e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Booklet Berbasis Web Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran IPS Kelas V
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan, menguji kelayakan, serta keefektifan e-booklet berbasis web sebagai bahan ajar muatan IPS Kelas V SDN Sembaturagung 02. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) model Borg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-booklet berbasis web dapat dikembangkan, layak digunakan, serta efektif meningkatkan hasil belajar. Dinyatakan sangat layak dengan presentase nilai-rata-rata validasi ahli materi sebesar 90% dan ahli media sebesar 88%, serta memperoleh repson sangat positif presentase tanggapan guru sebesar 95% dan tanggapan siswa sebesar 82%. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 66% dan hasil uji n-gain sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa e-booklet berbasis web dapat dikembangkan, layak digunakan dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sembaturagung 02
Pengaruh Campuran Acrylonitrile-Styrene/Acrylonitrile-Butadiene-Styrene (AS/ABS) Terhadap Estetika dan Kelancaran Perakitan pada Kemasan Kosmetik.
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari penggunaan plastik, baik sebagai bahan pembungkus maupun alat rumah tangga, dan juga sebagai bahan kemasan kosmestik. Kosmestik banyak dianalogikan dengan kecantikan, untuk itu kemasan yang menarik juga sangat mempengaruhi kualitas dan minat beli konsumen. Dalam membuat plastik kemasan agar dihasilkan produk yang menarik maka perlu diketahui perbantingan AS dan ABS yang sesuia, untuk itu perlu dilakukan penelitian ini. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh perbandingan AS dan ABS yang sesuai untuk menghasilkan produk dengan estetika menarik dan mudah diproses produksi. Dalam penelitian ini variabel tetapnya adalah bahan baku plastik yang digunakan yaitu campuran AS dan BS, serta kondisi operasi suhu nozle 220°C, barrel zona 1 225°C, zona 2 220°C, zona 3 215°C, zona 4 210°C. Sedangkan variabel berubahnya adalah perbandingan AS dan ABS sebesar 30%+70 % ; 40%+60% dan 50%+50%. Alat yang digunakan adalah mesin injeksi dan molding plastik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perbandingan AS/ABS sebesar 40%+60% menghasilkan material mudah dicetak, permukaan mengkilat, dan tidak pecah saat dirakit. Sedangkan untuk perbandingan AS/ABS 50%+50% menghasilkan produk retak pada lubang engsel. Perbandingan AS/ABS 30%+70% menghasilkan mudah dicetak, aman dari kerusakan lubang engsel, tetapi permukaan tidak mengkilat
Pengaruh Posisi Penggerindaan Tungsten dan Variasi Kuat Arus Pengelasan GTAW terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Material Stainless Steel 202
Pekerjaan pengelasan sering digunakan di dunia industri manufaktur maupun industri kecil untuk penyambungan suatu bahan, salah satu bahan yang digunakan adalah stainles steel 202 dan metode pengelasan yang sering digunakan yaitu dengan menggunakan las GTAW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dari hasil pengelasan GTAW yang meliputi kekuatan tarik dan struktur mikro. Parameter yang di gunakan pada pengelasan ini adalah pengguanaan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda dan penggunaan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda dengan menggunakan arus 70 A, 80 A, 90 A. Berdasarkan pengujian kekuatan tarik penggunaan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda pada arus 70 A dan 80 A menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi yaitu 661,659 Mpa dan 849,278 Mpa dan hasil pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda menghasilkan kekuatan tarik yang lebih rendah yaitu 473,651 Mpa dan 841,097 Mpa. Pada arus 90 A pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda menghasilkan kekuatan tarik yang lebih rendah yaitu 803,421 Mpa dan hasil pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi yaitu 857,952 Mpa. Untuk tegangan luluh pada arus 70 A, 80 A dan 90 A pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda menghasilkan tegangan luluh yang lebih tinggi dari pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda. Hubungan antara struktur mikro dengan kekuatan tarik logam dimana semakin besar butiran logam yang dihasilkan maka kekuatan luluhnya semakin rendah
PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI (Capsicum annum L.)
Cabai merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia. Cabai banyak dibudidayakan karena memiliki harga jual dan permintaan pasar yang tinggi. Perlu adanya stabilisasi untuk meningkatkan produksi cabai sehingga kebutuhan cabai dapat terpenuhi. Beberapa usaha untuk meningkatkan produksi cabai yaitu pemenuhan unsur hara berdasarkan kebutuhan tanaman cabai. Pemberian pupuk kandang mampu membantu menyediakan hara yang dibutuhkan tanaman cabai tanpa merusak tanah jika digunakan dalam waktu panjang. Peningkatan efektifitas pupuk kandang dapat dilakukan dengan penambahan biofertilizer seperti PGPR. Kombinasi pupuk kandang dan PGPR dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan, produksi tanaman cabai tanpa menyebabkan kerusakan lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2020 di Green House dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 3x5 dengan 3 ulangan. Faktor pertama (P) yaitu pupuk kandang ayam (P1), pupuk kandang sapi (P2), pupuk kandang kambing (P3). Faktor kedua (B) terdiri dari kontrol/0 ml/liter (B0), PGPR komersial 5 ml/liter (B1), PGPR 5 ml/liter (B2), PGPR 12,5 ml/liter (B3) dan PGPR 20 ml/liter (B4). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Uji lanjut yang digunakan yaitu uji jarak berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang ayam memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada variabel tinggi tanaman tetapi pupuk kandang ayam tidak berbeda nyata dengan pupuk kandang sapi pada bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat segar tanaman. Perlakuan konsentrasi PGPR serta interaksi antara jenis pupuk kandang dan konsentrasi tidak berpengaruh pada semua variabel pengamatan
PENGEMBANGAN DAN OPTIMASI FORMULA GEL DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) BERBASIS KITOSAN-ALGINAT DENGAN METODE BOX-BEHNKEN SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT
ABSTRACT
Getting old and environmental factors can deteriorate to hair problems. Celery (Apium graveolens
L.) is a plant that is easily found in Indonesia and has been shown to have activity to increase hair
growth. One of the pharmaceutical preparations that are applied in hair growth preparations is a
gel. Gels generally use synthetic polymers, but in this study a natural polymer from chitosan and
alginate was used as a base. Apart from their suitable rheological properties, chitosan and
alginate are also known to have benefits in hair health. The purpose of this study was to maximize
the use of celery leaves as hair growth in the form of a gel dosage form based on chitosan-alginate
using the Box-Behnken response surface design method. This research was started from extracting
celery leaves with ethanol, phytochemical screening, and determination of total flavonoid levels,
making gels, and testing the hair growth activity. The results showed that the celery extract
positively contained flavonoids (47.635 ppm / 0.5%), saponins, tannins, alkaloids, and steroids. The optimal formula is the middle formula with extract content of 0.5%, the ratio of chitosan:
alginate (Chi/Alg) 1:1 and 4% base concentration. The FTIR spectrum showed that gel formation
was due to the charge interaction between alginate and chitosan. The activity test results showed
that the Chi/Alg base had an effect on hair growth but the concentration of celery extract 0.5% on
that basis had no benefit compared to the base alone because the concentration was too low.
Keywords: Celery, Chitosan, Alginate, Gel, Hai
FORMULASI SPRAY GEL EKSTRAK ETANOL BIJI KEDELAI (Glycine max) SEBAGAI SEDIAAN KOSMETIK TABIR SURYA
ABSTRACT
Skin damage caused by free radicals disturbs the health of human skin that needs protection.
Soybean extract showed that its SPF value was 6,93 on concentration of 0,5%. The purpose of this
study was to determine the effect of variation concentrations of Soybean Seed Ethanol Extract
(SSEE) on spray gel characteristic and sunscreen activity in vitro. Soybean seeds were extracted by
maceration method using 96% ethanol solvent. Extracts obtained were made into spray gel
preparation with variations of SSEE concentration were 2% (F1), 4% (F2), 6% (F3). SSEE spray
gel was tested for organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, spraying pattern and sunscreen
activity test. Data from organoleptic, homogeneity, viscosity, pH and spray patterns and sunscreen
activity were analyzed descriptively while viscosity was analyzed using linear regression. The
spray gels were homogenous with thick texture, and brownish yellow color also distinctive aroma
of soybean seeds. Based on the test results, variations concentrations of SSEE did not affect the
spray gel characteristics except the viscosity that decreased. Sunscreen activity test showed that
SPF values were 13.82 (F1), 13.96 (F2) and 14.54 (F3) included maximal protection.
Keywords: soybeans, sunscreen, spray gel, in vitr
Faktor Penyebab dan Cara Penyelesaian Konflik Antara Manajemen dan Serikat Pekerja
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penyebab dan cara penyelesaian konflik antara manajemen dan serikat pekerja. Desain penelitian ini adalah studi kasus menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melakukan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 4 orang unsur manajemen dan 6 orang unsur serikat pekerja di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero). Hasil penelitian menemukan faktor penyebab konflik : tertundanya pemenuhan hak normatif, komitmen sering tidak ditepati, dan kurang komunikasi yang harmonis antara manajemen dengan serikat pekerja. Pada penelitian ini juga menemukan cara penyelesaian konflik dengan membangun komunikasi efektif antara manajemen dan serikat pekerja melalui : komunikasi langsung, hubungan kekeluargaan dan berkesinambungan, kepercayaan dan komitmen serta keterbukaan informasi terhadap seluruh serikat pekerja yang ada.Penelitian ini memiliki implikasi praktis terhadap manajemen, sehingga serikat pekerja menyadari kondisi perusahaan, peran dan tanggung jawabnya sebagai mitra, membangun kepercayaan terhadap manajemen , yang pada akhirnya meminimkan terjadinya konflik.
Kata kunci : Penyebab konflik,Penyelesaian konflik, Manajemen dan serikat pekerj
BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY OF HONEY PINEAPPLE (Ananas comosus (L) Merr) PROCESSED PRODUCTS IN VITA NAS, BELIK DISTRICT, PEMALANG REGENCY
Honey Pineapple, one of the horticultural crops, can be made as a processed product. This research aims to analysis external internal factors, as well as to formulate alternative business
development strategy of honey pineapple products in Vita Nas belik District, Pemalang Regency.Vita Nas has three types of products, namely pineapple syrup products, pineapple juice drinks and pineapple cocktails. Each product has different packaging. The data types used are primary and secondary. The method of data analysis is done by using IFE matrix, EFE matrix, IE matrix and SWOT matrix. The results of internal factors analysis (strength) include having a record of each sale, abundant raw materials, products have distinctive features, product diversification, the presence of training and the supply of labor skills, organizational structure is good and has adequate equipment. Internal factors (weakness) include the minimum use of websites and internet media, marketing area only in penday an its surrounding, the absence of sales marketing and a narrow packing place. External factors (opportunities) include cooperation with other entrepreneurs, the price stability of raw
materials, have reular consumers and the support of local governments. External factors (threats) include rely on middle men, consumer preterences and the price is relatively
expensive. Alternative strategies that can be done are: (1) strengthening cooperation between entrepreneurs and local governments, making the latest innovations with other entrepreneurs and developing product quality assurance; (2) Improve product promotion; (3) Establish direct cooperation with farmers, maintain product quality and provide the best service; (4) Improve promotional activities with websites and internet media.
Keywords: Strategy, Processed, Honey Pineapple, SWOT
TATA KRAMA DALAM KOMUNIKASI POLITIK
Political communication is not easy to implement in the sense of achieving an optimal level of effectiveness. It takes skill, sincerity, and empathy to become a proficient political communicator. Political communicators must have high credibility because credibility is the most important element in gaining public trust. Credibility here concerns the trustworthiness, expertise, and attractiveness of a communicator. Other supporting factors are openness, calmness, and sociability, and charisma. This paper aims to make the public better understand their role in political life, especially in expressing opinions. Expressing opinions and criticizing the authorities is part of the democratic process. But the message conveyed must be by the norms and rules that apply in our country, Indonesia.
Keywords: political communication, communication ethics, the role of communication.
Abstraksi
Komunikasi politik tidak mudah dilaksanakan dalam arti untuk mencapai tingkat efektivitas yang optimal. Butuh kecakapan, ketulusan, dan empati untuk menjadi komunikator politik yang cakap. Komunikator politik harus memunyai kreadibilitas yang tinggi, karena kreadibilitas merupakan unsur terpenting guna memeroleh kepercayaan masyarakat. Kreadibilitas disini menyangkut keterpercayaan, keahlian dan daya tarik dari seorang komunikator. Faktor pendukung lainnya adalah keterbukaan, ketenangan, dan kemampuan bersosialisasi serta karisma. Tujuan dalam penulisan ini adalah supaya masyarakat lebih memahami peran sertanya dalam kehidupan berpolitik terutama dalam menyampaikan pendapat. Menyampaikan pendapat dan kritikan terhadap penguasa merupakan bagian dari proses demokrasi. Tetapi pesan yang disampaikan harus sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di negara kita Indonesia.
Kata kunci : komunikasi politik, etika berkomunikasi, peran komunikasi