e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    Demographic Factor to Against Resilience of MSMEs in Facing the Covid-19 Pandemic

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi (lama usaha, usia, tingkat pendidikan, status bisnis, jenis modal usaha) dengan resiliensi pada UMKM di Jawa Tengah pada saat pandemi covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah 250 pelaku UMKM yang ada di Jawa Tengah dengan metode pengumpulan data simple random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah multiple regression menggunakan SPSS 24.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) Tingkat pendidikan Diploma/S1 memiliki resiliensi yang lebih tinggi daripada tingkat pendidikan SMA/SMK/MA dimana pendidikan S1 memiliki sumbangan sebesar 59.32% terhadap resiliensi. (2)Tingkat pendidikan Pascasarjana memiliki resiliensi yang lebih tinggi dari pada tingkat pendidikan SMA/SMK/MA, dimana tingkat pendidikan S2 memiliki sumbangan sebesar 25.23% . (3) Tingkat pendidikan Diploma/S1 dan S2 memiliki resiliensi yang tidak berbeda secara simultan, dimana masing-masing memiliki sumbangan 13.9% . (4) Hasil lain dari penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan resiliensi pada setiap kelompok status bisnis, usia, lama usaha, serta jenis modal usaha.Kata kunci: faktor demografi, resiliensi, UMKM,  Jawa Tengah AbstractThis study aims to determine the relationship between demographic factors (length of business, age, education level, business status, type of venture capital) and the resilience of MSMEs in Central Java during Covid-19 pandemic. Participants in this study were 250 MSME players in Central Java using simple random sampling method of data collection. The data analysis used in this study was multiple regression using SPSS 24.0. The results of this study indicate (1) Diploma / S1 education levels have higher resilience than SMA / SMK / MA education levels where S1 education has a contribution of 59.32% to resilience. (2) The level of postgraduate education has a higher resilience than the SMA / SMK / MA education level, where the postgraduate level of education has a contribution of 25.23%. (3) The education levels of Diploma / S1 and S2 have simultaneously similar resilience, where each has a contribution of 13.9%. (4) Another result of this study is that there is no difference in resilience in each group of business status, age, length of business, and type of venture capital.Keywords: demographic factors, resilience, MSME, Central Jav

    Implementasi Syari`ah Marketing serta Pengaruhnya terhadap Citra Pegadaian Syari`ah Cabang Semarang

    Get PDF
    Di tengah situasi persaingan yang ketat, saat ini dengan banyaknya Lembaga Keuangan khususnya dibidang pemenuhan dana kepada Masyarakat. Pegadaian Syariah berdiri pada tahun 2003 dibandingkan Lembaga Keuangan lainnya. Maka dalam pembentukan Citra Pegadaian Syariah sangat berperan penting dalam menghadapi persaingan yang kompetitif, dan demi memenangkan market sharenya. Atas dasar tersebut, penelitian ini berusaha untuk menguji pengaruh implementasi syariah marketing terhadap citra Pegadaian Syariah cabang Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi syariah marketing terhadap citra Pegadaian Syariah cabang Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Pegadaian Syariah cabang Kaligarang, Johar, dan Hasanuddin, pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling. Kuesioner di distribusikan kepada Nasabah yang sedang melakukan transaksi di Pegadaian Syariah cabang kaligarang, Johar, Hasanuddin sebanyak 105. Tanggapan yang diperoleh dari 100 kuesioner dianalisa dengan menggunakan analisa regresi sederhana. Dan metode yang digunakan untuk menganalisis diskriptip kualitatif dengan wawancara Pegawai Pegadaian Syariah di kota Semarang. Hasil secara statistik menunjukan bahwa pengaruh variabel independen (implementasi syariah marketing) terhadap variabel dependen (Citra) mampu memberikan sumbangan sebesar 34.1%, sedang yang 65.9%, sisanya di jelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model ini (tidak diteliti) atau dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari hasil analisis deskriptip kualitatif implementasi syariah marketing sudah di terapkan di Pegadaian Syariah cabang Semarang. Secara kuantitatif pengaruh implementasi syariah marketing terhadap citra menunjukkan nilai t hitung 7,125 dan p value (Sig) sebesar 0.000 yang di bawah alpha 5%. Artinya bahwa syariah marketing berpengaruh terhadap citra Pegadaian Syariah Cabang Semarang.Kata Kunci : Citra, Implementasi, Pegadaian Syari`ah, Syari`ah Marketin

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUMBU BIRYANI SECARA INVITRO BESERTA SKRINING FITOKIMIANYA

    Get PDF
    Antioksidan adalah senyawa yang mampu menghalangi terjadinya proses oksidasi atau menghambat radikal bebas, sehingga atom yang mempunyai elektron tidak berpasangan (radikal) berikatan dengan radikal lain sehingga menjadi stabil. Antioksidan dapat diperoleh salah satunya dari bumbu yang dikonsumsi sehari hari sebagai pelengkap masakan. Bumbu biryani merupakan bumbu masakan dari Timur Tengah yang kaya akan kandungan rempah-rempah seperti kunyit, jinten, kapulaga, kayu manis, cengkeh dan sebagainya. Bumbu biryani mempunyai kandungan senyawa fenolik dan flavanoid yang tinggi. Kandungan senyawa tersebut diduga memberikan kontribusi besar dalam menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan senyawa fitokimia yang terkandung dalam bumbu biryani dan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak bumbu biryani secara in vitro. Metode remaserasi menggunakan etanol 96% untuk mengekstraksi bumbu biryani. Skrining fitokimia dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) dan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan dalam uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol bumbu biryani memiliki kandungan senyawa fenolik, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid dan alkaloid. Nilai aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol bumbu biryani dinyatakan sebagai EC50 adalah 11147,4527 ppm.Kata kunci: aktivitas antioksidan, biryani, DPPH, radikal bebas, skrining fitokimi

    PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DI DESA MREBUH KENDAL

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 menimbulkan sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan. Masyarakat membutuhkan suatu solusi kemandirian ekonomi yang dapat dilakukan selama pandemi. Salah satu kebutuhan esensial di masyarakat adalah sabun terutama sabun cuci piring. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring untuk peningkatan ekonomi di Desa Mrebuh, Kendal. Metode pelatihan dilakukan secara langsung pada warga dan karangtaruna Desa Mrebuh. Tahapan pengabdian meliputi survey lokasi dan permasalahan dalam masyarakat, persiapan pelatihan, pelaksanaan serta evaluasi. Hasil pelatihan menghasilkan sabun cuci piring sebanyak  sebanyak 100 botol dengan ukuran 250 ml sebanyak 90 botol dan 450 ml sebanyak 10 botol. Masyarakat antusias dan memiliki keinginan untuk melanjutkan produksi sabun cair serta dapat melakukan pengurusan izin PIRT untuk produksi sabun cair cuci piring sebagai produk unggulan Desa MrebuhKata kunci: Sabun cuci piring, pelatihan, peningkatan ekonom

    KEMAMPUAN MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN HARGA JUAL YANG TEPAT PADA UMKM KOTA TEGAL DI TENGAH MASA PANDEMI COVID 19

    Get PDF
    Salah satu kesulitan yang dialami oleh UMKM di Kota Tegal adalah bagaimana menentukan harga jual yang tepat di situasi pandemi seperti sekarang ini. Situasi yang dihadapi UMKM adalah jika menjual produk dengan harga yang tinggi maka produk tidak akan laku di pasaran karena daya beli masyarakat sedang rendah. Apabila menjual produk dengan harga yang rendah maka UMKM akan mengalami kerugian usaha. Daya beli masyarakat yang rendah membuat UMKM harus memutar otak dalam menghasilkan pendapatan walau seminimal mungkin namun harus tetap memperoleh laba. Karena inti dari tujuan usaha adalah memperoleh penghasilan atau pendapatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan ketrampilan dalam menghitung Harga Pokok Produksi dan menentukan Harga Jual yang tepat untuk para pelaku UMKM di Kota Tegal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah berupa pelatihan Menghitung Harga Pokok Produksi dan Harga Jual yang tepat dengan menggunakan program MS. Excel dan praktik input data dari MS. Excel ke Aplikasi Akuntansi UKM.Hasil kegiatan pengabdian adalah para pelaku UMKM di Kota Tegal dapat menerapkan kemampuan menghitung Harga Pokok Produksi dalam Program MS. Excel dan mampu menginpu data dari Program MS. Excel ke dalam aplikasi Akuntansi UKM.Kata kunci : Harga Pokok Produksi, Harga JualÂ

    Quoa Vadis Amandemen UUD 1945

    No full text
    Di antara sekian banyak argumentasi tentang pentingnya sebuah konstitusi untuk diamandemen adalah karena ia merupakan produk pemikiran dari manusia, makhluk yang bukan hanya memiliki banyak keterbatasan, tetapi juga penuh potensi berbuat salah. Dengan demikian, upaya untuk sensakralkan konstitusi sehingga menutup peluang perubahan, harus ditolak. Namun demikian, karena posisinya yang unik yaitu menjadi hukum tertinggi dalam sebuah negara, tidak boleh juga kemudian upaya untuk mereformasi konstitusi dilakukan secara serampangan tanpa adanya tujuan yang jelas dan persiapan yang matang. Sebab kesalahan dalam mendesain konstitusi akan berpengaruh terhadap baik buruknya tatanan kenegaraan. Artikel ini mengungkapkan bahwa secara faktual, sudah waktunya UUD 1945 untuk dilakukan amandemen ulang karena di dalamnya masih mengandung banyak kekurangan dan kelemahan. Akan tetapi, saat ini bukan merupakan momentum yang tepat untuk melakukan amandemen karena tingginya konflik kepentingan (conflict of interest) antar elit kekuasaan yang hal tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi kwalitas hasil amandemen.Kata Kunci: Amandemen, Konstitusi, dan Konsolidasi Demokrasi

    KRISIS EKONOMI GLOBAL ERA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: MENURUNNYA NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA SERIKAT PERIODE FEBRUARI-MARET 2020

    Get PDF
    In 2020 the world is threatened with a global economic crisis as a result of the COVID-19 Pandemic. The global economic crisis is being felt by all countries in the world because of the increasing spread of the COVID-19 virus. The COVID-19 pandemic has a huge impact on the Indonesian economy. One of the impacts is the reduction of the rupiah exchange rate against the United States dollar for the February-March 2020 period. This study aims to determine the factor of the decline in the rupiah exchange rate against the United States dollar for the February-March 2020 period. The oni research method is a qualitative descriptive method. In 2020 the world is threatened with a global economic crisis as a result of the COVID-19 Pandemic. The global economic crisis is being felt by all countries in the world because of the increasing spread of the COVID-19 virus. The results of the research on the decline in the rupiah exchange rate against the United States dollar for the February-March 2020 period included external factors of changes in the World and Internal Economic System including the inflation rate, income level, interest rates, the amount of money in circulation, balance of payments. Keyword: COVID-19, Rupiah Exchange Rate, United States Dollar Abstrak Tahun 2020 dunia terancam krisis ekonomi global akibat dari Pandemi COVID-19. Krisis ekonomi global di rasakan oleh seluruh negara di dunia karena semakin merebaknya virus COVID-19. Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Salah satunya dampaknya yaitu menuruunya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat Periode Februari-Maret 2020 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat periode Februari-Maret 2020. Metode penelitian ini adalah metode dikriptif kualitatif. Tahun 2020 dunia terancam krisis ekonomi global akibat dari Pandemi COVID-19. Krisis ekonomi global di rasakan oleh seluruh negara di dunia karena semakin merebaknya virus COVID-19. Hasil dari penelitian menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat periode Februari-Maret 2020 adanya faktor Eksternal Perubahan Sistem Perekonomian Dunia dan Internal meliputi laju inflasi,tingkat pendapatan, suku bunga, jumlah uang yang beredar, neraca pembayaran. Kata Kunci: COVID-19, Nilai Tukar Rupiah, Dolar Amerika serikat

    FENOMENA PASANGAN CALON TUNGGAL PADA PILKADA SERENTAK DI JAWA TENGAH

    Get PDF
    This paper aims to explain the phenomenon of single candidate pairs in simultaneous regional elections in Central Java. This phenomenon has appeared in the second stage of the 2017 Central Java simultaneous elections in one district and increased to six districts/cities in the 2020 simultaneous elections. This increase is at least influenced by political regulations in Law No. 10 of 2016 especially regarding the requirements for nomination by political parties or coalitions of political parties, support requirements for individual candidates and mandatory resignations for members of the legislature, TNI/POLRI, Civil Servants, village heads, BUMN officials. as well as BUMD. Keywords: simultaneous local elections, single candidate pair. Abstrak Tulisan ini bertujuan menjelaskan fenomena pasangan calon tunggal pada pilkada serentak di Jawa Tengah. Fenomena tersebut sudah muncul pada pilkada serentak Jawa Tengah tahap kedua tahun 2017 di satu kabupaten dan meningkat menjadi enam kabupaten/kota pada pilkada serentak tahun 2020. Peningkatan tersebut setidaknya dipengaruhi oleh regulasi politik dalam UU No 10 tahun 2016 khususnya mengenai syarat pencalonan oleh partai politik atau gabungan partai politik, syarat dukungan bagi calon perseorangan dan keharusan pengunduran bagi anggota legislatif, TNI/POLRI, Pegawai Negeri Sipil, kepala desa, pejabat BUMN maupun BUMD. Kata Kunci : pilkada serentak, pasangan calon tungga

    KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PKM) DALAM PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI KOTA SEMARANG TAHUN 2020

    Get PDF
    The Community Activity Restriction Policy (PKM) in Semarang City is a policy issued by the Semarang City government in accelerating the handling of the Covid-19 pandemic in Semarang City. The city of Semarang as the capital of Central Java Province is the area with the highest number of positive cases of Covid-19. The implementer of the Community Activity Restriction (PKM) policy is the Semarang City Covid-19 Task Force. The restrictions on community activities include 4 restrictions, namely the termination of the implementation of activities in schools and/or educational institutions, restrictions on activities in the workplace, restrictions on religious activities, and restrictions in public places. This study aims to describe the implementation process of the Community Activity Restriction Policy (PKM) carried out by the Semarang City Government and to describe the supporting and inhibiting factors of policy implementation. This research is a descriptive qualitative research. The data was collected by observation, document study, interview and online. Data analysis techniques include data reduction, compilation of data and conclusions. Test the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results of this study are the implementation of the Community Activity Restriction (PKM) policy in the city of Semarang showing the implementation of PKM through Perwal, PKM is communicated from the Health Service and the Covid-19 Task Force, facility resources have supported such as hospitals, isolation places, medical, health protocol facilities , psychologists and food assistance, the disposition of the Semarang City government through the Covid-19 Task Force and the Semarang City Health Service have shown their commitment to implementing the Community Activity Restriction (PKM) policy is good but the changes achieved have not been maximized, the bureaucratic structure and SOPs are clear stated in the Decree of the Mayor of Semarang Number 180/278 Year. Supporting factors: communication, support, resources, and bureaucratic structure. Inhibiting factors: the disposition of the government that is committed but the people who tend to violate the rules of Restricting Community Activities (PKM). Keywords: Implementation, Policy, Restriction of Community Activities (PKM), Semarang City. Abstrak Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang merupakan kebijakan yang di keluarkan pemerintah Kota Semarang dalam percepatan penangan pandemi Covid-19 di Kota Semarang. Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah paling tinggi penemuan kasus terpapar positif Covid-19.Pelaksana dalam kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) adalah Gugus Tugas Covid-19 Kota Semarang. Adapun Pembatasan Kegiatan Masyarakat meliputi 4 pembatasan yaitu penghentian pelaksanaan kegiatan di sekolahan dan/atau institusi pendidikan, pambatasan kegiatan di tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan pembatasan di tempat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat mplementasi kebijakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi dokumen, wawancara dan online. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyusunan data dan kesimpulan .Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil Penelitian ini yaitu implementasi kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang menunjukkan Implementasi PKM melalui Perwal, PKM dikomunikasikan dari Dinas Keshatan dan Gugus Tugas Covid-19,sumber daya fasilitas sudah mendukung seprti Rumah sakit, tempat isolasi , Medis, fasilitas protokol kesehatan, psikolog dan bantuan sembako, Disposisi pemerintah Kota Semarang melalui Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Semarang telah memperlihatkan komitmen yang dimiliki dalam menjalankan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sudah baik namun perubahan yang dicapai belum maksimal, struktur birokrasi dan SOP yang jelas tercantum dalam Keputusan Walikota Semarang Nomor 180/278 Tahun. Faktor yang mendukung: komunikasi, dukungan, sumber daya, dan struktur birokrasi. Faktor yang menghambat: disposisi pemerintah yang komitmen namun masyarakat yang cendrung melanggar aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Kota Semarang

    KONSISTENSI ANTARA PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN KONTEN PADA BUKU BAHASA ARAB MI KURIKULUM 2013

    No full text
    Abstrak Pengembangan dan perubahan apapun terkait pembelajaran merupakan hal wajar dalam sistem pendidikan. Indonesia sendiri telah mengalami hal itu, hingga pada beberapa tahun belakangan berupaya menerapkan pendekatan terbaru pula yaitu pendekatan saintifik dalam proses belajar. Namun demikian proses yang ada ini tidak luput dari kritik, dan kritik menjadi hal yang wjaar pula yang sudah semestinya ada. Diantara kritik yang mengemuka dan banyak digunakan sebagai hipotesis yaitu terkait adanya inkonsistensi dalam penerapan pendekatan saintifik dengan konten pada buku ajar. Penelitian ini kemudian secara khusus mencoba untuk menjawab secara ilmiah hipotesis tersebut dengan mengupas tingkat konsistensi pendekatan saintifik dengan konten pada buku ajar bahasa Arab kelas 6 MI Kurikulum 13. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif dengan melihat berbagai fakta yang ada pada setiap bagian konten buku ajar bahasa Arab kelas 6 MI kurikulum 13. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya konsistensi terhadap penggunakan pendekatan saintifik, hanya saja bersifat monoton dan cenderung sama pada setiap tema pada masing-masing bab. Hasil penelitian menyarankan kepada pihak terkait agar menyusun buku ajar yang memiliki konten lebih variatif agar peserta didik dapat melakukan ekspolrasi terhadap berbagai hal secara lebih luas dan tidak menjemukan. Kata kunci: Konsistensi, pendekatan saintifik, pembelajaran, bahasa Arab Abstract The development and transformation of the learning process is a natural thing in the education system. Indonesia has experienced this, until in recent years it has attempted to apply the newest approach as well, that is a scientific approach in the learning process. However, this existing process is not free from criticism, and criticism becomes a natural thing that should be there. Among the emerging criticisms and widely used as hypotheses are related to the inconsistencies in the application of the scientific approach to the content in textbooks. This research then specifically tries to scientifically answer that hypothesis by examining the level of consistency of the scientific approach with the content in Arabic textbooks for class 6 MI Curriculum 13. The research method used is descriptive-qualitative by looking at the various facts that exist in each section of the Arabic textbook content for grade 6 MI curriculum 13. The results of the study showed consistency in using the scientific approach, it's just that the content of the assignment is monotonous and tends to be the same for each theme in each chapter. The results of the study suggest to the relevant parties to arrange textbooks that have a more varied content so that students can explore various things more broadly and not being tedious. Keywords: Consistency, scientific approach, learning, Arabi

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇