e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    SIFAT FISIK MATERIAL PAPAN KOMPOSITE BERBAHAN SERAT TEBU DENGAN MATRIX RESIN POLYESTER

    No full text
    Sugar cane fiber is an organic waste mostly produced by sugar factories in Indonesia such as in Gorontalo Province. If it is properly processed, it will have high economic value and will help the community’s economy during Covid 19 pandemic. This fiber, however, is easy to find, and it is not dangerous for human health. The important thing is that this fiber can be degraded naturally. Hence it can be used as composite reinforcing fiber which can help overcome environment problems. This study aimed at investigating the physical characteristics of natural fiber composite-based new material with characteristics and structures which can be used for automotive industry. The method applied in this study was by doing physical test such as density, water content, water absorption level, and thickness development with random-pattern treatments consisting of fraction variations of sugar cane fiber volumes of 10%, 30%, and 50% and fraction variations of resin volumes of 90%, 80%, and 70%. Each treatment consisted of 3 specimens with determined size, and they were tested in laboratory in order to find out the physical. Findings revealed that the highest density was in specimen 3 with fiber volume of 50% and resin volume of 70%, and the average value was 1.162 g/cm3. Meanwhile, the highest water content was specimen 1 with fiber volume of 10% and resin volume of 90% obtaining value of 0.51%. The water absorption level during 24 hours that obtained maximal result and value of 6.89% was specimen 2 with fiber volume of 30% and resin volume of 80%. The result for thickness development during 24 hours that obtained value of 10% was specimen 1 with fiber volume of 10% and resin volume of 90%. If it is validated with Indonesian National Standard, some of physical test results should be further formulated to get result based on Indonesian National Standard. Regarding the explanation, the fiber volume and resin volume fractions highly influenced the natural fiber (sugar cane fiber) composite-based new material making and it can be used for automotive industry.Sugar cane fiber is an organic waste mostly produced by sugar factories in Indonesia such as inGorontalo Province. If it is properly processed, it will have high economic value and will help the community’seconomy during Covid 19 pandemic. This fiber, however, is easy to find, and it is not dangerous for humanhealth. The important thing is that this fiber can be degraded naturally. Hence it can be used as compositereinforcingfiberwhichcanhelpovercomeenvironmentproblems.Thisstudyaimedatinvestigatingthephysical characteristics of natural fiber composite-based new material with characteristics and structures whichcanbeusedforautomotiveindustry.Themethodappliedinthisstudywasbydoingphysicaltestsuchasdensity,watercontent,waterabsorption level,andthicknessdevelopmentwith random-pattern treatmentsconsisting of fraction variations of sugar cane fiber volumes of 10%, 30%, and 50% and fraction variations ofresin volumes of 90%, 80%, and 70%. Each treatment consisted of 3 specimens with determined size, and theywere tested in laboratory in order to find out the physical. Findings revealed that the highest density was inspecimen 3 with fiber volume of 50% and resin volume of 70%, and the average value was 1.162 g/cm3.Meanwhile, the highest water content was specimen 1 with fiber volume of 10% and resin volume of 90%obtaining value of 0.51%. The water absorption level during 24 hours that obtained maximal result and value of6.89%wasspecimen2withfibervolumeof30%andresinvolumeof80%.Theresultforthicknessdevelopment during 24 hours that obtained value of 10% was specimen 1 with fiber volume of 10% and resinvolume of 90%. If it is validated with Indonesian National Standard, some of physical test results should befurther formulated to get result based on Indonesian National Standard. Regarding the explanation, the fibervolume and resin volume fractions highly influenced the natural fiber (sugar cane fiber) composite-based newmaterialmakinganditcanbe usedfor automotiveindustr

    SINTESIS MONO- DAN DIASILGLISEROL DARI MINYAK GORENG KELAPA DAN GLISEROL

    No full text
    Monoasilgliserol (MAG) dan Diasilgliserol (DAG) adalah surfaktan non-ionik yang banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. MAG dan DAG dapat disintesis melalui gliserolisis Triasilgliserol (TAG) atau esterifikasi asam lemak. Pada penelitian ini MAG, dan DAG disintesis dari reaksi gliserolisis antara minyak goreng kelapa dan gliserol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap konversi Triasilgliserol (TAG) dan fraksi konsentrasi produk. Penelitian dilakukan secara batch dengan perbandingan mol reaktan 1:1 dan variasi suhu 150°C, 160°C, 170°C, 180°C, dan 190°C. Katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah NaOH 1%. Sampel diambil setiap 15 menit selama 90 menit reaksi. Sampel dianalisis dengan Thin Layer Chromatography (TLC) untuk mengetahui fraksi konsentrasi produk. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada rentang suhu tertentu, semakin tinggi suhu akan meningkatkan konversi. Namun, jika suhu optimal terlampaui, konversi akan menurun. Konversi tertinggi diperoleh pada suhu 170°C yaitu 52,16% dengan fraksi konsentrasi MAG 12,83% dan DAG 39,33%

    ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA KNN, GAUSSIAN NAIVE BAYES, RANDOM FOREST UNTUK DATA TIDAK SEIMBANG DAN DATA YANG DISEIMBANGKAN DENGAN METODE TOMEK LINK UNDERSAMPLING PADA DATASET LCMS TANAMAN KELADI TIKUS

    No full text
    Data tidak seimbang adalah data yang mempunyai kelas mayoritas dan kelas minoritas dalam hal ini merupakan kelas target karena satu kelas melebihi jumlah kelas lain dalam dataset. Salah satu data tidak seimbang didapat pada penelitian Binanto, et. al. yang merupakan data LCMS dari tanaman Keladi Tikus hasil penelitian Sianipar et. al. Data ini tidak seimbang karena target biner yang menyatakan senyawa anti kanker dan senyawa biasa sangat kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi tanaman keladi tikus dalam pengobatan penyakit serta menjelaskan mekanisme yang mungkin terlibat. Untuk itu diperlukannya sebuah metode klasifikasi dokumen yang dapat mengelompokkan secara otomatis dan akurat. Terdapat banyak metode klasifikasi yang dapat digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Naive Bayes, Random Forest, dan KNN serta digunakan pula Algoritma Tomek Link Undersampling untuk menyeimbangkan data. Dari penelitian ini didapatkan bahwa Algoritma Random Forest merupakan algoritma yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan Imbalanced Data maupun Balanced Data dengan menggunakan Tomek Links Undersampling karena algoritma ini memiliki nilai accuracy, precision, recall dan F1-Score yang tinggi dibanding algoritma lainnya

    DETEKSI MALWARE MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING DENGAN METODE ENSEMBLE

    No full text
    Serangan malware telah menjadi perhatian penting di di era digital ini. Malware dapat diartikan sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan perusakan sistem, pencurian atau pengumpulan informasi, hingga mendapatkan akses terhadap suatu sistem. Machine learning merupakan sub area dari ilmu komputer yang mampu memberikan komputer kemampuan untuk belajar tanpa diprogram secara eksplisit. Pada penelitian ini akan mendeteksi malware windows menggunakan machine learning dengan metode ensemble. Model klasifikasi yang digunakan adalah Decision Tree, Random forest, Bagging, AdaBoost dan Hist Gradient Boosting. Penelitian ini menggunakan dataset malware berbasis windows. Hasil yang didapatkan menggunakan algoritma Hist Gradient Boosting lebih tinggi yaitu sebesar 96,9% dibandingkan dengan algoritma Decision tree sebesar 93,5% algoritma Random forest sebesar 94,9% algoritma Adaboost sebesar 87,8% dan algoritma Bagging sebesar 95,8

    PENERAPAN TEKNOLOGI AOPS DENGAN METODE FENTON-KATALITIK PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TPA BAKUNG

    Get PDF
    Jumlah sampah yang masuk ke TPA Bakung terus mengalami kenaikan seiring dengan perkembangan jumlah penduduk. Namun, volume sampah yang besar berpotensi menghasilkan air lindi yang dapat mencemari lingkungan. Air lindi (leachate) yang berasal dari timbunan sampah biasanya ditandai dengan bau busuk, berwarna hitam dengan kandungan asam lemak volatile dan rasio BOD dan COD yang tinggi serta banyak diantaranya bersifat toksik. Salah satu cara untuk mengolah air lindi adalah dengan teknologi Advanced Oxidation Processes (AOPs) dengan metode Fenton-katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air lindi TPA Bakung menggunakan metode Fenton-katalitik serta mengetahui pengaruh rasio molar Fenton (1:150, 1:200, 1:250) dan waktu reaksi (30, 60, 90, 120 menit) dengan konsentrasi TiO2 0,6% terhadap degradasi warna, COD, dan BOD. Hasil penelitian menunjukkan degradasi warna, COD, dan BOD terjadi pada semua rasio molar Fenton dan waktu reaksi. Kondisi optimum dicapai pada rasio molar Fenton 1:250 dan waktu reaksi 120 menit dengan persentase degradasi warna, COD, dan BOD maksimum yang dihasilkan masing-masing sebesar 99,96%, 99,53%, dan 99,64%.Kata kunci: AOPs, Fenton, TiO2, TPA Bakun

    PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DARI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)

    No full text
    Tanaman Pegagan  atau (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di  Indonesia. Tanaman pegagan mempunyai kandungan terpenoid, flavonoid dan minyak esensial  yang mempunyai efek farmakologis seperti antiinflamasi, antiantibakteri, antioksidan adan antiagieng.Gugus kromofor pada senyawa flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya yang mampu menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu kemampuan ekstrak etanol, Fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat dari tanaman pegangan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai tabir surya yang dinyatakan dengan nilai SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai SPF adalah dengan perhitungan Metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat masing-masing memberikan nilai SPF sebesar  7,34, 4,37 dan 6,39 pada konsentrasi  200 ppm

    PENERAPAN BIOPORI DALAM MENGURANGI BEBAN DRAINASE Studi Kasus: Green Valley Residence, Cibeunying Kidul, Kota Bandung

    No full text
    Permasalahan banjir menjadi masalah utama pada perkotaan di Indonesia. Demikian juga yang terjadi pada Kawasan Cicaheum Kota Bandung, dimana terjadi perubahan tata guna lahan menjadi kawasan pemukiman. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada Perumahan Green Valley Residence dengan membuat Lubang Resapan Biopori pada halaman rumah, taman, tempat parkir dan lahan lahan kosong dapat meningkatkan resapan di dalam tanah yang berarti mengutangi beban drainase pada lahan dan DAS Cipamokolan pada khususnya, sekaligus untuk mengurangi dan mengurai sampah organik yang terus meningkat pada rumah tangga. Pada kegiatan ini terdapat beberapa hambatan dan tantangan terutama pada tahap pelaksanaan yaitu: (a) karakteristik tanah yang dibor merupakan tanah urugan yang terdiri dari batuan yang cukup keras dan sisa material sehingga proses pengeboran cukup sulit dilakukan; (b) Kondisi cuaca yang kurang mendukung pada saat pelaksanaan pemasangan biopori; (c) pada beberapa titik, muka air tanah cukup tinggi sehingga perlu dilakukan penyesuaian kedalaman lubang biopori untuk menghindari pipa terkena air tanah; (d) diperlukan tenaga pelaksana pemasangan biopori yang lebih banyak untuk memperluas cakupan pelaksanaan dan meningkatkan partisipasi warga. Kegiatan ini berhasil dilakukan dengan kerjasama dan bantuan dari pihak warga, sehingga fungsi dari Lubang Resapan Biopori untuk pencegahan banjir dan penanganan sampah organik dapat dipahami melalui penyuluhan dan praktik bagi warga masyarakatKata Kunci: Lubang Resapan Biopori, Pencegahan Banjir, Pengolahan Sampah Organi

    Motivasi dan Minat Siswa Madrasah Aliyah dalam Melanjutkan Pendidikan Tinggi pada Program Studi Keolahragaan di Kota Semarang

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan data memakai instrumen berupa angket. Subyek penelitian ini adalah siswa Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Semarang. Analisis data yang digambarkan dengan menggunakan kata-kata sesuai kondisi yang ada. Hasil secara keseluruhan studi eksplorasi minat dan motivasi siswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi pada program studi keolahragaan di Kota Semarang. Hasil dari penelitian diketahui motivasi dan minat siswa melanjutkan ke pendidikan tinggi keolahragaan menunjukan kategori sedang (58%). Faktor internal dipengruhi oleh diri sendiri dan faktor eksternal yaitu dukungan orang tua. Motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena ingin menjadi orang sukses, siswa termotivasi ingin melanjutkan ke bidang selain prodi keolahragaan dipengaruhi oleh diri sendiri. Minat siswa melanjutkan studi bidang keolahragaan dalam kategori sedang, faktor perasaan senang menjadi aspek yang mempengaruhi minat siswa MA. Keinginan menjadi atlet dan aspek lingkungan juga menjadi motivasi untuk melanjutkan ke prodi bidang keolahragaan.Kata Kunci: motivasi, minat, siswa, pendidikanAbstractThis research is a descriptive study using survey methods, with data collection techniques using instruments in the form of questionnaires. The subjects of this study were students of Madrasah Aliyah (MA) throughout Semarang City. Data analysis is described using words according to existing conditions. The overall results of an exploratory study of students' interest and motivation in continuing higher education in sports study programs in the city of Semarang. The results of the research show that students' motivation and interest in continuing to sports higher education show the moderate category (58. Students' motivation to continue higher education because they want to become successful people, motivated students want to continue in fields other than sports study program are influenced by themselves. The interest of students in continuing their studies in the field of sports is in the moderate category, the feeling of pleasure is an aspect that influences the interest of MA students. Keyword: motivation, interest, student, educatio

    PENGARUH SENYAWA DELIGNIFIKASI DAN HIDROLISIS ASAM DENGAN PENAMBAHAN FeSO4 PADA PRODUKSI GLUKOSA DARI SPIRODELA POLYRHIZA

    No full text
    Spirodela polyrhiza merupakan tanaman air yang mengambang bebas, tumbuh cepat, dan tersebar luas di badan air yang tenang atau mengalir lambat. Proses hidrolisis pada Spirodela polyrhiza mengalami hambatan karena adanya kandungan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh senyawa delignifikasi dan konsentrasi FeSO4 pada produksi glukosa dari tanaman Spirodela polyrhiza. Proses produksi glukosa dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu proses pembuatan tepung Spirodela polyrhiza, proses pretreatment kimia (delignifikasi), dan proses hidrolisis asam. Proses delignifikasi dan hidrolisis dilakukan di dalam oven pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm. Senyawa delignifikasi yang digunakan dalam proses delignifikasi adalah NaOH, KOH, dan Ca(OH)2. Proses hidrolisis ditambahkan senyawa FeSO4 pada berbagai konsentrasi yaitu 20 mmol/L, 40 mmol/L, dan 80 mmol/L. Hasil penelitin menunjukkan kadar glukosa terendah yaitu 4,55% yang diperoleh pada perlakuan delignifikasi menggunakan senyawa Ca(OH)2 dan penambahan katalis FeSO4 sebesar 20 mmol/L. Sedangkan, kadar glukosa terbesar yaitu 5,79% yang diperoleh dengan perlakuan delignifikasi menggunakan senyawa NaOH dan penambahan katalis FeSO4 sebesar 80 mmol/L pada proses hidrolisis asam.NaOH merupakan senyawa yang paling efektif dalam proses delignifikasi dan penambahan FeSO4 pada proses hidrolisis dapat meningkatkan kadar glukosa yang diperoleh

    Panduan Pengukuran Perangkat Lunak Metode Function Point Serta Implementasinya pada Website Pemesanan Tiket Bus

    No full text
    Measuring software quality is an important thing for software engineering. The purpose of applying measurements to software processes is to find out how complex and useful the software is. The measurement method used is Allan Albrecht's method, namely the Function Point Analysis method, which was developed by the International Function Point User Group (IFPUG). In this study, the authors measured the quality of a bus ticket booking website. Prior to the measurement stage, the authors compiled a module that contains the limitations of each point so that it can be used as a guide for scoring at each measurement stage, namely the stage of calculating the Crude Function Point (CFP) and Relative Complexity Adjustment Factor (RCAF). A calculator application is also made that can automatically calculate the total of function points so that it can make measurements easier. After the total Function Point value of the website is found, the total value can be used to predict the price or cost of making the software

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇