Sebagai Nilai Fundamental dalam Persaingan Dagang Masyarakat Digital
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah sistem perdagangan secara signifikan, dari transaksi konvensional menuju perdagangan digital yang lebih cepat dan efisien. Namun, kemajuan ini juga menghadirkan tantangan baru terkait dengan perilaku etis para pelaku usaha, khususnya mengenai nilai kejujuran dalam persaingan dagang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejujuran sebagai nilai fundamental yang berperan dalam membentuk iklim persaingan yang sehat di masyarakat digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran memiliki fungsi strategis dalam menjaga kepercayaan konsumen, meningkatkan reputasi pelaku usaha, serta memperkuat stabilitas pasar digital. Ketika nilai kejujuran diabaikan, muncul berbagai dampak negatif seperti penurunan kepercayaan publik, praktik manipulatif, dan ketidakadilan dalam kompetisi bisnis. Sebaliknya, penerapan nilai kejujuran dapat mendorong terciptanya hubungan dagang yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara pelaku usaha dan konsumen. Dengan demikian, kejujuran bukan sekadar nilai moral, melainkan menjadi prinsip dasar dalam membangun integritas dan keberlanjutan ekonomi digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan etika bisnis digital serta menjadi acuan bagi pelaku usaha untuk menjadikan kejujuran sebagai pondasi utama dalam bersaing di era modern
Politeness Principles on Kalembo Ade Phrase and Correlation with Language Education: A Pragmatic Analysis
This study aims to describe the meaning of the Kalembo Ade phrase from the perspective of the Politeness Principle and correaltion with language education.This study was designed as a descriptive qualitative study. Within this method, there is potential for researchers to engage with meaning carried out in a speech event from various events. Therefore, this study employed a pragmatic approach to come with relevant findings. Data were collected from various speech events between children and parents, adults, teenagers, and teenagers and parents. Data, which were in the forms of utterances, were taken in some places and situations, including in a public bus, garden, farm, houses, and neighborhood. The result shows that there are four politeness princples that contained on Kalembo Ade phrase, such as Maxim of Generosity, Maxim of Sympathy, Maxim of Generosity, and Maxim of Appreciation. Based on the results of the analysis, a correlation exists between the expression and education, specifically encompassing the aspects of Cross-Cultural Pragmatics and Sociolinguistics Learning and Curriculum Development for Local Language and Culture
Peranan Hukum Dagang untuk Membentuk Kerangka Bisnis bagi Masarakat
Hukum dagang memiliki peranan penting dalam menciptakan tata kelola ekonomi yang tertib, adil, dan berdaya saing. Dalam konteks modern, perkembangan dunia bisnis yang pesat menuntut adanya sistem hukum yang mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta keadilan bagi para pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan hukum dagang dalam membentuk kerangka bisnis yang sehat bagi masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif yuridis dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan dan kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum dagang berfungsi sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, mendorong iklim investasi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kegiatan ekonomi. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketidaksesuaian regulasi, lemahnya penegakan hukum, serta rendahnya literasi hukum di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah. Diperlukan pembaruan hukum dagang yang adaptif terhadap perubahan zaman serta peningkatan pemahaman hukum bagi masyarakat agar kerangka bisnis nasional dapat berkembang secara berkelanjutan dan inklusif
Teori Masuknya Islam di Nusantara Dan Perkembangan Pendidikan Islam Masa Awal di Aceh (Lembaga dan Tokoh) Meunasah - Teungku
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis berbagai teori mengenai masuknya Islam di Nusantara dan menelusuri perkembangan awal pendidikan Islam di Aceh, dengan fokus pada peran lembaga Meunasah dan figur Teungku. Studi ini mengkaji teori Gujarat, Mekkah (Arab), Persia, dan Cina, serta implikasinya terhadap pemahaman awal proses Islamisasi di wilayah ini. Lebih lanjut, penelitian ini secara spesifik menyoroti Aceh sebagai salah satu wilayah pertama yang menerima Islam, dan bagaimana lembaga Meunasah berfungsi sebagai pusat pendidikan informal dan keagamaan di tingkat gampông (desa). Peran sentral para Teungku, sebagai ulama dan pemimpin spiritual, dalam mentransmisikan ilmu pengetahuan Islam dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat Aceh pada masa awal juga dieksplorasi. Melalui pendekatan historis dan analisis deskriptif, artikel ini berargumen bahwa pemahaman terkait tentang teori masuknya Islam ke Nusantara memberikan konteks penting bagi nalai terhadap akar dan perkembangan unik pendidikan Islam di Aceh, di mana Meunasah dan Teungku memainkan peran fundamental dalam pembentukan identitas keagamaan masyarakat