e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PROGRAM BUDAYA SEKOLAH ISLAMI NURUSSHIBYAN(BISYA) DALAM PENINGKATAN AKHLAK KARIMAH SISWA DI SMP NURUSSHIBYAN PAGUYANGAN BREBES
ABSTRACT This research is qualitative descriptive research. It took Nurushibyan JHS, Paguyangan, Brebes with the teachers and learners as the subjects. The applied data collection techniques were observation, in-depth interview, and documentation. The validity test used data triangulation. The data analysis techniques consisted of data display and data conclusion. On the other hand, the implementation analysis of the Islamic School Program was done with AlGhazali's method of moral education. The findings showed that the school had an Islamic Culture Program (BISYA). The background of the program implementation was due to the degraded morals and Islamic knowledge of the learners. The school applied for the program by instilling Islamic values with Mujahadah, riyadhoh, exemplary, habituation, reward, and punishment methods. They became the most effective methods to succeed in the program. It was realized into two activity components. The first was the academic field, consisting of 1) reading and writing literacy, 2) realizing Islamic learning culture, and 3) upholding science and knowledge. The second one dealt with religious character education empowerment. It was grouped into 1) a 7-culture program (smile, greet, call, shake the hand, polite, and sympathetic), 2) morning habituation (dhuha prayer, saluting, and reciting AlQur’an), 4) Al-Qur’an literate (BabahQu), 5) full-day class for takhfidzul Qur'an, 6) doing good things, 7) dzikro majlis of Nurusshibyan for the learners’ parents, and 8) environmental awareness. BISYA program implementation was very important for the school to create khoirunnas an fa’uhum linnas generation. The program implication had positive impacts for the school, such as good morals of the learners, sosial trust seen from the learners’ input numbers, effective learning atmosphere, and sosial awareness Keywords: Islamic School Culture, Morals ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SMP Nurusshibyan Paguyangan Brebes, dengan subjek penelitian yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji keabsahan menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data, penyajian data dan pengambilan simpulan. Hasil penelitian menunjukan SMP Nurusshibyan memilki Program Budaya Islami Nurusshibyan (BISYA), latar belakang penerapan program BISYA dikarenakan semakin menurunnya akhlak dan pengetahuan keislaman siswa. SMP Nurusshibyan Paguyangan, mengimplementasikan program Budaya Sekolah Islami Nuruushibyan (BISYA) melalui penanaman nilai-nilai islami yang dilakukan dengan metode Mujahadah, riyadhoh, keteladanan, pembiasaan serta metode ganjaran dan hukuman. Metode ini sangat efektif dalam keberhasilan pelaksanaan program BISYA yang diwujudkan dalam dua komponen kegiatan, pertama pada bidang akademik yakni program:1)literasi baca tulis, 2)mewujudkan budaya belajar islami dan 3)penghargaan terhadap ilmu pengetahuan. Kedua, bidang penguatan pendidikan karakter religiusitas yakni program ; 1)Budaya 7S (Senyum,salam,sapa, salim sopan, santun, simpatik),2) pembiasaan pagi (sholat duha,sholawatan dan membaca Al quran), 3) sholat dhuhur bagi dan sholat ashar berjama’ah bagi siswa kelas fullday dan ekdtrakurikuer, 4)bebas buta huruf al-Qur’an (BabahQu), 5)kelas fullday takhfidzul Qur’an, 6) tabaratku (tabungan akhiratku), 7)majlis dzikro Nurusshibyan bagi orang tua/wali siswa dan 8) peduli lingkungan. Implementasi program BISYA ini menjadi sangat penting bagi sekolah dalam upayanya untuk melahirkan generasi khoirunnas an fa’uhum linnas. Kata Kunci: Budaya sekolah Islami, Akhlak karimah
Strategy for Religious Character Development for MTs Nuril Huda Tarub Tawangharjo Grobogan Students in Facing Era 4.0
ABSTRACTMts Nuril Huda Tarub Student Religious Character Development Strategy Tawangharjo Grobogan in Facing Era 4.0. Semarang: Masters Program in Islamic Religious Education, Wahid Hasyim University Semarang. The year 2020 is to use the integration and supplement model, this integration model is to integrate the development of religious character in all subjects and be able to provide good examples for students. The second model, which is a supplement model of this model, the implementation of religious character development through an activity outside school hours can be reached through an extracurricular activityKeywords: Era 4.0, Religion, Learning Strateg
Tolak Ukur Kafa’ah Suami Dalam Kesalehan Sosial Perspektif Filsafat Hukum Keluarga Islam
Abstract
The concept of kafa'ah is one of the benchmarks in choosing a marriage partner, both women, and men. Many previous studies have linked kafa’ah with Javanese customs, political parties, or with one of the lodges. From this research, it was found that the kafa’ah taken was still not uprooted from its main value, namely religion. The religious position in the kafa'ah which is obligatory on the husband is the consensus of the 4 schools of thought, apart from race, ethnicity, lineage, and others which are still widely contested. On the one hand, social convenience is a manifestation of deep understanding and its implementation of an individual acquisition resulting from the process of mahdah worship, whether prayer, zakat, fasting, hajj, and others. So it becomes interesting when kafa'ah here is a religion (diyanah) when it is related to social ideals which in fact can be seen in a concrete and real way, moreover it is a form of mu'amalah ma'annaas. As in general, in fiqh principles, everything is punished dzahir. So that in choosing a husband you can see the extent of his social skills so that later he can foster a sakinah mawadah wa rahmah family.
Abstrak
Sejauh ini konsep kafaah masih menjadi salah satu tolak ukur dalam memilih pasagan. Baik dari perempuan maupun laki-laki. Banyak studi terdahulu mengkaitkan kafaah dengan adat jawa, partai politik, ataupun dengan salah satu pondok. Dari penelitian tersebut kita temukan bahwa kafaah yang diambil masih belum tercerabut dari nilai utamanya yaitu adalah agama. Dimana posisi agama dalam kafaah yang diwajibkan atas suami merupakan consensus ulama 4 madzhab, disamping ras, suku, nasab, dan yang lainya masih banyak dipertentangkan. Disatu sisi keshalehan sosial merupakan sebuah manifestasi bentuk pemahaman mendalam dan implementasinya atas sebuah keshalehan individual yang dihasilkan dari proses ibadah mahdah, baik sholat, zakat, puasa, haji dan lainya. Sehingga menjadi menarik ketika kafaah disini adalah agama (diyanah) bila dikaitkan dengan keshalehan sosial yang notabene dapat dilihat secara kongkret dan nyata, terlebih itu merupakan sebuah bentuk muamalah ma’annaas. Sebagaimana pada umumnya dalam kaidah fikih segala sesuatu dihukumi scara dzahir. Sehingga dalam memilih seorang suami dapat dilihat sejauh mana keshalehan sosialnya agar nanti dapat membina keluarga sakinah mawadah wa rahma
Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Journal of Pharmaceutical Science & Clinical Pharmacy
Jurnal
Ilmu Farmasi &
Farmasi Klinik
Journal of Pharmaceutical Science & Clinical Pharmacy
Pemimpin Umum/ Penanggung jawab
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim
Pemimpin Redaksi
Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim
Dewan Penyunting Jurnal
Dr. Yulias Ninik W., M.Si., Apt.
Redaktur Ahli
Dr. Ahmad Ainur Rofiq, M.Si., Apt. (Universitas Sebelas Maret), Burhan Ma’arif Zaenal Arifn, M.Farm. Apt.
(UIN Maulana Malik Ibrahim), Dr. Isnaeni, M.S., Apt. (Universitas Airlangga), Kuni Zu’aimah Barikah,
M.Farm., Apt. (Universitas Jember), Dr. Nurkhasanah, M.Si., Apt. (Universitas Ahmad Dahlan), Khoerul Anwar,
M.Sc., Apt. (Universitas Lambung Mangkurat), Dr. Gunawan Pamudji Widodo, M.Si., Apt. (Universitas Setia
Budi), Dr. Laela Hayu Nurani, M.Si., Apt. (Universitas Ahmad Dahlan), Dr. Iis Wahyuningsih, M.Si., Apt.
(Universitas Ahmad Dahlan), Dr. Wahyu Widyaningsih, M.Si., Apt. (Universitas Ahmad Dahlan), Muhammad
Ikhwan Rizki, M.Farm., Apt. (Universitas Lambung Mangkurat), Dr. Yulias Ninik W., M.Si., Apt. (Universitas
Wahid Hasyim), Maulita Cut Nuria, M.Sc., Apt. (Universitas Wahid Hasyim), Yance Anas, M.Sc., Apt.
(Universitas Wahid Hasyim), Risha Fillah Fithria, M.Sc., Apt. (Universitas Wahid Hasyim), Aqnes Budiarti,
S.F..Sc., Apt. (Universitas Wahid Hasyim), Ririn Lispita Wulandari, M.Si.Med., Apt. (Universitas Wahid
Hasyim), Maria Ulfah, M.Sc., Apt. (Universitas Wahid Hasyim), Elya Zulfa, M.Sc., Apt. (Universitas Wahid
Hasyim), Anita Dwi Puspitasari, S.Si., M.Pd. (Universitas Wahid Hasyim), Dewi Andini Kunti Mulangsri,
M.Farm., Apt. (Universitas Wahid Hasyim), Devi Nisa Hidayati, M.Sc., Apt (Universitas Wahid Hasyim), M.
Fatchur Rochman, M.Farm. (Universitas Wahid Hasyim), Malinda Prihantini, M.Si., Apt. (Universitas Wahid
Hasyim)
Redaktur Pelaksana
Elya Zulfa, S.Farm., M.Sc., Apt
Staf Redaksi :
Dewi Andini Kunti Mulangsri, M.Farm., Apt.
Ririn Lispita W., S. Farm., M.Si.Med, Apt.
Devi Nisa Hidayati, M.Sc., Apt
Danang Novianto, S.Farm., Apt
Erika Indah Safitri, M.Farm.
Imam Asrofi, S.Farm.
Distributor
Sulistiyawati, S.E.
Alamat Redaksi/Tata Usaha
Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang
Telp. 024-8505680, 8505681 Fax. 024-8505680
E-mail : [email protected]
Terbit 2 kali setahun sejak September 200
ANALISIS PENGARUH TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH TERHADAP KINERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (STUDI PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KAB TEGAL, BUMD KAB TEGAL, IKATAN PROFESI NOTARIAT KAB TEGAL, CAMAT DAN LURAH KAB TEGAL)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi anggota legislatif daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah terhadap kinerja pemerintah daerah. Penilaian persepsi didasarkan pada indikator yang mencerminkan kondisi yang transparan dan akuntabel. Sampel diambil dari populasi keseluruhan dengan pertimbangan populasi yang relatif kecil (kurang dari 100) maka semua perubahan dapat diambil sebagai populasi keseluruhan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh rekapitulasi dari kuesioner yang telah diberikan kepada responden. Alur analisis dimulai dari uji data kualitatif dan berlanjut ke uji asumsi klasik dan yang terakhir adalah pengujian hipotesis. Hasil pengujian hipotesis penelitian ini menunjukkan bahwa transparansi berpengaruh positif, sedangkan akuntabilitas berpengaruh negatif terhadap kinerja kinerja pemerintah daerah.
Kata kunci: Akuntabilitas, Kinerja pemerintah , Transparans
ANALISIS KEAUSAN BESI COR DENGAN LAPISAN HARDCHROME TANPA PELUMAS MENGGUNAKAN PENGUJIAN PIN-ON-DISC
Gesekan merupakan faktor penting dalam mekanisme operasi sebagian besar peralatan atau mesin. Akibat gesekan antara komponen maka akan timbul adanya pengikisan permukaan komponen atau sering disebut keausan (wear). Hardchrome plating sering dipakai untuk melapisi peralatan atau komponen mesin industri yang bergerak, karena lapisan hardchrome memiliki kekerasan yang tinggi dan lebih tahan terhadap keausan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keausan permukaan besi cor dengan hardchrome plating. Dua buah spesimen besi cor FCD 50 (disc A) dan FCD 60 (disc B) berbentuk disc diberi perlakuan permukaan hardchrome plating. Kemudian dilakukan pengujian point contact (pin-on-disc) dengan pin identor sesuai standar AISI 52100 berbentuk bola berdiameter 9,5 mm dengan menggunakan pembebanan 10 N dan 20 N tanpa pelumas. Dari hasil penelitian nilai volume keausan terbesar yaitu 8,5387 mm³ dan volume keausan terkecil yaitu 0,2083 mm³. Koefisien keausan terbesar yaitu 7,1156 ×〖10〗^(-7) mm3/N.mm dan koefisien keausan terkecil yaitu 1,48985 ×〖10〗^(-7) mm3/N.mm. tinggi keausan menggunakan penurunan metode Archard (1953) didapat tinggi keausan terbesar yaitu 0,071125222 mm, dan tinggi keausan terkecil yaitu 0,004248622 mm.
Kata kunci : Hardchrome, plating, koefisien, wear
ANALISA PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN CNC MILLING MCV- 1100 TERHADAP SIFAT MEKANIK LOGAM ALUMINIUM AA 5052 - H112
CNC milling (Computer Numerically Controlled Milling) adalah merupakan salah satu proses permesinan non konvensional yang pergerakan meja mesin (sumbu X dan Y ) serta spindel (sumbu Z atau rumah cutter) dikendalikan oleh suatu program program berisi langkah-langkah perintah yang harus dijalankan oleh mesin CNC (huruf per huruf atau angka per angka) yang disebut dengan program NC (Numerecally Control). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari variasi putaran mesin agar diketahui putaran yang baik selama proses permesinan milling sehingga mendapatkan setting yang sesuai pada putaran mesin sehingga menghasilkan kualitas yang baik pada kekasaran permukaan dan kekerasan permukaan. Bahan yang digunakan adalah Aluminium AA 5052 - H112, alat yang digunakan adalah mesin Milling MCV- 1100 menggunakan pahat face mild, kemudian Aluminium di proses dengan milling dengan variasi putaran mesin 700 rpm, 900 rpm, 1100 rpm, 1300 rpm dengan kecepatan potong tetap 50 mm/menit, setelah proses selesai kemudian melakukan uji kekasaran permukaan dan kekerasan. Untuk nilai kekasaran pada putaran mesin 700 rpm=1,38 µm, 900 rpm= 1,25 µm, 1100 rpm=1,24 µm dan 1300 rpm=1,31 µm. Sedangkan nilai kekerasan untuk putaran mesin 700 rpm = 48,37 kg/mm², 900 rpm =48,62 kg/mm², 1100 rpm = 48,68 kg/mm². dan 1300 rpm = 48,11 kg/mm².
Kata kunci: Kekasaran, kekerasan, proses milling, variasi putaran mesin
Manusia sebagai Aset atau Biaya? Pengungkapan Sumber Daya Manusia dalam Laporan Keuangan
Human resource is the most valuable asset of an organization. However, conventional accounting was not able to provide valid information about human resource in the financial statements, whereas such information is absolutely needed by stakeholder in decision-making. This has led to the emergence of human resources accounting. This study aims to analyze the recognition of human resource as assets (rather than cost) in the financial statements and various obstacles in application of human resources accounting. This study uses a descriptive analysis in analyzing secondary data related to these issues. The results show that there are three trends in the accounting treatment model for human resources, namely, investment in human resources, intangible assets and deferred charges which are subsequently amortized. Meanwhile, the obstacles in the application of human resource accounting are human resource is not meet the requirements as an asset, there is no uniformity of measurement and assessment of human resources and the validity value of measurement of human resources does not reflect the real or full value. Therefore, an encouragement through empirical research to create uniformity measurement of human value and also efforts to revisit the definition of assets are required. Thus, the human resource could be recognized as asset in General Accepted Accounting Principle.
Keywords: Asset, Cost, Human resource, Human resource accounting.
Abstrak
Sumber daya manusia merupakan aset paling berharga bagi sebuah organisasi. Namun, akuntansi konvensional tidak mampu menyediakan informasi yang valid tentang sumber daya manusia dalam laporan keuangan, padahal informasi tersebut sangat dibutuhkan terutama oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan. Hal inilah yang menyebabkan munculnya akuntansi sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kembali pengungkapan keberadaan manusia sebagai aset dan bukan hanya sebagai biaya dalam laporan keuangan serta berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya pengaplikasian akuntansi sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif analisis dalam menganalisa data sekunder yang berkaitan dengan masalah-masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga kecenderungan model perlakuan akuntansi atas sumber daya manusia yaitu, investasi sumber saya manusia, aktiva tak berwujud dan biaya yang ditangguhkan yang selanjutnya diamortisasi. Sementara, kendala dalam aplikasi akuntansi sumber daya manusia antara lain, belum terpenuhi syarat sebagai aset, belum adanya keseragaman pengukuran dan penilaian terhadap sumber daya manusia dan nilai validitas pengukuran terhadap sumber daya manusia tidak merefleksikan nilai seutuhnya. Oleh sebab itu, perlu adanya dorongan melalui riset-riset empiris untuk membuat keseragaman dalam pengukuran nilai manusia dan juga upaya untuk meninjau kembali definisi dari aset. Hingga kemudian sumber daya manusia mendapatkan pengakuan sebagai aset dalam General Accepted Accounting Principle.
Kata Kunci: Akuntansi Sumber Daya Manusia, Aset, Biaya, Sumber Daya Manusi
PENINGKATAN NILAI GIZI TELUR ASIN VARIAN BARU “RASA BAWANG†HASIL PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM)
Telur termasuk salah satu sumber protein (hewani) yang sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat yang memiliki nilai gizi yang tinggi, namun memiliki kelemahan yaitu mudah mengalami kerusakan baik secara alami, kimiawi, maupun adanya mikroorganisme/mikroba yang masuk melalui pori-pori telur. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan menciptakan terobosan baru melalui teknik pengawetan dengan membuat varian baru telur asin rasa bawang dengan tujuan agar tahan lama sekaligus mengurangi rasa bosan dan monoton (hanya rasa original), menambah cita rasa, memberi inspirasi para pengusaha telur asin agar kreatif dan berinovasi supaya produk dapat dinikmati dan disukai konsumen, sehingga jiwa kewirausahaan juga semakin meningkat, selain itu juga dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui kadar nilai gizi telur asin rasa bawang. Program pengabdian ini dilakukan pada kelompok pengusaha telur asin di desa Tamanharjo- Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Adapun hasil yang dicapai yaitu kegiatan pengabdian dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang ditentukan melalui pelatihan pembuatan telur asin varian baru rasa bawang yang mendapatkan respon positif, adanya peningkatan nilai gizi (kadar proksimat) pada produk baru telur asin, edukasi siswa TK, memonitoring & mengevaluasi kegiatan oleh RISTEKDIKTI untuk memantau keberlanjutan program.
Kata kunci: Peningkatan Gizi, Telur Asin, Rasa Bawang, Program Kemitraan Masyarakat