e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
ANCAMAN KEAMANAN INDO-PASIFIK TERHADAP KEPUTUSAN AUSTRALIA MEMBANGUN KAPAL SELAM TENAGA NUKLIR TAHUN 2021
Ditengah memanasnya tensi dalam pusaran konflik sengketa Laut China Selatan, AUKUS muncul sebagai aliansi baru di bawah kesepakatan trilateral yang disebut sebagai pakta keamanan. Kehadiran AUKUS dinilai sebagai manuver baru sekutu untuk melawan dominasi China yang semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik. Fokus utama aliansi AUKUS yaitu pembangunan kapal selam nukir untuk Angkatan Laut Australia. Pengumuman kerjasama trilateral ini menjadi latar belakang dari reaksi beragam negara-negara dalam kawasan. Oleh karena itu, jurnal skripsi ini akan memaparkan ancaman keamanan kawasan Indo-Pasifik terhadap keputusan Australia membangun kapal selam tenaga nuklir. Topik dalam skripsi ini dianalisis mengunakan teori Kompleksitas Keamanan Regional dan metode kualitatif dalam mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai literatur yang berkaitan. Setelah elaborasi lebih lanjut, dapat diketahui bahwa kawasan Indo-Pasifik terancam karena adanya aliansi AUKUS dan kerjasama keamanan kapal selam nuklirnya yang dapat memunculkan adu kekuatan negara besar dan perlombaan senjata nuklir yang mana hal ini dapat mengancam kestabilan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.Kata Kunci: AUKUS, Indo-Pasifik, Kapal Selam Nuklir, China.Â
Kebijakan Amerika Serikat Dalam Menghadapi Pelanggaran Sanksi Internasional Korea Utara Tahun 2021
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan faktor pendorong Amerika Serikat melakukan kerjasama Trilateral dengan Jepang dan Korea Selatan terhadap pelanggaran Sanksi Internasional Korea Utara tahun 2021. Pengembangan sejata nuklir dan rudal balistik yang dilakukan Korea Utara sepanjang tahun 2020 membuat Amerika Serikat mendorong Kerjasama diplomasi Trilateral bersama dua negara sekutunya di Asia Timur yaitu Jepang dan Korea Selatan. Hubungan Amerika Serikat dengan Jepang dan Korea Selatan terjalin karena ketiga negara tersebut mempunyai latar belakang sejarah yang saling berkaitan. Jepang merupakan negara yang kalah dalam Perang Dunia II melawan Amerika Serikat dan sekutunya, serta Amerika Serikat merupakan negara yang sangat berpengaruh terhadap terbaginya semenanjung korea menjadi dua negara serta bepengaruh dalam pembentukan negara Korea Selatan. Tindakan self defense yang diklaim korea utara meningkatkan kembali ketegangan di Kawasan asia timur dan mengancam Amerika Serikat sebagai negara hegemoni. Teori yang digunakan penulis adalah teori rational choice yang menyatakan bahwa aktor negara melakukan suatu Tindakan didasarkan atas cost and benefit. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan studi literatur. Temuan dalam penelitian ini adalah Amerika Serikat menghentikan pengembangan program nuklir Korea Utara, Pilihan Kebijakan : Sanksi Ekonomi dan Langkah Militer, , Pemasangan sistem pertahanan rudal atau Terminal High-Altitude Defense System (THAAD) dan melakukan Diplomasi Trilateral Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selata
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BPJS DI IGD RSUD dr. GONDO SUWARNO KABUPATEN SEMARANG
The antibiotics used for patients in the ER (emergency room) needs special attention, because the inappropriate use of antibiotics at the beginning of treatment can affect subsequent antibiotic therapy. This study intents to evaluate antibiotics used in BPJS patients in the emergency department of RSUD dr. Gondo Suwarno, Semarang Regency. This research was conducted using prescription data for BPJS patients at the ER at RSUD dr. Gondo Suwarno, Semarang Regency for the period January-June 2020. We used purposive sampling as a technic sampling and the data is collective retrospectively. The results showed that 30.64% of the total prescriptions for antibiotics were prescribed for 478 patients, most of whom were adult patients (26-45 years), which were 29.71%. Most route of administration is per oral (76.09%). Diagnosis of antibiotics, the most are trauma and open wounds (40.38%). 75.94% of antibiotics were given singly, most in order were ciprofloxacin (17.36%), amoxicillin (15.9%) and cefixime (13.81%) all orally. The most common combination antibiotics were oral amoxicillin and topical gentamicin (14.44%). All antibiotics prescribed were in accordance with the national formulary. According to the WHO criteria, the total drug prescribed per sheet and the percentage of antibiotic prescriptions for BPJS patients in the emergency room of RSUD dr. Gondo Suwarno, Semarang Regency, has not been rational, while the percentage of injection prescriptions, generic antibiotic prescriptions and conformity with National Formulary is rational.Â
Analisis Hukum Islam tentang Penyelenggaraan Shalat Jumat dan Ibadah di Masjid dalam Situasi Tanggap Darurat Covid-19
AbstractThe year 2020 is a year that worries people all over the world with the outbreak of the Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), and Indonesia is no exception. The rapid spread of the Corona Virus (Covid-19) has caused various problems in all aspects of life, including the issue of holding public worship. This study aims to analyze the Central Java MUI Tausiah Number: 02/DP-P.XIII/T/IV/2020 related to the implementation of Friday prayers and worship at the mosque in the Covid-19 emergency response situation. This research is a type of literary research (library research). , using a qualitative method with a descriptive approach to the analysis of Islamic law, namely describing and studying the problem using the study of Islamic law, then analyzing it. The results of the study conclude that the Central Java MUI Tausiah Number: 02/DP-P.XIII/T/IV/2020 is not only based on naqli and aqli arguments, but also through several considerations, including an appeal from WHO which is a world health organization and also the decision of the Regional Government through its Covid Cluster, so that in distributing tausiah, it has been carefully discussed and not arbitrarily circulated. Differences of opinion in accepting decisions are sunnatullah that cannot be avoided, so there needs to be a wise attitude in dealing with this.Keywords: Friday prayer; Worship in the Mosque; Covid-19 EmergencyAbstrakTahun 2020 merupakan tahun yang mengkawatirkan masyarakat seluruh dunia dengan adanya wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), tak terkecuali di Indonesia. Penyebaran Virus Corona (Covid-19) ini yang begitu cepat menimbulkan berbagai permasalahan di segala aspek kehidupan, tak terkecuali dalam masalah penyelenggaraan ibadah di muka publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tausiah MUI Jawa Tengah Nomor: 02/DP-P.XIII/T/IV/2020Â terkait penyelengaraan shalat jumat dan ibadah di masjid dalam situasi tanggap darurat covid-19, Penelitian ini merupakan Jenis Penelitian literer (library research), menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis hukum Islam, yakni mendeskripsikan dan mengkaji permasalah menggunakan kajian hukum Islam, kemudian menganalisisnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwasannya Tausiah MUI Jawa Tengah Nomor: 02/DP-P.XIII/T/IV/2020 tidak hanya berdasarkan dalil-dalil naqli dan aqli, dan juga melalui beberapa pertimbangan, diantarannya adalah himbauhan dari WHO yang merupakan organisasi kesehatan dunia dan juga keputusan Pemerintah Daerah melalui Gugus Covidnya, sehingga dalam mengedarkan tausiah memang sudah digodok secara matang dan tidak sembarangan untuk diedarkan. Perbedaan pendapat dalam menerima keputusan memang merupakan sunatullah yang tidak bisa dihindari, sehingga perlu adanya sikap yang bijaksana dalam menyikapi hal tersebut
PENGARUH INTENSITAS MEMBACA ASMAUL HUSNA TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL SANTRI YAYASAN AT TAQWA METESEH TEMBALANG SEMARANG
Abstract :Asmaul Husna can be interpreted as a good name, the name of Allah is good and the best is 99 contained in the Qur'an, besides that we are commanded by Allah to dhikr and pray by calling Allah's most beautiful names. Because it is characterized as good names so that Asmaul Husna is not only good but also commendable when compared to others. The results showed (1) The intensity of reading Asmaul Husna at the At Taqwa Meteseh Foundation in Tembalang Semarang is in a fairly good category because the intensity of Asmaul Husna affects spiritual intelligence and emotional intelligence by 0,34,6% so that the rest is influenced by other factors. (2) The calculation results obtained rcount of 12.65 and rtable of 3.32 at a significance level of 5% and rtable at a significance level of 5.39. The results of these calculations indicate that there is a significant positive correlation between the variable of reading intensity of Asmaul Husna (X) and the variable of spiritual intelligence (Y1) and the variable of emotional intelligence (Y2) is included in the moderate category. (3) The influence of the intensity of reading Asmaul Husna on the spiritual intelligence and emotional intelligence of the At Taqwa Meteseh Foundation Santri Tembalang Semarang.Keywords: Intensity of Reading Asmaul Husna, Spiritual Intelligence, Emotional IntelligenceÂ
GERAKAN LITERASI MEMBACA, MENUJU PENDIDIKAN MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI DI MIN KOTA SEMARANG
Semarang's Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) is attempting to run a school literacy movement centered on the Reading Literacy Movement. The goal of this movement is to improve reading literacy skills. The Semarang State Madrasah Ibtidaiyah (MIN) community quickly responded to the ministry's policy at the implementation level in educational institutions, and it became one of the MIN icons that started the School Reading Literacy Movement (GLS) in Semarang. This study takes a qualitative approach, with data collected through interviews, observation, and documentation studies. This study collects data from madrasah principals' management in the implementation of the school literacy movement, particularly in the reading aspect, by utilizing four management functions: planning, organizing, actuating, controlling/evaluating (POAC/E). To begin, the planning function is responsible for planning, conceptualizing, and formulating the goals to be achieved. The second is the organizing function, which assigns tasks to the reading literacy movement's actors. Third, actuating/implementation is accomplished by making changes to previously planned items and then instilling motivation in each task. Fourth, the function of evaluating/evaluating is to control the activities that occur between planning and implementation. Supporting factors in the implementation of the student reading literacy movement include: 1. the madrasa principal's enthusiasm; 2. stakeholder support; 3. enthusiastic students; and 4. a child-friendly environment. The following factors are impeding students' reading literacy movement: 1. students' abilities are not evenly distributed; 2. students do not collect readings on time. So, in order to properly resolve problems, all components of the madrasa must be involved Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kota semarang berupaya menjalankan Gerakan literasi sekolah, yang berfokus pada Gerakan Literasi Membaca. Harapan dari gerakan ini untuk mengembangkan kompetensi kompetensi literasi membaca. Pada tataran implementasi di lembaga pendidikan, kebijakan kementerian tersebut direspon dengan cepat oleh civitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Semarang, kemudian hal tersebut menjadi salah satu icon MIN yang memulai Gerakan Literasi Membaca Sekolah (GLS) di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan data dari manajemen kepala madrasah dalam implementasi gerakan literasi sekolah khususnya pada aspek membaca adalah dengan menggunakan empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, controlling/ Evaluating (POAC/E). Pertama, dengan fungsi planning /perencanaan, hal ini merencanakan, mengkonsep, dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Kedua yaitu fungsi organizing /pengorganisasian, membagi tugas kepada para pelaku gerakan literasi membaca. Ketiga, actuating/ pelaksanaan, dilakukan dengan menyesuaikan dengan hal yang telah direncanakan sebelumnya, kemudian ditambah motivasi disetiap tugasnya. Keempat, fungsi evaluating/ evaluasi, kegiatan ini adalah mengontrol kegiatan antara perencanaan dengan pelaksanaan jika sudah sesuai maka, dilakukan pengembangan, jika belum sepenuhnya maka dilakukan perbaikan. Faktor pendukung dalam implementasi gerakan literasi membaca murid, dengan bentuk beberapa hal, diantaranya 1. Antusias kepala madrasah; 2. Dukungan stakeholder; 3. Antusias murid; 4. Lingkungan yang ramah anak. Faktor penghambat pada gerakan literasi membaca murid adalah 1. Kemampuan murid tidak merata; 2. Murid tidak mengumpulkan hasil bacaan tepat waktu. Sehingga perlu adanya perlibatan seluruh komponen di madrasah agar problematika bisa teratasi dengan baik
PENGARUH JENIS BLEACHER DAN WAKTU PEMASAKAN TERHADAP PRODUKSI PULP DARI AMPAS TEBU DENGAN PROSES SODA
Pulp merupakan bahan dasar dalam pembuatan kertas, dimana sebagian besar produksinya mengunakan bahan dasar kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ampas tebu sebagai bahan baku pembuatan pulp yang ditinjau dari pengaruh jenis bleacher dan lama waktu pemasakan. Jenis bleacher yang digunakan ialah H2O2 dan NaClO dan lama waktu pemasakan yaitu 30 menit, 60 menit dan 90 menit dengan proses soda. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh penggunaan jenis bleacher H2O2 dengan lama waktu pemasakan 90 menit menghasilkan lebih banyak kadar yield pulp yaitu sebesar 29,37%, dibandingkan dengan bleacher NaClO pada waktu pemasakan 90 menit yang hanya menghasilkan kadar yield pulp sebesar 29,05%. Hasil Uji FTIR menunjukkan puncak khas serapan seperti pada gugus fungsi fenolik O-H, gugus serapan keton C=O, gugus ulur alifatik –CH- dan aromatik.. Identifikasi komponen lignin yang dihasilkan yield pulp memiliki spectrum IR yang sesuai dengan spectrum IR komponen lignin standar dan spectrum IR komersial Aldrich dan Kraft
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH BURUNG PUYUH SECARA ANAEROB
Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternatif pemecahan masalah. Salah satunya dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan burung puyuh dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy). Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh waktu dan perbandingan antara volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh terhadap pembuatan biogas dari limbah burung puyuh. (2) Untuk mengetahui waktu optimum dan perbandingan optimum antara volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh. Metodelogi Penelitian yang digunakan adalah analisa varian dua sisi, dengan variable pertama waktu pembentukan biogas dan variable kedua adalah perbandingan volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh. Penelitian dilakukan dengan membuat pengenceran volume pelarut berupa air dan berat kotoran burung puyuh dengan perbandingan: 3:1, 3:2, 3:3, 3:4 sebanyak 4 buah dengan perbedaan waktu 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu, 5 minggu. Hasil dari produksi biogas yang terbaik direkomendasikan pada penelitian perbandingan rasio 3:2 dengan waktu 5 minggu yang mampu menghasilkan biogas paling besar yaitu sebesar 130ml. Parameter pengamatan meliputi pH, massa, volume biogas yang terbentukdi digester secara anaerob. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari sampel rasio 3:2 waktu 5 minggu, yang terdiri dari 150ml air, 100gram kotoran burung puyuh, dengan waktu 5 minggu mampu menghasilkan 130ml biogas atau sekitar 65% dari volume awalnya.Kata kunci : Biogas, Limbah kotoran burung puyuh, Limbah Organi