e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
STUDI RADIOSENSITIVITAS DAN RESPON PERTUMBUHAN STADIA AWAL DUA VARIETAS CABAI RAWIT (Capsicum Frustecens) HASIL IRADIASI SINAR GAMMA
Cayene pepper is national strategic vegetable commodity which is widely consumed by Indonesian. National pepper consumption has increased in line with increasing population so the production and quality of pepper need to be increased for creating national food security. Increasing the production and quality can be achieved through assembling superior varieties using mutation. The objective of this research are to evaluate the growth response in early stages of two varieties cayenne pepper irradiated using gamma-ray mutagen and determine the optimal dose of gamma-rays that will increase the frequency of mutant occurrence. This study was conducted in May-July 2023 at the nursery in Wedomartani, Sleman using two factor completely randomized design, namely variety (Ori 212 and Caliber) and doses of gamma irradiation (0, 100, 200, 300, 400, and 500 Gy). Our finding showed that growth of cayenne pepper in the early stages was influenced by the interaction between varieties and doses of gamma-ray irradiation. Gamma rays irradiation by using 100 Gy and 200 Gy at Ori 212 variety and the Caliber variety at dose 100 Gy gave positive response to plant growth at early stage compared to controls. At doses of 400 and 500 Gy gamma rays on the Ori 212 variety, the germinated plants were unable to grow and the plants died. The recommended dose of gamma rays that would increase the frequency of occurrence of mutants were 249.97 – 288.48 Gy for the Ori 212 variety and dose of 383.29 – 521 Gy for the Caliber variety
Optimasi Konsentrasi Surfaktan Cremophor RH 40 dalam Nanoemulsi Kompleks Molekular Asam Glikolat-Kitosan Menggunakan Metode Multilevel Categoric-One Factor
Asam glikolat (AG) digunakan untuk mengatasi photoaging, namun menyebabkan rasa menyengat pada kulit. Kompleks molekular asam glikolat-kitosan (AG-KS) dapat mengatasi masalah tersebut namun berpotensi memperbesar ukuran partikel sehingga dibentuk sediaan nanoemulsi dengan Cremophor RH 40 sebagai surfaktan. Nanoemulsi diharapkan meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif dengan meningkatkan luas permukaan dan Cremophor RH 40 mendukung peningkatkan permeabilitas membran dengan menurunkan tegangan antarmuka. Konsentrasi Cremophor RH 40 optimum diperlukan untuk mencapai kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh formula optimum nanoemulsi kompleks molekular AG-KS dengan variasi konsentrasi Cremophor RH 40 menggunakan metode desain faktorial. Kompleks AG-KS (1:1) disonikasi selama 10 menit. Nanoemulsi dibuat dengan variasi Cremophor RH 40 10%, 20%, 30%. Sediaan diuji organoleptik, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, ukuran partikel, indeks polidispersitas (PI), dan potensial zeta. Data dianalisis menggunakan multilevel categoric-one factor. Sediaan berwarna putih, tekstur lembut, homogen, tidak beraroma, dengan tipe emulsi minyak dalam air. pH rata-rata sediaan 3,9 ±0,00 memenuhi persyaratan BPOM, viskositas dan daya lekat meningkat dengan meningkatnya variabel bebas, sedangkan daya sebar menurun. Hasil ukuran partikel dari ketiga formula di bawah 400 nm. Indeks polidispersitas menunjukkan monodisperse (<0,6) dengan potensial zeta <30 mV. Hasil formula optimum menggunakan desain faktorial didapatkan F2 dengan nilai desirability 0,608. Cremophor RH 40 konsentrasi 20% optimal digunakan pada nanoemulsi kompleks molekuler AG-KS
MAPPING ACTORS IN THE CIRCULAR ECONOMY PRACTICES IN SEMARANG
This research delves into the implementation of a circular economy in Semarang City, responding to thechallenges of waste management and its environmental impacts. Employing a methodology combiningliterature review and stakeholder interviews, the study analyzes the principles of a circular economy andthe pivotal roles of key actors in its practical application. The theoretical foundation rests upon the conceptsof a circular economy, waste management, and sustainability. The findings indicate progress inimplementation, particularly through the establishment of waste banks and waste management programsinvolving households. The significant roles of the City Government, Mulung Parahita, and the IndonesianNational Army (TNI) are acknowledged, though challenges such as coordination and public awarenessneed to be addressed. The contribution lies in a profound understanding of the circular economy inSemarang City and the identification of key roles and actors. The policy recommendations generated canguide the efforts of the City Government and relevant stakeholders to reinforce circular economy practices,promoting more sustainable resource management at the local level. Keywords: circular economy, waste management, Semarang City, waste bank, sustainability, communityparticipationÂ
Profesionalisme Guru Dalam Perspektif Al-Quran Tafsir Surat Ali Imran Ayat 164
This research aims to analyze the role of teachers in learning, including as facilitators, motivators, boosters, learning engineers, research, service providers and providers of learning inspiration for students. This research uses a literature review method. Data sources in this research are books, journals and research results. The results of the research show that teacher professionalism that every teacher should pay attention to and do is: (1) reciting Allah's verses in every lesson, (2) purifying students from damaged aqidah, from despicable morals, changing and perfecting their reasoning power. through divine knowledge, (3) teaching the Bible and wisdom, so a teacher must know the needs of students and the most basic way for Muslims to learn to write is based on the obligation to write the Koran, understand and practice it
HISTORICITY OF ISLAMIC EDUCATION IN THE NUSANTARA
The development of Islamic education cannot be separated from Islam itself, including through cultural acculturation. There are various ways in the development of Islam and Islamic education in Indonesia, including through trade, marriage, education, politics, art, Sufism, all of which help and support the spread of Islamic teachings. Along with the entry of Islam, Islamic educational institutions also run and develop in order to propagate Islam in Indonesia. In this journal, the author will explain qualitatively with a descriptive method to discuss in detail and in depth the discussion of the historicity of Islamic education in Indonesia.
The history of Indonesian Islamic education is essentially very closely related to the history of Indonesian Islam, the historical period of Islamic education is also contained in the history of Islam. Both are closely related and work together in guiding and spreading the religion and Islamic education. This journal will explain the history of Islamic education in Indonesia during the Islamic empire, the colonial period, and the independence period.
Keywords: Historical Islamic Education, Islamic Education during the Islamic Kingdom, Colonial Period, and Independence Perio
Edible Coating Berbasis Pati Ubi Jalar dengan Modifikasi Karagenan dan Sorbitol untuk Memperpanjang umur simpan Tomat Ceri
Tomat ceri kaya dengan kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan dan mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Namun, buah ini mudah rusak (perishable) dan tidak tahan lama pada suhu ruang sehingga perlu penanganan pasca panen yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan penyalutan menggunakan edible coating dari pati ubi jalar yang dimodifikasi karagenan dan sorbitol. Tujuan penelitian adalah mendapatkan konsentrasi (jumlah) karagenan dan sorbitol yang terbaik pada pembuatan edible coating dan mengetahui pengaruh penerapan edible coating terhadap mutu tomat ceri. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa pati ubi jalar dengan variasi penambahan karagenan (0 g; 0,1g; 0,2g; 0,3g; 0,4g) dan plasticizer sorbitol (0 ml, 2ml, 4ml, 6ml). Kualitas dan karakterisasi tomat ceri tersalut yang diuji dan dievaluasi meliputi susut bobot, kadar vitamin C, dan kontaminasi jamur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa semakin besar penambahan karagenan dan sorbitol, maka penurunan susut bobot dan kadar vitamin C pada tomat ceri tersalut edible coating semakin kecil, sedangkan semakin besar penambahan karagenan maka semakin kecil kemungkinan tomat ceri tersalut edible coating terkontaminasi mikroorganisme (jamur). Formula edible coating terbaik yaitu pada penambahan karagenan 0,4 g dan sorbitol 2 ml, yang memberikan kadar vitamin C tertinggi, susut bobot terendah, dan belum terkontaminasi jamur hingga hari kesepuluh
Pengembangan Profesional Guru dengan Meningkatkan Mutu di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fidaa
Unsur penting dalam mencapai mutu pendidikan salah satunya profesionalisme guru sebagai kunci sumber daya manusia yang diharapkan semakin mengalami peningkatan secara bertahap. Namun sayangnya dunia pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan sumber daya mansusia yang profesional di bidang pendidikan. Kehadiran Jaringan Sekolah Islam Terpadu memiliki kekhasan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Islam. Tujuan penelitian menganalisis program pengembangan profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu sekolah dasar Islam terpadu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi dokumentasi. Penelitian berlokasi di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fidaa Kabupaten Bekasi. Sumber data sekunder diperoleh dari laporan hasil akreditasi, program pengembangan guru dan sistem penjamin mutu internal sekolah. Pengambilan data diperoleh dari dokumentasi dan studi literatur, sedangkan analisis isi digunakan sebagai analisis data. Penelitian menunjukkan bahwa program pengembangan profesionalisme guru memiliki keterkaitan dengan hasil akreditasi memuat delapan standar nasional pendidikan. sebelas standar sekolah Islam terpadu sebagai lisensi, dan lima belas standar penjamin mutu internal SDIT Al Fidaa. Program pengembangan profesionalisme guru melibatkan peserta didik, lembaga sekolah, inovasi dan pendidik dengan meningkatkan mutu pendidikan. Implikasi penelitian bahwa profesionalitas guru menciptakan sekolah yang bermutu yang memiliki standar pendidikan inovatif dan program pengembangan guru yang berkelanjuta
PENGUATAN PEMAHAMAN DAN PRAKTIK GURU IPA DALAM INTEGRASI LOW-CARBON STEM DALAM PEMBELAJARAN
Pemahaman Guru IPA dan Praktik Implementasi Pembelajaran IPA berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) Â guru masih kurang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mendampingi guru disekolah memproduksi perangkat pembelajaran berbasis Low-Carbon STEM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA ramah lingkungan. Low-Carbon STEM adalah perangkat pembelajaran yang dikemas berdasarkan sintaks Engineering Design Process (Define, Learn, Plan, Try, Test, and Decide) yang menerapkan konsep ramah lingkungan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mitra dirancang untuk mendorong kemampuan siswa dalam memproduksi sesuatu yang baru yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pola pikir anak dalam pengintegrasian bidang STEM dan tentunya tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan guru dapat menerapkan Low Carbon STEM pada perangkat pembelajaran IPA di tingkat kelas yang lain dan ditularkan dalam ranah yang lebih luas seperti MGMP IPA. Metode yang dilaksanakan dimulai dengan kegiatan analisis kebutuhan mitra sekolah di Surakarta. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop materi Low Carbon STEM kepada guru sekolah mitra yang dipandu oleh ketua pengabdian. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan praktik pembuatan perangkat pembelajaran Low Carbon STEM yang dipandu oleh semua tim pengabdi dan ditularkan guru mitra ke MGMP IPA. Metode akhir yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif didapatkan dari angket dan wawancara setelah pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran Low Carbon STEM. Hasil angket dan wawancara disajikan dalam data deskriptif kualitatif.Kata kunci: Perangkat Pembelajaran IPA, Low-Carbon STE
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BANTUAN USAHA KECIL (MUK) DI BAZNAS KOTA BANJAR
This research aims to find out optimize the management of zakat funds in the Small Business Capital assistance program in empowering the community economy at the National Zakat Amil Agency (BAZNAS) in the city of Banjar. This research uses a qualitative approach and a descriptive approach. By using three data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The results of this research can be concluded that the optimization of the management of zakat funds in the Small Business Capital assistance program in empowering the community economy at the National Zakat Amil Agency in Banjar City is considered not optimal, judging from the results of the Small Business Capital assistance program, it has not achieved one goal, namely turning mustahik into muzakki . The impact of utilizing zakat that can be felt by mustahik in this program is that they can expand their business by increasing merchandise. The impact of utilizing zakat felt by BAZNAS in Banjar city in this program is increasing public trust and can increase the collection of both infaq and zakat. It is hoped that BAZNAS Banjar City will be able to optimize the management of zakat funds in the Small Business Capital assistance program so that it can achieve all goals. And it is hoped that mustahik can make the best use of assistance from BAZNAS, so that they can prosper and continuously reduce the poverty rate in Banjar City.Keywords : Economic Empowerment, Zakat, MUKAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi pengelolaan dana zakat pada program bantuan Modal Usaha Kecil (MUK) dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kota Banjar. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan jenis pendekatan deskriptif. Dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa optimalisasi pengelolaan dana zakat pada program bantuan Modal Usaha Kecil dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Badan Amil Zakat Nasional kota Banjar dianggap belum optimal dilihat dari hasil program bantuan Modal Usaha Kecil ini belum mencapai satu tujuan, yaitu menjadikan mustahik menjadi muzakki. Dampak pendayagunaan zakat yang dapat dirasakan oleh mustahik pada program ini yaitu dapat mengembangkan usahanya dengan bertambahnya barang dagangan. Dan dampak pendayagunaan zakat yang dirasakan oleh BAZNAS kota Banjar pada program ini yaitu meningkatkan kepercayaan publikdadn dapat meningkatkan pengumpulan baik infaq maupun zakat. Diharapkan kepada BAZNAS kota Banjar untuk dapat mampu mengoptimalkan pengelolaan dana zakat pada program bantuan Modal Usaha Kecil agar bisa mencapai semua tujuan. Dan untuk mustahik diharapkan dapat memanfaatkan bantuan dari BAZNAS dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mensejahterakan dan terus menerus menurunkan angka kemiskinan di Kota Banjar.Kata kunci : Pemberbayaan Ekonomi, Zakat, MUK