Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
THE DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE DESIGN DECISION TOOL FOR PUBLIC BUILDINGS IN INDONESIA
Sustainable building has become a catchphrase in many countries. Issue on sustainability has attracted researchers from industry and academia in recent years, and the number is still growing. Despite different definitions of sustainable building, quality improvement of the environment, economy, and social well-being are always seen as three major affecting factors. As part of a larger future research framework, the result of this preliminary research work suggested that a low-cost design decision tool is worth researching. This paper will first, review some of assessment tools currently available today and discuss a new research direction for optimizing the application of those three factors into project appraisal process by utilizing Life- Cycle Costing (LCC) analysis and second, outline research methodology for the development of a decision tool in selecting sustainable options for public buildings design in Indonesia.Keywords: Sustainable building, life-cycle costing, decision support tools, construction investmen
KAPASITAS SIMPANG BERSINYAL DAN DERAJAT KEJENUHANNYA (STUDI KASUS SIMPANG IV KOTA LHOKSEUMAWE)
Persimpangan simpang 4 kota Lhokseumawe merupakan simpang bersinyal yang memiliki lalulintas harian yang tinggi karena jalan merdeka barat dan jalan merdeka timur merupakan salah satu jalan utama dalam ke kota Lhokseumawe, sesuai dengan permasalahan tersebut perumusan masalah untuk penelitian ini adalah bagaimanakah kinerja persimpangan simpang 4 kota Lhokseumawe. Analisis menggunakan metode MKJI 1997 pada masingmasing pendekat timur (jalan Merdeka Timur), pendekat barat (jalan Merdeka Barat), pendekat utara (jalan Pang Lateh), pendekat selatan (jalan Darussalam). Pengambilan data survei dilakukan selama 11 jam per hari. Hasil perhitungan analisis diperoleh nilai kapasitas untuk pendekat timur 2040 smp/jam, pendekat barat 3264 smp/jam, pendekat utara 766 smp/jam dan pendekat selatan 860 smp/jam sehingga diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) untuk pendekat timur 0,40; pendekat barat 0,26; pendekat selatan 0,30 dan pendekat utara 0,30. Kata kunci : simpang bersinyal, analisis, kinerja, derajat kejenuhan, panjang antrian dan tundaan
ANALISA KEBUTUHAN AIR DALAM KECAMATAN BANDA BARO KABUPATEN ACEH UTARA
Kecamatan Banda Baro merupakan pemekaran dari Nisam yang mempunyai luas 42,35 km2 atau 4.235 Ha dengan jumlah penduduk 7.377 jiwa. Dari luas daerah tersebut areal lahan persawahan yaitu 1.093 Ha dan lahan campuran 3.142 Ha. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dapat diprediksikan untuk 5 tahun yang akan datang yaitu sebesar 8.553 jiwa, maka kebutuhan airnya juga bertambah yaitu sebanyak 0,0091 m3/det. Sedangkan untuk 10 tahun yang akan datang jumlah penduduknya sebesar 9.724 jiwa dan jumlah kebutuhan airnya sebesar 0,0103 m3/det. Untuk 25 tahun yang akan datang jumlah penduduknya adalah sebesar 14.291,41 jiwa dengan jumlah kebutuhan air sebanyak 0,0151 m3/det dan untuk 50 tahun yang akan datang, maka jumlah penduduknya semakin meningkat pesat yaitu sebesar 27.149,329 jiwa dan kebutuhan airnya juga semakin banyak yaitu 0,0287 m3/det. Demikian juga kebutuhan air untuk peternakan unuk tahun 2012 yaitu sebesar 0,0041 m3/det, dapat diprediksikan untuk 5 tahun yang akan datang yaitu sebesar 0,0060 m3/det, untuk 10 tahun yang akan datang yaitu sebesar 0,0089 m3/det, untuk 25 tahun yang akan datang yaitu sebesar 0,0281 m3/det, untuk 50 tahun yang akan datang yaitu sebesar 0,1614 m3/det. Kebutuhan air untuk pertanian/persawahan yaitu sebesar 18,987 m3/det, berdasarkan data tersebut maka kebutuhan air untuk kecamatan Banda Baro dapat diakumulasikan yaitu kebutuhan air untuk tahun 2012 yaitu sebesar 19,00 m3/det, untuk 5 tahun yang akan datang yaitu sebesar 19,00 m3/det, untuk 10 tahun yang akan datang yaitu sebesar 19,01 m3/det, untuk 25 tahun yang akan datang yaitu sebesar 19,03 m3/det, untuk 50 tahun yang akan datang yaitu sebesar 19,18 m3/det.Kata Kunci: Kebutuhan air rumah tangga, Kebutuhan air peternakan, Kebutuhan air persawahan, Curah hujan efektif, Debit intake
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN DI PROVINSI ACEH
Penerapan sistem manajemen mutu terhadap jaringan jalan nasional dan provinsi di Provinsi Aceh tidak terlepas dari penerapan standar mutu untuk mencapai kualitasperkerasan jalan yang baik. Banyak faktor yang mempengaruhi pencapaian mutu konstruksi jalan. Untuk itu perlu dilakukan kajian yang berkaitan dengan faktor-faktor yang menentukan pencapaian mutu konstruksi jalan dan pada kajian ini dikhusukan untuk jalan propinsi di wilayah Aceh. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian mutu perkerasan jalan dan evaluasi penerapan sistem manajemen mutu pada pelaksanaan konstruksi jalan di Provinsi Aceh. Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data melalui survey kuesioner yang selanjutnya diolah dengan metode statistik menggunakan analisis korelasi dan regresi serta uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel sumber daya manusia (X1), variabel material (X3), dan variabel prosedur kerja (X5) terhadap mutu pelaksanaan konstruksi jalan (Y). Hasil pengujian regresi diperoleh besar nilai koefisien regresi (R) = 0,965, (rhitung> rtabel) artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan dari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap mutu, dengan koefisien determinasi yang didapat: R2= 0,92. Hal ini berarti besarnya pengaruh faktor-faktor terhadap pencapaian mutu adalah sebesar 92% melalui persamaan regresi Y = 6,795 + 0,561X1 - 0,255 X2 + 0,250 X3 - 0,326 X4 + 0,739 X5. Sementara sisanya 8% ditentukan oleh faktor lain. Hasil evaluasi sistem manajemen mutu terhadap pelaksanaan proyek konstruksi jalan di Provinsi Aceh menunjukkan kecenderungan respons positif dari responden dengan lebih dari 60% responden menyatakan setuju terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa sistem manajemen mutu pada pelaksanaan proyek konstruksi jalan di Aceh sudah baik.Kata Kunci : Evaluasi, sistem manajemen mutu, konstruksi jala
KAJIAN MOBILITAS PENDUDUK PADA SISTEM TRANPORTASI DARAT PASCA TSUNAMI DI PROPINSI ACEH
Rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana jalan, jembatan dan perumahan penduduk yang hancur akibat tsunami akan berdampak terhadap pola mobilitas dan kebutuhan perjalanan masyarakat. Relokasi pemukiman menjadi komplek-komplek perumahan yang menjadi sumber bangkitan bagi lalu lintas dan membentuk pola-pola mobilitas tersendiri. Kebutuhan sarana transportasi masyarakat khususnya sepeda motor meningkat pesat seiring dengan mudahnya kepemilikan melalui sistem kredit sehingga tingkat permintaan terhadap sepeda motor khususnya cukup signifikan dan memicu terjadinya kemacetan terutama di pusat-pusat kota baik di propinsi maupun di kabupaten/kota. Metode kajian melalui kajian literatur berdasarkan penelusuran dokumen pada instansi terkait yang dihubungkan terhadap literatur referensi dan teori-teori yang dianalisis secara langsung. Hasil kajian menunjukkan bahwa komplek pemukiman berdampak pada terkonsentrasinya aktivitas penduduk pada suatu wilayah sehingga menimbulkan bangkitan baru, peningkatan mobilitas, peningkatan permintaan kenderaan bermotor yang berakibat kepada terjadinya kemacetan pada ruas-ruas tertentu serta tingginya tingkat kecelakaan di wilayah perkotaan. Aspek manajemen sistem transportasi belum ada upaya pemerintah daerah..Rehabilitasi dan rekonstruksi sangat berpengaruh terhadap aksesibilitas sehingga secara signifikan mendukung pertumbuhan ekonomi di propinsi Aceh.Kata Kunci : Mobilitas, Sistem Transportas
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN JALAN PADA ALIRAN LALU LINTAS KOTA LHOKSEUMAWE
Daya dukung tanah dasar pada konstruksi sebuah jalan merupakan salah satu faktor utama yang sangat berperan dalam menentukan kestabilan (kekuatan) dari kostruksi jalan tersebut. Nilai daya dukung tanah dasar sangat dipengaruhi dan ditentukan dari nilai CBR pada tanah tersebut. Nilai daya dukung tanah dasar diperoleh melalui Grafik kolerasi DDT dan CBR. Semakin besar nilai CBR tanah dasar pada sebuah konstruksi jalan semakin besar pula Nilai daya dukung tanah dari jalan tersebut. Indek tebal perkerasan merupakan sebuah nilai yang berperan (berfungsi) untuk menentukan tebal dari masing-masing lapis perkerasan. Indek tebal perkerasan diperoleh melalui hubungan antara nilai daya dukung tanah (DDT), Lintas Ekivalen Rencana (LER) dan faktor regional (FR). Nilai tersebut didapat melalui nomogram yang telah disediakan dalam Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan metode analisa komponen Bina marga. Penelitian ini bertujuan ingin melihat hubungan antara nilai daya dukung tanah dengan indek tebal perkerasan jalan dengan menggunakan metode bina marga. Dari hasil analisis didapat nilai perbandingan dari masing-masing nilai yang telah ditentukan melalui bacaan grafik hubungan antara nilai DDT dan ITP. Dari bacaan grafik dapat dikatakan bahwa semakin kecil nilai daya dukung tanah maka semakin besar nilai indek tebal perkerasakan yang di hasilkan.Jalan merupakan prasarana untuk pergerakan arus lalu lintas yang memberikan pelayanan terhadap perpindahan kendaraan dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu yang sesingkat mungkin sehingga perlu mengevaluasi kondisi pada ruas jalan. Penelitian ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, hasil volume lalulintas dalam interval satu jam untuk jalan merdeka Barat selama empat hari pengamatan didapat dari gafik fluktasi jam-jam puncak pada hari minggu adalah jam sibuk siang 13.15-14.15 WIB, dengan volume 1109 smp/jam terendah. Dan volume tertinggi adalah 2119 smp/jam pada hari Kamis dan jam sibuk sore 16.45- 17.45 Wib. Dari hasil survey kecepatan diperoleh data untuk tiap jam puncak pagi, siang dan sore masih di bawah 57km/jam menurut MKJI 1997. Hasil penelitian yang didapat pada jalan Merdeka Barat diperoleh tingkat pelayanan derajat kejenuhan lebih kecil dari 0.75, tingkat pelayanan B dan C artinya arus dalam kondisi stabil tetapi kecepatan mulai terbatas.Kata kunci: volume, kecepatan, kapasitas dan derajat kejenuha
STUDI PENGGUNAAN PASIR DAN POZZOLAN ALAM TERHADAP DAYA TAHAN API PAPERCRETE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi pozzolan alam terhadap daya tahan api beton kertas (papercrete). Penelitian terdahulu terhadap campuran papercrete komposisi volume semen dan pasir 1 : 3,5 menunjukkan bahwa penggunaan variasi bubur kertas yang optimal pada porsi pasir adalah 62% sehingga komposisi volume semen-pasir-bubur kertas menjadi 1 : 1,3 : 2,2; dengan FAS 0,35. Komposisi volume pozzolan alam yang digunakan adalah dari 1 bagian pasir, yaitu 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Benda uji yang digunakan adalah pelat ukuran 100 cm x100 cm x3,5 cm. Hasil pengujian daya tahan api menunjukkan beton kertas (papercrete) dengan komposisi pozzolan alam 50%, 60% dan 70% tergolong dalam kategori bahan menahan api (fire retardant). Kategori ini tergolong kategori menengah untuk bahan bangunan yang baik berdasarkan ketahanannya tehadap bahaya kebakaran. Untuk beton kertas dengan komposisi pozzolan alam 80%, 90% dan 100% tergolong dalam kategori bahan sukar terbakar (semi noncombustible). Kategori ini tergolong baik untuk bahan bangunan berdasarkan ketahanannya tehadap bahaya kebakaran.Kata kunci: beton kertas, pozzolan alam, daya tahan api
PENILAIAN KERUSAKAN PADA GEDUNG KANTOR JASA RAHARJA LHOKSEUMAWE
Gedung kantor PT. Jasa Raharja (persero) Perwakilan Lhokseumawe berada di Jalan Malikussaleh No. 1, Kecamatan Banda Sakti, Lancang Garam, Kota Lhokseumawe. Gedung berlantai satu ini diperkirakan berumur 15 tahun (dibangun sekitar tahun 1997) dan diresmikan pemakaiannya pada 12 Agustus 1998. Kondisi eksisting elemen beton pada bangunan telah mengalami kerusakan berupa korosi tulangan dan retak, serta penurunan kualitas material dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Perbaikan diperlukan untuk mengembalikan masa layan bangunan agar dapat berfungsi secara aman dan nyaman. Pertimbangan utama perbaikan pada sistem struktur adalah kemudahan pengerjaan dan efisiensi biaya. Tahapan yang ditempuh dalam metode penelitian ini berupa: investigasi visual lapangan, penilaian tingkat kerusakan bangunan, evaluasi dan penentuan solusi. Evaluasi mutu beton dilakukan dengan alat Schmids Hammer dan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) pada elemen eksisting bangunan. Perbaikan bangunan dilakukan dengan mengunakan dua metode, pertama: seluruh elemen beton yang berkriteria rusak berat digantikan dengan elemen beton baru, kedua: elemen beton yang berkriteria rusak ringan/sedang dibobok lokal dan diganti beton baru. Dari hasil pengujian non-destruktif diketahui bahwa sisa kekuatan elemen beton diperkirakan sebesar 11 MPa, sehingga perlu tindakan penggantian struktur atap dengan konstruksi yang lebih ringan agar beban yang diterima oleh kolom menjadi lebih kecil.Kata kunci: evaluasi mutu beton, tingkat kerusakan, perbaikan
PENGARUH TATAGUNA LAHAN TERHADAP BESARAN BANJIR DAN SEDIMEN DAS KRUENG KEUREUTO ACEH UTARA
Penelitian banjir dan sedimen Sungai Krueng (Kr) Keureuto dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan data guna lahan dan perilaku sedimen. Lingkup penulisan meliputi pengumpulan data sedimen, peta daerah aliran sungai (DAS), data curah hujan, penentuan curah hujan dan debit banjir rencana, analisa sedimen DAS dan perhitungan produksi sedimen akibat banjir. Metode yang digunakan dalam analisa hidrologi adalah metode momen. Hasil analisa menunjukkan bahwa data hujan cenderung mengikuti distribusi harga ekstrim (extreme value), sedangkan hubungan cerah hujan dan debit banjir rencana menunjukkan hubungan logaritmik. Hubungan linear diperoleh untuk korelasi antara besarnya debit banjir dan debit sedimen. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk program penanggulangan banjir Sungai Krueng Keureuto.Kata kunci: banjir, sedimen, momen statisti
BETON NON-PASIR DENGAN AGREGAT CANGKANG KELAPA SAWIT
Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan cangkang kelapa sawit sebagai alternatif agregat kasar pada beton non-pasir. Cangkang kelapa sawit mempunyai bobot yang ringan dan kulit yang keras sehingga berpotensi sebagai agregat beton ringan. Beton non-pasir adalah beton ringan yang didapat dengan menghilangkan agregat halus campuran beton normal. Cangkang kelapa sawit yang digunakan berasal dari pabrik kelapa sawit Lhoksukon, Aceh Utara. Cangkang kelapa sawit diayak menggunakan saringan 19 - 9,5 mm. Benda uji dipersiapkan sebanyak 30 buah berbentuk silender (15 x 30) cm. Faktor air semen yang digunakan adalah 0,45 dengan perbandingan volume untuk 5 variasi benda uji masing-masing 1 : 3; 1 : 6; 1 : 8; 1 : 10 dan 1t: 12. Dari hasil pengujian pada umur 28 hari untuk beton nonpasir dengan perbandingan volume semen dan kerikil 1 : 3 didapat kuat tekan sebesar 8,71 MPa, sedangkan untuk beton non-pasir dengan perbandingan volume semen dan cangkang sawit masing-masing 1 : 3; 1 : 6; dan 1 : 8 didapat kuat tekan 4,64 MPa, 3,62 MPa, dan 3,06 MPa. Selanjutnya, untuk perbandingan volume semen dan cangkang sawit masing-masing 1 : 10 dan 1 : 12 didapat kuat tekan di bawah 3 MPa. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa beton non-pasir dengan agregat cangkang sawit pada perbandingan 1 : 3, 1 : 6; dan 1 : 8; memenuhi kriteria kuat tekan beton non-pasir yaitu antara 2,8 MPa sampai 10 MPa. Dengan demikian, beton non-pasir dari agregat cangkang kelapa sawit dapat diaplikasikan sebagai beton ringan non struktural yang ramah lingkungan karena sifatnya yang tembus airKata kunci: cangkang kelapa sawit, beton non-pasir, kuat teka