e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    Efficiency Analysis of Zakat Management Institutions in Banyumas Regency: Case Study of LAZISMU, LAZISNU and BAZNAS

    No full text
    In the economic field, zakat has a role as an effort to prevent the accumulation of wealth in only one community, therefore must be managed properly.This study focuses on discussing the efficiency of a zakat management institution in Banyumas district. This study discusses two private zakat institutions (LAZISMU Banyumas, and LAZISNU Banyumas) and one Government Zakat institution (BAZNAS Banyumas). This research uses the Data Envelopment Analysis method. This study also uses quantitative methods and uses secondary data types derived from financial report data for 2018, 2019, and 2020 from LAZISMU Banyumas, LAZISNU Banyumas, and BAZNAS Banyumas. The variables used in this research are input and output variables. The input variables consist of assets and operational costs. The output variable consists of collected zakat funds and distributed zakat funds. The results of this study are that in 2018 LAZISMU and LAZISNU experienced inefficiency in the CRS approach, but in the VRS approach the three zakat institutions were efficient. In 2019 LAZISNU experienced inefficiency in the CRS approach, but in the VRS approach.Keywords: Effectiveness; Harmony; ToleranceAbstrakDalam bidang ekonomi, zakat berperan sebagai upaya mencegah penumpukan kekayaan hanya pada satu golongan, oleh karena itu harus dikelola dengan baik. Kajian ini fokus membahas efisiensi lembaga pengelola zakat di Kabupaten Banyumas. Kajian ini membahas tentang dua lembaga zakat swasta (LAZISMU Banyumas, dan LAZISNU Banyumas) dan satu lembaga zakat Pemerintah (BAZNAS Banyumas). Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis. Penelitian ini juga menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan jenis data sekunder yang berasal dari data laporan keuangan tahun 2018, 2019, dan 2020 dari LAZISMU Banyumas, LAZISNU Banyumas, dan BAZNAS Banyumas. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel input dan output. Variabel input terdiri dari aset dan biaya operasional. Variabel output terdiri dari dana zakat yang terkumpul dan dana zakat yang disalurkan. Hasil penelitian ini adalah pada tahun 2018 LAZISMU dan LAZISNU mengalami inefisiensi pada pendekatan CRS, namun pada pendekatan VRS ketiga lembaga zakat tersebut efisien. Pada tahun 2019 LAZISNU mengalami inefisiensi pada pendekatan CRS, namun pada pendekatan VRS.Kata kunci: Efektivitas; Harmoni; Toleransi         Â

    NORMA INTERNASIONAL DAN KEBIJAKAN PENANGANAN PENGUNGSI DI INDONESIA

    Get PDF
    One of the contemporary international problems faced by the Governments in the world is asylum seekers and refugees. As an archipelagic country located at the junction of two oceans and two continents, Indonesia is a target for asylum seekers and refugees worldwide. This is certainly a challenge for Jokowi's foreign policy. In this context, Presidential Regulation/ Peraturan Pemerintah Nomer 125, 2016 concerning Handling of Foreign Refugees was issued. Through a qualitative descriptive method with data analysis techniques, this study came to the conclusion that the policy was issued due to at least two factors, namely: (1) as a temporary substitute for the 1951 and 1962 UN Conventions which had not been ratified; (2) The strengthening of international norms in the form of human rights. Keywords: International Norms, Asylum Seekers, Refugees, Perpres No 125 Tahun 2016 Abstraksi Salah satu masalah internasional kontemporer yang dihadapi Pemerintah Indonesia adalah Pencari Suaka dan Pengungsi. Sebagai negara kepulauan yang berada di persimpangan dua samudera dan dua benua, Indonesia menjadi sasaran pencari suaka dan pengungsi dunia. Hal itu tentu menjadi tantangan tersediri bagi kebijakan luar negeri Jokowi. Dalam konteks tersebut Peraturan Presiden 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar diterbitkan. Melalui metode deskripstif kualitatif dengan teknik analisa data, penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa kebijakan Perpres tersebut diterbitkan karena sedikitnya dua faktor, yaitu: (1) sebagai pengganti sementara Konvesi PBB 1951 dan 1962 yang belum diratifikasi; (2) Menguatnya norma internasional yang berupa hak asasi manusia. Kata Kunci: Norma Internasional, Pencari Suaka, Pengungsi, Perpres No 125 tahun 201

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TUNGGAK (Vigna Unguiculata L.) PADA BERBAGAI JARAK TANAM

    Get PDF
    Abstract Cowpea is not only directly beneficial for livestock by serving as protein-rich animal feed, but it can also increase the yield of cereal crops by increasing the amount of nitrogen available for growth. This study aims to determine the differences in plant spacing on the growth and yield of cowpea. Primary data collection was carried out using the group randomized design technique (RBD). The method used in this research is group randomized design (RBD) with one factor arranged factorially, namely plant spacing. The results of the study are the treatment of plant spacing has no effect on plant height and 100 seed weight, but affects the number of main branches, the number of pods per plant, the number of filled pods and yield per hectare. The 40 x 45 cm plant spacing treatment gave the best results with the highest yield of 1.08 tons/ha. Keywords: Cowpea, Planting Distance, Randomized Block Design (RBD) Abstrak Kacang tunggak tidak hanya bermanfaat secara langsung bagi peternakan dengan berfungsi sebagai pakan ternak yang kaya protein, tetapi juga dapat meningkatkan hasil tanaman serealia dengan meningkatkan jumlah nitrogen yang tersedia untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tunggak. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik rancang acak kelompok (RAK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yang di susun secara faktorial yaitu jarak tanam. Hasil penelitian yaitu perlakuan jarak tanaman tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan bobot 100 biji, akan tetapi berpengaruh terhadap jumlah cabang utama, jumlah polong pertanaman jumlah polong berisi dan hasil perhektar. Perlakuan jarak tanam 40 x 45 cm memberikan hasil terbaik yaitu dengan hasil tertinggi 1,08 ton/ha. Kata kunci: Jarak Tanam, Kacang Tunggak, Rancang Acak Kelompok (RAK

    Reaksi Pasar Modal terhadap Pengumuman Pelarangan Peredaran Obat Sirup

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa sebelum dan sesudah adanya pengumuman pelarangan peredaran obat sirup yang mengandung bahan etilen glikol di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan event study dengan menggunakan indikator abnormal return. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di peroleh dari Bursa Efek Indonesia. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dan sampel diperoleh sebanyak 8 perusahaan anggota sub-sektor pharamaceuticals and healhcare research di BEI. Penelitian ini menggunakan analisis uji  Paired Sampel T-test dengan periode pengamatan selama 15 hari  yaitu 7 hari sebelum pengumuman (t-7) hari saat pengumuman (t-0) dan 7 hari sesudah pengumuman (t+7). Hasil penelitian membuktikan bahwa ini tidak  terdapat reaksi pasar  yang signifikan pada abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman pengumuman pelarangan peredaran obat sirup yang mengandung bahan etilen glikol di Indonesia yang buktikan dengan hasil uji buktikan dengan hasil uji nilai sig (2-tailed) sebesar 0,378 > dari 0,05, maka hipotesis H1 di tolak dan hipotesis H0 diterima. Hasil ini membuktikan bahwa pengumuman pelarangan peredaran obat sirup yang mengandung bahan etilen glikol di Indonesia tidak mengandung informasi dan pasar tidak bereaksi terhadap informasi tersebut

    PERANAN DOKTER DALAM MEMBANTU MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN MELALUI VISUM (STUDI KASUS PUSKESMAS TANGGETADA)

    Get PDF
    Visum et Repetum (VeR) merupakan suatu laporan tertulis dari dokter (ahli) yang dibuat berdasarkan sumpah mengenai apa yang dilihat dan diketemukan atas bukti hidup, mayat, fisik atau barang bukti lain, kemudian dilakukan pemeriksaan menurut pengetahuan sebaik-baiknya. Visum et Repetum sering diminta oleh pihak penyidik (polisi) kepada dokter menyangkut perlukaan pada tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mempelajari secara mendalam bagaimana peranan dan kedudukan dokter dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan melalui visum di Puskesmas Tanggetada, dan Untuk mengetahui bagaimana kekuatan pembuktian seorang dokter dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan melalui visum di Puskesmas Tanggetada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum yang menggabungkan kedua metode penelitian hukum, yakni metode penelitian hukum Normatif-Empiris. Hasil penelitian yang ditemukan bahwasanya kedudukan seorang dokter di dalam penanganan korban kejahatan dengan menerbitkan Visum et Repetum seharusnya disadari dan dijamin netralitasnya, karena bantuan profesi dokter akan sangat menentukan adanya kebenaran. Visum et Repertum mempunyai kekuatan pembuktian yang cukup berpengaruh dalam proses peradilan tindak pidana, dimana hasil dari Visum et Repertum didapat dari hasil temuan dokter ahli forensik dalam upaya mencari sebab musabab yang terjadi pada tubuh korban, sebelum terjadinya sebuah kematian. Oleh karena itu, kekuatan pembuktian dari Visum et Repertum tidak ada yang bisa melemahkan alat bukti tersebut, sebelum diketemukannya alat bukti lain yang lebih konkri

    Pembuatan Bioetanol Dari Sabut Siwalan Dengan Proses SSF Menggunakan Enzim Silanase

    Get PDF
    Bioetanol menjadi sumber energi alternatif yang cukup ekonomis berdasarkan dari aspek produksinya dan cukup ramah lingkungan. Pada penelitian ini, dipilih sabut siwalan untuk bahan baku produksi etanol karena memiliki kadar selulosa yang tinggi yakni 52,23% dan masih belum dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini adalah SSF (Simultaneous Sacharification and Fermentation) dimana pada proses sakarifikasi menggunakan enzim silanase untuk mengubah selulosa menjadi gula sedangkan pada proses fermentasi menggunakan mikroba sacharomyces cerevisiae untuk mengubah glukosa menjadi etanol yang lalu dilanjutkan dengan proses distilasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap kadar etanol yang diperoleh dan mengkaji kualitas bioetanol dari sabut siwalan. Didapatkan hasil dari penelitian ini yaitu konsentrasi selulosa setelah proses delignifikasi sebesar 52,23% dan kadar lignin 2,5%. Kadar etanol terbaik dalam penelitian ini terjadi saat fermentasi hari ke-7 dengan konsentrasi enzim silanase 3 gram menghasilkan kadar etanol sebesar 81,61%

    ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI DESA JIMBUNG KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya penggunaan biaya produksi yang digunakan petani padi dalam mengelola tanaman padi yang menentukan pendapatan petani selama satu kali musim panen di Desa Jimbung Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, dimana sampai dengan saat ini banyak petani di Indonesia masih belum mengetahui proses penghitungan pendapatan dari pertanian lokal tradisional. Metode penelitian ini adalah metode analisis deskiptif dan analisis kelayakan pertanian padi sawah, dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi data skunder, observasi, wawancara dan angket kepada para petani lokal yang berada di Desa Jimbung Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendapatan dan biaya produksi dari pengelolaan tanaman padi berdampak pada besarnya pendapatan usahatani padi di Desa Jimbung.Kata kunci:  Biaya Produksi, Petani Padi Sawah, PendapatanÂ

    Peningkatan Sifat Mekanik Produk 3D Printing dengan Proses Annealing

    No full text
    Teknologi pencetak tiga dimensi Fused Deposition Modeling (3D FDM) memiliki perkembangan yang sangat pesat karena kemudahan penggunaan dalam menghasilkan produk yang komplek secara cepat sesuai harapan. Kemudahan penggunaan dan biaya yang murah menjadikan teknologi FDM banyak diminati di berbagai bidang ilmu maupun teknik. Namun, produk yang dihasilkan dari proses lapis demi lapis pada 3D FDM menjadikan sifat mekanik yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peningkatan sifat mekanik sampel poli asam laktat (PLA) yang dicetak dengan teknik 3D FDM melalui proses annealing. Sampel di annealing pada suhu dan waktu yang berbeda untuk selanjutnya dievaluasi dengan uji tarik. Hasil menunjukkan bahwa proses annealing menyebabkan peningkatan kekuatan tarik pada sampel dan perubahan dimensi yang disebabkan karena adanya pemadatan pada susunan layer. Semakin lama dan tinggi suhu yang digunakan dalam proses annealing membuat sampel lebih getas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kekuatan tarik tertinggi terjadi pada sampel PLA yang mengalami perlakuan panas pada suhu 120 oC dan waktu pemaparan panas selama 30 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa proses perlakuan panas annealing mempengaruhi kuat tarik PLA yang dapat ditingkatkan dengan penggunaan parameter suhu dan waktu pemaparan yang tepat untuk menghindari perubahan dimensi. Kata kunci: 3D Printing, Fused Deposition Modeling (FDM), Annealing, Uji tari

    KADAR PROTEIN, KADAR LEMAK, KADAR AIR, DAN TOTAL MIKROBA BAKSO DAGING SAPI YANG DIOLAH DENGAN PENGENYAL TEPUNG KELADI, TEPUNG TAPIOKA DAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA

    No full text
    The lifestyle and eating patterns of the community make residents more demanding for instant food products and guaranteed food safety for consumption. One of the foodstuffs that are in great demand by the public is beef meatballs. The process of making meatballs generally uses ingredients a tapioca starch thickener that can create meatballs with the characteristics of taste, chewy, compact, and juicy that are favored by consumer .In addition to the use of tapioca flour as a meatball thickener, it is necessary to look for other thickening agents as a meatball thickener, namely taro flour as a safe alternative to use as a natural thickener in the manufacture of meatballs. In this research, an analysis of the physical and chemical properties was attempted, including protein content, fat content, water content, as well as an analysis of the total microbial( Total Palte Count/ TPC) beef meatballs processed with taro flour, tapioca flour, and coconut shell liquid smoke. The results showed that the highest protein content was obtained in the B2 meatball sample, namely 12, 22+ 0. 12% and the lowest was obtained in the B3 meatball sample, which was 9. 11+ 0. 54%, the highest fat content was obtained in the B2 sample code, namely 0, 24+ 0, 01% and the lowest was obtained in sample code B4 of 0, 17+ 0, 01%, the highest water content obtained in sample code B1 of 76, 10+ 0. 67%, and the lowest was obtained in sample code B0( control) of 70, 20+ 0. 03%, and the highest average total number of microbes was obtained in sample code B4 which was 5, 92+ 0. 12 log cfu/ gr, and the lowest was obtained at sample code B1 of 0. 07+ 0. 07 log cfu/ gr

    Analisis Senyawa Akrilamida pada Sate Ayam di Sepatan Kabupaten Tangerang Menggunakan Metode HPLC

    No full text
    Akrilamida adalah salah satu zat yang dapat menimbulkan kanker pada manusia dan bersifat neurotoksik yang terbentuk akibat pemanasan suhu tinggi di atas 120°C terhadap makanan yang mengandung karbohidrat dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar akrilamida pada sate ayam yang beredar di masyarakat khususnya di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Analisa akrilamida dilakukan dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dengan fase gerak asetonitril : aquabides (15:85 v/v); fase diam kolom C18 (150 x 4,6 mm id, 5µm); laju alir 0,5 mL/menit dan detektor UV pada λ 196 nm. Hasil uji validasi metode menunjukkan nilai linearitas 0,999; LOD 1,16 µg/mL ± 0,07; LOQ 3,88 µg/mL ± 0,11; presisi dengan RSD 1,80% dan akurasi 104,14%. Kadar akrilamida yang diperoleh dari ke 7 sampel yang diberi label A-G berturut-turut  sebesar 4,04 μg/g ± 0,30; 8,91 μg/g ± 0,31; 8,47 μg/g ± 0,59; 7,39 μg/g ± 0,48; 6,90 μg/g ± 0,86; 9,32 μg/g ± 0,26 dan 9,03 μg/g ± 0,30. Semua sate ayam tersebut mengandung akrilamida yang berada di bawah batas maksimum kadar yang ditetapkan WHO (1-4 µg/kg berat badan/hari atau 2 μg/g)

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇