e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Deviation Article 1320 against BW to provide legal protection in the agreement for Online Transportation
Article 1320 Boergerlijk Wetboek (BW) is the rule that gives signs an agreement validity that one of them stated that legal capacity as term of agreement In the theory, violation of the terms of this agreement may be canceled so achievements can still be implemented as long as there is no objection from the parties that incapacity to act in law. Problems of research not on whether or not the substance of the article May 1320 has been broken but the problem is the substance of the article into the text without meaning because the terms have been violated in the service agreement transport online, because maintaining legal capacity as agreement terms thus distancing the child from legal protection, especially in the transport agreement online. The research is the research of doctrinal. Based on the results of research on school-age children almost entirely using transportation services online by cellphone the
Law Implementation And Forest Protection (Comparative Analysis Of Indonesia And Australia)
Hutan termasuk ekosistem yang beragam di dunia, hutan menjadi jantung kehidupan baik lingkungan, sosial dan ekonomi. Tetapi sekarang ini menjadi ekosistem yang terancam dengan adanya penebangan pohon liar. Banyak negara yang sudah mengimplementasikan management hukum hutan dengan baik. Tetapi penebangan masih terjadi sehingga banyak faktor yang harus dikaji. Penelitian ini menguji persamaan dan perbedaan antara solusi Indonesia dan Australia dalam menangani permasalahan hutan. Dan bagaimana implementasi kedua negara tersebut terkait hukum tentang hutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak bisa memungkiri bahwa Australia lebih maju daripada Indonesia sehingga memiliki hukum dan management yang comprehensive dibanding Indonesia. Australia dan Indonesia menghadapi permasalahan hutan yang sama seperti penebangan hutan liar dan kebakaran hutan, sehingga dengan penelitian ini Indonesia dapat mengadopsi peraturan dan kebijakan Australia seperti pembuatan laporaj dan evaluasi tentang keadaan hutan secara konrtinyu sehingga linear dengan penangananya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran, kurangnya guru menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi, dan masih menggunakan pembelajaran secara konvensional, sehingga menjadikan siswa jenuh, sulit memahami materi, dan belum maksimalnya hasil belajar PPKn. Model pembelajaran kooperative tipe jigsaw pada prinsipnya adalah belajar dalam kelompok yang bertujuan untuk meratakan kemampuan siswa, terutama siswa yang kurang interaksinya dengan siswa lainnya, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran PPKn.Permasalahan dalam penelitian ini rendahnya hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PPKn materi organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mencapai ketuntasan belajar serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn kelas V materi organisasi di sekolah dan masyarakat. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V semester II SDN 2 Watuaji tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 18 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal dalam pembelajaran PPKn. Kegiatan pembelajaran Kooperative Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Watuaji Kecamatan Keling Kabupaten Jepara yang ditunjukkan dengan hasil perolehan nilai dari rata-rata siklus I 66,67 dan siklus II 81,39
EFEKTIVITAS TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN QUICK AND SMART TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI THINGS IN THE CLASSROOM
AbstractIn order to realize the ideals of education required appropriate learning. Reality has not been a student-centered learning. The results of interviews of teachers and students gained student learning outcomes is low because students are less enthusiastic and active role in the learning process. The condition can be pursued through Team Games Tournament (TGT) learning model with Quick and Smart which requires students to learn and understand the material. This study aims to determine the effectiveness of TGT aided Quick and Smart about Things in the Classroom material and learningoutcomes in one of state elementary school in Semarang. This study uses pretest-posttest control group design. Sample used are class VA (experimental class) and VB (control group). Sampling using random cluster sampling. The results showed experiment class is more active than control class, more than 80% experimental class students’s activity was high, posttest experimental class’s average was better than control class, N_gain class experimental’s score was high, achieved more than 80% of students posttest experimental group gained value ≥75. These results were confirmed by students and teachers response to learning model applied. Based on this research can be concluded that TGT aided Quick and Smart is effective to increase students’ activity and their learning outcome about Things in the Classroom.Keywords: Activity, Learning Result, Things in the Classroom, TGT Quick and Smar
ANALISIS PERAN PERKEMBANGAN FINANCIAL TECHNOLOGY BERBASIS SYARIAH : PEER TO PEER LENDING DAN CROWDFUNDING DI INDONESIA
Semakin berkembangnya zaman pada masa sekarang perkembangan teknologi semakin maju, perkembangan tekologi di Indonesia yang terus mengalami peningkatan mejadi lebih baik contohnya perkembangan dalam bidang keuangan yaitu Financial Technology (Fintech). Peer to peer lending dan crowdfunding merupakan contoh Fintech. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif menggambarkan fakta-fakta perkembangan Peer To Peer Lending dan Crowdfunding. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder diperoleh dari data yang terdapat di OJK tahun 2022. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti ialah dengan dokumentasi. Selanjutnya, metode analisis data yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan analisis secara deskripsi dengan menyajikan grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Fintech Syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan
THE CONCEPT OF RECIPROCITY IN ISLAMIC ECONOMICS: AN ANTHROPOLOGICAL APPROACH
This paper aims to find out the concept of reciprocity in Islamic economics through anthropological approach. The method used in this research is qualitative with the approach of library studies. This literature study is considered capable of reviewing the concept of reciprocity in Islamic economics through anthropology. In reciprocity, an individual or group delivers goods or services to another individual or group without specifying a time limit on return. In the Context of Islam, man arofa nafsahu faqod arofa robbahu, if practiced in real time then all human behavior in the economic world becomes very easy to control, and the controller is every human being himself
SISTEM PENGUPAHAN DI PRANGGOK TENUN KAIN KASA PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai sistem pemberian upah yang dilakukan di Pranggok Tenun Kain Kasa yang berlokasi di Pekalongan Jawa Tengah. Pranggok Tenun merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi kain kasa, dimana dalam produksinya telah menggunakan mesin dan setiap karyawan (operator tenun) bisa mengoperasikan sebanyak tujuh sampai delapan mesin. Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi secara langsung, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif, untuk mengecek keabsahan data dilakukan metode triangulasi yang meliputi reduksi data, penyajian data serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam sistem pengupahan yang diterapkan di Pranggok Tenun Kain kasa sudah berjalan dengan baik, seperti misalnya pemberian upah tepat waktu, tidak ada upah yang menunggak, serta dilakukan secara adil. Meskipun dalam beberapa hal ada yang perlu diperbaiki diantaranya adalah terkait transparansi yang dilakukan oleh pegawai yang bertugas membagi upah, transparansi perlu dilakukan supaya keridhaan bisa diperoleh keduabelah pihak serta tidak berpotensi memunculkan kecurigaan dan menghindarkan dari kedzaliman
Analisa Pengaruh Luas Penampang Kawat Penghantar Terhadap Rugi-Rugi Daya Akibat Korona pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Payakumbuh ke GI Koto Panjang
Penelitian tentang “Analisa Pengaruh Luas Penampang Kawat Terhadap Rugi Rugi Daya Akibat Korona Pada SUTT 150 kV GI Payakumbuh ke GI Koto Panjang†bertujuan untuk menghitung rugi rugi daya dan effisiensi pada suhu (temperatur) dengan luas penampang kawat 3,4 cm2 pada SUTT 150 kV GI Payakumbuh ke GI Koto Panjang dengan panjang saluran 84,84 km. Peristiwa korona berdasarkan ANSI adalah pelepasan sebagian ditandai dengan timbulnya cahaya violet karena ionisasi udara disekitar permukaan konduktor melebihi nilai kuat medan listrik disruptifnya. Cara yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menaikan tegangan listrik pada saluran transmisi menjadi tegangan ekstra tinggi. Dalam menghitung rugi rugi daya yang diakibatkan oleh korona pada transmisi telah di lakukan oleh beberapa peneliti diantaranya menggunakan Rumus PEEK dari data penelitian.Adapun tujuannya untuk mengetahui rugi-rugi daya dan effesiensi pada cuaca baik atau buruk akibat korona.Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah perhitungan pengaruh luas penampang kawat terhadap rugi-rugi daya akibat korona yang terjadi pada SUTT 150 kv. dilakukan dengan kondisi suhu rata-rata, suhu maksimum, dan suhu minimum. Rugi-rugi daya yang diperoleh dari perhitungan pada suhu rata-rata 25,9 °c (638,08164 kW), suhu maksimum 27,4°c (672,95088 kW), dan suhu minimum 25,2°c (624,337 kW). Sedangkan efisiensinya suhu rata-rata 97,1 %, suhu maksimum 96,9 % dan suhu minimum 97,2 %
EVALUATION OF AIR RADIOACTIVITY MONITORING IN RADIOMETALLURGICAL INSTALLATION
Air radioactivity monitoring was carried out using a continuoust air radioactivity monitoring device, namely the SMARTCAM device, each of which was installed in the chimney of the Radiometallurgical Installation (RMI) Building and then an evaluation of the air radioactivity data was carried out every month during 2020. The purpose of this research about air monitoring was to determine the radioactivity and release from the IRM chimney to the environment during 2020. The data taken are gross alpha (α) and gross beta (β )concentrations at the RMI. The data that has been obtained is then processed to find the daily average value, then the highest average value is taken in one month. The results obtained for each month are then compared with Maximum Permissible Concentration (MPC) for the predetermined gross α and gross β. The results of data evaluation is shown that the air radioactivity monitoring during 2020 at IRM is 0.324 Bq/m3 for alpha and 6.342 Bq/m3 for beta . The amount of air radioactivity of IRM in 2020 when compared to the MPC of 2 Bq/m3 for alpha and 20 Bq/m3 for beta, the air radioactivity is still far below the maximum allowable limit, from these results it can be said that the radioactive gas/aerosol effluent released from the IRM chimney during 2020 did not cause radiological impacts and was safe for the community and the environment around the IRM building.Â
PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT BERBASIS MINYAK SAWIT BEKAS DENGAN AROMA SEREH
Sabun merupakan sediaan pembersih kulit yang dibuat daari proses saponifikasi dengan mereaksikan minyak, lemak, wax, rosin, atau asam lemak dengan basa. Alkali yang digunakan adalah NaOH karena NaOH adalah jenis alkali yang larut dalam air yang dapat membentuk produk menjadi sabun yang keras. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji konsentrasi larutan NaOH yang digunakan dan kualitas minyak sawit bekas penggorengan terhadap karakteristik sabun padat yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu variabel bebas pertama adalah konsentrasi larutan NaOH (25g, 27,5g, 30g, 32,5g, dan 35g). Variabel bebas kedua adalah kualitas minyak sawit bekas penggorengan (1 kali, 2 kali, 3 kali, 4 kali, dan 5 kali penggorengan). Hasil penelitian terbaik diperoleh pada perlakuan minyak dengan kualitas penggorengan 3 kali dengan jumlah kadar air maksimal 15%.Â