e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Pembuatan Hand Sanitizer Dan Sabun Cuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Puskemas Penawangan Grobogan
Penggunaan hand sanitizer serta penerapan pola hidup bersih dan sehat merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19. Salah satu intansi yang memiliki tugas untuk mensosialisasikan dan menggalakkan upaya tersebut adalah Puskesmas. Personil di Puskesmas memerlukan wawasan mengenai komposisi dan cara pembuatan hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan proses produksi hand sanitizer dan sabun cuci tangan kepada personil Puskesmas Penawangan Grobogan. Kegiatan dilakukan melalui tahapan uji coba proses produksi di kampus, dilanjutkan dengan proses pelatihan di puskesmas serta diakhiri dengan penyerahan produk hand sanitizer dan sabun cuci tangan kepada Puskesmas Penawangan Grobogan. Uji coba proses produksi hand sanitizer dan sabun cuci dilakukan dengan menggunakan komposisi sebagaimana tercantum dalam ketentuan WHO. Proses pelatihan telah berhasil memberikan wawasan bagi personil di Puskesmas mengenai cara produksi hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Produk yang dihasilkan telah diserahkan kepada Puskesmas Penawangan Grobogan guna mendukung upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19. Kata Kunci: Covid-19, Hand Sanitizer, Sabun cuci tangan.Abstract. The use of hand sanitizer as well as the healty lifestyle are parts of Covid-19 prevention and transmission chain breaking. Public health center (Puskesmas) is one of health institution having responsibility in informing and promoting of those efforts. Public health centers need to be supported by the continous supply of hand sanitizers and handsoaps while the health workers should be sthrengthened by providing outlook on the chemical compostion and the procedure of the hand sanitized and handsoap production process. This paper reports the strenghtening efforts of public health center of Penawangan Grobogan by provide training to the health workers on the  chemical compostion and the procedure of the hand sanitized and handsoap production process as well as handover of the hand sanitizers and handsoaps to the public health center of Penawangan Grobogan. This community service was initially performed by producing hand sanitizers and handsoaps based on product compositions suggested by WHO. The service was followed by the training to the health workers on the chemical compostion and the procedure of the hand sanitized and handsoap production process. The hand sanitizers and handsoaps were handed over to the public health center of Penawangan Grobogan.  Keywords: Covid-19, Hand Sanitizer, handsoap
Mainan Mekanikal Edukatif sebagai Upaya Peningkatan Kecerdasan Visual-Spasial Siswa TK Pelangi Nusantara Semarang
Kecerdasan visual-spasial memiliki keterkaitan dengan keampuan untuk membaca arah, warna, dan ruang secara akurat. Dalam upaya pengembangan kecerdasan visual-spasial siswa, TK Pelangi Nusantara telah menyediakan beberapa fasilitas mainan namun dirasa cepat membosankan dan kurang interaktif. Oleh sebab itu diperlukan sebuah permainan baru yang mampu memberikan tidak hanya kesenangan tetapi juga kaya akan nilai-nilai edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang sekaligus membuat puzzle berupa mainan mekanikal edukatif berupa puzzle marble machine. Secara prinsip, permainan berbasis gerakan cam dan roda gigi ini menggerakkan kelereng agar bisa terus berputar dari batang penggerak bawah menuju ke atas. Mainan yang dilengkapi dengan warna-warni ini sekaligus melatih siswa dalam mengenal urutan warna pelangi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah telah dilakukan perancangan dan pembuatan alat menggunakan mesin 3D printer. Sosialisasi tentang dasar-dasar kecerdasan visual spasial dan penggunaan alat kepada para guru telah diselenggarakan dengan antusiasme yang tinggi. Dalam kegiatan ini juga telah diserahterimakan puzzle kepada pihak sekolah untuk dapat dipergunakan sebagai bagian dari proses pembelajaran.Kata kunci: kecerdasan, mainan, mekanikal edukatif, puzzle, visual-spasial Abstract. The capacity to read direction, color, and space accurately is linked to visual-spatial intelligence. Pelangi Nusantara Kindergarten has offered numerous toy facilities in order to promote students' visual-spatial intelligence, but they rapidly become monotonous and inactive. As a result, a new game is developed that is both entertaining and educative. This community service project attempts to design and build instructional mechanical puzzles, namely games of marble machine puzzles. The marble is kept spinning from the bottom drive rod to the top drive rod in this game based on the movement of cams and gears. This bright toy also teaches kids how to recognize the rainbow's colors in order. As a result of this service activity, tools have been designed and manufactured utilizing 3D printers. The employment of tools for teachers and the socialization of the fundamentals of visual-spatial intelligence have been carried out with great enthusiasm. The puzzle from this activity has also been given to the school for use in the instructional process.Keywords: intelligence, game, mechanical educative, puzzle, visual-spatia
Religious Reputation Culture: A Community Based Tourism Development Approach
Abstract The key to a thriving tourism industry is addressing how tourism can benefit society by increasing economic opportunities, supporting socio-cultural systems, and maintaining healthy ecosystems on which communities depend. The tourism industry can no longer focus solely on “how many†tourists visit a destination, or even “how much†money spent at one destination, as a measure of success. Sustainability can be effective if it is carried out by taking time and sustainable efforts, as well as adapting to changes that occur. In this study, the concept of historical heritage tourism and Resource-Based View is used which shows that culture and corporate reputation are seen as very valuable intangible assets. Historical heritage tourism is the key to sustainability. The development of intangible cultural heritage (ICH) is very important for the sustainable development of tourism because historical tourism products can reflect historical values and stories while meeting the emotional needs of tourists.This study aims to explore a new approach in improving sustainable tourism destination development centered on the concept of religious reputation culture. Religious reputation culture is a set of structures, routines, rules, and norms that guide and limit behavior that distinguishes members of one organization from another and is used as a collective perception and assessment of the good name of a tourism destination.The new concept of religious reputation culture plays an important role when an organization engaged in the tourism industry is faced with a change in new habits. The contribution of this research is mainly to the study of reputation and religiosity that when a destination is faced with a different condition, tourists will look for a reputable destination. The pandemic condition encourages tourists to be more aware with a reputation that is halal, thoyib and safe. With the phenomenon of tourism 4.0 accompanied by tremendeous changes in costumer megashifts, tourist destinations must be able to explore and exploit existing knowledge to form a culture of religious reputation as the main capital in carrying out innovation strategies carried out by destinations in order to achieve sustainable destination performance. With a religious reputation culture, the Indonesian’s reputation as a safe, comfortable and competitive tourism destination needs to be continuously developed through various means, so that a positive image will continue to be raised and widely informed, to encourage tourists to have interest and motivation to visit Indonesia. Key word :Religious Reputation Culture; Sustainable Tourism Development; Community Based Touris
Analisis Keausan Pin Besi Cor FCD Type Point Contact Berpelumas SAE 140 Menggunakan Variasi Pembebanan
Pelumasan merupakan aktivitas pemberian minyak lumas pada mesin yang berfungsi untuk meminimalisasi tingkat keausan pada mesin. Minyak lumas memiliki tingkat kekentalan dengan standar kekentalan dari badan internasional Sociaty of Automotive Enginers (SAE) dengan kode awalan SAE didepan indeks kekentalan, yang mana harus disesuaikan dengan tipe dan kebutuhan mesin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelumas SAE 140 terhadap keausan besi cor FCD yang bergesekan dengan material AISI 52100 dengan pengujian Tribotester Pin-On-Disc. Penilitian ini dilakukan pada dua material besi cor grafit bulat dengan tingkat kekerasan FCD 50 dan FCD 60, variasi beban 10 N dan 20 N, variasi jarak sliding 100 m, 200 m, 300 m, 400 m, 500 m, 600 m, dan minyak pelumas dengan kode SAE 140. Nilai tinggi keausan terbesar didapatkan pada material pin FCD 50 dengan beban 20 N yaitu 0,02396067 mm. Nilai volume keausan terbesar didapatkan pada material pin FCD 50 dengan beban 20 N yaitu 0,008519766 mm³. Nilai koefisien keausan terbesar didapat pada material pin FCD 50 dengan beban 20 N yaitu 1,47381E-10 mm³/N.mm. Nilai lebar keausan, tinggi keausan, volume keausan, dan koefisien keausan pada material pin FCD 50 lebih besar daripada nilai lebar keausan, tinggi keausan, volume keausan, koefisien keausan material pin FCD 60
Studi Kasus Perbaikan Daun Baling-Baling Kapal Tug Boat Akibat Patah dan Fouling
Kerusakan pada daun propeller  sangat berpengaruh terhadap performa dari kapal. Daya yang dipindahkan dari mesin tidak dapat dipakai secara maksimal. Selama berlayar di wilayah laut atau sungai, baling-baling kapal sering berbenturan dengan benda asing yang mengambang sehingga menyebabkan kerusakan pada baling-baling. Kerusakan ini bisa berupa melengkung, retak atau rusak pada daun baling-baling. Paper ini membahas tentang studi kasus perbaikan propeller  kapal akibat patah dan fouling. Proses perbaikan baling-baling diantaranya adalah dengan pemotongan bagian yang patah untuk kemudian disambung dengan pelat baru dengan cara pengelasan. Perbaikan karena fouling  atau penempelan kerang laut dilakukan dengan cara dihilangkan secara kimiawi dan secara mekanis lewat gerinda. Setelah perbaikan proses selanjutnya adalah balancing. Hasil balancing menunjukkan bahwa daun baling-baling sudah memenuhi standar untuk digunakan berlayar
FAKTOR PENDORONG BHUTAN MEMBUKA HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN ISRAEL TAHUN 2020
This research aims to find out the reasons that prompted Bhutan to open diplomatic relations with Israel in 2020. This study was written using a qualitative approach, through library research techniques such as books, official state documents, news and other mass media. This study uses the theory of national interest to determine the goals and interests of Bhutan. In this study, two reasons were found that pushed Bhutan to open diplomatic relations with Israel in 2020, namely the existence of Bhutan's national interests in the economic and military security fields.Keywords : Diplomatic Relations, Economic Interest, Military Security, National Interest AbstrakRiset ini bertujuan untuk mengetauhi alasan yang mendorong Bhutan dalam melakukan pembukaan hubungan diplomatic dengan Israel tahun 2020. Penelitian ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui studi pustaka seperti buku, dokumen resmi negara, berita dan media massa lainnya. Penelitian ini menggunakan teori kepentingan nasional yang bersifat materiil. Penelitian ini menemukan dua alasan yang mendorong mendorong Bhutan dalam melakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel tahun 2020 yaitu adanya kepentingan nasional negara Bhutan dalam bidang ekonomi dan keamanan militer.Kata kunci : Hubungan Diplomatik, Kepentingan Ekonomi, Kepentingan Militer, Keamanan Nasiona
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK, PISANG MAS DAN PISANG NANGKA MENGGUNAKAN METODE DPPH
Banana is one of the most common crops in Indonesia. Banana peel contains phenolic antioxidant compounds. This study used extraction, DPPH, and spectrophotometry to determine the potential antioxidant activity of three types of banana peels, namely kepok banana peel, trout banana peel, and jackfruit banana peel. Banana peel simplisia powder was extracted by maceration using 96% ethanol as solvent. The resulting banana peel extract was then phytochemical screening for flavonoid compounds, tannins, alkaloids, steroids, and terpenoids. This antioxidant activity test used a qualitative method using TLC and quantitative method with reagent of 0.2 N DPPH by UVVis spectrophotometry. The results showed that the three banana peels tested had antioxidant activity and it is classified as active. The IC50 values for the ethanolic extracts of kepok banana peel, trout banana peel, and jackfruit banana peel were 9,702 ppm, 13,322 ppm and 10,747 ppm respectively. Ascorbic acid as a comparison obtained an IC50 value of 9,613 ppm. From the data obtained, kepok banana peel extract has the highest antioxidant than extract of trout banana peel, and jackfruit banana peel.Â
Pemahaman Tentang Pasal Multitafsir Di Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Untuk Mengantisipasi Ancaman Tindak Pidana Dalam Berperilaku Di Media Sosial
Undang-undang No.11 Tahun 2008 yang disebut juga Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) telah mengalami perubahan setelah dikeluarkannya Undang-Undang No.19 Tahun 2016 dengan tujuan dibentuknya Undang-Undang ini agar dapat memberikan perlindungan, keadilan kepada semua masyarakat dalam mengakses informasi serta transaksi elektronik atau teknologi informasi secara umum.Namun dalam kenyataannya yang terjadi dilapangan malah dijadikan alat atau media untuk melakukan tindak pemidanaan terhadap pihak-pihak tertentu yang terkadang terlihat tebang pilih. Masyarakat menjadi selalu berhati-hati dalam berekspresi dan menyuarakan pendapat dalam beraktivitas di media social, dan seolah-olah kreativitas dan keinginan menyuarakan hati untuk berpendapat dan mengomentari segala sesuatu yang terjadi di Negri ini menjadi terbelenggu dan merasa tidak aman lagi dalam beraktivitas di media social. Pasal-pasal Multitafsir yang ada di UU ITE menjadi momok masyarakat dalam beraktivitas dan berekspresi di media social.Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah metode penelitian hukum normatif dan metode penelitian deskriptif.Tujuan dari tulisan ini bertujuan supaya masyarakat dapat memahami pasal-pasal multitafsir tersebut,dan mendorong pemerintah agar dapat merevisi pasal-pasal tersebut agar menjadi lebih baik dan untuk menghilangkan multitafsir yang kerap berujung pada upaya kriminalisasi di masyarakat
KREATIVITAS GURU KELAS DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS IV A SD ISLAM AL MADINA
When learning occurs, teachers must be creative in developing learning media. Educators must be creative when delivering material via learning media. Schools have made efforts to foster teacher creativity, and various support facilities have been made available. Teachers face a variety of challenges as a result of online learning. This study focuses on classroom teachers' creativity, teacher constraints, and the school's efforts to use learning media during the COVID-19 pandemic. This is a field study with a qualitative approach. The study's findings indicate that (1) teachers' creativity in using interesting learning media will increase students' interest in learning. Virtual learning is the method employed. The media used is software-generated media, specifically the zoom application, YouTube, PPT, Whatsapp group, Google Classroom, Google Meet, Google Drive, and video call. The media used is then varied to create interesting and educational learning media. (2) The teacher's impediment to creating learning media during the COVID-19 pandemic class IV The network signal is Al Madina Islamic Elementary School, and the network plays an important role in teaching and learning activities. The first challenge for teachers when teaching online is network dependence. Second, student needs are not met during online learning. Third, there is a lack of parental supervision when engaging in online learning. (3) The school's efforts to develop teacher creativity include the provision of facilities and infrastructure that can be used without regard for space or time constraints, as well as an increase in the speed of the internet network in schools. The school conducts teacher evaluations. Following that is a workshop activity with the goal of expanding teachers' knowledge of teaching and developing creativity so that they can always improve themselvesKreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran sangat dibutuhkan ketika pembelajaran berlangsung. Pendidik dituntut kreatif dalam penyampaian materi melalui media pembelajaran. Sekolah telah berupaya dalam mengembangkan kreativitas guru, berbagai sarana pendukung telah terfasilitasi. Pembelajaran daring menyebabkan berbagai kendala serta kesulitan yang dialami guru. Fokus penelitian ini adalah kreativitas guru kelas, kendala guru, dan upaya pihak sekolah dalam pemanfaatan media pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Penelian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Simpulan Penelitian menunjukkan (1) Kreativitas guru menggunakan media pembelajaran yang menarik akan membuat minat siswa dalam belajar akan mengalami peningkatan. Metode pembelajaran yang digunakan yaitu virtual pembelajaran. Media yang digunakan adalah media berbahan software yaitu penggunaan perangkat lunak, yaitu aplikasi zoom, youtube, PPT, whatsapp grup, google classroom, google meet, google drive dan video call. Semua media yang digunakan kemudian divariasikan menjadi media pembelajaran yang menarik dan edukatif. (2) Kendala guru dalam mengembangkan media pembelajaran pada masa pandemi covid-19 kelas IV A SD Islam Al Madina yaitu sinyal jaringan, Jaringan berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Kesulitan guru dalam mengajar online yaitu pertama, ketergantungan jaringan Kedua, fasilitas peserta didik yang kurang terpenuhi selama pembelajaran online. Ketiga, kurangnya pengawasan dari orangtua ketika melaksanakan pembelajaran online. (3) Upaya pihak sekolah dalam mengembangkan kreativitas guru adalah pemenuhan sarana dan prasarana yang bisa digunakan tanpa adanya batas ruang dan waktu, penambahan kecepatan jaringan internet di sekolah. Evaluasi guru yang diadakan pihak sekolah, Selanjutnya yaitu kegiatan workshop yang dilaksanakan dengan tujuan menambah wawasan guru dalam mengajar dan mengembangkan kreativitas untuk selalu meningkatkan diri