e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Transformasi Tradisi Pendidikan Pesantren di Era Smart Society 5.0
AbstrakArtikel ini berupaya menelaah transformasi tradisi pendidikan pesantren di Era Smart Society 5.0 yang telah menghadirkan pertentangan antara pemikiran lama yang ingin mempertahankan tradisi pesantren tanpa perubahan sedikitpun dibenturkan dengan tuntatan modernisasi yang kemudian melahirkan konteks yang paradoks. Faktanya, di Era Smart Society 5.0 pendidikan pesantren dituntut untuk tidak hanya unggul di bidang keagamaan (religius) namun juga unggul di bidang IPTEK dan sains. Pesantren yang selama ini menerapkan sistem pendidikan klasik atau tradisional yang merupakan produk budaya Indonesia. Metode pengajaran tradisional, bukan berarti tidak efektif, melainkan hanya corak yang digunakan bersifat tradisional (digagas pada waktu dulu). Seiring dengan perubahan zaman, tradisi pendidikan pesantren juga mengalami transformasi. Artikel ini mengungkap transformasi tradisi pendidikan pesantren yang telah bersikap integratif antara tradisi dan modernisasi. Selain itu juga untuk menyangkal asumsi publik yang sering memiliki pandangan yang merendahkan terhadap pesantren karena dianggap sebagai lembaga statis dan kuno. Secara metodologis, penelitian ini murni penelitian pustaka dengan mengambil justifikasi dari kejadian lapangan melalui penelitian emperis terdahulu. Data primer dan sekunder diambil dari buku dan artikel yang kemudian dianalisis menggunakan content analicys. Simpulan dari penelitian ini adalah pesantren sebagai lembaga tradisional selalu bertransformasi positif, adaptif, fleksibel dan akomodatif terhadap perubahan apa pun. Namun demikian, tradisi pesantren di Era Smart Society 5.0 tetap bertahan sebagai ciri khas. Transformasi terjadi pada ranah satuan kelembagaan, model, manajeman, fasilitas dan sumber daya pengajar.Kata kunci: transformasi, tradisi, Era Smart Society 5.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER ANAK SUKU SAMIN DI DUSUN KARANGPACE DESA KLOPODUWUR KECAMATAN BANJAREJO KABUPATEN BLORA
Child character education model is very important in realizing child character education. These models include habituation models, oral and behavioral education models, exemplary models, models of scaring children and traditional game models. The purpose of this study was to explore how the character education model of the Samin tribe children in Karangpace hamlet. The research method is qualitative. Data collection techniques are interviews, observation, documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and conclusion drawing. While the technique of checking the validity of data using triangulation. The results showed that: several models applied by parents and sedulur sikep to their children, including: habituation model, oral and behavioral education model, exemplary model, model of scaring children (digiri), traditional game model.Keywords: Character Education Model, Samin Tribe Children AbstrakModel Pendidikan karakter anak sangat penting dalam mewujudkan Pendidikan karakter anak. Model-model tersebut diantaranya adalah model pembiasaan, model Pendidikan lisan dan laku, model keteladanan, model menakut-nakuti anak dan model permainan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana model pendidikan karakter anak suku samin di dusun Karangpace. Metode penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Sedangkan Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: beberapa model yang diterapkan oleh orang tua maupun sedulur sikep kepada anak-anaknya, antara lain yaitu: model pembiasaan, model pendidikan lisan dan laku, model keteladanan, model menakut-nakuti anak (digiri), model permainan tradisional.Kata Kunci: Model Pendidikan Karakter, Anak Suku Sami
STUDI KOMPARASI KITAB TA’LIMUL MUTA’ALLIM DENGAN KITAB ADABUL ‘ALIM WAL MUTA’ALLIM KARYA KH. HASYIM ASY’ARI TENTANG KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER
Education is the knowledge, skills and attitudes that a person must have.Education at a young age plays an important role in realizing charactereducation. The problem of character formation in a person is still very muchneeded today. In this case the concept of character education in the bookTa'limul Muta'allim by Imam Az-Zarnuji and its relevance to the book Adabul'Alim Wal Muta'allim by KH. Hasyim Asy'ari is considered very important inthe formation of one's character education concept.The focus of research in thisresearch is 1) The Concept of Character Education in the Book of Ta'limulMuta'allim by Imam Az-Zarnuji 2) TheRelevance of the Concept of CharacterEducation in the Book of Ta'lim Muta'allim by Imam Az-Zarnuji with the Bookof Adabul 'Alim Wal M allim by KH. Hasyim Ash'ari. This type of research islibrary research and the research approach is qualitative. The datacollection method used is documentation. The results of this study are theconcept of character education in thebook of Ta'limul Muta'allim by Imam Az-Zarnuji and its relevance to the book of Adabul 'Alim Wal Muta'allim by KH.Hasyim Asy'ari based on the data collected and the results of the analysispresented in the previous chapters show 1) the concept of character educationin the book of Ta'limulMuta'allim by Imam Az-Zarnuji namely the intention toseek knowledge, teachers and friends, glorify knowledge and scholars,seriousness, continuity, and enthusiasm, learning methods, tawakkal, andwara' when learning 2) Relevance of the concept of character education in thebook of Ta'limul Muta'allim by Imam Az-Zarnuji with the book of Adabul 'AlimWal Muta'allim, namely sincerity of intention in seeking knowledge solely forthe sake of Allah SWT and Wara' (protecting oneself from doubtful andunlawful things) during the study period.Keywords: The Concept of Character Education in the Book of Ta'limulMuta'allim and Its Relevance to the Book of Adabul 'Alim Wal Muta'alli
KATALIS KARBON YANG DIBUAT DENGAN METODE HUMMERS TERMODIFIKASI UNTUK ASETILASI GLISEROL
Gliserol adalah produk samping yang dihasilkan dari proses pembuatan biodiesel. Karena peningkatan produksi biodiesel, utilisasi gliserol yang melimpah menjadi asetin berpeluang dilakukan karena manfaat asetin sebagai sumber bahan baku untuk material lainnya yang bernilai lebih. Penelitian ini bertujuan untuk membuat katalis grafena oksida dari multi-walled carbon nanotubes (MWCNT) dengan menggunakan metode hummers termodifikasi. Karakterisasi katalis GO dilakukan dengan menggunakan uji X-Rays Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope-Energi Dispersive X-ray (SEM-EDX). Aktivitas katalitik pada asetilasi gliserol menunjukkan konversi yang tinggi mencapai 94% pada suhu 110°C dalam 2 jam reaksi dengan menggunakan katalis 3% berat. Kata kunci: Asetilasi, Gliserol, Grafena Oksida, Metode Hummers Termodifikasi AbstractGlycerol is a by-product of biodiesel production. Due to the increase in biodiesel production, the utilization of abundant glycerol into acetin has the opportunity to be carried out because of the benefits of acetin as a source of raw material for other materials of higher value. This study aims to prepare graphene oxide catalysts from multi-walled carbon nanotubes (MWCNT) using the modified Hummers method. The characterizations of GO catalyst were assessed using X-Rays Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscope-Energi Dispersive X-ray (SEM-EDX). The catalytic activity of glycerol acetylation showed a high conversion reaching 94% at 110°C in 2 hours of reaction using a 3% by weight catalyst
Penggunaan Program Automation Studio untuk Menganalisa Arus Star Motor Induksi 3-Fasa
Motor induksi termasuk dalam kategori mesin listrik dinamis yang merupakan perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan stator kepada kumparan rotornya. Kecepatan motor induksi tergantung pada jumlah kutub pada stator dan frekuensi jala-jala listrik yang digunakan. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisa pengaruh sistem rangkaian Direct Online Star dan Direct On line Delta terhadap arus starting motor induksi 3 fasa menggunakan aplikasi komputer yaitu Automation Studio. Data parameter motor yang digunakan adalah Number of pole = 4, Rated Voltage = 380 volt, RPM = 1400, Frekuensi = 50 Hz dan Daya = 1.500 wat
PENGEMBANGAN MACROMEDIA ADOBE FLASH CS 6 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SKI DI MTS AL-ASROR SEMARANG
Penelitian pengembangan ini bertujuan guna menambah inovasi baru dalam dunia pendidikan dengan seiring berkembangnya teknologi digital dari masa ke masa serta tidak banyaknya inovasi media pendidikan dalam proses belajar mengajar serta dapat meningkatkan keaktivan, motivasi belajar,serta fokus dalam pembelajaran.pada metode penelitian ini merupakan bentuk penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development and Disseminate ) atau biasa di kenal dengan 4P ( Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan dan Penyebarluasan. Pada penelitian ini melewati tiga tahapan besar pembuatan media pembelajaran meliputi tahap pendefinisian, tahap perancangan, serta tahap pengembangan dalam pengembangan media pembelajaran. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan pedoman wawancara, observasi, angket,serta dokumentasi.
Penggunaan produk pengembangan media pembelajaran Adobe Flash CS 6 ini merupakan produk yang berupa file software aplikasi yang dapat di gunakan pada desktop atau komputer pada saat mengajar atau proses pembelajaran, dalam media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS 6 ini memiliki beberapa dalam pengoprasian adapun fitur menu di dalam aplikasi antara lain yaitu berupa kompetensi, materi, uji kompetensi, tugas keterampilan, beserta refrensi buku yang dipakai guna meningkatkan keaktivan, motivasi belajar serta fokus dalam pembelajaran, Media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS 6 ini memeiliki tingkat kevalidan baik dari segi materi maupun media yang tergolong dalam kategori sangat baik, penilaian validasi ahli materi pada media aolikasi ini mendapatkan skor sebesar 99 yang dimana masuk pada kategori sangat baik, dan validasi ahli media mendapat skor penilaian 94 dan tergolong kategori sangat baik
PERAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER INTEGRITAS SISWA DI SD AL-KHAIRIYYAH KOTA TEGAL TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Abstrak:Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek yang penting diajarkan demi mencegah krisis moral diIndonesia. Dalam hal ini, pemerintah memberikan dukungannya melalui program Penguatan PendidikanKarakter (PPK). Diantara karakter yang menjadi prioritas untuk dikembangkan adalah karakter integritas.Kegiatan ektrakurikuler keagamaan dinilai mampu mendukung pelaksanaan pendidikan karakter karenaajaran agama yang berupa teoritis dalam mapel PAI akan diparktikkan secara langsung. Hasil daripenelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan yang include di KBM yaitu: TPQ,Tahfidzul Qur’an dan Takhasus Diniyah. Sedangkan ekstrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan di luarKBM yaitu: Tilawah. Pelaksanaan ekstrakurikuler TPQ, Tahfidzul Qur’an dan tilawah menggunakanmetode demonstrasi. Hal ini dinilai efektif karena guru dapat mengetahui kemampuan siswa secaralangsung. Sedangkan ekstrakurikuler takhasus diniyah menerapkan metode pembiasaan. (2) Pelaksanaankegiatan ekstrakurikuler keagamaan berperan dalam pembentukkan karakter integritas siswa di SD AlKhairiyyah Kota Tegal. Ekstrakurikuler TPQ, tahfidzul qur’an dan tilawah dapat membentuk karakterbekerja keras, bertanggungjawab, mandiri serta percaya diri. Ekstrakurikuler takhasus diniyah dapatmembentuk karakter displin dan komitmen mentaati peraturan. (3) Faktor penghambat pelaksanaanekstrakurikuler keagamaan adalah kemampuan siswa yang berbeda dan keadaan anak yang sudah lelah.Faktor pendukungnya adalah: semua pengajar sudah kompeten pada bidangnya, respon orang tua yangbaik dan penilaian masyarakat baik.Kata Kunci: Peran, Ekstrakurikuler Keagamaan, Karakter IntegritasAbstract:Character education is an important aspect to be taught in order to prevent a moral crisis in Indonesia. Inthis case, the government provides its support through the Strengthening Character Education (PPK)program. Among the characters that are a priority to develop is the character of integrity. Religiousextracurricular activities are considered capable of supporting the implementation of character educationbecause religious teachings in the form of theoretical in maple PAI will be practiced directly. The results ofthis study are: (1) Implementation of religiousextracurricular activities that include in KBM, namely: TPQ,Tahfidzul Qur'an and Takhasus Diniyah. Meanwhile, religious extracurricular activities that are carried outoutside the KBM are:Recitations. Implementation of TPQ extracurriculars, Tahfidzul Qur'an and recitationsusing the demonstration method. This is considered effective because the teacher can know the ability ofstudents directly. While special extracurriculars apply the habituation method. (2) The implementation ofreligious extracurricular activities plays a role in the formation of the integritycharacter of students at AlKhairiyyah Elementary School, Tegal City. TPQ extracurriculars, tahfidzul qur'an and recitations can formthe character of working hard, being responsible, independent and confident. Extracurriculars specializingin diniyah can form the character of discipline and commitment to comply with regulations. (3) The inhibitingfactors for the implementation of religious extracurriculars are the different abilities of students and thecondition of children who are tired. The supporting factors are: all teachers are competent in theirfields, goodparental responses and good community ratings.Keywords: Role, Religious Extracurriculars, Integrity Characte
Supply Chain Management Information System Analysis In Services Private Banks
This study aims to get a more specific understanding by describing the Supply chain management information system in the mobile banking application and understanding the effectiveness of the use of m-BCA as a form of information system. This type of research is descriptive quantitative by analyzing and identifying problems in finding the effectiveness of m-BCA information system. The data collection process in this study was carried out by conducting experiments using m-BCA which became the main source and other data sources taken from various media containing m-BCA report data. Based on the results of the data that researchers do refer to the 3 main functions of mobile banking, namely convenient, practical and easy. While the results of 300 mobile banking users 93.3% rated effective at the level of need and convenience. Then 10% less effective and 3.3% less effective users agree and disagree because the UI (User Interface) of mobile banking is less attractive. Finally, the security level can be assessed as effective with a percentage of 80% and less effective 20% because the application login security does not yet have a fingerprint and face id which he thinks is more secure and practical