e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    RESPON PERTUMBUHAN IPOMOEA REPTANS PADA MEDIA TANAM (TANAH DAN AIR) TERHADAP PENCEMAR TIMBAL (Pb) DAN TEMBAGA (Cu)

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya melimpah yang bersumber dari hayati maupun non-hayati. Pesatnya kegiatan pembangunan dan industri juga memiliki dampak yang kurang baik terhadap kualitas lingkungan, salah satunya yaitu limbah logam berat. Di antara banyaknya logam berat yang mencemari perairan dan tanah, logam timbal (Pb) dan tembaga (Cu) merupakan dua jenis logam yang banyak ditemukan. Adanya pencemaran logam dapat merusak ekosistem pada lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran logam berat yaitu dengan melakukan fitoremediasi. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan Ipomoea reptans (kangkung darat) karena mudah beradaptasi dan memiliki waktu panen yang cepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman kangkung darat pada media tanam tanah dan air yang tercemar logam Pb dan Cu. Metode yang digunakan yaitu eksperimental. Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanah yang tercemar logam Pb dan Cu dengan konsentrasi yang tinggi, tanaman yang dihasilkan menjadi lebih pendek dengan jumlah daun yang sedikit. Hasil yang serupa juga terjadi pada media air yang tercemar Cu dan Pb + Cu. Perlakuan logam pencemar Pb, sampai hari pengamatan terakhir I. reptans mampu tumbuh dengan baik. Tumbuhan I. reptans dapat menjadi rekomendasi untuk fitoremediasi pada lingkungan media air tercemar logam Pb

    FORMULASI EKSTRAK PHALERIA MACROCARPA SEBAGAI TERAPI NON FARMAKOLOGIK DALAM PREVENTIF DIABETES MELLITUS DI KABUPATEN ACEH BARAT

    No full text
    Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit yang menyerang sistem metabolik dengan karakterisasi hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau mempengaruhi keduanya. Penderita penyakit diabetes melitus di Aceh Tahun 2019 sebanyak  138,291  penderita. Kabupaten Aceh Barat termasuk salah satu Kabupaten tertinggi kasus penyakit DM sebanyak 13,803 penderita. Pengobatan diabetes mellitus  yang telah berlangsung meliputi latihan jasmani dan terapi farmakologis. Terapi farmakologi, terdiri dari obat yang diberikan secara oral maupun dalam bentuk suntikan (American Diabetes Association, 2014).  Tujuan Penelitian untuk menguji dan melakukan formulasi ekstrak buah mahkota dewa serta memproduksi sebagai minuman herbal pencegahan penyakit diabetes. Tujuan penelitian untuk menguji dan melakukan formulasi ekstrak buah mahkota dewa serta memproduksi sebagai minuman herbal pencegahan penyakit diabetes mellitus serta menganalis perubahan terhadap kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus di Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil survey penderita penyakit diabetes mellitus di Kecamatan Meuruebo Kabupaten Aceh Barat menunjukkan bahwa masyarakat mengonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak gula setiap hari hampir (100 %). Bagi penderita diabetes mellitus disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin kadar glukosa darah dan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui perkembangan penyakit dan mencegah komplikasi lanju

    Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok dengan Pendekatan Lompat Tali

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A di MTs Ma’arif NU 01 Cilacap. dengan jumlah total 30 siswa. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui apakah pendekatan dengan media lompat tali dapat meningkatkan hasil pembelajaran lompat jauh. Metode pengumpulan data penelitian tindakan kelas ini menggunakan tes, analisis data dengan membandingkan hasil belajar pra siklus, siklus 1 dan siklus 2.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan hasil belajar siswa dari pra siklus sebanyak 80% atau 24 siswa masih mengalami masalah dengan lompat jauh yang menyebabkan siswa belum tuntas KKM dan 20% atau 6 siswa sudah tuntas KKM, kemudian pada siklus I meningkat sebanyak 46,7% atau 14 siswa tuntas KKM, dan 53,3% atau 16 siswa tidak tuntas KKM. Dan pada pelaksanaan siklus II hasil belajar siswa secara keseluruan meningkat sebanyak 86,7% atau 26 siswa tuntas KKM dan 13,3% atau 4 siswa tidak mencapai kriteria ketuntasan (KKM) yang di tentukan sekolah.Kata Kunci: Hasil Belajar, Lompat Jauh Gaya Jongkok, Lompat Tali.                                                                                                  AbstractThis research is classroom action research. The subjects in this research were class VIII A students at MTs Ma'arif NU 01 Cilacap. with a total of 30 students. This research was conducted to find out whether an approach using jump rope as a medium can improve long jump learning outcomes. This classroom action research data collection method uses tests, data analysis by comparing the learning outcomes of pre-cycle, cycle 1 and cycle 2. The results of this research show that overall student learning outcomes from pre-cycle were 80% or 24 students still had problems with jumping. far which caused students not to have completed and 20% or 6 students had completed, then in the first cycle it increased to 46.7% or 14 students had completed, and 53.3% or 16 students had not completed. And in the implementation of cycle II, overall student learning outcomes increased by 86.7% or 26 students completed and 13.3% or 4 students did not reach the completion criteria.Keywords: Learning Results, Long Jump Squat Style, Jump Rope

    OPTIMASI DETERMINASI TOTAL FLAVONOID DARI DAUN JATI (TECTONA GRANDIS L.F) MENGGUNAKAN ETANOL DAN ASETON

    Get PDF
    Jati merupakan tumbuhan yang umumnya berada diwilayah tropis. Daun jati memiliki kandungan fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, napthaquinones dan antrakuinon yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau sebagai antibakteri. Penelitian ini mempelajari proses isolasi senyawa flavonoid dari hasil fraksinasi daun jati. Fraksinasi ekstrak daun jati dilakukandengan metode maserasi dengan pelarut etanol dan aseton. Pengaruh jenis pelarut (etanol dan aseton), konsentrasi pelarut etanol (35, 45, 55, 65, 75, 85, 96%) dan aseton (40, 50, 60. 70, 80, 90, 100%), waktu maserasi (1-7 hari), dan suhu awal pelarut (25, 30, 35, 40, 45, 50°C) terhadap kadar flavonoid dipelajari. Hasil menujukan kadar flavonoid tertinggi diperoleh pada ekstraksi maserasi selama 1 hari menggunakan pelarut etanol 85% dengan suhu pelarut 25°C. Sedangkan, ekstraksi dengan pelarut aseton menunjukkan kadar flavonoid tertinggi dengan konsentrasi aseton 85% pada perlakuan selama 3 hari dan suhu pelarut 45°C. Isolasi senyawa flavonoid paling optimum dengan pelarut aseton karena senyawa flavonoid dalam daun jati memiliki kepolaran yang serupa dengan pelarut aseton

    AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)

    No full text
    Tanaman Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) adalah tumbuhan yang banyak ditemukan di Asia terutama Indonesia. Tanaman pegagan mempunyai kandungan terpenoid, flavonoid dan minyak esensial  yang mempunyai efek farmakologis seperti antiinflamasi, antiantibakteri, antioksidan dan antiaging.Gugus kromofor pada senyawa flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya yang mampu menghamabat sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu kemampuan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat tanaman pegangan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai tabir surya yang dinyatakan dengan nilai SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai Sun Protection Factor adalah dengan perhitungan Metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana masing-masing memberikan nilai SPF sebesar  7,34, 6,39 dan 4,37 pada konsentrasi  200 ppm.Kata kunci : Ekstrak Etanol, Fraksi Etil Asetat,, SPF, Tabir Surya, Tanaman Pegagan

    ANALISIS PENGARUH VARIASI WAKTU SINTERING DAN KOMPOSISI TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN MORFOLOGI KOMPOSIT ECENG GONDOK-PVC-LDPE

    No full text
    “Pemanfaatan material komposit pada saat ini semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut yang semakin meluas mulai dari yang sederhana sampai sektor industri. Hal ini dikarenakan karakteristik material komposit mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis bahan lain yaitu  ringan, kuat, tidak terpengaruh korosi dan mampu bersaing dengan logam, dengan tidak kehilangan karakteristik dan kekuatan mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu sintering dan komposisi terhadap ketangguhan impak dan kekerasan komposit Eceng Gondok-PVC-LDPE. Bahan yang digunakan merupakan tanaman gulma dan limbah plastik. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan metode pressured sintering, yaitu dengan cara pembuatan serbuk, dan di screening 60 mesh. Selanjutnya serbuk di mixing dengan variasi komposisi perbandingan K1: EG 50%, PVC 10%, LDPE 40%; K2: EG 55%, PVC 10%, LDPE 35%; K3: EG 60%, PVC 10%, LDPE 30%; K4: EG 65%, PVC 10%, LDPE 25% dan K5: EG 70%, PVC 10%, LDPE 20% dan dikompaksi dengan tekanan 1,013 bar. Selanjutnya di sintering dengan temperatur 1800C. Pada penilitian ini variasi waktu sintering yaitu; 5 menit, 8 menit, 10 menit, 13 menit dan 15 menit. Sifat mekanik dilihat dari nilai kekerasan dan impak dengan menggunakan standar ISO 2039-1:2001, ISO 179-1:2010. Selain itu menganalisis morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Pengujian untuk sifat kimia dilihat dengan analisis morfologi SEM. Berdasarkan hasil pengujian sifat mekanik didapatkan nilai kekerasan tertinggi dimiliki oleh komposit K2 sebesar 22.30 MPa dan 2.1 kJ/m2 untuk nilai impak.â€Â Kata kunci: eceng gondok, komposit, LDPE, pressured sintering, PVC. Abstract“The utilization of composite materials nowadays is currently growing, along with the increasing use of these materials, which are expanding ranging from the small scale to the industrial sector. This is because the characteristics of composite materials have many advantages compared to other types of materials i.e. light, strong, not affected by corrosion and able to compete with metals without losing their mechanical characteristics and strength. This research aims to determine the effect of variations in sintering time and it’s composition against impact toughness and hardness of the Water Hyacinth-PVC-LDPE composite. The materials used are weeds and plastic waste. The process of specimen fabrication was performed by using pressured sintering method, i.e. by making it into powder and were screening by using screen 60 mesh. Furthermore, the powder were mixed with the variation of the composition K1: EG 50%, PVC 10%, LDPE 40%; K2: EG 55%, PVC 10%, LDPE 35%; K3: EG 60%, PVC 10%, LDPE 30%; K4: EG 65%, PVC 10%, LDPE 25% dan K5: EG 70%, PVC 10%, LDPE 20% and compacted with a pressure of 1,1013 bar. After that is sintering with temperature 180oC. In this research the sintering time variations is 5 minute, 8 minute, 10 minute, 13 minute and 15 minute. Mechanical properties if were seen from the hardness and impact values by using a standard ISO 2039-1:2001, ISO 179-1:2010. In additions to analyze the morphology by using a Scanning Electron Microscope (SEM). Tests for chemical properties can be seen with the morphological analysis of SEM. Based on the testing results, the mechanical properties obtained the highest hardness value owned by a composite K2 by 22.30 MPa and 2.1 kJ/m2 for the value of the impact.â€Â Kata kunci:water hyacinth, composite, LDPE, pressured sintering, PVC

    STRATEGI GURU DALAM PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV

    No full text
    In the process of learning science, the strategy used is still not optimal, which is characterized by students paying less attention when the teacher explains the material, low interest in learning and decreased student learning outcomes. This study aims to obtain more in-depth information about how the teacher's strategy in utilizing the surrounding environment as a learning resource in science subjects in class IV MI Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen and find out the supporting and inhibiting factors of utilizing the surrounding environment as a learning resource. This research is a qualitative research. The subject of this research is the fourth grade science teacher MI Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen Demak. From the results of the study it can be concluded that: (1) Science teachers in grade IV MI Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen Demak have tried to utilize the environment around the school as a learning resource. (2) Learning by taking students outside the classroom provides many conveniences for teachers, students focus on observing new things, students are stimulated to actively ask questions and discussions, learning is more fun and students enjoy it, and nature becomes a medium of learning. (3) The supporting factors are, the environment is still cool, beautiful, students are more enthusiastic and interested. The inhibiting factors are the changeable weather, and in conditioning students when outside the classroom.Keywords: Teacher Strategy, Utilization of the Surrounding Environment, Learning Resources, Science Abstrak Dalam proses pembelajaran IPA strategi yang digunakan masih belum maksimal, yang ditandai dengan peserta didik kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan materi, minat belajar yang masih rendah serta hasil belajar peserta didik menurun. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi lebih mendalam mengenai bagaimana strategi guru dalam pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPA kelas IV MI Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru IPA kelas IV MI Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen Demak. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Guru IPA kelas IV MI Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen Demak sudah berupaya memanfaatkan IV lingkungan yang ada disekitar sekolah sebagai sumber pembelajaran. (2) Belajar dengan membawa siswa ke luar kelas banyak memberi kemudahan bagi guru, siswa fokus mengamati hal baru, siswa terstimulus untuk aktif bertanya dan diskusi, pembelajaran lebih asyik dan siswa menikmati itu, serta alam menjadi media pembelajaran. (3) Faktor pendukungnya itu, lingkungan yang masih sejuk, asri, siswa lebih antusias dan tertarik. Faktor penghambatan yakni, cuaca yang berubah-ubah, dan dalam mengkondisikan siswa ketika di luar kelas.Kata Kunci: Strategi Guru, Pemanfaatan Lingkungan Sekitar, Sumber Belajar, IP

    Pesantren Menghadapi Era Society 5.0

    Get PDF
    Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang ada di Nusantara. Pesantren adalah sistem pendidikan yang membentuk dan melatih santri-santrinya menyerap nilai-nilai luhur yang berdasarkan agama Islam dari pengetahuan khazanah keilmuan yang dipelajarinya kemudian dipraktekkan dalam kehidupan. Segala aktivitas santri dan elemen pendukungnya merupakan proses pendidikan dan pengajaran yang diharapkan mampu membentuk karakter sebagai pribadi manusia muslim yang seutuhnya (insan kamil) yang berakhlak mulia, ikhlas, sederhana, berpengetahuan luas, berpikir bebas, mandiri, dan bertanggung jawab. Sehingga setelah selaesai dari mengikuti pendidikan pesantren, santri mampu menghadapi hidup di tengah masyarakat.Era Society 5.0 adalah tuntutan perubahan zaman yang akan membawa perubahan besar pada tatanan hidup masyarakat tidak terkecuali dunia pendidikan termasuk pesantren. Tantangan dan persoalan faktual akan banyak tercipta sehingga pesantren harus siap menghadapi dan beradaptasi dengan kondisi dan keadaan. Pembaruan dan revitalisasi pesantren dengan tipologinya merupakan gambaran upaya pesantren dalam menghadapi tuntutan zaman yang menyertainya tanpa harus kehilangan ciri khasnya sebagai pendidikan pesantren.Tulisan sederhana ini bertujuan untuk sedikit mendeskripsikan bagaimana pesantren sebagai lembaga pendidikan menghadapi tuntutan perkembangan zaman terutama era society 5.0Kata kunci : pesantren, era society 5.

    NEED ASSESMENT PENGEMBANGAN VIBELAPREM TERINTEGRASI DENGAN YOUTUBE PADA PELAJARAN IPA DI MI MUHAMMADIYAH BLORAN KARANGANYAR

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kebutuhan pengembangan video pembelajaran melalui vibelaprem terintegrasi dengan youtube pada pelajaran IPA materi perubahan wujud benda. Metode dalam penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V MI Muhammadiyah Bloran Karanganyar berjumlah 26. Instrumen yang digunakan berupa daftar pertanyaan untuk analisis kebutuhan, pedoman wawancara, instrumen soal pretest dan posttest, serta lembar uji coba perorangan, kelompok dan terbatas. Tahapan R&D adalah analisis kebutuhan.Hasil penelitian sebagai berikut; 1) Hasil need assessment menunjukan bahwa vibelapram dibutuhkan siswa. Guru menggunakan media pembelajaran yang kurang menarik dan menggunakan berbagai bentuk fisik belum digital seperti proyektor, gambar, magnet, patung anatomi, kerangka tulang, planet tata surya, peta, tanaman. Untuk mengembangkan penelitian ini, maka perlu adanya keberlanjutan penelitian, yakni sampai pada pengembangan media tersebut dan uji efektifitas media tersebut kepada siswa

    ANALISIS KEBUTUHAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT PELAJARAN IPA KELAS VI SD

    No full text
    Media pembelajaran adalah bagian penting pelaksanaan pembelajaran. Namun pada kenyataannya, masih sedikit guru yang menggunakan karena keterbatasan kemampuan membuat media yang mudah, cepat, menarik dan interaktif. Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lingkungan belajar yang interaktif siap pakai, mudah dipelajari dan digunakan untuk pembelajaran individu di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan,dengan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima fase: Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data melalui google form yang di sebar melalui forum guru kelas 6 di gugus Ki Hajar Dewantara.  Didapatkan hasil bahwa penggunaan media pembelajaran sebesar 94%, penggunaan media powerpoint sebesar 45,5%, dan tanggapan positif dalam pembelajaran IPA sebesar 81,3 Berdasarkan hasil analisis ini menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis IT dimungkinkan untuk digunakan, dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran pelajaran IPA untuk siswa sekolah dasar

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇