e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Pengembangan Permainan Gapai dalam Mata Pembelajaran Penjasorkes pada Pembelajaran Passing Atas Bola Voli
Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK NU Ungaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Pengembangan model permainan ini melalui beberapa tahapan diantaranya: pendahuluan, penentuan dan pengumpulan materi, pembuatan produk awal, evaluasi dan revisi. Setelah melalui tahap pembuatan produk awal, kemudian produk tersebut divalidasi oleh ahli permainan ahli pembelajaran. Setelah itu produk diuji coba kepada siswa melalui tahap uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Subjek uji coba produk adalah siswa kelas X siswa SMA NU Ungaran. Data dikumpulkan melalui angket, dan wawancara. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Permainan Gapai layak dijadikan sebagai salah satu pengembangan pembelajaran passing atas dalam permainan bola voli pada siswa sekolah menengah atas. Saran dalam penelitian ini yaitu perlu adanya pengembangan lebih lanjut untuk menyempurnakan bentuk permainan Gapai in
EFEKTIVITAS FRAKSI AKTIF EKSTRAK ETANOL LABU SIAM (Sechium edule (Jack) Sw) SEBAGAI ANTIHIPERTENSI PADA TIKUS HIPERTENSI YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMAT
ABSTRACT Previous studies accomplished that the chayote ethanol extract (Sechium edule (Jack) Sw) had an antihypertensive effect. To get and identify the active compound, we fractionated the extract and evaluated its antihypertensive activity. This study aims to investigate the antihypertensive effect of the n-hexane fraction (HF-CEE) and ethyl acetate fraction of chayote ethanol extract (EAF-CEE) in monosodium glutamate (MSG)-induced hypertensive rats. We made the chayote extract using the maceration method by soaking the chayote simplicia in ethanol 70%. HF-CEE and EAF-CEE were obtained by stratified fractionation using n-hexane and ethyl acetate. An antihypertensive effect of the fraction measured on MSG-induced hypertension male Wistar rats after MSG 100 mg/kg BW/day (p.o) treatment for 14 days. The study concluded that HF-CEE and EAF-CEE had an antihypertensive effect in MSG-induced hypertensive rats. The EAF-CEE antihypertensive effect is higher than HF-CEE. Therefore, the FEAF-CEE active compounds need to be isolated, identified, developed, and their potential as an antihypertensive candidate. Keywords: Antihypertensive, chayote, ethyl-acetate fraction, Sechium edule, monosodium glutamat
AKTUALISASI PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH
Abstract: This article describes Religious Moderation Education in Islam, especially about the portrait and development of religious moderation education in madrasas. The crucial issues to be answered regarding moderation education in Islam in Madrasahs are (1) What is meant by religious moderation? (2) What are the characteristics of religious moderation in Islam? (3) and how is the portrait and development of religious moderation education in madrasas? To answer this problem, library research is carried out by exploring various literatures in the form of books, articles, journals, scientific opinions related to Islamic moderation to then be analyzed descriptively . The findings of this study include: Islamic moderation is understood as a balance between strong beliefs and tolerance in which there are Islamic values that are built on the basis of a straight and moderate mindset and not excessive. Madrasas are seen as one of the Islamic educational institutions that have succeeded in bringing moderate Islam in their educational praxis, therefore they deserve to be examples of religious moderation education for other educational institutions. To strengthen madrasas, they can develop mainstreaming of Islamic moderation, among others through: formulating a vision and mission oriented towards Islamic moderation, developing a comprehensive curriculum that incorporates Islamic moderation values, optimizing habituation and madrasa culture as a strategy for internalizing Islamic moderation character values, and developing programs strengthening Islamic moderation. Keywords: Education, Religious Moderation, Madrasah. Abstrak: Artikel ini memaparkan Pendidikan Moderasi Beragama dalam Islam khususnya tentang potret dan pengembangan pendidikan moderasi beragama di madrasah. Adapun permasalahan krusial yang hendak dijawab terkait pendidikan moderasi dalam Islam di Madrasah yakni (1) Apa yang dimaksud moderasi beragama? (2) Bagaimanakah karakteristik moderasi beragama dalam Islam? (3) dan bagaimanakah potret dan pengembangan pendidikan moderasi beragama di madrasah?Untuk menjawab masalah tersebut ditempuh penelitian kepustakaan (library research) dengan melakukan eksplorasi berbagai literatur baik berupa buku- buku, artikel, jurnal, opini ilmiah terkait moderasi Islam untuk kemudian dianalisis secara deskriptif. Temuan dari kajian ini antara lain: Moderasi Islam dipahami sebagai keseimbangan antara keyakinan yang kokoh dengan toleransi yang di dalamnya terdapat nilai-nilai Islam yang dibangun atas dasar pola pikir yang lurus dan pertengahan serta tidak berlebihan. Madrasah dipandang sebagai salah satu institusi pendidikan Islam yang berhasilmembawakan Islam moderat dalam praksis pendidikannyakarenanya layak menjadi contoh pendidikan moderasi beragama bagi institusi pendidikan lainnya. Untuk memantapkan madrasah dapat mengembangkan pengarusutamaan moderasi islam antara lain melalui: perumusan visi dan misi berorientasi moderasi Islam, pengembangan kurikulum yang komprehensif yang menginsersi nilai-nilai moderasi Islam, Optimalisasi habituasi dan budaya madrasah sebagai strategi internalisasi nilai-nilai karakter moderasi Islam, dan mengembangkan program penguatan moderasi Islam. Kata Kunci : Pendidikan, Moderasi beragama, Madrasah
PENGARUH KUAT ARUS DAN WAKTU PELAPISAN NIKEL PADA PLAT BAJA ST 37 DENGAN PROSES ELEKTROPLATING
Agar logam Nikel tidak mudah rusak yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan maupun korosi, maka salah satu cara yang digunakan untuk melakukan perlindungan terhadap korosi adalah dengan memberikan lapisan pelindung dari logam. Salah satu cara pelapisan logam yang dapat dilakukan yaitu dengan metode elektroplating. Pelapisan nikel pada plat St 37 dengan proses elektroplating ini metode yang digunakan adalah metode ANOVA 2 sisi dengan menggunakan variabel waktu dan kuat arus. Hasil yang didapatkan bahwa semakin lama waktu pelapisan yang terjadi maka akan semakin besar dan tebal pelapisan nikel pada plat st 37. Sama halnya dengan variabel kuat arus semakin besar kuat arus, maka berat plat st37 makin bertambah hal ini dikarenakan adanya penambahan pelapisan nikel. Pada penelitian yang telah dilakukan yang paling banyak melapisi plat adalah pada saat waktu 15 menit dan kuat arus sebesar 3 Ampere yaitu 0,82 gram.
Kata kunci : Elektroplating, kuat arus, Logam, Nikel, WaktuAgar logam Nikel tidak mudah rusak yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan maupun korosi, maka salah satu cara yang digunakan untuk melakukan perlindungan terhadap korosi adalah dengan memberikan lapisan pelindung dari logam. Salah satu cara pelapisan logam yang dapat dilakukan yaitu dengan metode elektroplating. Pelapisan nikel pada plat St 37 dengan proses elektroplating ini metode yang digunakan adalah metode ANOVA 2 sisi dengan menggunakan variabel waktu dan kuat arus. Hasil yang didapatkan bahwa semakin lama waktu pelapisan yang terjadi maka akan semakin besar dan tebal pelapisan nikel pada plat st 37. Sama halnya dengan variabel kuat arus semakin besar kuat arus, maka berat plat st37 makin bertambah hal ini dikarenakan adanya penambahan pelapisan nikel. Pada penelitian yang telah dilakukan yang paling banyak melapisi plat adalah pada saat waktu 15 menit dan kuat arus sebesar 3 Ampere yaitu 0,82 gram.
Kata kunci : Elektroplating, kuat arus, Logam, Nikel, Wakt
Analisis Keausan Disc dengan Material Baja ST 70 Menggunakan Alat Tribotester Pin-On-Disc dengan Variasi Pelumasan
Pin-on-disc merupakan salah satu komponen dari tribotester yang berfungsi untuk menguji tingkat keausan dan gesekan dari suatu material. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat volume keausan dari disc dengan menggunakan variasi kondisi pelumasan. Material yang digunakan pada pengujian adalah material baja jenis karbon rendah yaitu : Baja ST 70. Sedangkan variasi pelumas yang digunakan pada penelitian ini adalah tanpa pelumasan, pelumas SAE 40, SAE 90 dan SAE 140. Pada penelitian ini menunjukkan volume keausan tertinggi terletak pada pengujian tanpa pelumas yaitu 23,1521 mm3 dengan panjang jarak tempuh 1,1684 km, sedangkan kondisi pelumasan volume keausan yang terjadi pada disc mengalami perubahan, hal ini disebabkan karena pin dan disc di separasi/dilapisi lapisan film. Sedangkan faktor keausan disc tanpa pelumas adalah 8,1159E-10 mm3/N.mm, sedangkan nilai faktor keausan pada masing–masing kondisi pelumasan SAE 40, SAE 90 dan SAE 140 adalah 5,0897E-10 mm3/N.mm, 4,4114E-10 mm3/N.mm dan 3,0044E-10 mm3/N.mm
Analisis Struktur dan Sifat Mekanik Ring Piston Sepeda Motor Asli dan KW dengan Perlakuan Panas Variasi Suhu 600ËšC, 700ËšC, 800ËšC
Kualitas ring piston salah satunya dipengaruhi oleh material yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas ring piston KW dengan perlakuan panas kekuatan mekanik dapat menyerupai dengan ring piston genuine part . Bahan yang digunakan dalam analisis ini adalah ring piston genuine part dan ring piston KW, ring piston KW diperlakukan menggunakan heat treatment dengan suhu 600 ˚C, 700 ˚C dan 800 ˚C dengan penahanan waktu 20 menit. Hasil yang diperoleh dari pengujian tersebut kekerasan ring piston genuine part memiliki nilai 109,83 HRB sedangkan ring piston KW tanpa perlakuan memiliki kekerasan 96,17 HRB. Ring piston KW dengan perlakuan nilai kekerasannya 96,5 HRB pada suhu 600 ˚C, 97,33 HRB pada suhu 700 ˚C dan 98,17 HRB pada suhu 800 ˚C. Nilai tekan terhadap dinding liner ring piston genuine part yaitu 1,257 kg, ring piston KW 1,157 kg, ring piston KW dengan perlakuan nilainya meningkat dari 1,368 kg pada suhu 600 ˚C, 1,418 pada suhu 700 ˚C dan 1,575 kg pada suhu 800 ˚C . Ring piston yang mengalami perlakuan nilai tekannya semakin meningkat rata – rata 0,100 kg
Pengaruh Densitas Bahan terhadap Mutu Briket Arang Tempurung Kelapa
Briket arang tempurung kelapa merupakan salah satu solusi dalam menghadapi krisis BBM. Indonesia banyak menghasilkan limbah tempurung kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan briket arang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang mutu terbaik briket arang tempurung kelapa ditinjau dari segi densitas bahan. Informasi ini dapat berguna bagi masyarakat yang tertarik untuk membuat briket. Dalam penelitian ini, 3 variasi kerapatan (densitas) yang digunakan adalah 0,78 g/cm3 (D1), 0,92 g/cm3 (D2), dan 1,05 g/cm3 (D3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat densitas bahan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon, dan nilai kalor bahan. Tetapi tingkat densitas bahan berpengaruh nyata terhadap kuat tekan dan daya bakar bahan. Kuat tekan tertinggi pada D3 (1555,98x104 Pa), lalu D2 (1229,09x104 Pa), dan terendah pada D1 (565,51x104 Pa). Daya bakar tertinggi pada D1 (0,42 g/menit), lalu D2 (0,33 g/menit), dan terendah pada D1 (0,28 g/menit). Dengan hasil tersebut penulis berkesimpulan bahwa hasil terbaik diperoleh pada perlakuan D3 yaitu pada tingkat densitas 1,05 g/cm3
Development of Company Value Based Digitalization: A Study At State Owned Water Company
Digitalization management company is a very important condition for increasing competitiveness of company. With the use of digital technology, companies need a change in management process and in the work processes of employee. Researchers have highlighted this as an interesting topic of discussion, and a challenge for companies, including regional water companies. This paper analyzes development of management digitalization in state owned water company. And get the results company value design of state owned water company based digitalization.
Keywords: Digitalization, Company Value, Digital Technology and State Owned Water Company
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN WAKTU PERENDAMAN AMPAS TEBU PADA PENINGKATAN KUALITAS MINYAK JELANTAH
Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah digunakan beberapa kali pemakaian. Selain warnanya yang tidak menarik dan berbau tengik, minyak jelantah juga mempunyai potensi besar dalam membahayakan kesehatan tubuh. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali dengan cara mengadsorpsi kotoran-kotoran dan warna yang terdapat di dalam minyak jelantah dengan menggunakan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas minyak jelantah dilihat dari bilangan asam, bilangan penyabunan dan kadar air, beserta warna dari minyak jelantah dengan menggunakan adsorben ampas tebu dengan variasi ukuran 60 dan 80 mesh dengan waktu adsorpsi 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Hasil penelitian terbaik untuk asam lemak bebas, bilangan penyabunan, dan massa jenis minyak berturut-turut adalah pada waktu 2 hari dengan ukuran ampas tebu 80 µm.
Kata kunci : Minyak jelantah, ampas tebu, adsorbs
STABILITAS SUSPENSI JUS KELAPA MUDA TERHADAP PENAMBAHAN KARAGINAN
Perkembangan minuman kekinian di Indonesia terus bertumbuh pesat dengan annual growth 7,76% (BPS,2019). Umumnya minuman yang berkembang adalah minuman berkabonasi, kopi, buble serta jus buah. Mengingat Indonesia sebagai negara dengan area penghasil kelapa terluas di dunia mencapai 3,7 juta hektar dengan total produksi 17.100 miliar butir per tahun. Ini dapat menjadi pertimbangan untuk memunculkan minuman kekinian dari kelapa muda. Kandungan asam lemak omega 6 dan omega 9 dalam daging kelapa muda cukup tinggi 30-40%. Ini dapat menjadi salah satu alternatif minuman kekininan yang membantu kecerdasan otak. Kandungan buah kelapa adalah air, protein dan lemak sehingga apabila dibuat jus kelapa muda akan sangat mudah terpisah. Untuk dapat menstabilkan suspensi jus kelapa muda maka perlu dilakukan penelitian dengan menambahkan bahan pensuspensi. Berdasarkan beberapa pertimbangan maka dipilih bahan yang alami yaitu karaginan yang merupakan ekstrak dari rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi stabilitas suspensi jus kelapa muda terbaik pada konsentrasi kelapa muda 20% (w/w) dengan penambahan bahan pensuspensi karaginan kappa pada konsentrasi 0,3% (w/w). Karaginan kappa mempunyai sifat larut dalam air dan cenderung mengembang (swelling) mampu sebagai bahan pensuspensi alamiah pada jus kelapa muda.
Kata kunci : karaginan, kelapa muda, stabilitas suspensi