e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    PENERAPAN PERHITUNGAN DAN PEMOTONGAN PPH PASAL 21 ATASGAJI PEGAWAI YAYASAN WAHID HASYIM SEMARANG

    No full text
    PPh pasal 21 merupakan pajak terutang atas penghasilan yang menjadi kewajiban Wajib Pajak untuk membayarnya. Penghasilan yang dimaksud berupa gaji, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri. UndangUndang yang dipakai untuk mengatur besarnya tarif pajak, tata cara perhitungan pemotongan dan pelaporan pajak yaitu Undang-Undang No.36 tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan perhitungan dan pemotongan PPh Pasal 21 atas gaji pegawai yayasan wahid hasyim. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu membahas masalah dengan cara mengumpulkan data gaji, melakukan perhitungan data, menganalisis permasalahan dan menyimpulkan, sehingga dapat ditarik kesimpulan yang meliputi perhitungan dan pemotongan PPh Pasal 21 atas gaji pegawai. Hasil penelitian yang di lakukan pada yayasan wahid hasyim menunjukkan bahwa besarnya pajak yang dipotong para pegawai tidak adanya selisih antara perhitungan yayasan dengan perhitungan peraturan perpajakan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan perhitungan dan pemotongan PPh Pasal 21 atas gaji pegawai yayasan wahid hasyim telah sesuai dengan undang undang no 36 tahun 2008. Kata kunci : Perhitungan, Pemotongan, Pajak Penghasilan pasal 21, undang undang no 36 tahun 200

    PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA WORO KECAMATAN KEPOHBARU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan kader dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan desa melalui studi kasus penerapan program oleh kader kesehatan. Stunting tetap menjadi masalah serius dalam kesehatan anak di daerah pedesaan, dan peran kader dalam menyediakan informasi, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat memiliki dampak signifikan dalam upaya pencegahan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada dua kader kesehatan aktif di desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kader, observasi partisipatif, serta analisis dokumen terkait program pencegahan stunting. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deduktif untuk menggambarkan peran kader, strategi yang diterapkan, serta dampak yang dihasilkan di tingkat komunitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan sangat penting dalam menyebarkan informasi tentang pencegahan stunting. Kader memiliki peran ganda sebagai penyampai informasi teknis dan sebagai fasilitator dalam mengubah perilaku masyarakat. Kader mengadopsi pendekatan partisipatif dalam menyusun program, memahami kebutuhan dan konteks setempat, sehingga pesan-pesan yang disampaikan lebih relevan dan diterima dengan baik oleh masyarakat.Program pemberdayaan kader dilakukan melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan kolaboratif dengan petugas kesehatan. Kader mampu membentuk kelompok diskusi ibu-ibu balita, mengorganisir kampanye edukatif, serta memberikan dukungan emosional kepada ibu-ibu dalam menghadapi kendala dalam menerapkan praktik-praktik pencegahan stunting.Namun, penelitian ini juga mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh kader, seperti keterbatasan sumber daya dan dukungan, serta perbedaan budaya dan keyakinan dalam komunitas yang memengaruhi adopsi praktik-praktik pencegahan. Dalam menghadapi tantangan ini, kader mengandalkan kerja sama tim, strategi komunikasi yang sensitif, dan pendekatan persuasif.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan kader dalam pencegahan stunting di desa mampu memberikan dampak positif dalam perubahan perilaku masyarakat. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kapasitas kader dan memastikan kelangsungan program pencegahan stunting yang efektif dan berkelanjutan di tingkat komunitas.Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Pencegahan Stunting, Partisipasi Masyarakat

    KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER PAUD INKLUSI (Kajian di TK Pedagogia UNY dan TK Islam Pelangi Anak Yogyakarta)

    No full text
    Character education must be instilled in early childhood, apart from physical education, children also need spiritual education. Considering the importance of the role of character in the life of individuals and society, to make this happen is no other than placing character education as the most important basic factor. This research aims to analyze the depth of early childhood character education in inclusive PAUD in Yogyakarta City. This research is field research with the nature of qualitative descriptive research. The results of the research show that in the implementation of inclusive PAUD character education there are 3 levels of education, namely the implementation of first level inclusive PAUD character education (First Level Inklusi), middle level inclusion (Middle Level Inklusi) and top level inclusion (Top Level Inklusi). Top Level Inclusion level PAUD character education (Top Level Inclusion) in the content standards has local institutional content which contains character education, PTK standards have professional accompanying teachers who focus on aspects of the teacher's personality, and in infrastructure standards there are facilities and infrastructure intended for ABK children which are accessible for all children. The implementation of early childhood character education in Yogyakarta City only touches on 2 levels of education, namely the implementation of first level inclusive PAUD character education and middle level inclusion.Keywords: Inclusion, Character, PAUDAbstrakPendidikan karakter wajib ditanamkan pada anak usia dini, di samping pendidikan jasmani anak juga membutuhkan pendidikan rohani. Mengingat pentingnya peranan karakter bagi tata kehidupan perseorangan maupun masyarakat, maka untuk mewujudkannya tidak lain hanyalah dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai faktor dasar yang paling penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedalaman pendidikan karakter anak usia dini pada PAUD inklusi di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan pendidikan karakter PAUD inklusi terdapat 3 level pendidikan, yaitu pelaksanaan pendidikan karakter PAUD inklusi tingkat pertama (First Level Inklusi), inklusi tingkat menegah (Middle Level Inklusi) dan inklusi tingkat atas (Top Level Inklusi). Pendidikan karakter PAUD level inklusi tingkat atas (Top Level Inklusi) pada standar isi terdapat muatan lokal lembaga yang memuat tentang pendidikan karakter, standar PTK terdapat guru pendamping yang profesional yang nenekankan pada aspek kepribadian guru, serta pada standar sarpras terdapat sarana dan prasarana yang diperuntukan untuk anak ABK yang bersifat Aksesible bagi seluruh anak. Pada pelaksanaan pendidikan karakter anak usia dini di Kota Yogyakarta hanya menyentuh pada 2 level pendidikan, yaitu pelaksanaan pendidikan karakter PAUD inklusi tingkat pertama dan inklusi tingkat menengah.Kata Kunci: Inklusi, Karakter, PAU

    INTEGRASI MANAJEMEN KURIKULUM MADRASAH DENGAN PESANTREN

    Get PDF
    In forming noble character or morals, Indonesia has long had an educational model that has been successful in shaping the character of the nation's children in the "pesantren" education system. Therefore, integrating Pesantrens into the formal education system—such as school and madrasah—is important to implement today. The aim of this research are to describe the integration of curriculum planning for madrasah with pesantren, integration of curriculum implementation for madrasah with pesantren, and integration of curriculum evaluation for madrasah with pesantren at MAN 1 Malang and MAN 3 Malang. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. Data collection was carried out using participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis uses data reduction techniques, data presentation, then drawing conclusions and verification. The results of the research at MAN 1 Malang and MAN 3 Malang are: 1) Integration of curriculum planning for madrasah with pesantren is carried out by: a) integrating curriculum objectives and b) integrating the organization of curriculum content. 2) Integration of curriculum implementation for madrasah with pesantren is carried out by: a) integrating curriculum implementation programs and b) integrating supervision of curriculum implementation. 3) Integration of curriculum evaluation for madrasah with pesantren is carried out by evaluating the curriculum in a coordinated manner between madrasahs and Pesantrens, which includes: a) evaluating the curriculum context, b) evaluating curriculum input, c) evaluating the curriculum process and d) evaluating curriculum products.Keywords :  Integration of Curriculum Management, Madrasah Curriculum, Pesantren Curriculum.                                                     AbstrakDalam membentuk karakter atau akhlak mulia, Indonesia sudah sejak lama telah memiliki model pendidikan yang sukses membentuk karakter anak bangsa dalam sistem pendidikan “pesantrenâ€. Oleh sebab itu, pengintegrasian pesantren ke dalam sistem pendidikan formal—seperti sekolah dan madrasah—menjadi penting untuk diterapkan dewasa ini. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan integrasi perencanaan kurikulum madrasah dengan pesantren, integrasi pelaksanaan kurikulum madrasah dengan pesantren dan integrasi evaluasi kurikulum madrasah dengan pesantren di MAN 1 Malang dan MAN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, lalu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian di MAN 1 Malang dan MAN 3 Malang ini adalah: 1) Integrasi perencanaan kurikulum madrasah dengan pesantren di dilakukan dengan: a) mengintegrasikan tujuan kurikulum dan b) mengintegrasikan pengorganisasian isi kurikulum. 2) Integrasi pelaksanaan kurikulum madrasah dengan pesantren dilakukan dengan: a) mengintegrasikan program pelaksanaan kurikulum dan b) mengintegrasikan supervisi pelaksanan kurikulum. 3) Integrasi evaluasi kurikulum madrasah dengan pesantren dilakukan dengan mengevaluasi kurikulum secara koordinatif antara madrasah dan pesantren, yang meliputi: a) evaluasi konteks kurikulum, b) evaluasi input kurikulum, c) evaluasi proses kurikulum dan d) evaluasi produk kurikulum.Kata kunci : Integrasi Manajemen Kurikulum, Kurikulum Madrasah, Kurikulum Pesantre

    MODEL PENDIDIKAN DIGITAL PERSPEKTIF FETHULLAH GÜLEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM TERINTEGRASI

    No full text
    Digitalization of education is considered a process of transformation of content, methods, and technologies that change the requirements for the learning process and its results in a digital educational environment. In the digital era, the challenge of being able to offer solutions that meet educational needs is increasing. The research method used in this paper is a literature review or literature study. Primary data was taken from scientific articles on digital education models by Fethullah Gülen. Meanwhile, secondary data was taken from scientific articles and books that discussed the theme of digital education models and their implementation in integrated Islamic education. Data is collected based on suitability to the theme. Next, data analysis is taken from the limitation process that has been carried out based on predetermined criteria. Finally, the data is presented comprehensively in the form of descriptive analysis. Technological progress is within the grasp of humanity with all its benefits and consequences. The Digital Education Model implemented in Gülen schools is based on human- and knowledge-centered Islamic education principles. The goal is to help students develop critical thinking, creativity, and leadership skills and prepare them to become productive, high-quality members of society. The alignment of goals and the process of digitizing education makes the results of digital transformation something beneficial for education.Keywords: digitalization, technology, transformation, integrated Islamic education.                                                      AbstrakDigitalisasi pendidikan dianggap sebagai proses transformasi konten, metode, dan teknologi yang mengubah persyaratan untuk proses pembelajaran dan hasilnya dalam lingkungan pendidikan digital. Di era digital, tantangan untuk dapat menawarkan solusi yang memenuhi kebutuhan pendidikan semakin meningkat. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah literature review atau studi pustaka. Data primer diambil dari artikel ilmiah yang berkaitan dengan model pendidikan digital yang ditulis oleh Fethullah Gülen. Sementara data sekunder diambil dari artikel ilmiah dan buku-buku yang yang membahas tema mengenai model pendidikan digital serta implementasinya dalam Pendidikan Islam terintegrasi. Data dikumpulkan berdasarkan kesesuaian dengan tema. Selanjutnya analisis data diambil dari proses limitasi yang sudah dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Terakhir, data disajikan secara komprehensif dalam bentuk analisis deskriptif. Kemajuan teknologi sudah berada dalam genggaman umat manusia dengan segala manfaat dan akibatnya. Model Pendidikan Digital yang diimplementasikan di sekolah-sekolah Gülen didasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan Islam yang berpusat pada manusia dan pengetahuan. Tujuannya adalah untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepemimpinan, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berkualitas tinggi. Keselarasan tujuan dan proses digitalisasi pendidikan menjadikan hasil transformasi digital menjadi hal yang bermanfaat bagi pendidikan.Kata kunci: digitalisasi, teknologi, transformasi, Pendidikan Islam terintegrasi

    Islamic Education Model in Non-Formal Institutions ADAPTATION IN THE ERA OF ACCELERATION OF INFORMATION TECHNOLOGY

    No full text
    Abstract This literature research looks at the history of Islamic education in Indonesia starting at the same time as the process of entering Islam in Indonesia by taking the form of non-formal education with the most prominent feature being the concentrated subject matter for the development and deepening of religious sciences such as monotheism, fiqh, tasawuf, morality, interpretation, and hadith. The learning is concentrated on the discussion of the yellow books (classic). The methods are sorogan, wetonan and muzakarah (consultation). The system is non-classical, namely by using the halaqah system. And in this era of accelerating information technology (third millennium) the survival of non-formal Islamic education has challenges in quality, culture and competition. The results show that the adaptation of non-formal Islamic educational institutions as an educational model can take the form of updating the quality of the education component, applying religious values to operational values, and updating the quality so that non-formal Islamic education is not abandoned by the community. Keywords: model, Islamic education, non-formal educatio

    FORMULASI DAN KARAKTERISASI SOLID SELF NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM MINYAK BIJI JINTAN HITAM DENGAN PENGERING AEROSIL DAN KROSPOVIDON.

    No full text
    Minyak biji jintan hitam (MBJH) memiliki aktivitas farmakologi sebagai anti-trombositopenia. Pada penelitian sebelumnya telah berhasil dikembangkan sediaan likuid SNEDDS (Self Nanoemulsion Drug Delivery System) MBJH, namun SNEDDS MBJH masih memiliki kekurangan yaitu komponen berinteraksi dengan soft capsule. Tujuan penelitian ini adalah melakukan formulasi dan karakterisasi  S-SNEDDS MBJH dengan pengering aerosil dan krospovidon. Metode yang digunakan untuk memformulasi SNEDDS MBJH menjadi S-SNEDDS MBJH adalah adsorbtion to solid carrier dengan pengering aerosil dan krospovidon dan dikarakterisasi dengan parameter kejernihan, waktu emulsifikasi, sifat alir, bulk density, tapped density, dan uji stress. Diperoleh formulasi S-SNEDDS MBJH berupa 0,4 g aerosil sebagai pengering tiap mL SNEDDS, dan bila menggunakan krospovidon 0,7 g tiap mL SNEDDS.  Persen transmittan S-SNEDDS MBJH dengan aerosil adalah 99,72 ± 0,62 % sedangkan dengan krospovidon adalah 95,51 ± 0,62%. Waktu emulsifikasi S-SNEDDS aerosil adalah 15 ± 0,28 detik dan S-SNEDDS krospovidon adalah 6,26 ± 0,28 detik. Density bulk dan tapped density S-SNEDDS aerosil berturut-turut adalah 0,50 ± 0,05 dan 51,34 ± 2,08o , sedangkan S-SNEDDS krospovidon berturut-turut adalah 0,34 ± 0,00 dan 0,38 ± 0,00. S-SNEDDS MBJH dengan pengering aerosil memberikan granul dengan karakter yang lebih baik dibandingkan dengan S-SNEDDS MBJH dengan pengering krospovidon. Kata kunci: Minyak Biji Jintan Hitam, Trombositopenia, S-SNEDDS

    Partisipasi Politik Masyarakat Kecamatan Pondok Aren Pada Pilkada Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Di Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Partisipasi politik merupakan kegiatan kewarganegaraan yang bertujuan untuk bisa memenuhi cita-cita politik melalui kebijakan yang dinginkan. Partisipasi politik di masyarakat untuk pemilihan kepala daerah melihat kepada keterlibatan aktif warga dalam proses pemilihan kepala daerah atau bahkan pemilihan umum pada tingkat lokal. Kecamatan Pondok Aren adalah sebuah kecamatan yang berada di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pada tahun 2020 Kota Tangerang Selatan mengadakan Pemilihan Kepala Daerah dengan 3 paslon. Pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan pada Tahun 2020 tentu sangat berbeda karena adanya Coronavirus Disease 2019 atau yang biasa disingkat Covid- 19 yang sedang melanda Dunia termasuk Indonesia yang mulai diserang virus itu pada Tahun 2020 yang bertepatan akan diadakannya pemilihan kepala daerah.           Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Partisipasi Politik Masyarakat Kecamatan Pondok Aren pada Pilkada Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 di Masa Pandemi Covid-19 dan apa faktor pendukung dan juga faktor penghambat masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.Untuk memecahkan masalah tersebut digunakan Teori Partisipasi Politik, Teori Budaya Politik, Teori Prilaku Pemilih, dan Teori Pemilu & Pilkada. Penelitian ini menggunakan metode atau pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Data yang diperoleh lalu kemudian dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data, dan ditarik kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian dan pembahasan bahwa partisipasi politik Masyarakat di kecamatan pondok aren pada saat pilkada tahun 2020 dengan adanya Pandemi Covid-19 masih tergolong tingkat partisipasi pemilih di kecamatan Pondok Aren adalah 60%. Sementara itu, rata-rata partisipasi pemilih untuk seluruh kecamatan di Tangerang Selatan adalah sekitar 60% juga. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di kecamatan Pondok Aren sama dengan rata-rata tingkat partisipasi di seluruh kecamatan di Tangerang Selatan pada pilkada 2020, ada pengaruhnya, karena jumlah pemilih yang datang kurang antusias dan tidak mencapai target yang sudah ditetapkan, karena target KPU adalah 80% sampai 90% pemilih yang hadir ke TPS untuk menggunakan suaranya tapi kenyataanya hanya sampai 60% saja tingkat kehadiran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya

    Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfud Mahmodin (MD) dalam Kampnye Politik Pemilihan Presiden 2024

    No full text
    Media sosial saat ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam kampanye politik, memberikan platform yang efektif untuk calon presiden dan wakil presiden seperti Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfud Mahmodin. Mereka menggunakan Instagram sebagai sarana kampanye pemilu dengan membagikan berbagai aksi sosial. Tujuan utama kampanye melalui media sosial adalah untuk mencapai audiens yang lebih luas dengan cepat dan efisien, membangun citra positif, serta meningkatkan interaksi dan keterlibatan dengan pemilih. Instagram memungkinkan mereka menampilkan kompetensi, empati, dan gaya kepemimpinan melalui konten visual yang menarik. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi alat untuk menyebarkan informasi, tetapi juga untuk pendidikan politik dan memperkuat hubungan dengan masyarakat, dilakukan secara bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku

    Pembangunan Ekonomi Masyarakat Kawasan Hutan Bkph Penganten Perum Perhutani Kabupaten Grobogan

    No full text
    Pembangunan Ekonomi Masyarakat Kawasan Hutan Bkph Penganten Perum Perhutani Kabupaten Groboga

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇