Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Online Journals (Universitas Widya Gama Mahakam)
Not a member yet
    982 research outputs found

    Metode Supervisi Klinis Terintegrasi Terhadap Kompetensi dan Kinerja Guru

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Metode Supervisi Klinis Terintegrasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan efektivitas guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mencakup identifikasi kebutuhan supervisi guru melalui wawancara mendalam dan observasi di lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, lalu dianalisis secara tematik, serta model disempurnakan melalui refleksi berkelanjutan dan masukan dari pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan potensi model dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan fokus pada profesionalisme guru dan pencapaian siswa. Kesimpulannya, Model Supervisi Klinis Terpadu diharapkan dapat memperkuat praktik pengajaran guru dan pemahaman mereka terhadap kebutuhan siswa, serta menjadi landasan yang kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Rekomendasi untuk penelitian mendatang mencakup pengujian efektivitas model secara lebih luas dan dalam berbagai konteks pendidikan

    KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PERUBAHAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

    No full text
    Pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka wawasan dunia dan mencapai kebebasan, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Perubahan signifikan yang dialami lembaga pendidikan baru-baru ini adalah hasil dari adaptasi terhadap kemajuan teknologi dan modernisasi masyarakat. Institusi pendidikan yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan ini berisiko tertinggal. Dalam konteks ini, peran kepemimpinan dalam pendidikan menjadi semakin penting. Kepemimpinan pendidikan melibatkan pengembangan potensi individu dan komunitas sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi. Kepala sekolah, sebagai pemimpin, memainkan peran krusial dalam memandu proses ini. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner seorang kepala sekolah berdampak langsung terhadap mutu pendidikan dengan memberikan arahan yang jelas kepada guru sehingga meningkatkan kinerja dan produktivitas. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi kepemimpinan visioner untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menguraikan perubahan positif yang terjadi seiring dengan peningkatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode perpustakaan dengan mengumpulkan sumber referensi terkait masalah yang diteliti. Data yang diperoleh dianalisis dengan memahami dan mengambil materi dasar hingga aspek-aspek penting Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah yang visioner. Pemimpin sekolah yang visioner dapat merancang dan menerapkan perubahan strategis, meningkatkan kinerja sekolah dan guru, serta menghadapi tantangan pendidikan melalui inovasi. Hal ini menumbuhkan partisipasi aktif komunitas sekolah, sehingga sekolah mencapai standar kualitas pendidikan yang lebih tinggi dan berpengaruh positif pada prestasi akademik siswa.   Kata Kunci : Kepemimpinan, Visioner, Perubahan, Mutu Pendidika

    Indonesian Teachers’ Perspectives on Gender Representation in EFL Textbook Visual Images for Elementary Schools

    No full text
    Background: The use of gendered visual imagery in English as a Foreign Language (EFL) textbooks has raised concerns about perpetuating gender stereotypes and the potential effect on students' conceptions of gender roles. Despite the widespread use of mandated textbooks in primary classrooms in Indonesia, less is known about instructors' perceptions of gendered visual imagery. Methodology: This qualitative research employed a mixed-methods approach, incorporating quantitative and qualitative data collection and analytic methodologies. An investigation was conducted in Samarinda East Kalimantan to collect the perspectives of 41 teachers who teach English in elementary school regarding the gendered visual representations present in the mandatory EFL textbooks. Furthermore, 12 teachers were chosen to partake in exhaustive interviews to present more informed and profound perspectives. Findings: They merely focused on how to teach the materials rather than scrutinizing the gender bias represented through texts and visual images. The study revealed that a significant proportion of teachers (80%) believed that gendered visual imagery in textbooks was not impartial and could influence the gender roles of pupils. Furthermore, a significant majority (75%) said they often adjusted or avoided using these pictures in their teaching methods. The interviews highlighted the teachers' concern about the possible negative impact of these pictures on students' social relationships and self-image. However, they merely focused on how to teach the materials rather than scrutinizing the gender bias represented through texts and visual images Conclusion: The findings suggest that elementary school teachers in Indonesia know the potential negative repercussions of gendered visual images in EFL textbooks and have implemented measures to mitigate these effects. The study underscores the importance of incorporating diverse and inclusive visual materials into educational resources to promote gender equality and positive gender representations. This concept is new to them. They agree that gender equality needs to be addressed and discussed as part of the content in classroom practices to raise students’ awareness of gender bias. Originality: Previous studies have investigated the frequency and occurrence of gender bias in textbooks, found in images and texts. However, there is a lack of investigation into teachers' awareness of gender stereotypes in textbooks. This study enhances the existing corpus of literature by examining the perspectives of teachers on the use of gendered visual images in EFL textbooks in elementary schools in Indonesia. It emphasizes the importance of teachers and policymakers advocating for more inclusive educational resources and considering the impact of visual materials on students' gender perception

    Perbandingan Kemampuan Fisik (Max Power & Average Power) Antara Track Sprint dan Endurance Sprint

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan fisik (max power & averange power) antara track sprint dan endurance sprint pada atlet balap sepeda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian ini yaitu atlet balap sepeda Indonesia. Instrument yang digunakan yaitu alat Wattbike untuk menghitung Max Power dan Heart Rate Monitor untuk menghitung Heart Rate. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji One Way Anova dan uji Independent Sampel t Tes. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada vo2max dan max hr dengan p-value 0.063, sedangkan pada peak power terdapat perbedaan antara atlet sprint dan edurance dengan nilai signifikansi p-value 0.043 (6 second), 0.014 (4 menit) dan pada avg power terdapat p-value sebesar 0.000 (6 second) dan 0.032 (4 menit). Dengan demikian atlet sprint memiliki power yang lebih tinggi dibandingkan atlet endurance pada 6 detik peak power test namun pada 4 menit peak power test atlet endurance memiliki power lebih tinggi. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelatih mampu membuat program latihan sesuai dengan karakteristik atau kebutuhan kategorinya

    Penerapan E-learning dengan Aplikasi Duolingo untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keunggulan Duolingo, sebuah aplikasi berbasis gamifikasi, dalam mendukung pembelajaran bahasa asing di sekolah dasar, khususnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dan observasi terhadap penggunaan Duolingo di lingkungan pembelajaran sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur interaktif seperti tantangan harian, penghargaan virtual, dan umpan balik langsung yang disediakan oleh Duolingo mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam belajar bahasa. Selain itu, fleksibilitas yang ditawarkan aplikasi ini mendukung pembelajaran mandiri dengan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Kesimpulannya, Duolingo tidak hanya efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar bahasa di sekolah dasar, menjadikannya alat yang inovatif dalam pendidikan modern

    Kolaborasi Tri Pusat Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    No full text
    Dalam menghadapi tantangan di era milenial, kerja sama antara tri pusat pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan standar pendidikan. Melalui tinjauan literatur dari berbagai sumber, penelitian ini berupaya menilai bagaimana setiap elemen berkontribusi terhadap pengembangan karakter anak dan kualitas pendidikan. Tinjauan literatur adalah pendekatan yang dilakukan untuk mengkaji aturan, prosedur, dan kesulitan dalam kerja sama pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa pendidik memainkan peran kunci dalam membina lingkungan belajar yang inovatif dengan menjadi motivator, fasilitator, dan agen perubahan. Sementara masyarakat menawarkan dukungan sosial dan norma-norma budaya yang relevan, orang tua pada akhirnya bertanggung jawab untuk membentuk karakter anak-anak mereka melalui dukungan emosional dan keteladanan. Kurangnya dukungan institusional, kesenjangan sosial ekonomi, dan komunikasi yang buruk menjadi hambatan dalam kerja tim. Menurut penelitian ini, peningkatan sinergi dapat dicapai melalui komunikasi rutin, keterlibatan dalam kegiatan sekolah, dan kesesuaian nilai antara masyarakat, sekolah, dan keluarga. Metode kolaborasi tri-pusat ini dapat menghasilkan pendidikan yang lebih menyeluruh yang menciptakan generasi yang sukses secara akademis, moral, dan sosial. Kata-kata Kunci: Kolaborasi, Tri Pusat Pendidikan, Guru, Orang Tua, Masyarakat, Kualitas Pendidikan

    KEGIATAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI UNTUK GENERASI MUDA JENJANG SEKOLAH DASAR

    No full text
    Korupsi merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh Indonesia, memengaruhi berbagai sektor termasuk ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Kegiatan ini membahas pelaksanaan program Pendidikan Anti Korupsi Untuk Generasi Muda yang dilakukan di SDN 012 Sempaja Selatan. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan kesadaran akan bahaya korupsi sejak usia dini. Metode yang digunakan meliputi presentasi sederhana, diskusi interaktif, dan games edukatif, yang dirancang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dan pemahaman yang baik dari para siswa mengenai konsep-konsep anti korupsi, serta respon positif terhadap program ini. Program ini diharapkan dalam membangun fondasi generasi muda yang anti korupsi. Rekomendasi untuk pengembangan program di masa depan mencakup pengembangan materi, keterlibatan orang tua dan guru, serta pelaksanaan program secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi individu yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi

    Exploring Project-Based Learning in the SVVR Environment: An Epistemic Network Analysis of Pre-service EFL Teachers

    No full text
    Background:The goal is to explore how pre-service EFL teachers develop spherical video virtual reality (SVVR) projects, applying technological (TK), pedagogical (PK), and content knowledge (CK). Methodology: The data was collected from artifacts of pre-service EFL teachers' SVVR, and then analyzed using epistemic network analysis, a quantitative ethnography analysis. Findings: The pre-service EFL teachers primarily utilized TK features when designing virtual reality projects. These projects incorporated text-to-speech (TTS) to offer authentic speakers. Conclusion: This study showcased the extent to which pre-service EFL teachers developed their virtual reality projects and the features they used. Originality: Our study, utilizing epistemic network analysis, adds a layer to the common analysis, enriching the understanding of pre-service teachers' SVVR projects

    Pendekatan saintifik dalam pengembangan Kurikulum 2013 PAUD

    No full text
    The Early Childhood Education (ECE) learning curriculum is a teacher's teaching tool as a learning guide that suits the child's character so that they can compete globally. Innovation is needed in the 2013 Curriculum in the form of curriculum development which is the foundation or basis of education in maximizing aspects of children's development, namely learning with a scientific approach that can stimulate children's thinking abilities, reasoning abilities and analytical abilities. Even though learning through the Independent Curriculum is being promoted, learning with a scientific approach in the 2013 Curriculum is still exciting, especially if presented in the form of educational games which are popular with children. Learning with a scientific approach is very important for children because this learning can increase children's understanding of literacy and numeracy, understand the applicable rules, and have critical reasoning. This research aims to provide information to all ECE educators and parents about the application of learning with a scientific approach in developing the 2013 ECE curriculum. Researchers use library research with a qualitative approach with data collection techniques using documentation. The research subjects are books, articles, or readings and reference sources related to the scientific approach in developing the 2013 ECE Curriculum. The research results found that learning with a scientific approach is very well implemented ECE units because this approach has a child-centred character, develops children's potential, increases children's learning motivation, develops children's attitudes and character, and improves children's communication skills. Apart from that, the scientific approach is designed to actively involve children through the process of asking, observing, gathering information, reasoning or making associations, and communicating it in learning. From the research results, it was concluded that the scientific approach in developing the 2013 ECE curriculum emphasizes the use of scientific methods and approaches that develop critical, creative and innovative thinking skills in early childhood

    Meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan kolase dengan media bahan alam

    No full text
    Motor skills are the ability to move parts of the body. Crawling, walking, running, and jumping are examples of motor skills. These skills are categorized into gross motor skills and fine motor skills. Good motor skills are not necessarily acquired by chance alone, but these skills must be acquired through sensory stimulation, teaching, and repeated practice. The focus of this research is only on the development of fine motor skills in children aged 5-6 years, where this skill is more difficult because it requires the ability to coordinate the body with small muscles, as well as training concentration and focus, self-control, and the need for more attention. Various activities can be carried out as an effort by parents and educators to develop fine motor skills, including collage activities. A collage is an activity of pasting and arranging materials systematically on the image surface. The materials used for collage activities in this research are natural in the form of seashells. This research uses quantitative research methods. The research object was Kober Harapan Kita Kalianda, South Lampung with a sample of 30 children aged 5-6 years. The independent variable in this research is collage activities using natural materials as media, while the dependent variable is the fine motor skills of children aged 5-6 years. The results of the t-test calculations in the experimental class are known to be sig, (2-tailed) of 0.00. This sig (2-tailed) value is smaller than 0.05 (5%) which means that Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that collage activities using natural materials as media affect the fine motor skills of children aged 5-6 years in Kober Harapan Kita Kalianda, South Lampung Regency

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Online Journals (Universitas Widya Gama Mahakam)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇